Simpang Susun Semanggi Telah Tersambung 100%

    Teknologi
Iklan

Simpang susun semanggi yang tersambung pada Rabu (26/04/2017), diyakini akan mengurangi kemacetan hingga 30 – 40 persen. Jalan layang yang kini berbentuk lingkaran dengan panjang 1.622 meter tersebut sekarang masih dalam tahap penyelesaian dan rencananya akan diresmikan pada Agustus mendatang. Simpang susun ini terdiri dari dua jembatan layang melingkar yang bisa digunakan oleh pengendara dari arah Cawang untuk menuju arah Bundaran HI dan pengendara dari arah Grogol menuju ke arah Blok M.

Selama ini, kemacetan yang terjadi di Jalan Gatot Soebroto dan kolong Jalan Jendral Sudirman terjadi justru disebabkan oleh empat jembatan berbentuk daun semanggi yang ada sekarang.

Jembatan Semanggi, bersama Gelora Bung Karno, awalnya merupakan proyek prestise Bung Karno saat menyambut tamu Asian Games tahun 1962. Jembatan tersebut mulai dibangun pada 1961. Ketika Presiden Soekarno telah mantap dengan idenya untuk membangun sebuah stadion olahraga megah di kawasan Senayan. Ir Sutami mengusulkan membangun jembatan guna mengatasi kemungkinan munculnya persoalan kemacetan lalu lintas jika ada acara besar di Senayan.

“Jembatan Semanggi yang lama pada masanya menggunakan teknologi beton yang paling update, menggunakan precast. Kemudian pada zaman Pak Harto, Simpang Semanggi ini dikembangkan, ada tol dalam kota. Lalu pada zaman Pak Jokowi dan Pak Ahok ini disempurnakan” ujar Dani.

Jembatan ini berbeda dari pada jembatan pada umumnya di Ibu Kota dan Indonesia, Simpang Susun Semanggi memiliki dimensi XYZ, atau tiga dimensi yakni memiliki ramp on dari bawah kemudian membentang dengan melingkar dan ramp off atau turunan.

Dengan adanya simpang susun, kendaraan dari arah Slipi yang ingin ke arah Blok M, bisa naik ke simpang susun yang terletak sebelum “helai” Semanggi yang melayani kendaraan dari Jalan Jendral Sudirman arah Bundaran HI yang ingin ke jalan Jendral Gatot Soebroto dan masuk tol atau masuk Plaza Semanggi.

Sehingga nantinya tidak ada perpotongan atau konflik dengan pengendara dari arah tersebut. Begitu pula di arah sebaliknya, pengendara dari arah Cawang yang ingin ke Bundaran HI tidak perlu melewati antrean kendaraan dari Jalan Jendral Sudirman.

Recent search terms:

Facebook Comment

similar posts