6 Hewan punah yang ingin dihidupkan kembali

    Hewan & Tumbuhan
Iklan

Kemajuan jaman, pengaruh iklim dan semakin banyaknya populasi manusia membuat beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah. Dengan banyaknya spesies hewan yang punah akibat pengaruh alam ataupun campur tangan manusia tersebut, maka keberagaman dan jumlah populasi hewan pun semakin berkurang. Dengan kepunahan yang ada membuat sebuah kerinduan tersendiri akan masing-masing spesies ini. Meskipun terdengar mustahil, berikut hewan punah yang ingin dihidupkan kembali.

1. Mammoth Woolly

Apakah mungkin bisa membangkitkan kembali mammoth? Terdengar mustahil, tapi memang itulah yang sedang dilakukan oleh para ilmuwan. Berbekal DNA dari bangkai mammoth yang ditemukan membeku, ilmuwan sedang mencoba melakukan misi mustahil dengan menghidupkan kembali mammoth Woolly.

Mammoth Wooly adalah mammoth yang hidup terisolasi di Pulau Wrangel di Samudra Arktik sekitar 4.000 tahun yang lalu. Mammoth Woolly hidup di era Pleistosen. Ilmuwan tengah menyelidiki apa penyebab mamalia besar ini bisa punah. Apakah itu karena perburuan atau perubahan iklim. Kedua faktor tersebut diperkirakan yang membuat habitat mammoth Wooly menjadi semakin mengecil.

2. Aurochs

Semua makhluk hidup yang tinggal di dunia pasti memiliki pendahulu, biar itu hewan sekalipun. Di Eropa, ada seekor sapi yang dikatakan sebagai nenek moyang segala sapi domestik yang disebut Aurochs. Aurochs adalah nenek moyang sapi yang tidak cuma hidup di Eropa tapi menyebar di Asia, dan Afrika Utara.

Tidak diketahui dengan jelas kenapa Aurochs bisa punah dari muka bumi. Karena itulah para ilmuwan mencoba menghidupkan kembali Aurochs melalui projek yang dinamakan Project Tauros. Sejumlah ilmuwan Polandia memiliki rencana untuk membuat reka ulang kenapa sapi ini bisa punah. Itu juga kalau Aurochs berhasil dikloning.

3. Dodo

Ada banyak cerita mengerikan tentang kepunahan burung Dodo. Yang pasti adalah, sebab kepunahan burung Dodo sama dengan burung Moa yakni akibat kedatangan manusia. Burung Dodo tinggal dengan damai di Pulau Mauritius di Samudra Hindia, sampai tiba akhirnya mereka punah di abad ke-17. Adalah pendatang asal Belanda yang menjadi penyebab kepunahan mereka.

Para pendatang tidak datang sendiri, mereka juga membawa hewan lain seperti babi dan tikus. Babi dan tikus ini dengan cepat menyebarkan penyakit yang mulai mengikis jumlah burung Dodo. Selain itu, para pendatang juga sangat menyukai telur burung Dodo. Kombinasi inilah yang membuat burung Dodo punah. Para ilmuwan kini tengah mencari cara untuk bisa menghadirkan kembali burung Dodo. Hanya saja, bahan yang diperlukan sangat minim. Mereka hanya memiliki tulang-tulang sisa burung Dodo.

4. Bebek Labrador

Bebek Labrador adalah jenis bebek yang sangat langka. Di antara tahun 1850 dan 1870, populasi bebek Labrador menghilang secara misterius. Bebek Labrador adalah hewan endemik yang ada di Amerika Utara. Keberadaan bebek Labrador sudah langka jauh sebelum pendatang Eropa datang ke Amerika.

Kepunahan bebek Labrador masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai sekarang. Jelas bahwa bebek Labrador memiliki rasa daging yang tidak enak, itu sebabnya yang membuat perburuan bukanlah menjadi faktor utama punahnya populasi bebek Labrador. Karena tidak ditemukan penyebab kepunahan hewan tersebut, maka ilmuwan mencoba menghidupkan kembali bebek Labrador.

5. Moa

Awalnya, New Zealand adalah tanah yang menjadi tempat tinggal sejumlah hewan. Karena kedatangan manusia yang akhirnya menyebabkan sejumlah jenis hewan punah. Salah satu jenis hewan yang punah tersebut adalah Moa. Diketahui, sebanyak 9 jenis Moa punah akibat kehadiran manusia di New Zealand.

Moa adalah satu dari sembilan jenis burung yang tidak bisa terbang yang tinggal di New Zealand. Moa memiliki tinggi rata-rata 3,6 m dan berat yang mencapai 230 kg. Di abad ke-13, orang-orang Polinesia mulai menginjakan kaki mereka di New Zealand dan tidak butuh lama populasi Moa merosot tajam karena dijadikan sumber makanan. Bulu dan kulit Moa dijadikan sebagai pakaian dan tulangnya dijadikan perhiasan dan kail ikan.

6. Badak Woolly

Pada tahun 2015, seorang pebisnis begitu terkejut ketika dirinya menemukan sebuah bangkai hewan berupa seekor badak. Bukan badak biasa melainkan badak Wooly. Badak Wooly adalah spesies hewan badak besar yang hidup di jaman Pleistosen. Bangka badak Wooly ditemukan dalam kondisi sangat bagus, membeku di Siberia.

Penemuan bangkai badak Wooly membuat munculnya sedikit harapan untuk bisa mengkloning badak Wooly dan menghidupkannya kembali. Sayangnya, impian untuk mengkloning badak Wooly mengalami sedikit masalah karena adanya bagian DNA yang hilang. Yang membuat semakin sedih adalah, saudara dari badak Wooly yang ternyata adalah badak Sumatra juga saat ini sedang terancam punah.

 

Baca Juga :

Malang Juga Punya Tempat Wisata Yang Wajib Di Kunjungi Lho

Buah Dan Sayuran Yang Memiliki Bentuk Unik Dan Lucu Ini Akan Sayang Jika Dimakan

5 Penunggu Hutan Amazon yang Ganas dan Mematikan

Save

Recent search terms:

Facebook Comment

similar posts