Apakah Timbul Lebam Secara Mendadak Karena Dicubit Setan? Berikut Faktanya

    Kesehatan, Info

Hampir semua orang pasti pernah mendapat memar di bagian-bagian tubuhnya. Ada yang memar karena terjatuh, ditonjok, ataupun karena bentuk benturan lainnya. Namun bagaimana jika memar yang muncul ditubuh kalian datang secara tiba-tiba, tanpa benturan sama sekali? Mungkin kalian akan menganggap itu hal aneh, bahkan ada mitos menyebar yang mengatakan jika kulit membiru, lebam atau memar secara tiba-tiba tanpa ada sebabnya itu merupakan ulah dari setan atau jins yang mencubit kita saat kita tidur atau saat kita sedang lengah.

Sebagian orang mungkin percaya dengan mitos yang beredar tersebut, namun kalian juga wajib tahu jika memar secara mendadak tersebut ternyata ada penjelasan ilmiahnya loh! Jadi kalian jangan langsung takut dan panik saat mendapati dibeberapa bagian tubuh kamu muncul warna biru keunguan atau yang sering disebut dengan lebam atau memar. Siapa tau itu bukan karena dicubit atau digigit setan melainkan adanya gejala penyakit. Jadi untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ilmiah di balik kejadian ini.

1. Munculnya Purpura Simplex

photo via : buttercuppunch.wordpress.com

Di bidang kedokteran, memar biru yang muncul secara mendadak bisa jadi karena gejala penyakit lain, atau terkena Purpura Simplex. Purpura Simplex ini terjadi karena adanya penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah. Purpura Simplex biasanya lebih sering menyerang wanita akibat pengaruh hormonal. Pada wanita yang memiliki gejala Purpura Simplex, bisa muncul memar di bagian paha, tungkai kaki serta lengan.

2. Stress Dan Kelelahan

photo via : www.yellowstonerecovery.com

Seperti yang kita tahu, timbulnya memar pada kulit dapat terjadi karena beberapa hal salah satunya yang paling sering dan mudah adalah karena trauma atau benturan fisik. Namun banyak orang mengaku mengalami bercak biru jika sedang stres, terlalu lelah atau karena alergi. Faktor usia juga bisa membuat darah mudah menggumpal. Semakin tua seseorang, fungsi pembuluh darah ikut menurun. Lapisan kulit juga kehilangan banyak jaringan lemak yang bisa melindungi pembuluh dari benturan.

3. Efek Obat-obatan

photo via : http://www.health.com

Pengaruh obat-obatan juga bisa menyebabkan timbulnya memar atau bercak biru di kulit. Jika kamu suka mengonsumsi obat jenis aspirin, warfrafin, clopidogrel dan prasurgel. Keempat obat tersebut ternyata dapat meningkatkan peredaran darah. Sehingga derasnya aliran darah membentuk bercak biru di tubuh kamu. Obat jenis kortikosteroid juga membuat lapisan kulit menjadi lebih tipis, yang artinya menambah risiko terjadinya memar. Meski sering digunakan untuk menangani Purpura Trombositopenia Idiopatik, obat ini juga memiliki efek samping. Untuk itu, hubungi dokter ahli jika kalian mengalami bercak memar setelah mengonsumsi obat jenis kortikosteroid.

Tak hanya itu, beberapa suplemen yang berasal dari bahan alami juga diduga bisa meningkatkan terjadinya memar. Suplemen seperti minyak ikan dan ginkgo biloba memiliki khasiat untuk mengencerkan darah. Bila suplemen ini dikonsumsi oleh orang yang juga mengonsumsi obat yang berkhasiat mengencerkan darah, perdarahan bisa tak terhindarkan. Karena itu, orang yang sering mengalami bercak biru atau memar sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.

4. Kekurangan Vitamin

photo via : www.medicalnewstoday.com

Seperti yang kita tahu, tubuh kita memerlukan vitamin yang lengkap untuk bisa berktifitas dengan normal. Jika satu saja kurang maka tubuh kita juga akan terasa tidak seimbang. Beberapa vitamin juga berperan penting dalam membuat darah, menutup luka hingga menyembuhkan luka. Jika kekurangan vitamin tersebut dalam jumlah sedikit mungkin tak akan menimbulkan efek apa-apa, namun jika terus berlanjut bisa dipastikan akan muncul gejala-gejala penyakit termasuk memar di tubuh. Vitamin B12 bersama dengan folat membuat DNA sel darah merah. Kekurangan vitamin ini membuat memar terlihat jelas dibanding biasanya. Vitamin K juga penting dalam pembekuan darah, sehingga jika kekurangan bisa membuat pembuluh darah bocor dan tampak di permukaan kulit sebagai memar. Sementara itu, kekurangan vitamin C ternyata juga membuat pembuluh darah lemah dan mudah mengalami memar.

5. Gejala Hemofilia

photo via : http://imfightingpckd.blogspot.co.id

Bercak biru pada kulit sebenarnya bisa hilang tanpa diobati. Namun tetap saja kita harus waspada jika munculnya bercak biru tersebut dibarengi dengan gejala demam, terutama bila kondisi ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Karena jika hal itu sampai terjadi, bisa jadi itu adalah gejala hemofilia. Darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku secara normal. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pembekuan darah ketimbang orang normal akibat sel darah tidak bisa membeku dengan cepat. Penderita hemofilia kebanyakan mengalami perdarahan di bawah kulit seperti luka memar. Terutama jika mereka mengalami benturan, meskipun hanya benturan ringan. Bercak biru seperti memar juga bisa timbul sendiri jika pasien melakukan aktivitas berat dan menguras tenaga. Perdarahan ini berbahaya jika terjadi pada bagian tubuh yang vital, misalnya otak. Itu sebabnya orang-orang yang menderita hemofilia harus dijaga dengan ketat agar tak mengalami benturan.

6. Angkat Beban

photo via : http://fms408coricagothichorror.blogspot.co.id

Sesuatu hal yang berlebihan memang tak baik. Walaupun menyehatkan namun jika berolahraga secara berlebihan juga sangat membahayakan. Seperti olahraga angkat beban yang terlalu intens juga dapat menyebabkan robekan di pembuluh darah sehingga muncul memar. Kondisi tersebut tidak memerlukan bantuan dokter, kecuali jika dibarengi dengan rasa nyeri atau memar tak hilang dalam jangka waktu lama.

7. Akibat Kekurangan Trombosit

photo via : www.today.com

Penyebab terjadinya memar secara tiba-tiba berikutnya adalah karena kurangnya trombosit dalam tubuh. Jumlah dan kondisi sel keping darah atau trombosit yang kurang baik dapat mempengaruhi proses pembekuan darah. Sel darah yang sangat kecil ini bisa diibaratkan sebagai sumbat yang bertugas menutup setiap kebocoran yang terjadi pada pembuluh darah. Jumlah normal Trombosit dalam tubuh adalah 150 ribu hingga 400 ribu per milimeter kubik. Jika jumlahnya di bawah angka tersebut, disebut trombositopenia. Orang yang mengalami trombositopenia sangat rentan mengalami bercak biru dan memar. Gejala klinis yang biasa dijumpai berupa perdarahan tiba-tiba seperti bintik kemerahan bagai digigit nyamuk, lebam kebiruan, mimisan, sampai yang paling berat adalah perdarahan di otak.

8. Hilang Dengan Sendirinya

photo via : www.livestrong.com

Walaupun terkesan sangat mengganggu, namun bercak kebiruan pada kulit yang muncul tiba-tiba ini bisa menghilang sendiri tanpa diobati. Gejala yang disebut dengan purpura simplex ini tidak berbahaya karena tidak berkaitan dengan penyakit mematikan lainnya. Namun memar ini bisa saja timbul lagi saat siklus menstruasi. Jadi kita harus memahami kapan terjadi penggumapalan darah pada tubuh agar kita dapat mempertahankan agar darah tetap berbentuk cairan dan tetap mengalir dalam sirkulasi darah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah, jumlah dan kondisi sel darah trombosit, serta mekanisme pembekuan darah yang harus baik. Pada kasus purpura simplex, penggumpalan darah atau perdarahan akan terjadi bila fungsi salah satu atau lebih dari ketiga hal tersebut terganggu.

Nah itulah beberapa penjelasan ilmiah kenapa bisa tiba-tiba muncul bercak biru atau memar di kulit. Setelah tau penjelasannya, masihkah kalian menganggap jika bercak biru, memar atau lebam yang muncul tiba-tiba merupakan jilatan, gigitan atau cubitan setan maupun jins? Yuk selalu tambah wawasanmun dengan baca-baca artikel dari Blog Unik!

Recent search terms:

Advertisements
Facebook Comment

similar posts

+ VIDEO PILIHAN MORE >