Kisah Sukses Muhammad Zohri Hingga Bisa Menembus Olimpiade 2020

4 bulan lalu

Beberapa tahun terakhir ini, nama Lalu Muhammad Zohri, selalu membuat bangga bangsa Indonesia. Melalui kecepatan kaki-kaki nya dalam berlari ia mampu mengharumkan nama bangsa dengan medali-medali kemenangan yang ia raih. Bahkan masih segar di ingatan kita beberapa waktu lalu Zohri sukses merebut medali perak di nomor lari 100 meter dalam Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar pada April lalu. Meskipun tidak mendapat emas, namun kecepatan berlarinya mampu sukses mencatatkan dirinya sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara (ASEAN).

Bukan hanya itu saja guys, berita terbaru mengabarkan kalau Zohri sukses meraih medali perunggu di nomor lari 100 meter putra pada ajang Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019, yang diadakan pada hari Minggu, 19 Mei 2019. Zohri yang tampil sebagai peserta undangan, sukses meraih peringkat ketiga setelah mencatatkan waktu 10,03 detik.

Zohri hanya kalah 0.03 denit dari sprinter Amerika Serikat, Justin Gatlin yang finish dalam waktu 10,00 detik. Dan kalah 0,01 detik dari pelari tuan rumah, Yoshihide Kiryu yang finish dalam waktu 10,01 detik. Meskipun finish diurutan ke-3 dan mendapat perunggu namun catatan waktu 10,03 mampu mengalahkan catatan waktu yang ia torehkan di perlombaan sebelumnya yakni di Kejuaraan Atletik Asia 2019 lalu. Dimana dalam kejuaraan tersebut Zohri mencatat waktu 10,13 detik. Itu artinya, kemampuan Zohri dalam berlari sudah semakin cepat.

Hebatnya lagi, catatan waktu 10.03 detik yang baru ia catat ini membuat Zohri berhasil memecahkan rekornas dan mengantarkan Lalu Muhammad Zohri menuju ke Kejuaraan Dunia Atletik atau IAAF World Championships 2019, yang memiliki limit 10.10 detik untuk nomor lari 100 meter putra. Bukan hanya itu kehebatannya guys, Zohri juga secara otomatis lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo. Catatan waktunya dipastikan telah menembus limit multievent terbesar dunia nomor lari 100 meter putra, yakni 10.05 detik.

Tentu lolosnya Zohri ke Olimpiade 2020 Tokyo merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan, mengingat jarang-jarang ada atlet lari Indonesia yang mampu menembus pagelaran olahraga akbar itu. Namun tak banyak yang tahu bagaimana awal perjalanan yang dihadapi oleh Zohri untuk menembus Olimpiade 2020 Tokyo. Kisah yang inspiratif dan penuh perjuangan tentunya mewarnai perjalanan Zohri untuk menembus Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Jepang.

Penasaran seperti apa kisah sukses seorang Lalu Muhammad Zohri, dari 0 sampai menjadi pelari tercepat sekarang? Berikut ulasannya!

photo via : bolastylo.bolasport.com

1. Lalu Muhammad Zohri, pemuda sederhana yang penuh bakat dari Lombok, NTB

Zohri merupakan pemuda yang lahir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Zohri juga sosok pria mandiri. Dia sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan seperti Kejuaraan Antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar. Pada saat itu, dia ikut kontes di trek 100 meter. Di kontes itu, Zohri membuktikan kakinya bisa berlari secepat kilat. Dia bahkan memecahkan rekor waktu 10,25 detik.Pada saat itu, dia mengungguli rekor Sudirman Hadi yang hanya berlari 10,45 detik.

Semasa hidup, sang ayah selalu mendukung Zohri mengejar mimpinya. Meski pada awalnya Zohri tenggelam karena keraguan untuk terjun ke dunia atlet karena berbagai kecemasan termasuk biaya. Namun karena dukungan orang-orang terdekat dan tekad yang kuat, ia tetap mengejar mimpinya untuk menjadi yang tercepat.

2. Kejuaraan pertama saat masih SMP

Tak banyak yang tahu kalau sebenarnya dalam masalah pendidikan, Zohri termasuk siswa yang malas. Bahkan dirinya pernah dijemput oleh gurunya agar mau sekolah bahkan ia sempat tidak naik kelas sekali. Meskipun dalam hal belajar dia malas, namun kalau menyangkut olahraga dia bisa dibilang jagonya. Zohri pertama mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang. Selama keikutsertaannya dalam olimpiade, Zohri sering menduduki posisi jawara salah satunya yaitu dalam ajang Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun. Di sana, Zohri tampil di nomor 200 meter. Dia meraih medali emas dengan catatan waktu 21.96 detik.

Mulai saat itu, namanya pun mulai dikenal. Zohri berhasil menyelasaikan lari 100 meter dalam hitungan waktu 11.18 detik. Seiring berjalannya waktu, kecepatan lari Zohri pun semakin melesat. Dia berhasil mencetak waktu 10.28 detik saat mengikuti Pekan Olahraga Nasonal di Jawa Tengah pada tahun 2017 lalu.

3. Meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya

Melihat potensi besar yang ada dalam diri Zohri, PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia lantas mengangkat Zohri sebagai anak didik untuk memperkuat Timnas Indonesia untuk bertarung dalam perhelatan Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya. Saat itu ia berhasil menyelesaikan lari 200 meter dalam waktu 21.96 detik dan berhasil membawa pulang medali emas.

4. Meraih medali emas di kontes olahraga atletik junior tingkat Asia di Gifu, Jepang

Tujuh medali emas berhasil diraih Zohri di kejuaraan pelajar dan nasional. Dia kemudian ditempa di pelatnas untuk mengikuti kontes olahraga atletik junior tingkat Asia yang digelar di Gifu, Jepang, pada Juni 2018. Hasil tempaan pelatnas membawa hasil. Di trek 100 meter, Zohri meraih medali emas. Dia mencatatkan waktu 10,27 detik mengungguli pesaingnya.

photo via : inet.detik.com

5. Meraih medali emas di Kejuaraan Dunia U-20 di Tampere, Finlandia

Karier Lalu Muhammad Zohri di lintasan atletik mulai disorot setelah meraih medali emas Kejuaraan Dunia U-20 pada 11 Juli 2018 di Tampere, Finlandia. Sprinter asal Lombok ini finis di posisi pertama mengalahkan dua sprinter Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Dalam kejuaraan itu, Zohri bukan sprinter unggulan. Namun, ia sukses meraih juara dan dengan catatan waktu 10,18 detik, atau hanya selisih satu detik dengan catatan waktu milik Suryo Agung Wibowo yang mencatat waktu 10,17.

Kemenangan Zohri di Kejuaraan Dunia U-20 ini telah mencetak sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, karena dialah pertama kalinya Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan ini. Mengingat dalam kurun waktu 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah hanya meraih posisi ke-8 itupun pada tahun 1986.

5. Mengikuti ajang Asian Games 2018

Setelah meraih juara dunia U-20, Zohri dipersiapkan ke Asian Games 2018. Namun, pada ajang ini, PB PASI tak membebani Zohri dengan target medali. Pasalnya, Zohri bersaing dengan pelari-pelari senior terbaik Asia macam Su Bingtian (China), Tosin Ogunode (Qatar) dan Ryota Yamagata (Jepang), dan Abdullah Akbar (Arab Saudi).

Namun Zohri sukses lolos ke babak final setelah mengemas catatan waktu 10,24 detik. Meskipun dengan catatan waktu itu, Zohri memang diprediksi tak mendulang medali. Selanjutnya pada final, ia memperbaiki catatan waktu menjadi 10,20 detik. Zohri finis di posisi ketujuh. Medali emas menjadi milik Su Bingtian (9,92 detik) sekaligus memecahkan rekor Asian Games, lalu perak diraih pelari Qatar Tosin Ogunode (10,00), dan perunggu milik Ryota Yamagata (10,00).

Meski tak mendapat satupun medari dari lari 100 meter tersebut, namun Zohri akhirnya mendapat medali perak dari nomor estafet 4×100 meter putra bersama Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara.

6. Meraih medali emas di ajang 1st Malaysia Open Grand Prix 2018 di Bukit Jalil, Kuala Lumpur

Setelah Asian Games 2018, Zohri mengikuti kejuaraan lari di ajang 1st Malaysia Open Grand Prix 2018 di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Turun di nomor lari 100 meter, pelari asal Nusa Tenggara Barat tersebut berhasil merebut medali emas dengan catatan waktu 10,20 detik. Zohri turun di lintasan enam pada perlombaan tersebut. Dia melesat hingga berhasil menjadi yang pertama melintasi garis finis. Saat itu, Medali perak diraih pelari tuan rumah, Zulfiqar Ismail, dengan catatan waktu 10,41 detik. Adapun medali perunggu menjadi milik atlet Chinese Taipei, Wei-Hsu Wang. Dia mengukir waktu 10,44 detik.

 

photo via : wartakota.tribunnews.com

7. Meraih medali perak di Kejuaraan Atletik Asia 2019

Dari ajang 1st Malaysia Open Grand Prix 2018, Zohri lantas mengikuti Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar. Pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini sukses menyabet medali perak pada nomor lari 100 meter putra. Pada babak final Zohri membukukan catatan waktu 10,13 detik. Catatan waktunya lebih cepat daripada pencapaian di semifinal yaitu 10,15 detik. Bukan hanya meraih perak, Lalu Muhammad Zohri juga diclaim sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara. Selain itu, sprinter berusia 18 tahun ini juga memecahkan rekor nasional dan juga melewati rekor Asia Tenggara milik Suryo Agung 10,17 detik yang sudah 10 tahun bertahan.

Sesungguhnya, Lalu Muhammad Zohri sudah memecahkan rekor nasional di babak semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019dengan torehan waktu 10,15 detik. Namun, pelari asal Lombok ini mempertajam rekornya di babak final. Pada babak final, Lalu Muhammad Zohri berada di line 3 menjalani start dengan cukup bagus dibandingkan dengan sebelumnya. Bahkan, juara dunia junior 2018 ini mampu memimpin meski akhirnya disalip sprinter Jepang yang berikutnya meraih emas, Yoshihide Kiryu, dengan waktu 10.10 detik. Untuk posisi tiga direbut pelari China, Zhiqiang Wu, dengan 10.18 detik.

Istimewanya, pencapaian Lalu Muhammad Zohri ini juga ciptakan dua sejarah bagi Merah Putih. Ini merupakan perak pertama Indonesia di nomor 100 meter putra Kejuaraan Atletik Asia sejak 1985.

photo via : www.pikiran-rakyat.com

8. Meraih medali perunggu pada ajang Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019

Setelah meraih sukses di Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri kembali mencatat sejarah dengan catatan waktu yang semakin tajam di ajang Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019. Pada kejuaraan tersebut, Zohri finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Sementara posisi pertama diraih pemilik medali emas Kejuaraan Dunia 2017, Justin Gatlin (Amerika Serikat) dengan catatan waktu 10,00 detik. Medali perak diraih pelari Jepang jawara Kejuaraan Asia 2019, Yoshihide Kiryu yang membuat catatan waktu 10,01 detik. Dari catatan waktu tersebut, kita bisa lihat kalau Zohri hanya ketinggalan sepersekian detik dari 2 lawannya tersebut. Walau finis di posisi ketiga, catatan waktu yang dibukukan Zohri telah memecahkan catatan waktu rekornas yang diciptakan atas namanya sendiri.

9. Lolos ke Kejuaraan Dunia Atletik atau IAAF World Championships 2019

Selain berhasil memecahkan rekornas, catatan waktu 10.03 detik juga mengantarkan Lalu Muhammad Zohri lolos ke Kejuaraan Dunia Atletik atau IAAF World Championships 2019, yang memiliki limit 10.10 detik untuk nomor lari 100 meter putra. Dengan catatan waktu teranyarnya yakni 10.03, tentunya Zohri sudah lebih dari yang namanya standar.

photo via : http://wap.mi.baca.co.id

10. Otomatis lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo

Hebatnya lagi guys, selain lolos ke Kejuaraan Dunia Atletik atau IAAF World Championships 2019, Zohri juga secara otomatis lolos ke Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Tokyo mendatang. Pasalnya, catatan waktu Zohri berhasil menembus limit Olimpiade 2020 yang telah ditetapkan, yakni 10,05 detik. Wow! sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia, pasalnya jarang-jarang ada atlet lari Indonesia yang berhasil lolos ke ajang bergengsi tersebut.

Nah itu dia sederet perjalanan panjang yang harus dilalui oleh seorang Lalu Muhammad Zohri untuk dapat menembus kejuaraan olahraga bergengsi seperti Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Tokyo. Tentunya perjalanan yang dilaluinya sangatlah penuh perjuangan. Didalam kesederhanaannya Zohri tetap mampu mengharumkan nama bangsa sampai ke kancah dunia.

Baca Juga