Lagi trending, ini Lho Pengertian Flexing dan Tujuannya

Dibuat oleh blogunik

BlogUnik.com – Siapa nih yang sering merasa iri dan cemburu ketika melihat foto-foto liburan, makanan enak, dan kehidupan mewah orang lain yang diunggah di media sosial? Jangan merasa iri dulu, karena terkadang apa yang kita lihat di media sosial sangat berbeda dengan kehidupan mereka didunia nyata lho. Bisa saja mereka sedang flexing untuk mencari pengakuan dari orang lain.

Flexing sendiri merupakan istilah yang populer belakangan ini di dikalangan warganet setelah dibahas di Podcast Deddy Corbuzier dengan bintang tamu Rhenald Kasali. Lantas apa sih Flexing tersebut? Dan apa tujuan seseorang melakukan flexing? Untuk lebih jelasnya, yuk kita ulas!

Pengertian Flexing

Pengertian Flexing Dan Tujuan Nya

photo via hotellook.com

Flexing sendiri termasuk ke dalam bahasa gaul atau slang yang banyak digunakan untuk merujuk pada sikap pamer. Jadi bisa dibilang flexing ini merupakan tindakan seseorang untuk memamerkan kekayaannya kepada orang lain, dalam hal ini melalui media sosial.

Parahnya, saat ini flexing bukan hanya merujuk pada orang-orang yang suka memamerkan harta kekayaan saja, namun orang-orang yang membanggakan status sosial, memamerkan jumlah teman, pengalaman traveling, kecerdasan, hingga kesuksesan yang telah dicapai juga termasuk ke dalam flexing.

Orang yang flexing juga dianggap suka berbohong memiliki banyak kekayaan dan pundi-pundi uang, meski nyatanya tidak. Banyak yang berpendapat bahwa kata flexing juga berarti orang yang palsu, memalsukan atau memaksakan gaya agar diterima dalam pergaulan.

Selain itu, flexing juga bisa diartikan sebagai tindakan menyombongkan diri sendiri tentang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibangga-banggakan, berbohong tentang pencapaian, atau membesar-besarkan kebenaran.

Seperti yang kita tahu, media sosial membuat flexing semakin mudah dilakukan oleh semua orang. Sulit untuk tidak flexing ketika kita memiliki sesuatu untuk dipamerkan. Apalagi ketika kita mendapat kabar atau hal-hal baik dalam hidup kita, tentunya kita ingin sekali berbagi kebahagiaan tersebut di media sosial. Akan tetapi, perlu kamu ingat bahwa tidak semua hal tentang diri kamu bisa kamu bagikan di media sosial.

Meski tidak ada yang melarang seseorang untuk flexing, namun sebaiknya, flexing dilakukan dengan penuh kesadaran dan empati agar flexing jadi lebih menginspirasi bagi orang lain dan membuat orang lain jadi lebih termotivasi dengan apa yang kita unggah di media sosial, dan bukan malah membuat orang lain iri, dengki dengan flexing yang kita buat di media sosial dan justru mengundang hujatan untuk dirimu sendiri.

Tujuan Flexing

Bisnis Modal Kecil

photo via favim.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, flexing merupakan fenomena ketika orang suka memamerkan kekayaan dan kesuksesannya. Padahal kita tahu bahwa orang kaya yang sesungguhnya tidak akan pernah mau menjadi pusat perhatian apalagi memamerkan kekayaan yang dia miliki. Sehingga bisa dikatakan jika orang-orang yang melakukan flexing ini bukanlah orang kaya yang sesungguhnya.

Lantas, apa tujuan mereka melakukan flexing?

Perlu diketahui bahwa setiap orang yang melakukan flexing mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Ada yang melakukannya untuk sebuah pengakuan, bahkan ada juga juga promosi bisnis.

Tujuan flexing untuk mencari pengakuan

Perlu diketahui, di media sosial, semua orang ingin terlihat sebagai seseorang yang memiliki kekayaan, menarik secara fisik, cerdas, dan populer, ini karena pendapat dari orang lain yang melihat media sosial kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menurunkan perasaan kesepian. Meski terkadang membuat orang lain merasa iri dengki dan kesal dengan apa yang kita pamerkan di media sosial, namun flexing sendiri memang ampuh untuk memberikan rasa bangga dan rasa percaya diri.

Nggak heran jika kebanyakan orang melakukan flexing adalah untuk mencuri perhatian banyak orang. Dengan memamerkan kekayaan, dan gaya hidup yang mewah, orang yang melakukan flexing ini seakan-akan sengaja menunjukkan sesuatu yang dimilikinya agar dinilai mampu oleh orang lain yang melihatnya. Ia berharap mendapat pengakuan dari publik bahwa dia adalah orang yang mampu.

Tujuan flexing untuk promosi bisnis/strategi marketing

Selain untuk sebuah pengakuan, flexing juga kerap dilakukan sebagai strategi marketing.

Misalnya seseorang yang memiliki bisnis dibidang jasa travel, melakukan flexing dengan cara memarkan bahwa dia sering traveling ke luar negeri, menginap di hotel mewah, shopping barang-barang branded hingga makan-makanan mewah. Semua flexing yang ia lakukan bertujuan agar para target pelanggannya percaya untuk menggunakan jasa travelnya.

Selain itu, ada juga yang flexing dengan cara memamerkan kulitnya yang halus dan putih. Dengan tujuan menarik minat masyarakat agar mau membeli skincare yang ia jual.

Seperti yang kita tahu, banyak orang langsung menaruh kepercayaan hanya karena apa yang dia lihat didepan mata. Jadi nggak heran jika flexing kerap digunakan sebagai promosi bisnis atau strategi marketing.

Nah itu dia sekilas tentang pengertian flexing dan tujuan seseorang melakukan flexing. Bagaimana menurut kaliag guys? Apakah kamu sering menemukan orang yang suka flexing atau jangan-jangan kamu sendiri yang suka flexing? Share pendapat kamu tentang flexing di kolom komentar yuk!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.