Wajib Tahu! Jenis-Jenis Hiu yang Ada di Dunia

11 bulan lalu, by blogunik

Jika didaratan ada banyak sekali hewan pemangsa seperti, harimau, serigala dan juga singa, di laut juga terdapat predator yang tak kalah ganas dan juga menyeramkan. Salah satu predator bawah laut adalah Ikan Hiu. Yang merupakan spesies ikan yang telah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Ikan hiu mengalami evolusi ataupun perubahan dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan diri.

Meskipun ada hewan yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar yakni paus, namun mamalia laut ini tidaklah segarang dan sangar dari Hiu. Ikan hiu sendiri mampu dengan mudah mencabik-cabik bahkan memangsa berbagai hewan laut lainnya termasuk Paus. Oleh karenanya Ikan hiu amat ditakuti oleh orang-oran baik nelayan mapun peselancar. Diantara serangan-serangan yang terjadi pada manusia yang dilakukan oleh ikan hiu, serangan yang dilakukan kepada para peselancar / surfer merupakan yang paling sering terjadi.

Meskipun ikan hiu memiliki image seperti itu, tapi ternyata tidak semua ikan hiu merupakan predator. Seperti apa saja, berikut ini adalah beberapa jenis ikan hiu yang ada di seluruh dunia

1. Hiu Mulut Besar

photo via : animaldiversity.org

Seperti nama yang dimilikinya, hiu jenis ini merupakan spesies ikan hiu yang memiliki mulut yang besar. Megachasma pelagiosatau yang biasa disebut Megamouth Shark(hiu mulut besar) ini adalah jenis ikan hiu yang hidup di perairan dalam dan sangat jarang dijumpai di lepas pantai. Spesies ikan hiu ini diperkirakan mampu bertahan hidup secra alami hingga 100 tahun lamanya dan memiliki panjang maksimal sepanjang enam meter. Berdasarkan para ahli, hiu jenis ini memiliki reproduksi yang bersifat ovovivipar yang artinya janin dari hiu ini berkembang didalam telur yang menetap dalam tubuh induk betinanya sampai mereka menetas.

2. Hiu Martil

photo via : www.greeners.co

Dalam bahasa Inggris, hiu ini disebut dengan nama Hammerhead Shark. Mungkin terdengar konyol, tapi bentuk kepala dari hiu ini memang seperti kepala palu alias martil. Sedikit berbeda dibandingkan dengan jenis hiu yang lainnya, hiu ini memiliki mata dan lubang hidung yang sama berada di ujung kepalanya. Siapa yang menyangka jika bentuk kepalanya yang unik itu justru membuatnya mampu bermanuver di air dengan akurasi tinggi.

Kepala martil ini juga menguntungkan. Mereka mampu mencium dengan jangkauan lebih luas sehingga meningkatkan potensi menemukan partikel di air 10 kali lipat dibanding jenis ikan hiu yang lainnya. Hiu martil sendiri lebih senang mengonsumsi ikan-ikanan, pari, cumi-cumi, dan juga udang-udangan. Tidak seperti anggapan banyak orang, hiu ini tidak akan memburu manusia tapi justru sebaliknya, manusia lah yang sering memburu jenis ini.

3. Hiu Greenland

photo via : asatechinfo.blogspot.com

Hiu greenland (Somniosus microcephalus) merupakan perenang yang lambat. Kecepatan renang hiu yang hidup di perairan dingin sekitar Greenland dan Iceland ini hanya 2,7 km per jam. Menurut para ilmuwan, kondisi ini dikarenakan rendahnya suhu air di Laut Arktik. Hiu jenis ini bisa hidup sepanjang 21 kaki dan mampu hidup selama 200 tahun. Slain itu, hiu jenis ini terkenal sebagai binatang bertulang punggung yang pernah hidup terlama. Mereka cenderung hidup di kedalaman 1800 m di bawah permukaan laut, akan tetapi hiu Greenland ini pernah tertangkap kamera saat mereka berada di laut dangkal. Hiu yang satu ini hanya bisa hidup di perairan dengan suhu -1 sampai 10 derajat Celcius. Bahkan ketika perairan bagian atas sudah mulai hangat, hiu ini akan menyelam ke dasar atau ke daerah yang lebih dingin.

4. Hiu Gergaji

photo via : hewanpedia.com

Hiu gergaji atau Saw Shark jiga memiliki bentuk yang aneh yakni pada bagian moncong-nya yang panjang dan mirip dengan mata pisau yang dilengkapi serangkaian gigi layaknya gergaji bermata dua. Ikan ini mirip pari gergaji, tapi berbeda pada letak celah insang. Celah insang hiu gergaji terletak pada sisi kepala dengan jumlah enam sedangkan pari gergaji berada di bawah kepala. Tubuh hiu yang satu ini juga cukup ramping dengan dua sirip dada. Hqabitat dari hiu jenis ini berada di dasar perairan berlumpur pada kedalaman 40 meter dari permukaan laut dan juga dapat hidup di perairan payau. Hiu jenis ini merupakan pemakan berbagai jenis ikan, penjelajah lautan, dan tidak berbahaya bagi manusia (tidak buas). Daerah persebarannyapun ada di seluruh perairan pantai Indonesia dan Indo-Pasifik.

5. Nurse Sharks / Ginglymostomatidae

photo via : www.nationalgeographic.com.au

Hiu perawat (Ginglymostoma cirratum) adalah ikan elasmobranch dalam family Ginglymostomatidae. Mereka ditargetkan langsung di sejumlah perikanan dan dirasakan sebagai bycatch pada orang lain. Hiu perawat sendiri merupakan spesies urgen untuk riset Ikan Hiu (terutama dalam fisiologi). peringkat keempat dalam gigitan Hiu yang didokumentasikan pada manusia. Kemungkinan besar hal tersebut terjadi akibat perilaku tidak hati-hati para penyelam.

*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

6. Basking Shark

photo via : www.scubadiving.com

The basking shark atau yang dikenal sebagai maximus Cetorhinus, merupakan ikan hiu terbesar kedua dalam spesies hiu. Hiu jenis ini memiliki hal yang cukup menarik yakni, meskipun ukuran dari hiu basking ini amatlah besar, namun berbeda denga hiu predator lainnya, hiu ini hanya makan plankton. Janis ikan Hiu ini sendiri mampu hidup di air dengan suhu yang amat dingin serta air dengan suhu yang hangat. Untuk mulut dari jenis hiu basking ini amat bisa kita kenali, karena ikanhiu ini memiliki mulut yang amat besar. Dimana untuk mulutnya saja memiliki lebar sekitar kaki alias 1 meter.

7. Hiu Zebra

photo via : semenanjung-senja.blogspot.com

Jenis ikan hiu yang memiliki nama ilmiah Stegostoma fasciatum ini adalah jenis ikan hiu yang ada di perairan Indo-Pasifik. Ikan hiu ini sendiri memiliki sirip yang amat panjang, yakni hampir sepanjang tubuhnya. Mirip seperti namanya, hiu yang satu ini diberi nama hiu Zebra karena memiliki bentuk garis-garis pada tubuhnya yang amat mirip seperti garis tubuh zebra. Saat hiu jenis ini mencapai dewasa, garis Zebara tersebut nantinya akan berubah menjadi titik-titik seperti yang ada pada cheetah. Oleh karenanya, hiu yang satu ini terkadang disebut sebagai hiu macan tutul, nama yang secara luas merujuk padaTriakis semifasciata, hiu yang dapat ditemukan di pantai Pasifik timur Amerika Utara. Hiu zebra ditemukan di perairan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dengan kedalaman sekitar 5 hingga 30 m.

8. Blacktip Reef Shark (Hiu Karang Bintik Hitam)

photo via : mauioceancenter.com

Hiu karang bintik hitam (Carcharhinus melanopterus) merupakan spesies ikan hiu requiem, yang masuk dalam keluarga Carcharhinidae. Hiu ini mudah untuk diidentifikasi dengan adanya tanda hitam menonjol pada bagian siripnya (yang terutama ada pada sirip bagian punggung pertama dan pada sirip ekor miliknya). Di antara hiu lainnya, hiu jenis ini merupakan yang paling banyak menghuni terumbu karang tropis Hindia dan Pasifik, apaplagi spesies ini lebih suka dengan daerah dangkal, perairan pantai, dan sirip punggung yang pertama terkena adalah pemandangan umum yang ada di wilayah tersebut. Kebanyakan hiu karang bintik hitam ditemukan di bagian tepian karang dan flat berpasir, meskipun mereka juga telah dikenal untuk memasuki lingkungan payau dan juga air tawar. Spesies hiu yang satu ini biasanya telah mencapai panjang 1,6 m (5,2 ft).

9. Blue Shark (Hiu Biru)

photo via : en.wikipedia.org

Jenis ikan hiu yang satu ini bisa sering kita lihat di berbagai perairan Indonesia dengan sebutan yang berbeda-beda. Hiu biru disebut sebagai hiu air (Bali), hiu karet (Lombok), hiu lalaek, hingga cucut selendang (Jawa). Ikan hiu jenis ini memiliki sebuah ciri-ciri kusus yakni pada bagian dadanya yang panjang serta berbentuk seperti sabit besar. Bagian punggung dari ikan hiu ini memilki warna biru nila, sementara untuk bagian perutnya berwarna putih. Untuk batang ekor dari ikan hiu ini sendiri lemah dibagian kedua sisinya. Hiu ini memiliki pergerakan yang amat cepat. Untuk jenis ikan Hiu biru jantan dewasa sendiri umumnya tumbuh hingga 1,82-2,82 m, sedangkan untuk hiu betina memiliki ukuran yang lebih besar yakni tumbuh dari 2,2 hingga 3,3 m. Ukuran mereka bisa mencapai 3,8 m (panjang) dengan berat 27-55 kg pada jantan dan 93-182 kg pada betina dewasa. Berat terberat bagi spesies ini adalah 391 kg.

*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

10. Bull Shark (Hiu Banteng)

photo via : www2.padi.com

Hiu banteng, juga dikenal dengan nama Hiu Zambezi atau Zambi di Afrika dan Hiu Nicaragua di Nicaragua. Ikan hiu jenis ini banyak ditemukan di perairan dangkal dan hangat sepanjang pantai, yang dikenal karena kelakuannya yang tidak dapat diprediksi, kadang-kadang agresif. Ikan hiu yang satu ini memiliki toleransi terhadap air tawar, hal ini membuatnya termasuk hiu yang langka jikadibandingkan dengan ikan hiu laut lainnya. Dengan kemampuannya, ikan hiu ini ampu pergi jauh menelusuri hulu sungai dan menyerang manusia jauh dari laut. Meskipun seperti itu, hiu jenis ini bukanlah hiu sungai (genus glyphis) sejati.

11. The Great White Shark (Hiu Putih)

photo via : kids.nationalgeographic.com

Hiu putih (nama ilmiah Carcharodon carcharias, juga dikenal sebagai hiu putih besar, pointer putih, hiu putih, atau si putih yang mematikan), adalah hiu lamniform besar yang ada di pesisir perairan di seluruh permukaan lautan utama. Hiu putih besar dikenal karena ukurannya. Ikan hiu ini memiliki ukuran tubuh terbesar jika dibandingkan dengan ikan hiu yang lainnya. Ikan hiu ini memiliki panjang tubuh yang mendekati atau bahkan melampaui 6 meter (20 kaki), dan memiliki berat sebesar 2.268 kg (5.000 lb). Hiu jenis ini akan mencapai dewasa saat mereka berumur 15 tahun, dan ikan hiu ini sendiri mampu hidup sampai umur 30 tahun. Hiu putih yang satu ini bisa dibilang merupakan hiu terbesar yang dikenal di dunia dan merupakan salah satu predator utama dari mamalia laut. Selain mamalia laut, hiu ini juga memangsa berbagai hewan laut lainnya, termasuk ikan, pinnipeds, dan juga burung laut.

12. Tiger Shark (Hiu Macan atau Hiu Harimau)

photo via : mentalfloss.com

Hiu harimau merupakan satu dari hiu terbesar, dan satu-satunya anggota genus Galeocerdo. Jika telah dewasa, hiu ini mampu memiliki panjang tubuh berkisar antara 3,25 m hingga 4,25 m, dan memiliki bobot dari 385 kg sampai 635 kg. Hiu jenis ini banyak ditemukan di samudera tropis dan juga daerah hangat, terutama bisa ditemukan di sekitar pulau di tengah Pasifik. Hiu harimau adalah sendiri adalah seekor pemburu soliter, dan berburu ketika malam hari tiba. Hiu harimau sendiri merupakan hiu predator yang berbahaya, karena memakan banyak benda. Mulai dari ikan, singa laut, burung, hiu kecil, cumi-cumi hingga penyu. Terkadang hiu ini juga ditemukan memakan benda dan barang-barang buatan manusia seperti ban, atau plat mobil. Hiu harimau sendiri merupakan jenis ikan hiu penyerang kedua terfatal setelah great white shark, dan bersama dengan great white shark, dianggap sebagai hiu paling berbahaya bagi manusia.

13. Mako Shark (Hiu Mako)

photo via : science.sciencemag.org

Hiu mako merupakan jenis ikan hiu yang termasuk hiu dengan ukuran yang cukup besar walaupun jika dilihat dari segi ukuran, hiu ini termasuk hiu terkecil dalam keluarga Lamnidae. Dengan ukuran rata-rata yang dimilikinya yang sepanjang hiu dewasa yakni 3,2 m, dan berat rata-rata 300 kg. Mako betina memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari mako jantan, dengan ukuran rata-rata betina melebihi 3,8 m dengan jantan yang rata-rata hanya 3,2 m. Berat hiu betina dapat mencapai 400 kg dengan jantan hanya dapat mencapai berat 300 kg. Hiu mako terpanjang memiliki panjang 4,4 m, dengan bobot terberat 1000 kg, namun dalam hal jumlah hiu mako betina lebih sedikit.

*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

14. Hiu Thresher

photo via : indonesiakehati.com

Hiu thresher terdiri dari empat spesies yang keempatnya ditandai dengan ekor pada sirip atas yang panjangnya mencapai 50 persen dari total panjang keseluruhan. Hiu ini memiliki moncong yang pendek dan mata yang besar di depan kepala. Sirip punggung kedua jauh lebih pendek dari yang pertama. Hiu ini merupakan perenang yang kuat dan dapat melompat di atas permukaan air. Panjang maksium untuk spesies ini adalah sekitar 6,1 meter namun umummnya hiu ini ditemui dengan ukuran antara 2-5 meter. Hiu jenis ini bisa ditemukan di area pesisir di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Terutama di Samudera Pasifik maupun Atlantik bagian utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *