Ciri-Ciri Mythomania, Penyakit yang Bikin Pengidapnya Suka Berbohong

Dibuat oleh blogunik

BlogUnik.com – Siapa sih yang nggak pernah berbohong? Meskipun hanya kebohongan kecil, namun kamu pasti pernah melakukannya untuk menutupi sesuatu. Baik itu untuk menutupi kesalahan ataupun menutupi kondisi kamu yang lain. Wajarnya, setiap orang yang berbohong pasti merasakan rasa bersalah.

Sayangnya hal tersebut berbeda dengan yang dirasakan oleh orang-orang yang mengidap mythomania. Dimana berbohong untuk orang-orang mythomania adalah sebuah kebiasaan yang tidak dapat ditahan dan menjadi bagian hidupnya sehingga hampir setiap ucapannya tidak dapat dipercaya.

Untuk membedakan mana orang-orang yang berbohong karena mengidap mythomania dan mana orang-orang yang berbohong karena keadaan mendesak, maka berikut pengertian mythomania dan ciri-cirinya yang wajib kamu ketahui.

Apa Itu Mythomania?

Ciri-Ciri Mythomania, Penyakit yang Bikin Pengidapnya Suka Berbohong

photo via forbes.com

Sebelum mencari tahu apa saja ciri-ciri orang yang mengidap mythomania, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan mythomania dengan lebih jelas.

Bukan sekedar kebiasaan suka berbohong biasa, mitomania atau mythomania ini sendiri merupakan suatu kondisi di mana penderitanya memiliki kebiasaan berbohong yang tidak dapat dikendalikan yang juga dikenal dengan sebutan pathological lying.

Mythomania syndrome ini pertama kali ditemukan pada tahun 1891, oleh seorang psikiater asal Jerman bernama Anton Delbrueck. Pada saat itu, Delbrueck memberikan nama pseudologia fantastica untuk menggambarkan sekelompok pasien yang sering membual disertai unsur khayalan atau fantasi dalam cerita mereka.

Sementara itu, seseorang yang mengidap mythomania ini tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan kebiasaan dan keinginan mereka untuk berbohong. Mereka dapat berbohong dengan lancar dan konsisten. Uniknya, mereka akan selalu berbohong bahkan dalam kondisi yang tidak menuntut mereka agar berbohong. Mereka tidak memiliki motif atau alasan tertentu untuk berbohong.

Jadi bisa dibilang kebohongan yang mereka ucapkan mengalir begitu saja tanpa adanya tujuan tertentu. Mereka seakan lebih nyaman mengatakan kebohongan daripada mengatakan kebenaran walaupun hal itu tidak penting sekalipun. Parahnya lagi, semua kebohongan yang diucapkan rata-rata seperti imajinasi belaka, dimana ketika kamu mendengarkan saja, kamu sudah mengetahui kalau dia sedang berbohong tanpa harus mencari bukti.

Contohnya saja, mengaku pernah traveling keliling dunia, padahal kenyataannya paspor saja tidak punya. Mengaku memiliki pacar mafia, padahal masih jomblo, mengaku berteman dengan artis ternama dll.

Kondisi ini tentu dapat merusak nama baiknya, terutama didepan orang-orang yang baru mengenalnya. Meski begitu, penderita mythomania akan tetap santai dan percaya diri menyampaikan kebohongannya yang bersifat khayalan tingkat tinggi tersebut.

Akibat kondisinya tersebut, penderita mythomania terkdangan mempercayai sendiri kebohongan yang telah ia buat sendiri. Mereka menjadi sulit membedakan lagi mana yang fiktif dan mana yang nyata. Namun ada juga penderita Mythomania yang sadar melakukan kebohongan dan merasa bersalah atas hal itu, hanya saja kebiasaan berbohong tersebut tidak bisa mereka kendalikan.

Ciri-ciri Mythomania

Ciri-Ciri Mythomania, Penyakit yang Bikin Pengidapnya Suka Berbohong

photo via liveboldandbloom.com

1. Ceritanya biasanya lebih dramatis

Ciri-ciri mythomania yang pertama adalah suka menceritakan kebohongan dengan sangat dramatis dan detail. Saat menceritakan sebuah kenyataan, penderita mythomania sehing menambahkan bumbu ke ceritanya sehingga ceritanya jadi terlihat lebih dramatis. Contohnya saja, dia mengaku mengidap penyakit serius yang mematikan, sehingga harus berobat keluar negeri. Padahal faktanya dia hanya pusing biasa.

2. Ceritanya konsisten

Nggak hanya dramatis, terkadang cerita-cerita dari penderita mythomania juga sangat konsisten. Satu kebohongan bisa mereka sampaikan berkali-kali secara terus-menerus dan semakin di ceritakan maka semakin detail. Hal ini tentu sangat berbeda dengan orang yang suka berbohong pada umumnya. Dimana mereka terkadang suka lupa dengan kebohongan yang ia ucapkan, sehingga ketika di tanya lagi, mereka akan mengucapkan kebohongan yang berbeda.

3. Berlebihan dalam berbohong

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sesorang yang memiliki mythomania syndrome suka mendramatisir sebuah keadaan. Mereka selalu menambahkan bumbu dalam setiap cerita sehingga cerita menjadi berbeda dari cerita aslinya. Bahkan cerita yang disampaikan bisa terlihat aneh dan terkesan omong kosong karena mereka terlalu berlebihan dalam berbohong. Meski begitu, mereka tetap berusaha membuat kita percaya dengan karangan cerita bohong mereka.

4. Suka mengakui kisah orang lain

Ciri-ciri penderita mythomania berikutnya adalah mereka sering mengakui kisah orang lain sebagai kisah mereka sendiri. Ketika mereka mendengar kisah orang lain yang menarik bagi dirinya, maka penderita mythomania ini akan mengakui kisah tersebut sebagai pengalamannya sendiri dan menceritakan kembali pada orang lain.

Contoh sederhananya seperti, dia yang menceritakan kalau dirinya baru saja di lamar oleh seorang pria kaya raya, padahal yang dilamar oleh pria kaya tersebut adalah sepupunya. Dan seseorang yang mengidap mythomania ini bisa menceritakan hal tersebut dengan bangganya seakan dia sendiri yang mengalami hal tersebut.

5. Selalu menjadi peran utama dalam setiap ceritanya

Penderita mythomania selalu menceritakan kebohongan dimana mereka yang akan menjadi pemeran utama di dalam cerita bohongnya. Bahkan terkadang cerita yang dibuat biasanya berkaitan dengan institusi penting kepolisian, angkatan darat, dan sebagainya. Mereka pun memiliki peran penting dalam institusi atau dalam cerita tersebut, misalnya sebagai tokoh penyelamat.

Mythomania, dalam setiap kisahnya akan mengaku bahwa merekalah yang menjadi pemeran utamanya dan tokoh pentingnya. Contohnya saja ketika mereka menceritakan tentang rumah tetangganya yang kebakaran, dan mereka bisa saja mengarang cerita kalau merekalah yang berani masuk ke dalam rumah terbakar tersebut untuk menyelamatkan anak yang terperangkap di dalam kobaran api. Tedengar omong kosong, namun itulah ciri-ciri dari seorang mythomania.

6. Cerita yang dilontarkan cenderung meninggikan namanya

Kebohongan yang diceritakan oleh seorang mythomania kerap kali meninggikan namanya. Meskipun mereka tidak memiliki tujuan khusus seperti itu, namun kebiasaan mythomania dalam berbohong memang cenderung membuat namanya terlihat penting dan spesial. Bisa dibilang topik utama dalam kebohongannya adalah untuk membuat dirinya menjadi orang spesial, orang yang penting dan orang yang berpengaruh.

Karena kebohongannya tersebut, dimata orang lain para mythomania ini sering dianggap pamer atau flexing bahkan terkesan omong kosong saja karena semua yang dibicarakan bersifat khayalan yang meninggikan namanya. Contohnya saja, dia mengaku sebagai sahabat karib seorang artis terkenal, padahal kenal saja tidak.

7. Kebohongan mereka tidak memiliki tujuan

Seperti yang kita tahu, umumnya orang-orang berbohong pastilah memiliki tujuan. Ada yang berbohong untuk menutupi sebuah kesalahan, ada juga yang berbohong untuk menutupi sebuah kebenaran yang tidak ingin diungkapkan oleh orang terkait.

Namun para mythomania tidak memiliki tujuan khusus untuk berbohong, mereka juga mencari keuntungan apapun dari berbohong yang mereka lontarkan. Mereka bahkan bisa berbohong meskipun tidak ada kondisi yang mendesak mereka untuk berbohong. Bisa dibilang berbohong merupakan sebuah kebiasaan yang dimiliki oleh mythomania yang dapat mengalir begitu saja tanpa dapat dikendalikan. Jika tidak berbohong maka perasaannya menjadi tidak tenang. Meskipun kebiasaannya ini dapat membuat nama baiknya hancur, namun mereka tetap melakukannya seperti sebuah rutinitas sehari-hari dan merasa mendapatkan kesenangan dari sikapnya tersebut.

8. Mereka mempercayai bahwa cerita mereka benar-benar terjadi

Ciri-ciri seseorang dengan mythomania syndrome berikutnya adalah mereka terkadang tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana cerita bohong yang telah mereka buat. Sehingga ketika kamu menyebut mereka tengah menceritakan hal bohong maka penderita mythomania akan bersikeras kalau mereka sedang menceritakan hal yang sebenarnya.

Nah itu dia beberapa ciri-ciri dari mythomania, penyakit suka berbohong yang kerap kali meresahkan. Jika kamu memiliki teman, saudara, atau bahkan pasangan yang suka bohong, kamu tidak menghindarinya. Kamu justru perlu menghadapinya dengan cara yang benar agar tidak terbawa situasi. Selain itu, jangan ragu untuk membantu mereka untuk mendapat pertolongan dari psikolog atau psikiater sehingga mendapat penanganan yang tepat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.