Uber Asia Tenggara Resmi Diakusisi Grab

1 tahun lalu

Pada senin 26 maret 2018 ini akan ada peristiwa bersejarah dalam bidang transportasi online yang tentunya akan berdampak pada usaha transportasi online di Indonesia, Dimana salah satu perusahan transportasi online Uber Technologies Inc telah sepakat untuk menjual unit bisnisnya yang ada di Asia Tengara kepada salah satu saingannya Grab. Peresmian ini pun akan segera diumumkan hari ini di Singapura.

Adapun kesepakatan bisnis ini sendiri mencakup keseluruhan dari fitur bisnis Uber termasuk Uber Eats. Sebagai ganti Uber menjual jasanya pada Grab, Uber akan mendapatkan sejumlah saham dari Grab antara 15 hingga 20% saham grab.

Dengan perginya perusahaan Amerika Serikat tersebut dari pasar Asia Tenggara yang merupakan salah satu pasar terbesar dalam hal ekonomi digital, maka untuk pemain bisnis transportasi online yang ada di kawasan ini tinggal Grab dan Go-Jek saja.

Berhasil dijualnya unit usaha dari Uber ini tak terlepas dari peran SoftBank Group Corp. Hal itu diarenakan Uber dan juga Grab sama – sama dimiliki oleh perusahaan investasi asal Jepang dan DIdi Chuxing yang merupakan perusahaan transportasi online asal China. Kedua investor asal Jepang dan Cina ini mendorong agar perusahaan yang mereka sokong mampu meningkatkan keuntungan akibat dalam beberapa tahun terakhir Uber mengalami kerugian akibat “membakar uang”.

Dijualnya layanan transportasi milik Uber ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi. Sebelumnya pada tahun 2016, Uber menjual unit bisnisnya yang ada di China kepada Didi Chuxing yang ditukar dengan 17.5% saham milik Didi Chuxing. Selain di China, Uber juga menjual unit bisnisnya yang ada di Rusia kepada Yandex yang merupakan perusahaan trasnportasi online asal Belanda.

Sejak didirikan 9 tahun yang lalu, unit bisnis Uber yang ada di Asia Tenggara telah menghabiskan dana sekitar 10,7 Miliar dolar AS demi bersaing dengan Grab dan juga Go-Jek.  Oleh sebabnya Uber akirnya menjual unit usahanya tersebut kepada grab.

Grab sendiri yang merupakan salah satu perusahaan transportasi online yang aplikasinya sendiri telah diunduh sebanyak 86 juta kali. Grab menawarkan sejumlah jasa di lebih dari 190 kota di singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan juga Kamboja. Selain hal tersebut, Grab juga mengklaim telah menguasai 95 persen pangsa pasar di Asia Tenggara. Selain diumumkannya bahwa Grab mendapat suntikan dana sebesar 2.5 Miliar dolar AS dari institusi keungan dan teknologi asal Jepang SoftBank tahun lalu.

Baca Juga