15 Pemimpin Wanita Paling Berkuasa Dalam Sejarah Dunia

1 tahun lalu, by blogunik

Jauh sebelum adanya emansipasi wanita di Indonesia, ternyata di luar sana telah banyak terdapat wanita-wanita tangguh yang sangat berpengaruh bagi masyarakat dan kaumnya, bahkan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin wanita paling berkuasa dan berpengaruh bagi kehidupan rakyat dan negaranya. Wanita-wanita kuat ini membentuk jalannya sejarah dengan kecerdasan, kekuatan, semangat dan kualitas kepemimpinan mereka sehingga nama mereka masih diingat hingga sekarang. Wanita-wanita ini bahkan mampu menjadi seorang pemimpin bagi rakyatnya selama beberapa dekade, dan membawa kemakmuran dan revolusi budaya selama ia memimpin. Wanita-wanita ini terkenal sebagai pemimpin yang sangat tegas, garang dan juga berani berperang untuk membela negara dan juga rakyatnya. Tak heran jika wanita-wanita ini tercatat dalam sejarah dunia. Ingin tau siapa saja sosok pemimpin wanita yang paling berkuasa dan berpengaruh dalam sejarah dunia? langsung aja simak infonya dibawah ini!.

1. Zenobia (240-275)

photo via : openclipart.org

Zenobia merupakan sorang ratu dari kekaisaran Palmira di Siria. Zenobia memegang peranan penting dalam menantang otoritas kekaisaran Romawi di abad ke 3. Pada pemerintahannya, ratu Palmira ini sukses menaklukkan Mesir, Anatolia, Lebanon dan Romawi Yudea, sampai akhirnya dikalahkan oleh kaisar Romawi Aurelian. Konon katanya, selain cantik, ratu Zenobia ini memiliki kulit tan yang memukau, serta berpendidikan tinggi dan menguasai banyak bahasa. Ia dikenal sebagai ratu yang sangat berani, karena dengan tangkas berani menantang penguasa dunia kala itu yakni Kekaisaran Romawi.

2. Cleopatra (69-30 SM)

photo via : answersafrica.com

Siapa sih yang gak pernah mendengar nama Cleopatra? Yup Ratu Mesir ini memang memiliki nama yang sangat populer dan terkenal sebagai ratu tercantik dalam sejarah. Namun apakah kalian tahu siapa sebenarnya Cleopatra? Cleopatra adalah penguasa Ptolemeus terakhir Mesir yang hidup pada masa 69 SM hingga 30 SM. Cleopatra dikenal karena kecerdasan superiornya dan meningkatkan posisi dan ekonomi negaranya. Cleopatra berusaha untuk mempertahankan Mesir dari berkembangnya Kekaisaran Romawi. Dalam perjuangannya sebagai Ratu Mesir ia membentuk hubungan dengan dua pemimpin paling kuat Romawi, Marc Anthony dan Julius Caesar. Selain itu, seperti yang kita tahu, Cleopatra juga terkenal dengan kecantikannya yang mampu menaklukkan para pria.

3. Lakshmibai , Ratu dari Jhansi (1828-1858)

photo via : beaninspirer.com

Lakshmibai adalah seorang Ratu atau Rani dari Jhansi yang terletak di sisi utara India. Ia merupakan salah satu tokoh terkemuka dari Pemberontakan India ditahun 1857, dan ia juga simbol perlawanan terhadap pemerintahan Inggris di India. Dia telah tercatat dalam sejarah India sebagai tokoh legendaris, dan menjadi simbol perlawanan sebagai memimpin pasukan dalam melawan kolonial Inggris.

4. Joan of Arc (1412-1431)

photo via : en.wikipedia.org

Joan of Arc bukanlah seorang ratu, melainkan seorang Santa untuk Katolik Roma. Namun walaupun hanya hamba Tuhan, ia merupakan pahlawan nasional Prancis yang sangat dijunjung tinggi. Ia memimpin perlawanan terhadap invasi Inggris Perancis di Perang Seratus Tahun. Ia mempercayai bahwa perjuangannya merupakan misi dari Tuhan untuk membebaskan negaranya dari jajahan Inggris. Dia memotong rambutnya, mengenakan seragam pria, dan memimpin pasukan Perancis untuk kemenangan dalam pertempuran Orleans di 1429.

5. Borte Ujin (1161-1230)

photo via : http://e-history.kz

Borte Ujin merupakan istri dari Genghis Khan dan permaisuri Kekaisaran Mongolia, yang merupakan kekaisaran terbesar dalam sejarah. Borte Ujin berperan penting dalam memberi nasehat kepada Genghis Khan dalam memerintah Mongolia. Selain itu Borte Ujin juga ikut dalam mendiskusikan strategi yang akan digunakan saat Mongolia akan berperang.

6. Indira Ghandi (1917 – 1984)

photo via : www.celebanything.com

Indira Gandhi yang merupakan presiden Partai Kongres, menjabat sebagai Perdana Menteri India. Dia adalah kepala pemerintahan perempuan pertama di India yang menjabat sebagai Perdana Menteri. Sebagai pemimpin India, sebuah negara demokrasi dengan jumlah penduduk terpadat di Dunia, Indira Gandhi menjadi tokoh berpengaruh bagi perempuan India serta untuk orang lain di seluruh dunia. Dia adalah tokoh yang kontroversial tetapi sangat kuat, seperti memenangkan perang dengan Pakistan, yang menghasilkan penciptaan Bangladesh. Keberhasilannya menjadi pemimpin juga memberikan pandangan serta angin segar bagi para perempuan di dunia politik dunia.

7. Margaret Thatcher (1925-2013)

photo via : www.thatchercentre.com

Margaret Thatcher tidak hanya perdana menteri wanita pertama Inggris namun ia juga dikenal sebagai salah satu politisi dunia paling berpengaruh di abad ke-20. Seorang jurnalis Soviet menjulukinya “Wanita Besi” (Iron Lady), istilah yang kemudian dikait-kaitkan dengan politik dan gaya kepemimpinannya. Selaku Perdana Menteri, ia menerapkan kebijakan-kebijakan Konservatif yang disebut sebagai Thatcherisme.

8. Theodora (500-548)

photo via : http://civilization.wikia.com

Theodora adalah maharani Kekaisaran Bizantium dan istri dari Kaisar Yustinianus I. Seperti suaminya, ia dianggap sebagai santa dalam Gereja Ortodoks Timur. Theodora merupakan perempuan paling kuat dan berpengaruh dalam sejarah Bizantium. Theodora merupakan penasehat yang paling dipercaya oleh Kaisar Yustinianus I dalam mencapai tujuannya. Ia juga dianggap sebagai pelopor feminisme, karena undang-undang yang ia sahkan telah meningkatkan hak-hak kaum perempuan.

9. Ratu Victoria (1819-1901)

photo via : baomoi.com

Ratu Victoria adalah Ratu Kerajaan Inggris yang memerintah selama 63 tahun. Inggris ketika berada di bawah pimpinan Ratu Victoria masih berada pada masa peralihan sosial dan teknologi yang sangat besar. Ratu Victoria berhasil membawa perubahan besar di Inggris dengan melakukan berbagai kebijakan penting sehingga Inggris berhasil memiliki daerah koloni yang sangat luas. Pemerintahan Victoria ditandai oleh ekspansi besar-besaran dari Imperium Britania. Zaman Victoria adalah puncak dari Revolusi Industri, suatu masa perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang penting di Britania Raya. Pada masa tersebut, Imperium Britania mencapai puncaknya dan menjadi suatu negara adi kuasa yang tak terkalahkan.

10. Empress Dowager Cixi (1835-1908)

photo via : http://www.mayaincaaztec.com

Empress Dowager Cixi atau Ratu Cixi merupakan selir dari Kaisar Xian Feng. Setelah Kaisar Xian Feng wafat, ia kemudian memegang kekuasaan di balik layar beberapa kali lantaran pewaris tahta masih terlalu kecil. Ia adalah wanita paling berkuasa dalam sejarah perpolitikan Tiongkok. Pada masa pemerintahannya banyak peristiwa sejarah penting yang terjadi seperti di antaranya Perang Jia Wu tahun 1894 di mana Dinasti Qing kalah perang dari Jepang. Ia juga melembagakan reformasi teknologi dan militer, merombak birokrasi yang korup, dan mendukung sikap anti-Barat, termasuk Pemberontakan Boxer.

11. Maria Theresa of Austria (1717-1780)

photo via : en.wikipedia.org

Maria Theresa adalah penguasa terakhir dinasti Habsburg. Secara teknis, ia adalah anggota terakhir Wangsa Habsburg yang digantikan Wangsa Habsburg-Lorraine. Hukum suksesi penguasa Kekaisaran Romawi Suci hanya terbatas kepada laki-laki saja dan kedudukan Maria Theresia sendiri hanya sebatas permaisuri kekaisaran. Walaupun begitu, secara de-facto, Maria Theresia bertindak sebagai Maharani Romawi Suci. Permaisuri Maria Theresa dikenal juga sebagai pembentuk reformasi dalam pendidikan seperti membuatnya wajib, mendirikan Royal Academy of Science and Literature di Brussels, dan mendukung penelitian ilmiah. Dia juga menaikkan pajak dan melakukan reformasi dalam perdagangan, serta memperkuat militer Austria.

12. Ratu Hatshepsut (1508 SM – 1458 SM)

photo via : www.egypttoursportal.com

Ratu Hatshepsut merupakan firaun perempuan Mesir Kuno yang paling terkenal. Ia dianggap sebagai salah satu penguasa paling sukses di negaranya. Ia adalah firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Para Egiptologis umumnya menganggapnya sebagai salah seorang firaun perempuan yang paling berhasil di Mesir, yang memerintah lebih lama daripada perempuan penguasa manapun dalam sebuah dinasti bumiputra. Dia mengawasi proyek-proyek pembangunan besar, kampanye militer ke Nubia, Suriah dan Levant serta membangun kembali jaringan perdagangan yang rusak.

13. Catherine the Great (1729-1796)

photo via : http://www.messynessychic.com

adalah seorang Maharani atau kaisar wanita Rusia yang berkuasa selama 34 tahun, yakni dari tahun 1762 sampai mangkatnya karena stroke pada tahun 1796. Sebelum duduk di takhta, dia adalah seorang permaisuri sebagai istri dari Kaisar Pyotr III. Di masa pemerintahannya itu dikenal sebagai masa keemasan kekaisaran dan bangsawan Rusia. Dia membangun banyak kota dan melanjutkan untuk memodernisasi Rusia sejalan dengan Eropa Barat. Pada masa kekuasaannya pula, wilayah Rusia meluas berkali-kali lipat karena penaklukan dan diplomasi. Kekhanan Krimea berhasil ditaklukan menyusul dengan kemenangan Rusia dalam peperangan melawan Kekaisaran Utsmaniyah.

14. Empress Wu Zetian (624-705)

photo via : http://time.com

Empress Wu Zetian merupakan satu-satunya Kaisar wanita dalam sejarah Tiongkok, yang hidup selama Dinasti Tang. Pemerintahannya dikenal karena memperluas kerajaan Cina, kemakmuran ekonomi, dan reformasi pendidikan. Salah satu hal penting terkait kepemimpinan politik dan militer pada masa Wu Zetian adalah perluasan batas kekaisaran hingga jauh ke dalam Asia Tengah, dan melakukan serangkaian serangan ke arah Semenanjung Korea, pertama bekerja sama dengan Dinasti Silla melawan Goguryeo, kemudian melawan Silla. Dalam masa pemerintahannya, Wu juga memberi dukungan pada Taoisme, Buddha, pendidikan, dan sastra.

15. Elizabeth I (1533-1603)

photo via : en.wikipedia.org

Elizabeth I adalah penguasa monarki kelima dan terakhir dari Dinasti Tudor. Ia adalah salah satu ratu Inggris yang paling kuat yang pernah ada. Elizabeth I juga disebut sebagai “The Virgin Queen” karena tidak pernah menikah. Pemikiran intelektual Elizabeth I mengalahkan Armada Spanyol dan memerintah dengan sukses begitu lama sehingga pemerintahannya dari tahun 1558 hingga 1603 dikenal sebagai “Era Elizabethan”. Sebagai penguasa yang terakhir dari dinasti Tudor, ia mendorong perubahan budaya besar seperti Renaisans dan transformasi Inggris menjadi negara Protestan.