Mirip Naga!! Inilah Fakta-Fakta Tentang Earless Monitor Lizard, Biawak Tanpa Telinga Yang Terancam Punah

    Alam
Iklan

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang keberadaan biawak tak bertelinga ini, karena memang keberadaan biawak ini sangat jarang bisa di temui bahkan hampir luput dari perhatian publik. Jika bukan karena kemunculannya beberapa tahun lalu di sungai Kapuas mungkin biawak satu ini akan menghilang dari radar pengetahuan.

Biawak tanpa telinga atau Lanthanotus borneensis, atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan sebutan earless monitor lizard ini merupakan satu-satunya anggota dari famili Lanthanotidae yang ditemui di Kalimantan atu bisa dikatakan jika biawak ini merupakan satwa endemik Kalimantan. Sekilas binatang ini mirip naga, buaya ataupun binatang purba yang sering kita temui di film-film.

Berikut beberapa fakta tentang Lanthanotus borneensis/Earless Monitor atau biawak tanpa telinga yang berhasil Blog Unik rangkum dari berbagai sumber :

1. Pertama Di Temukan Tahun 1878

Photo Via : pinterest.com

Lanthanotus borneensis pertama kali ditemukan pada 1878 oleh Franz Steindachner, ahli zoologi asal Austria. Tak banyak data pendukung yang bisa dijadikan sebagai literatur. Namun belakangan ini penemuan biawak ini ditemukan di sebuah kebun sawit yang bertempat di hutan Tembawang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, hingga ke arah Selatan Kalimantan.

 

2. Di Juluki Sebagai Living Fossil

Photo Via : www.reddit.com

Para peneliti sering menjuluki biawak tanpa telinga ini sebagai Living Fossil, karena hewan ini masih bertahan hingga sekarang, dimana hewan-hewan lain yang berada dalam tingkat umur yang sama, sudah banyak yang punah.

 

3. Masih Sangat Sulit Di Temukan

Photo Via : pinterest.com

Sejak tahun 1878 hingga 1961, hanya 12 spesimen yang telah ditemukan dan hanya sekitar 100 dari kadal ini yang pernah dikumpulkan. Sebagian besar informasi yang dipublikasikan tentang Lanthanotus borneensis hanya berdasarkan laporan observasi perilaku spesimen tunggal yang disimpan di penangkaran dan sedikit saja yang diketahui tentang perilakunya di habitat aslinya.

 

4. Hewan Semiaquatik

Photo Via : www.sciencemag.org

Biawak tak bertelinga dapat ditemukan di daerah dekat dengan sungai, karena merupakan hewan semiaquatik atau kadang-kadang hidup di air kadang di darat.

 

5. Hewan Nocturnal

Photo Via :  www.joelsartore.com

Biawak satu ini merupakan hewan nocturnal alias hewan yang aktif pada malam hari, sehingga sangat jarang muncul. Tak heran jika hewan ini masih menjadi hewan yang misterius, karena perilaku atau kebiasan hidupnya kurang bisa diamati, sehingga masih minim informasinya.

 

6. Ciri-Ciri Umum

Photo Via : www.mongabay.co.id

Ciri umum satwa ini adalah tidak ada lipatan gular, hidung tumpul dan tidak adanya telinga eksternal atau indra pendengaran lain yang terlihat, meski tentu saja tetap bisa mendengar. Panjang tubuhnya bisa mencapai 45 cm hingga 55 cm. Selain itu, kelopak matanya transparan dan letaknya yang lebih rendah daripada biawak atau kadal jenis lain.

Photo Via :  www.pictastar.com

Ciri yang paling mudah dilihat adalah kulit luarnya yang dipenuhi dengan gerigi-gerigi seperti pada buaya, yang tersusun secara teratur berbentuk garis mulai dari bagian kepala sampai pada ekornya yang cukup panjang.

Photo Via : youtube.com

Warna kulit hewan ini adalah coklat tua pada bagian atas dan berwarna coklat agak muda pada bagian perutnya. Seperti biawak pada umumnya, satwa ini memiliki empat kaki, 2 di depan dan 2 di belakang, dan di setiap kakinya terdapat lima jari dengan kuku yang tajam. Biawak tak bertelinga merupakan reptil’ yang berkembangbiak dengan cara bertelur.

 

7. Populasi Yang Masih Misterius

Photo Via :  www.joelsartore.com

Para ahli memperkirakan bahwa rentang populasi biawak tak bertelinga ini mungkin hanya ada di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan Barat. Meski begitu, kurangnya penelitian dan pengetahuan mengenai satwa misterius ini, termasuk pola penyebaran, dan jumlah populasinya, menyebabkannnya kesulitan memastikan penyebarannya.

 

8. Menjadi Salah Satu Inspirator

Photo Via :  lanthanotus-org.webs.com

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan kalangan akademisi serta LSM sepakat membuat terobosan baru di bidang perlindungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Satwa purba seperti biawak tak bertelinga (Lanthanotus borneensis) menjadi salah satu inspirator bagi para pihak dalam merevisi Undang-Undang No 5 tahun 1990.

 

9. Satwa Yang Dilindungi

Photo Via : www.mindtalk.com

Manager Program Kalimantan Barat WWF Indonesia, Albertus Tjiu mengatakan, biawak tak bertelinga ini tergolong satwa purba. Maka dari itu wajib dilindungi dan dilestarikan, apalagi reptil ini sudah masuk dan dilindungi PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa atas nama Varanus borneensis atau Biawak Kalimantan.

 

10. Diperjual Belikan

Photo Via : www.mongabay.co.id

Walaupun hewan ini merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi, namun tetap saja ada orang-orang rakus yang menjual hewan ini ke Negara lain. Fakta menunjukkan, satwa langka ini diburu karena harga di pasar internasional yang tinggi. Beberapa tahun yang lalu, 2 ekor hewan ini dijual dengan harga sekitar 14 ribu Dollar AS. Saat ini, seekornya dibandrol sekitar 5 ribu Dollar AS. Kenapa harganya sangat mahal? Karena, sejak pertama ditemukan hingga saat ini, tak lebih dari 6 spesimen yang ada. Namun, pada 2008, ditemukan kembali di Indonesia. Sejak itu, penyelundupan di pasar gelap marak. Bahkan, di Jerman ditemukan 23 pasang yang diyakini dari Indonesia.

Facebook Comment

similar posts

+ VIDEO PILIHAN MORE >