Kisah Nyata Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya Yang Pasti Membuat Kita Terharu

1 bulan lalu, by blogunik

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Kisah Ibu Menyelamatkan Bayinya Dari Gempa

Orang tua adalah orang pertama yang memberikan cinta dan kasih sayang tulus kepada anaknya dari lubuk hatinya. Orang tua juga orang yang pertama kali mengenalkan dunia pada anaknya dan mendidiknya agar memiliki masa depan yang cerah. Bisa dikatakan tidak mudah menjadi orang tua, ada banyak hak yang dikorbankan untuk melindungi anaknya. Meskipun begitu, mereka tidak merasa keberatan sedikit pun dan iklas asalkan anak mereka bahagia. Kasih sayang orang tua memang sepanjang masa sehingga tidak pernah terhitung seberapa besar cinta mereka kepada anak-anaknya. Orang tua pun rela melakukan berbagai cara untuk melihat dan membuat sang buah hatinya bahagia, seperti kisah-kisah dibawah ini. Berikut ini beberapa kisah-kisah mengharukan tentang kasih sayang orang tua kepada anaknya yang begitu besar

1. Kisah Ayah Yang Menarik Becak Sambil Menggendong Anaknya

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Kisah Ayah Menarik Becak Sambil Menggendong Bayi

Photo via dailytenminutes.com

Kisah mengharukan ini datang dari negara India, dimana seorang ayah yang menjadi orang tua tunggal dari bayinya yang baru beberapa hari dilahirkan karena sang istri meninggal pasca melahirkan anaknya tersebut. Sang ayah hanya bekerja sebagai penarik becak dan ia harus tetap berjuang untuk membesarkan anaknya tersebut. Mengharukannya lagi, sang ayah harus menarik becak sambil menggendong sang bayi.

Sang ayah ini bernama Bablu Jatav yang berusia 38 tahun, ia menikahi sang istri bernama Shanti 15 tahun yang lalu. Setelah 15 tahun menikah, ia baru dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini. Pak Bablu sangat senang karena telah dikaruniai seorang puteri cantik namun dibalik kebahagiaannya itu ia juga dilanda kesedihan karena sang istri meninggal setelah dirinya melahirkan Damini.

Pak Bablu hidup seorang diri dan jauh dari sanak saudara serta tidak ada teman yang mau diminta bantuan untuk merawat puterinya ini. Pada akhirnya Pak Bablu pun memutuskan untuk merawat dan mengasuh puterinya ini yang baru berusia 1 bulan sendirian. Dengan keadaan seperti itu, Pak Bablu pun terpaksa setiap hari menarik becak dengan membawa putrinya dalam gendongannya. Pak Bablu setiap harinya terus bekerja dengan menggendong Damini karena ia harus menghidupi dan membesarkan anaknya tersebut.

Selain bekerja menarik becak, Pak Bablu juga melakukan pekerjaan lain seperti memandikan, memberikan susu, mengganti popok dan lainnya. Hal ini ia lakukan disela-selakesibukannya sebagai penarik becak. Keadaannya yang seperti ini terkadang membuat ia kurang istriahat bahkan ia pernah tidak tidur karena harus menjaga dan menidurkan anaknya yang setiap kali terbangun di tengah malam.Karena setiap hari diajak bekerja, kondisi kesehatan Damini pun memburuk.

Teriknya matahari dan debu jalanan serta hiruk pikuk jalanan membuat Damini kecil sakit parah. Fisiknya pun yang masih 1 bulan tersebut belum siap untuk menerima kehidupan dijalan. Ketika ia mengetahui ada gangguan pada anaknya, tanpa pikir panjang ia membawa anaknya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit pun mengatakan bahwa Damini mengalami gangguan pernafasan, gagal ginjal, syok karena pengaruh lingkungan, gangguan elektrolit dan jamur septikemia.

Orang tua mana yang tidak sedih mendengar anaknya didiagnosa seperti itu. Pak Bablu yang pekerjaannya sebagai tukang becak yang memiliki penghasilan pas-pasan tentunya harus bekerja extra keras lagi agar bisa membiayai pengobatan anak semata wayangnya tersebut.

Becak yang setiap hari ia gunakan untuk bekerja adalah sewaan domana ia harus menyisihkan uang sebesar 30 rupee ditambah lagi ia harus menyisihkan setiap bulannya uang sebanyak 500 rupee untuk sewa rumahnya. Belum lagi biaya hidup harian yang harus ia tanggung dan keadaan tersebut akan lebih berat lagi saat dirinya harus menyisihkan uang tambahan untuk perawatan bayi cantiknya tersebut. Namun, semangat Pak Bablu tidak pernah padam, ia setiap harinya terus bekerja keras demi mendapatkan uang untuk pengobatan Damini.

Meskipun dalam keadaan yang seperti itu, Pak Bablu memiliki tekad yang kuat ia pernah mengatakan “Saya tidak membutuhkan apa-apa lagi untuk diri saya sendiri, semuanya akan saya berikan untuk puteri saya. Saya memang buta huruf, tetapi saya ingin menyekolahkan puteri saya ke sekolah yang baik. Saya juga ingin memberikan pesan kepada mereka yang meninggalkan anak perempuannya, bahwa abak perempuan bukanlah beban melainkan berkat Tuhan”.

2. Kisah Ibu Yang Menyelamatkan Anaknya Dari Rel Kereta Api

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Kisah Ibu Menyelamatkan Anaknya Dari Rel Kereta

Photo via dailymail.co.uk

Ibu memang merupakan seorang pahlawan tanpa tanda jasa dimana ia rela mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan anaknya dari bahaya. Seorang ibu di Amerika Serikat mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan anaknya yang berusia dua tahun. Kejadian ini dimulai ketika kereta dorong anaknya kebetulan tersangkut di rel kereta api dan saat itu terdapat sebuah komuter Metrolink yang melintas dengan kecepatan tinggi. Naas, ibu tersebut tak sempat meloloskan diri dan tertabrak kereta sesaat setelah ia berhasil menyelamatkan anaknya. Padahal ketika itu, palang sudah ditutup dan lampu tanpa dilarang memasuki wilayah rel telah diturunkan. Insting seorang ibu tentunya sangat kuat sehingga ia tidak peduli dengan apapun demi keselamatan anak kesayangannya.

3. Kisah Seorang Ayah Yang Menggendong Anaknya Sejauh 18 km Untuk Sekolah

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Ayah Yang Menggendong Anaknya Sejauh 18 km

Photo via dailymail.co.uk

Berbagai macam cara dilakukan oleh orang tua untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya, salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang ayah ini. Agar bisa tetap melihat anaknya yang mengalami kelumpuhan pada kaki dan badan tetap sekolah, sang ayah menggendong sang anak menuju sekolahnya. Jarak dari rumah ke sekolah pun tidak bisa dekat pasalnya jarak yang harus ditempuh yaitu mencapai 18 km. Meskipun bisa dikatakan sangat jauh, hal tersebut tidak menyurutkan semangat sang ayah. Dengan keikhlasan hati dan kasih sayangnya dia menempatkan sang anak pada keranjang yang dikaitkan padanya.

Keterbatasan fisik anaknya ini tidak membuat sang ayah putus semangat, ia selalu yakin dengan pendidikan anaknya bisa sukses kelak. Jika suatu saat nanti anaknya bisa sukses, hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi dirinya. Sehingga ia tidak mengeluh tentang kondisi dirinya dan juga mengenai kondisi fisik anaknya, dia juga selalu yakin walaupun kaki dan badan anaknya lumpuh tetapi pikirannnya masih normal seperti anak pada umumnya. Jadi menurutnya tidak ada alasan bagi anaknya untuk tidak mendapatkan pendidikan.

4. Kisah Ibu Yang Tertabrak Truk Demi Menyelamatkan Anaknya

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Ibu Yang Tertabrak Truk Demi Menyelamatkan

Photo via manchestereveningnews.co.uk

Lagi-lagi seorang ibu tidak memperdulikan keselamatan ketika melihat sang anak berada dalam bahaya. Ibu ini bernama Dawn Graves, dimana sang ibu segera berlari dan mendorong troli kereta bayi anaknya sebelum terlindas truk yang sedang lewat. Menyedihkan, sang ibu tidak sempat menyelamatkan dirinya sendiri setelah menyelamatkan anaknya dan kemudian ia meninggal karena terlindas bagian belakang truk. Pengemudi truk pun merasa begitu menyesal karena tidak melihat bahwa ada orang lain disekitarnya karena posisi truk yang lumayan tinggi.

5. Kisah Ayah Yang Rela Menjadi Kuda-kudaan Demi Uang Pengobatan Anak

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Rela Menjadi Kuda-kudaan Demi Uang Pengobatan Anak

Photo via qudsfata.com

Seorang ayah di China rela menjadi kuda-kudaan di emperan jalan demi mengumpulkan uang untuk pengobatan anak tersayangnya. Diketahui anak dari ayah ini sedang menderita penyakit Leukimia. Sambil menggunakan kostum kuda-kudaan, ia menawarkan para pejalan kaki menaiki badanya layaknya kuda. Ia memasang tarif sebesar lima kuai atau setara dengan 12 ribu untuk sekali ditunggangi. Sang ayah membutuhkan uang Rp. 384 juta untuk membayar biaya pengobatan kemoterapi sang anak. Namun uang tersebut belum termasuk membayar utangnya yang mencapai Rp. 312 juta. Menyedihkannya, ketika Maret lalu kondisi anaknya semakin keritis dan sang ayah memohon kepada pihak rumah sakit agar bisa merawat kondisi putra tercintanya itu lebih intens. Dalam foto yang viral di jejaring sosila tersebut, sang ayah rela berlutut seperti kuda dengan memasang poster besar bergambar sang anak yang terbaring lemah di rumah sakit dan nomor rekeningnya jika ada donatur yang ingin menyumbang.

6. Kisah Seorang Ibu Berusia 69 Tahun Menggendong Anaknya Ke Bank

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Ibu Yang Menggendong Anaknya Ke Bank

Photo via dailymail.co.uk

Kasih sayang seorang ibu memang sepanjang masa, hal ini terbukti dari seorang ibu berwarga kenegaraan Filipina bernama Julieta Lorenzo berusia 69 tahun. Meskipun usia sudah senja itu bukanlah sebuah rintangan buatnya untuk menggendong anaknya yang berusia 30 tahun ke sebuah bank untuk mengambil dana pensiun miliknya. Hal ini dilakukan buan karena sebab, pasalnya anaknya yang bernama Mary Jane telah lumpuh sejak ia berusia 3 tahun. Tak hanya itu saja, Mary juga tidak dapat berbicara dan makan sendiri. Karena inilah sang ibu selalu menggendong sang anak kemanapun ia pergi karena sang ibu khawatir jika ia meninggalkan anaknya seorang diri di rumah.

7. Seorang Ayah Rela Menjadi Sasak Manusia Demi Biaya Pengobatan Anak

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Rela Menjadi Sasak Manusia Demi Biaya Pengobatan Anak

Photo via gettyimages.com

Seorang ayah dari China rela dipukuli oleh pejalan kaki demi uang untuk membiayai perawatan medis sang buah hati. Pria bernama Xia Jun ini memiliki putra bernama Guo Guo yang masih berumur 2 tahun namun divonis menderita Leukimia. Dia akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap di ibukota Beijing. Dokter yang mereka temui sama-sama menyarankan agar sang anak di operasi transplantasi sumsum tulang belakang dan bianyanya mencapai Rp. 1,4 Miliar. Untuk anaknya, sang ayah rela menjual seluruh harta bendanya dan dia juga meminjam sejumlah uang hingga akhirnya cukup untuk anaknya melakukan operasi.

Namun masalah lainnya datang, dokter mengatakan setelah melakukan transplantasi tubuh anaknya itu akan mengalami penolakan, infeksi dan kambuh penyakit dan masa kritis ini akan dilalui hingga 2,5 tahun. Tahun pertama amat menentukan dan pengobatan selanjutnya menelan biaya sekitar Rp. 800 juta. Besarnya uang pengobatan tersebut, membuat sang ayah nekat menjadi karung tinju di sebuah jalan di Beijing sambil menaruj kotak sumbangan. Sang ayah memakai busana putih yang bertuliskan sasak manusia, satu pukul Rp. 20 ribu.

8. Orang Tua Rela Tempuh Perjalanan 120 Km Demi Anak

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Rela Tempuh Perjalanan 120 Km Demi Anak

Photo via hitekno.com

Agar anaknya tetap hidup, orang tua di Thailand rela menempuh perjalanan sepanjang 120 km pulang pergi dengan menggunakan motor. Hal ini pun semakin mengharukan karena mereka membawa seorang balita di gendongannya lengkap dengan kain dan selang yang menempel di hidungnya. Ternyata balita tersebut menderita penyakit paru-paru. Sang ayah tampak berhenti di lampu merah dan berulang kali berbalik untuk memastikan tabung oksigen berada di tempatnya dan menyesuaikannya.

Konon, sejak enam bulan balita tersebut menderita asma dan membutuhkan oksigen untuk bernafas setiap hari agar tetap hidup. Sang ayah menghasilkan sekitar 300 bath dalam sehari sementara untuk pengobatan anaknya menghabiskan lebih dari 100 ribu bath selama ini. Tabung oksigen harus mereka isi setiap dua hari sekali sehingga mereka harus menempuh jarak 120 km.

9. Kisah Ibu Yang Menyelamatkan Bayinya Dari Gempa Jepang

Kisah Cinta Orang Tua Yang Begitu Besar Kepada Anaknya - Kisah Ibu Menyelamatkan Bayinya Dari Gempa

Photo via timedg.com

Pada tahun 2011 terjadi sebuah gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara Jepang. Gempa bumi ini tentu saja membuat kerugian yang sangat besar untuk semua pihak dan banyak sekali korban berjatuhan. Pada saat gempa bumi mulai reda, para regu penyelamat mulai melakukan pencarian para korban yang selamat. Pada akhirnya regu penyelamat ini tiba di depan reruntuhan sebuah rumah milik seorang wanita muda. Setelah ditelusuri sampai ke dalam, regu penyelamat menemukan sang pemilik rumah telah menunduk ke arah depan dengan tangan yang sedang memeluk atau melindungi sesuatu.

Mengira perempuan tersebut masih hidup, regu penyelamat pun mencoba untuk mengangkatnya dari celah-celah dan ternyata wanita tersebut telah tiada. Regu penyelamat ini pun hendak meninggalkan lokasi tersebut dan tiba-tiba saja regu penyelamat melihat seorang bayi. Bayi tersebut terbaring tepat di ruang kosong yang dijaga erat oleh ibunya. Bayi laki-laki berusia 3 bulan tersebut terlihat sedang tertidur nyenyak dan regu penyelamat pun segera menyelamatkannya. Mengharukannya, di dalam balutan selimut bayi tersebut terdapat sebuah telepon dengan layar yang bertuliskan “Jika kamu hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu”.

Dari semua kisah nyata diatas dapat kita lihat betapa beratnya menjadi orang tua dan betapa luhurnya jiwa mereka yang rela mengorbankan segala nya bahkan nyawa mereka sekalipun. Untuk itu bagi kamu yang masih memiliki orang tua, sayangi dan dan rawatlah mereka dengan sepenuh jiwa ragamu karena begitu banyak pengorbanan yang sudah mereka lakukan yang tidak bisa kamu balas dengan apapun.

Dan yang terpenting, jika belum bisa membanggakan orang tua kalian, paling tidak janganlah kalian membuat mereka sedih apalagi menjadi anak durhaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *