Makanan Khas Ramadhan di Berbagai Negara

2 tahun lalu, by blogunik

Bulan Ramadhan merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Dimana selama bulan Ramadhan, umat muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, biasanya selalu diikuti oleh tradisi-tradisi yang sudah turun menurun seperti makanan tradisional yang tak terpisahkan dari ramadhan. Berikut ini makanan khas ramadhan di berbagai negara :

1. Sawine – Trinidad dan Tobago


Negara Trinidad dan Tobago adalah pulau disebelah selatan Karibia, tepatnya kurang lebih 11 km disebelah timur Venezuela.Sebagian dari penduduk Trinidad dan Tobago beragama Islam. Menjelang bulan Ramadhan, penduduk muslim Trinidad dan Tobago biasanya menyiapkan Sawime yaitu makanan khas Ramadhan sejenis Takjil dengan rasa manis yang dibuat dari bihun dan disajikan bersam kuah susu dan kacang-kacangan. Kuahnya tersebut juga dibumbui dengan beraneka macam rempah seperti jahe dan kayu manis dan biasanya dihidangkan saat masih panas.

 

2. Kothu Paratta – India dan Sri Lanka


Paratta merupakan roti goreng berbentuk pipih yang menjadi makanan pokok sebagian penduduk di negara asia bagian selatan seperti Sri Langka, Nepal, dan India. Sedangkan Kothu Paratta adalah Paratta yang dicincang kemudian dimasak bersama telur, sayuran dan salna (sejenis saus pedas khas asia selatan). Cara pembuatannya pun sangat unik yaitu semua bahannya dimasukan secara bersama-sama ke dalam sebuah wajan yang sebelumnya sudah dilumuri minyak goreng dan diaduk secara acak hingga masak. Biasanya, Kothu Paratta ini banyak dijajakan di pinggir jalan dan saat bulan Ramadhan, para pedagang makanan akan bertebaran dipinggir jalan menjajakan makanan ini.

 

3. Fruit Chaat – Pakistan dan India


Kalau dilihat secara sekilas, penampilan Fruit chaat mirip dengan salad buah dengan saus mayones, tapi apabila diirasakan, saus yang membalur potongan buah di Fruit chaat sudah dibumbui dengan rempah-rempah. Makanan ini merupakan salah satu makanan khas Ramadhan cepat saji yang sering dijajakan dikedai-kedai pinggir jalan negara Pakistan dan India. Fruit chaat ini terdiri dari beberapa potongan buah seperti pepaya, pisang, jeruk, delima merah, anggur, apel, nanas, dan kentang atau bisa juga dengan ubi manis yang sudah dikukus sebelumnya. Sedangkan sausnya berwarna cokelat dengan rasa manis yang diberi sentuhan rasa rempah yang tajam.

 

4. Batata Harra – Lebanon


Kalau orang eropa mempunyai menu “French Fries”, maka penduduk Lebanon punya “Batata harra” yaitu makanan khas ramadhan yang berupa kentang goreng pedas. Makanan ini merupakan hidangan khas Lebanon. Cara pembuatannya pun cukup sederhana, dimana bahannya terdiri dari kentang, paprika merah, ketumbar, cabai, dan bawang putih yang kemudian digoreng bersama dengan minyak zaitun. Kadang juga ditambah irisan daun ketumbar untuk menambah rasa dan aromanya. Di Lebanon, Batata Harra cukup terkenal sebagai mezze (makanan pembuka) dan saat bulan Ramdhan, makanan ini biasanya dijadikan menu utama untuk berbuka atau membatalkan puasa.

 

5. Fesenjan – Iran dan Irak


Fesenjan juga dikenal dengan nama lain seperti khoresht-e fesenjan atau fesenjoon. Makanan ini merupakan hidang yang istimewa dalam kuniler negara Persia, terutama Iran dan Irak. Bentuk makanan ini hampir sama dengan kaldu kental yang dibuat dari sirup delima dan kenari. Makanan ini terbuat dari kaldu Unggas seperti bebek atau ayam, sedangkan rasanya bervariasi, bisa asam dan bisa juga manis, tergantung cara masaknya. Fesenjan dihidangkan bersama dengan polo atau chelo yaitu nasi putih khas negara Persia. Umumnya makanan ini dijadikan menu makanan utama, karena memiliki tekstur dan rasa yang cenderung tajam. Saat bulan Ramadhan, orang-orang Persia sering menbuat makanan ini karena Fesenjan merupakan makanan yang tahan lama. Konon juga katanya, makanan ini akan terasa lebih lezat kalau sudah disimpan seharian.

Save

Save