Makanan Tradisional Untuk Berbuka Puasa Di Bulan Ramadhan

3 tahun lalu, by blogunik

Tinggal menghitung hari, seluruh umat muslim di seluruh nusantara akan menjalani ibadah puasa. Beberapa makanan tradisional tidak lepas dari bulan suci ini. Setiap daerah tentunya memiliki makanan khas untuk berbuka puasa, berikut ini makanan tradisional untuk berbuka puasa :

1. Sate Susu

Sate susu ini terbuat dari kulit susu sapi, cara pembuatannya tak berbeda dari sate pada umumnya. Kulit susu sapi tersebut dipotong kecil-kecil, lalu dilumuri dengan bumbu-bumbu lalu dibakar. Untuk bumbunya sendiri ada 2 macam yaitu bumbu khas bali atau bumbu kuning seperti sate padang. Satu porsi sate susu ini berisi 10 tusuk, harganya sekitar Rp. 15.000 – 20.000. Sate ini dijual di kampung Jawa – Bali.

 

2. Ketan Bintul

Ketan Bintul merupakan olahan ketan yang menjadi menu favorit warga Serang, Banten pada bulan puasa. Beras ketan dikukus bersama santan dan garam. Setelah matang, ketan dipotong berbentuk persegi dan diberi alas daun pisang. Ketan yang sudah matang ditaburi dengan serundengmyang terbuat dari parutan kelapa yang diberi bumbu parutan bawang merah, bawang putih, lengkuas, gula, garam dan daun salam, kemudian di sangrai hingga berwarna kecoklatan. Ketan bintul menjadi santapan khas Ramadhan sejak abad ke-15. Kabarnya para sultan juga menjadikan makanan ini sebagai santapan favorit berbuka puasa. Masyarakat percaya, bila seseorang berbuka puasa dengan ketan bintul maka seakan-akan menghargai dan menghormati para sultan. Harga ketan bintul di pasaran sekitar Rp 2.000 per potong.

 

3. Jongkong

Jongkong terbuat dari tepung beras yang dicampur air, lalu dimasak sambil terus diaduk hingga mengental. Saat memasak, daun pandan turut dimasukkan untuk memberikan warna hijau dan aroma wangi pada jongkong. Setelah matang, jongkong dibiarkan hingga dingin dan mengental, lalu dimasukkan ke dalam daun pisang dan diberi santan, parutan kelapa muda, gula merah, dan sedikit gula pasir. Setelah bahan dimasukkan semua, jongkong dimasak kembali dengan cara dikukus. Setelah itu, jongkong siap disantap. Jongkong dijual dengan harga berkisar antara Rp 3.000 – 5.000 per buah. Sebaiknya jongkong langsung dimakan hari itu juga karena tidak tahan lama.

 

4. Bubur Kampiun

Kalau kolak biasa kita hanya bisa merasakan satu jenis bahan makanan saja, maka kita bisa mencicipi beragam jenis bahan makanan dalam Bubur Kampiun. Hidangan khas Sumatera Barat yang kerap kita jumpai ini berisi beberapa campuran, antara lain bubur sumsum, kolak ubi, pisang, candil, bubur delima, dan ketan. Seluruh bahan tersebut kemudian disiram santan dan gula merah cair.

Di daerah asalnya, Bubur Kampiun biasa disebut Bubua Kampiun. Asal mula nama bubur ini cukup unik. Sekitar tahun 1960-an, pasca perang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, 1958-1961), para tokoh adat mengadakan berbagai acara untuk menghilangkan trauma para warga, seperti lomba layang-layang, lomba sepak bola, lomba membuat pecal, dan lomba kreasi bubur.

Salah satu peserta lomba kreasi bubur adalah seorang nenek bernama Amai Zona. Ia terlambat datang, sehingga tak sempat membuat dari awal dan hanya memasukkan bubur-bubur yang tak habis ia jual pada pagi harinya. Di akhir acara, para juri mengumunkan bahwa yang menjadi juara (champion) pada lomba kreasi bubur adalah nenek tersebut. Saat ditanya nama bubur kreasinya, Amai Zona spontan menjawab Bubua Kampiun. Sejak saat itulah bubur campur aduk miliknya menjadi populer, dan kerap dijumpai saat Ramadhan. Harga semangkuk Bubur Kampiun berkisar antara Rp 9.000 – 12.000.

 

5. Pisang Ijo

Es Pisang Ijo khas Makassar ini bukan dibuat dari pisang berwarna hijau, melainkan pisang raja atau pisang kepok biasa. Hanya saja, pisang tersebut dibungkus oleh lembaran dadar yang terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi pewarna hijau dari air daun suji atau pandan.

Cara membuat Pisang Ijo tergolong mudah. Pisang yang sudah dibungkus dadar hijau diiris tipis-tipis, lalu diberi tambahan bubur sum-sum, es serut, kuah santan, dan sirup coco pandan atau frambozen. Sensasi dingin es serut dan perpaduan rasa gurih dan manis Pisang Ijo akan melepas dahaga kita usai berpuasa sehari penuh. Pisang Ijo dijual dengan harga berkisar antara Rp 7.000 – Rp 10.000.

Save

Artikel Terkait