Negara-negara Ini Memasukan Pelajaran Bahasa Indonesia Sebagai Salah Satu Daftar Pelajaran Wajib Loh!!

2 tahun lalu, by blogunik

Bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman ataupun masyrakat umum. Bagi kita bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu yang menjadi bahasa utama kita dalam melakukan komunikasi,  selain bahasa daerah masing-masing tentunya.

Namun nyatanya banyak kalangan masyarakat yang belum menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar, memang susah-susah gampang sih, buktinya banyak pelajar Indonesia yang nilai Bahasa Indonesianya lebih rendah dari nilai pelajaran bahasa Inggris yang juga di ajarkan di setiap sekolah di Indonesia.  Ayok ngaku siapa diantara kalian yang nilai bahasa Indonesianya lebih rendah dari bahasa Inggris??

Gak hanya Indonesia loh yang ada pelajaran bahasa asingnya, seperti bahasa Inggris, Jepang, Perancis hingga Jermannya. Usut punya usut diluar negeri sana ada loh pelajaran bahasa Indonesianya, dimana saja itu?? yuk cek ulasannya dibawah ini.

1. Kanada

Photo Via : www.choiceinternational.in

Negara ini menganggap belajar bahasa Indonesia adalah penting oleh karena itu ia membuka tempat kursus dan tempat buat belajar bahasa Indonesia. Selain itu meningkatnya jumlah pekerja dari Indonesia juga menjadi salah satu alasan dibukanya tempat kursus bahasa Indonesia ini.

2. Korea Selatan

Photo Via : cdn.theatlantic.com

Adalah Hankuk University of Foreign Studies sebagai salah satu kampus terbaik di Korea buka Jurusan Bahasa Indonesia. Bahkan sampe ada dua jurusan, yaitu Departement of Malay-Indonesia di College of Oriental Language dan Departement of Malay-Indoensia di Colleger of Interpretation and Translation.

3. Australia

Photo Via : d26t6wmyou6swn.cloudfront.net

Negara kangguru ini bukan hanya memiliki ketertarikan kepada bahasa Indonesia, di salah satu universitas di negara tersebut bahkan sudah memasukan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran dalam kurikulumnya. Sebut saja University of Southem Queensland dalam program studi Bachelor of Arts. Selain itu lebih dari 500 sekolah dasar di negara Australia ini yang mewajibkan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

4. Vietnam

Photo Via : www.rantapallo.fi

Sobat kita patut berbangga nih, karena bahasa Indonesia di Negara Vietnam dijadikan bahasa ke 2 setelah bahasa utama mereka sendiri. Dan juga mereka menganggap bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Prancis dan Jepang.

5. Ukraina

Photo Via : happyspooner.com

Mulai tahun ajaran 2012/2013, salah satu universitas Ukraina membuka program studi bahasa Indonesia, yaitu Taras Shevcenko National University of Kyiv. Yang lebih buat bangganya lagi, Negara tersebut bahkan membangun pusat kajian bahasa Indonesia, nantinya setiap mahasiswa yang berprestasi dalam bahasa Indonesia akan diberikan beasiswa oleh pemerintah Indonesia.

6. Kepulauan Hawaii-Amerika

Photo Via : www.lookathawaii.com

Siapa sangka Hawaii yang terkenal dengan tarian hula-hulanya ini sangat antusias dengan bahasa Indonesia. Tak tanggung-tanggung beberapa pengajar di sebuah universitas di Hawaii bahkan rutin bolak-balik dari Hawaii ke Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia yang nantinya akan di ajarkan kembali kepada para siswanya.

7. Suriname

Photo Via : static.panoramio.com

Suriname adalah negara yang terletak di Amerika Selatan yang sebagian penduduknya menggunakan bahasa Indonesia, sebab 14 persen warganya adalah asli Jawa. Bahasa Indonesia di negara tersebut bahkan dilestarikan dengan baik, tak heran sih karena banyaknya warga Indonesia di sana memungkinkan warga setempat juga tertarik menggunakan bahasa kita.

8. Jepang

Photo Via : tripbuddy.info

Jangan kira dengan segala kecerdasan dan kemajuan berpikir yang Jepang miliki, mereka tidak membutuhkan ilmu dari negara lain, nyatanya di Negara Doraemon ini terdapat Universitas yang mengajarkan ilmu dari negara luar, salah satunya bahasa Indonesia. Adalah University of Foreign Studies, yang terdapat di Tokyo, Untuk Masuk program studi ini katanya cukup sulit loh, tak heran jika dalam setahun hanya ada sekitar 18 mahasiswa yang berhasil masuk di program study tersebut.