Raihan Medali Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018 Hingga Saat Ini

1 tahun lalu, by blogunik

Sejak dimulainya Asian Games tahun ini dimana Asian games kali ini yang dilaksanakan di Indonesia yakni di dua kota yakni Jakarta dan Palembang. Hingga hari ini Selasa 21 Agustus 2018, perolehan medali untuk kontingen Indonesia adalah 4 emas dan 2 perak dan 2 perunggu dan menempati posisi ke empat dalam perolehan medali sementara. Adapun ke delapan buah medali tersebut dihasilkan dari cabang Cycling Mountain Bike, Taekwondo, Wushu dan Weightlifting.

Medali perak pertama Indonesia sendiri diraih dari cabang Wushu yang dipersembahkan oleh atlet Indonesia Marvelo Edgar Xavier. Edagar meraih medali perak di nomor Changquan Putra di JIEXPO Kemayoran Jakarta Utara pada hari sabtu 19 Agustus 2018. Edgar menjatatkan namanya sebagai peraih medali perak setelah mencatatkan poin sebanyak ,72 poin atau terpaut 0,03 poin dari atlet Wushu China Sun Peiyuan dengan skor 9,75 poin.

photo via : www.goodnewsfromindonesia.id

Untuk medali perunggu dari cabang ini pun diraih oleh atlet asal taiwan Tsai Tsemin dimana atlet berusia 23 tahun ini menempel ketat dengan peroleh poin 0,02 dibawah Edgar yakni degnan total poin 9,70. Edgar merupakan atlet penyumbang medali pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga Wushu dalam pertandigan tersebut. Di ajang Asian Games 2018 kali ini juga tim Wushu Indonesia menurunkan enam atlet sanda(tarung) dan tujuh atlet taolu(seni).

Untuk medali emas sendiri atlet indonesia yang pertama kali meraihnya berasal dari cabang olahraga tawkwondo berkat aksi Defia Rosmaniar. Defia sendiri merupakan atlet terbaik Indonesia di nomor individu poomsae putri. Defia mampu meraih medali emas untuk kontingn Indonesia setelah mampu mengalahkan wakil dari Iran, Salahshouri Marjan dengan skor 8.690 – 8.470.

Dengan peraihan medali emas yang diperoleh oleh Defia ini pun akhirnya membuat lagu Indonesia raya mampu berkumandan di podium gelaran Asian Games 2018. Atlet Defia mampu menjawab segala ekspektasi tinggi pemerintah untuk cabang olahraga taekwondo dalam nomor poomsae Asian Games 2018. Hal ini tak lepas dari dikarenakan nomor ini merupakan yang diharpkan menjadi lumbung medali di cabang olahraga ini.

photo via : rakyatku.com

Atlet berhijab kelahiran bogor ini sebelum mencapai babak final, dirinya harus menghadapi lawan-lawan yang tidaklah mudah. Di babak 16 besar saja, Defia memenagi duel kontra atlet hongkong, Wong Ka Yiu dengan skor 8.220-7.690. Kemudian di perempat final, Defia mengalahkan wakil Vietnam Tuyet Van Chau dengan skor tipis 8.460-8.330. Tempat final didapatkan setelah berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan Yun Jihye dengan skor 8.520-8.400 di babak semifinal.

Untuk medali emas kedua kontingen Indonesia diperoleh dari cabang Wushu juga oleh atlet wushu putri andalan Indonesia yakni Lindswell Kwok di nomor taijijian. Lindswell  sendiri berhasil meraih poin tertinggi di nomor Taijijian  dengan total poin 19.50. Ia berhasil mengalahkan pesaing terdekatnya Mok Uen Ying Juanita dari Hong Kong dengan total poin 19.42 yang mendapat medali perak sedangkan medali perunggu diperoleh oleh Wong Agatha Chrystenzen asal Filipina.

photo via : poskotanews.com

Sebelumnya atlet berusia 26 tahun ini merasa grogi sebelum pertandignan dimulai. Namun dirinya optimis untuk bisa meraih medali emas apalagi even ini diadakan di negeri sendiri yakni di Indonesia. Mungkin belum banyak yang tahu, jika Lindswell yang merupakan atlet wushu yang sangat berprestasi yang dimiliki oleh Indonesia ini Tercatat pernah menyabet tiga medali emas di kejuaraan dunia pada Tahun 2015 yang lalu dan dua tahun setelahnya yakni sekitar tahun 2017 silam, Lindswell juga mampu menyumbang emas di kejuaraan dunia Kazan, Rusia.

photo via : nysnmedia.com

2 emas dan 1 perunggu selanjutnya sama – sama diperoleh dari cabang olahraga yang sama yakni cycling mountain bike hanya saja dalam kategori yang berbeda yakni downhill putra dan downhill putri. 1 emas dipersembahkan oleh Khoiful Mukhib dalam kategori men downhill yang digelar di Khe Bun Hills, Subang, Jawa Barat. Khoiful Mukhib menjadi yang tercepat dengan raihan waktu 2 menit 16.687 detik. Dia mengalahkan Ciang Shengsan asal Taiwan yang 1.497 detik lebih lambat dan meraih medali perak. Untuk medali perunggu diraih oleh Suebsakun Sukchanya, dari Thailand dengan 1.762 detik lebih lambat dari peraih emas.

Di kategori putri downhill yang dipertandingkan lebih dahulu, Tiara Andini Prastika menjadi yang terbaik. Dia mencatatkan waktu 2 menit, 33.056 detik. Melebihi waktu dari pembalap sepeda Thailand, Vipavee Dekaballess yang mencatat waktu 9.598 detik lebih lambat. Sementara perunggu untuk 1 perunggu lainnya, didapatkan Nining Porwaningsih dengan 9.608 lebih lambat dari Tiara.

photo via : foto.inilah.com

2 medali lainnya yakni 1 perak dan 1 lagi perunggu diraih di cabang olah raga Weightlifting. Target Indonesia untuk bisa meraih medali emas dicabang wightlifting sepertinya tidak berhasil terpenuhi. Atlet angkat besi wanita andalan Indonesia Agustiani Sri Wahyuni berhasil menyumbangkan medali perak, dikalahkan oleh perwakilan Korea Ri Song Gum dalam perebutan medali emas. Secara mengejutkan perwakilan Korea tersebut mengangkat beban yang lebih besar yakni 113kg di babak penentuan untuk mengejar ketertinggalannya yang sebelumnya Sri telah unggul. Untuk bisa mengalahkang song, Sri harus mampu setidaknya mengangkat beban seberat 112kg. Namun sayangnya, tangganya sudah tidak kuat untuk mengangkat beban seberat itu. Sri pun menyatakan permintaan maafnya pada rakyat Indonesia karena tidak mampu mempersembahkan emas dalam cabang Weightlifting kategori putri 48kg.

photo via : jakartakita.com

Untuk medali perunggu dalam cabang weiglifting kategori pria, diperoleh oleh Surahmat Bin Suwoto. Tampil di nomor 56 kg putra, Surahmat sukses merebut medali perunggu yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Hall A. Perunggu kedua yang diraih oleh kontingen Indonesia ini didapat oleh pria berusia 30 tahun ini setlah mampu mengangkat bebena dengan total 272kg. Berhasilnya Slamet meraih medali ini sebenarnya tidak ada yang mampu meprediksi sebelumnya dimana induk olahraga angkat berat, binaraga dan angkat besi (PABBSI) saja hanya menargetkan Surahmat ada di posisi enam besar. Namun semangat juangnya mampu membuatnya meraih medali perunggu untuk kategori lifter 56kg putra. Untuk emas dan perak sendiri diraih oleh Korea Utara yakni Om Yun Chol dengan total angkatan 287 kg dan hach Kim Tuan dari Vietnam yang mengoleksi total angkatan 280.

Berkat kesuksesan para tlet Indonesia dari berbaggai cabang olahraga ini, saat ini saat ini kontingen Indonesia telah mengoleksi 8 medali yang terdiri dari 4 medali emas 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Dengan ini hasil tersebut, saat ini Indonesia berada di posisi ke empat dalam deretan perolehan medali asian games 2018 hingga saat ini.

Artikel Terkait