Tangkap Pencuri Ikan Malaysia, Kapal Patroli Indonesia Dikejar Coast Guard Malaysia

5 bulan lalu

Guys, apa yang kamu lakukan jika ada yang mencuri dirumahmu? Tentunya melapor ke pihak yang berwajib atau kalau bisa menangkapnya sendiri dan tidak akan dibolehkan kabur sebelum pihak berwajib datang bukan? Nah itulah yang dilakukan oleh petugas patroli kelautan Indonesia jika ada orang-orang asing yang mencuri ikan-ikan di Indonesia.

Seperti video yang sedang viral saat ini dan banyak diperbincangkan di media sosial guys! Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Moch Slamet, nampak kapal patroli perikanan Indonesia dicegat oleh kapal maritim Malaysia saat sedang berlayar di Perairan Belawan yang notabene nya masuk wilayah teritorial Indonesia.

Kapal Coast Guard Malaysia mengejar kapal Indonesia tersebut menggunakan kapal speed boat dan juga helikopter, padahal kapal tersebut dikawal oleh Kapal Patroli (KP) Macan, milik Indonesia. Dalam video tersebut nampak dua orang personil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menenteng senjata laras panjang, melakukan percakapan tentang penangkapan kapal tersebut, dan apa yang dilakukan oleh Coast Guard Malaysia.

Dalam percakapan tersebut, salah satu personil mengatakan untuk membiarkan saja kapal Malaysia tersebut, karena mereka yang melanggar dengan memasuki wilayah Indonesia. Yang penting mereka siap sedia dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Kemudian si perekam video mengarahkan kamera ke wajahnya dan menyampaikan bahwa kejadian tersebut adalah peristiwa pengejaran yang dilakukan oleh Cost Guard Malaysia di perairan Indonesia. Dengan mengatakan bahwa mereka telah dikejar di lautan sendiri oleh Cost Guard Malaysia.

photo via : www.koranmiliter.com

Si perekam video kembali mengatakan bahwa para Coast Guard Malaysia ngotot mengklaim wilayah tersebut adalah wilayah Malaysia. Padahal sudah jelas wilayah tersebut adalah perairan Indonesia. Kemudian perekam video pun kembali mengarahkan kamera ke wajahnya sendiri dengan mengutarakan bahwa mereka akan tetap bertahan menjaga wilayah NKRI.

Dalam video tersebut terpamang juga kapal Cost Guard milik Malaysia yang mengejar mereka yang bernomor lambung 1813 dan diawaki oleh 4 orang. Nampak juga pihak cost guard Malaysia ingin berkomunikasi dengan petugas KKP dengan menyuruh kapal pencuri ikan yang KKP tangkap untuk berhenti. Bukan hanya menggunakan kapal, namun helikopter juga terlihat ikut mengejar kapal KKP Indonesia.

Yup guys, awal mula kejar dikejar ini memang berawal dari KKP Indonesia yang berhasil menangkap kapal pencuri ikan dari Malaysia. Mereka kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia. Maka dari itu KKP Indonesia bergerak cepat untuk menangkapnya, namun dalam penangkapan tersebut ternyata cost guard Malaysia ingin menghentikan hal tersebut.

Para awak cost guard Malaysia, ngotot ingin Kapal Hiu 08 yang di awaki oleh para personil KKP Indonesia untuk berhenti namun NKRI adalah harga mati. Gak bisa ditawar guys!

Si perekam video juga mengatakan jika dirinya siap berkorban untuk bangsa Indonesia. Walaupun Malaysia mengintimidasi dengan menyebut perairan tersebut adalah wilayah Malaysia, namun di peta tetap Indonesia.

Di akhir video si perekam video mengutarakan bahwa kapal cost guard malaysia tersebut terus mengikuti kapal pencuri ikan yang mereka tangkap. Mereka terus melakukan perlawanan dengan mengikuti kapal yang telah melakukan illegal fishing yang telah KKP tangkap.

Sementara itu guys, memang diketahui kalau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal perikanan asing yang melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

photo via : YouTube (Tribun MedanTV)

Bukan hanya sekali ini saja guys, namun sudah berturut-turut 2 kapal perikanan berbendera Malaysia ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) dalam dua hari yang berbeda di WPP-NRI Selat Malaka. Seperti yang dikutip dari Tribun Medan, Agus Suherman selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, mengatakan kalau penangkapan pertama di lakukan oleh KP Orca 02 pada hari Sabtu, 6 April 2019, sekitar pukul 11.45 WIB yang berhasil menangkap kapal dengan nama KM. PKFA 7836. Kapal berukuran 82,47 GT tersebut diamankan bersama seorang nakhoda dan 4 (empat) orang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegraan Indonesia.

Selanjutnya, KP. Orca 02 yang dinakhodai oleh Sutisna Wijaya mengawal kapal dan seluruh awaknya ke Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Penangkapan ke dua terjadi pada hari Minggu, 7 April 2019, sekitar pukul 06.30 WIB. Hiu Macan Tutul 02 yang dinakhodai Ilman Rustam juga berhasil menangkap KM. PKFA 7747 dengan 5 (lima) orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar. Selanjutnya, kapal dan seluruh awaknya dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan.

photo via : photo via : YouTube (Tribun MedanTV)

Kedua kapal asing tersebut ditangkap karena tidak memiliki dokumen perizinan serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia. Kedua kapal tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Perlu kalian tau guys, penangkapan tersebut menambah deretan kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh KKP selama 2019. Dikutip dari Tribun Medan, terhitung sejak Januari hingga 7 April 2019, sebanyak 27 kapal ilegal berhasil ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan secara ilegal.

Kapal-kapal tersebut terdiri dari 22 kapal perikanan asing (KIA) dan 5 kapal perikanan Indonesia (KII). Dari 22 KIA tersebut, ternyata 11 kapal berbendera Vietnam dan 11 lainnya kapal berbendera Malaysia.

Wah, perairan Indonesia selalu menjadi target pencurian ikan nih guys! Apakah ini membuktikan kalau perairan Indonesia jauh lebih kaya dibanding perairan negara lainnya? Bagaimana menurut kalian?

Baca Juga