Tari Tradisional Yang Mendunia

3 tahun lalu, by blogunik

Di dunia ini ada banyak sekali jenis tarian, dari tari traditional dan modern, hingga tarian sakral dan hiburan. Semua negara pasti mempunyai tarian kebanggaan mereka sendiri, namun tarian tersebut ada yang tidak terekspos, dan ada juga yang terekspos sampai ke negeri lain. Seperti beberapa tarian traditional dari masing-masing negara ini yang terkenal sampai seluruh dunia. Penasaran, Indonesia masuk atau tidak? Yuk kita simak!

1. Pendet, Indonesia

Tari Pendet adalah salah satu tarian selamat datang atau tarian penyambutan yang khas dari Bali. Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional dari Bali yang sangat terkenal dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya lainnya.

Gerak tari yang memesona, kostum warna-warni yang penuh makna berpadu dalam latar pura yang sakral. Gerakan Tari Pendet ini merupakan gerakan tari yang sangat komplit, karena gerakan tari tersebut hampir menggerakan semua bagian tubuh. Mulai dari gerakan kaki, tangan, jari, badan, leher dan gerakan ekpresif seperti gerakan mata dan mimik muka. Untuk menarikan Tari Pendet ini tentunya membutuhkan keluwesan dan kelincahan.

2. Hula, Amerika Serikat

Kepulauan Hawaii identik dengan Tarian tradisional Hula. Meski tariannya tampak menyenangkan dengan goyangan pinggulnya, Hula sudah menjadi tradisi ratusan tahun lamanya. Tarian ini dibawa oleh Bangsa Polynesia sebagai salah satu bagian upacara memuja Dewa. Lei (kalung bunga) yang digunakan para penari merupakan sesajen bagi para Dewa.

Adalah mitos jika hula berarti menggoyangkan pinggul mengikuti alunan musik Hawai. Penari Hula menggunakan gerak tubuh, tangan, lengan, telapak kaki, mata, dan pinggul mereka untuk mengekspresikan cerita. Masing-masing gerakan menyampaikan bagian dari cerita dan mempunyai arti khusus.

3. Kabuki, Jepang

Boleh dibilang Kabuki adalah tarian tradisional Jepang nan paling populer. Setiap ada pertunjukan Kabuki digelar, dipastikan akan penuh sesak oleh penonton. Sejak zaman tenno (kaisar Jepang) hingga sekarang, Kabuki selalu jadi primadona masyarakat Jepang.

Gerak khas Kabuki terletak pada langkah kaki nan sangat lemah lembut. Terdapat tiga gerakan dasar pada Kabuki yaitu gerakan memutar, gerakan tangan, dan gerakan kepala. Setiap gerakan ini menyimbolkan aktualisasi diri manusia. Seperti bagaimana ketika menangis, gembira, sedih, dan berbagai aktualisasi diri emosional lainnya.

Penari Kabuki dirias secara mencolok dan mewah. Hal tersebut semakin membuat tarian tradisional Jepang ini berbeda dibandingkan dengan tarian tradsional lainnya. Oleh UNESCO, tarian tradisional Jepang Kabuki ini telah ditetapkan sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan NonBendawi Manusia.

4. Buchaechum, Korea Selatan

Tari Buchaechum adalah tari kipas dengan motif bunga peony yang ditarikan oleh sekelompok wanita yang mengenakan kostum tradisional Hanbok dengan warna-warna terang dan kontras. Tari Buchaechum ini menggabungkan kesenian visual dan keanggunan.

Tarian tradisional Buchaechum sendiri awalnya adalah berasal dari ritual kuno ribuan tahun yang lalu yang ditampilkan pada upacara pemujaan kepada dewa -dewa penganut Shamanisme Korea. Shamanisme Korea sendiri merupakan kepercayaan kuno masyarakat Korea yang juga mengkombinasikan berbagai kepercayaan dan dipengaruhi oleh agama asli Korea seperti Buddha maupun Taoisme.

Seiring dengan perkembangan jaman, Tari Buchaechum mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk terus dilestarikan dan dikembangkan.

5. Ghoomar, India

 

Ghoomar adalah tarian tradisional khas wilayah India Selatan, biasa digelar di Rajashtan. Para wanita yang mengenakan Sari (pakaian khas India) meliuk diiringi musik berirama riang.

Mereka mengenakan Sari beraneka warna, dan seringkali mengajak wisatawan untuk ikut menari. Biasanya Ghoomar digelar saat acara spesial, seperti upacara atau penyambutan tetua adat.

6. Samba, Brazil

Tak ada tarian tradisional yang lebih seru, seksi dan penuh warna dibanding Samba. Samba tak sekadar tarian, tapi juga identitas bagi penduduk dan budaya orang Brazil.

Ada lebih dari 7 jenis Tari Samba. Namun semua pertunjukannya selalu diiringi gitar dan tabuhan drum. Tak perlu malu kalau ingin ikut menari, warga Brazil sangat bangga memeragakan tarian ini.

7. Flamenco, Spanyol

Dalam bahasa Spanyol, ‘flamenco’ berarti api. Tarian tradisional ini memang penuh gairah dan semangat, perpaduan beberapa seni sekaligus.

Ada seni musik, gitar, tari, juga permainan kaki dan tepukan tangan. Kostum penari wanita Flamenco sangat khas, berwarna merah atau gelap dan memiliki ‘ekor’ seperti gaun pengantin. Semuanya tampil berbarengan, berpadu apik dan pastinya menghibur wisatawan.

8. Apsara, Kamboja

Tari Apsara merupakan asset dan jiwa negara Kamboja. Pada pertunjukan, setiap penari harus memakai satu busana  dengan  berat sekitar 10 kg.

Pada tahun 2003, tari Apsara diakui oleh UNESCO sebagai pusaka budaya non-bendawi dunia. Apsara merupaka tarian klasik, lemah gemulai dan terkenal elegant juga keanggunannya dengan gerak tubuh yang halus.

Artikel Terkait