Wow…Kota-kota Ini Hanya Dihuni Oleh 1 Orang, Seperti Apa Ya Seremnya ?

2 tahun lalu

Pada umumnya kota dihuni oleh banyak penduduk. Di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang penduduknya terlalu banyak sehingga bangunan rumahnya terlalu rapat satu dengan yang lainnya. Ada beberapa penyebab kenapa kota tersebut dihuni oleh 1 orang, ada kota yang awalnya punya banyak penduduk namun karena porak poranda oleh perang akhirnya di tinggalkan penduduknya. Kota-kota mana saja yang penduduknya hanya satu orang, berikut ini info lengkapnya ?

1. Jordan River – Canada


Dekat pantai dan wilayahnya sejuk. Seharusnya kota ini dihuni banyak orang karena daya tariknya. Dulunya Jordan River ini seperti kota-kota lainnya, punya banyak penduduk dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke pantainya. Namun kondisi sekarang ini sangat berbeda dengan yang dulu, saat ini Jordan River hanya dihuni oleh 1 orang, nama penghuninya tersebut adalah Huge Pite. Penyebab mengapa orang-orang meninggalkan Jordan River ini adalah karena adanya gempa bumi dan banjir yang sering melanda kota tersebut. Begitu ada gempa, biasanya langsung disertai dengan banjir akibat dari air laut pasang. Selain itu, tingkat pencemaran air laut disini juga tinggi. Karena hal itu, pemerintah setempat memutuskan untuk mengosongkan Jordan River. Dan satu persatu keluarg ameninggalkan Jordan River, hanya Hugh Pite sajalah yang menolak untuk pergi, sehingga pada usianya yang sudah 70 tahun ia hanya tinggal sendiri di kota ini, meskipun sudah diperingatkan bahaya tinggal di wilayah tersebut namun apa daya sang kakek tetap bersikukuh.

 

2. Monowi, Nebraska


Kota ini pada awalnya dibangun pada tahun 1902. ketika itu sebuah jalan akan dibuat melintasi wilayah Monowi yang dalam bahasa penduduk asli amerika berarti bunga. Diawali dari 1 orang, kemudian pada tahun 1930-an, penduduk kota Monowi ini mencapai puncak tertingginya. Saat itu ada sekitar 150 orang yang tinggal disana, namun seiring berjalannya waktu, para anak muda tidak betah tinggal di kota kecil. Mereka lebih senang pergi ke kota-kota besar, alasannya sederhana karena di kota besar lapangan pekerjaan lebih banyak tersedia. Lama kelamaan orang yang tinggal di kota Monowi ini pun berkurang. Pada tahun 2002, ketika diadakan sensus oleh pemerintah, penduduk kota Monowi hanya tinggal dua orang saja, yaitu sepasang suami istri bernama Rudy dan Elsie Eiler. Pada tahun 2004 Rudy meninggal, dan hanya Elsie yang merupakan satu-satunya penghuni. Karena tinggal sendiri maka dia menjadi semacam camat bagi kotanya tersebut. Ia mengurus semua kota, termasuk merencanakan pembuatan jalan baru tiap tahun agar bantuan dana dari pemerintah tetap mengalir. Di kota yang ia tinggali sendiri, ia mengelola sebuah perpustakaan berisi 5000 koleksi buku. Karena kegigihannya tersebut perpustakaan elsie pernah masuk dalam sorotan kamera media elektronik.

 

3. Bufford Wyoming


Dulu bufford ini dibangun sebagai tempat tinggal para pekerja yang seda membangun jalan rel kreta api. Pada tahun 1900-an ada sekitar 2000 orang yang tinggal di bufford wyoming ini. Namun rupanya orang-orang mudanya tidak tertarik hidup di kota kecil. Mereka satu-persatu hijrah ke kota-kota besar di sekitarnya menyisakan beberapa orang saja. Orang yang terakhir tinggal di Buffotd ini adalah don sammon. Sewaktu tinggal di Bufford ini don sammon sempat membuka semacam swalayan dan berbagai usaha lainnya untuk memenuhi kebutuhan orang yang melintas ke sana. Namun di tahun 2013 ia berniat meninggalkan kota tersebut. Karena mau pindah, maka ia melalukakan lelang penjualan kota Bufford tersebut, dan ternyata kota tersebut laku dan dibeli oleh orang vietnam dengan harga $900 ribu dolar. Meskipun kota dengan 1 penduduk, Bufford ini memiliki kode pos sendiri. Kota ini juga menjadi kota dengan tempat paling tertinggi yang dihuni oleh manusia, dengan ketingginan mencapai 8000 meter di atas permukaan laut.

 

4. Villa Epechuen – Argentina.


Pertama dihuni pada tahun 1880-an. Kota ini berada di pinggir danau. Danau tersebut bernama danau Epechuen. Hampir seperti danau mati, karena kadar garam di danau ini sangat tinggi. Pada tahun 1900-an, kota Villa Epechuen dihuni oleh 5000 oranh lebih. Letak kota ini berjarak 600 km dari buenos aires ibukota Argentina. Karena didekat danau, wilayah ini menjadi tempat kunjungan wisata. Banyak hotel-hotel serta fasilitas umum yang dibangun. Namun pada tahun 1985-an, terjadi perubahan iklim di wilayah Villa Epechuen, curah hujan mendadak tinggi, permukaan air danau naik dan merendam kota tersebut. Karena itu banyak penduduk yang terpaksa pergi meninggalkan rumahnya. Kedalaman air yang menggenangi danau ini mencapai 10 meter, pada tahun 2009, permukaan air yang menggenangi kota mulai surut lagi. Kota yang awalnya terendam menjadi ada lagi, tentu saja wujudnya tidak seperti dulu, namun ada 1 orang yang kembali ke kota mati tersebut namanya Pablo Novak yang berusia 80 tahun. Ia kemudian menjadi satu-satunya warga yang tinggal di kota tersebut.

 

5. Tomioko – Jepang


Waktu itu gempa dahsyat melanda Jepang, reaktor nuklir fukusima yang dilengkapi dengan teknologi canggih pun tak kuasa menahan goncangan gempa, sehingga mengalami over heat dan bocor reaktornya. Radiasipun kemudian menyebar kemana-mana. Dalam radius 20 km, orang-orang diusingkan. Tomioko ini adalah salah satu kota yang dikosongkan tersebut. Dulunya Tomioko memiliki 16000 orang lebih. Karena peristiwa tersebut, kota ini pun di tinggalkan untuk menghindari radiasi nuklir yang tinggi. Tak lama setelah dikosongkan ada 1 orang yang kembali. Nama orang tersebut Naoto Matsumura berumur 54 tahun, niatnya kembali adalah untuk merawat tanah, tanaman serta binatang-binatang yang banyak di tinggalkan warganya. Karena tinggal di kota mati dengan banyak radiasi nuklir, ia hidup tanpa ada listrik dan air. Ia merasa terhormat bisa mengurus kota mati tersebut setelah di tinggalkan warganya.

Baca Juga