Efek Sering Terkena AC Setiap Hari Dan Solusinya

Dibuat oleh blogunik

Siapa nih yang gak bisa hidup tanpa AC? Terlalu sering terkena udara dingin dari AC ternyata bisa menimbulkan masalah kesehatan lho!

AC alias air conditioner sendiri merupakan pendingin ruangan yang sepertinya saat ini telah menjadi kebutuhan yang wajib ada tak hanya di tempat kerja, seperti kantoran, mall, minimarket dll, namun juga dirumah. Bahkan ada sebagian orang yang tak bisa “hidup” tanpa adanya mesin pendingin ruangan di sekitarnya.

AC ini bekerja dengan cara menyedot udara dengan suhu panas ke dalam sistem untuk melakukan pendinginan udara, lalu mengeluarkan udara dingin tersebut ke ruangan. Kelebihan dari alat ini adalah bisa membuat ruangan menjadi lebih sejuk dan membuat tubuh merasa lebih nyaman.

Tapi meskipun udara dingin yang dikeluarkan oleh AC dapat menenangkan dan mendinginkan tubuh kita saat beraktifitas ataupun saat kepanasan karena musim panas. tetap saja, paparan AC yang terlalu sering juga tak baik bagi kesehatan. Untuk itu, berikut beberapa efek samping terlalu sering mendapatkan paparan AC bagi kesehatan.

Efek Samping Sering Terpapar AC Setiap Hari

Efek Sering Terkena AC Setiap Hari Dan Solusinya

photo via h2opureblue.com

1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan efek samping dari terlalu sering terkena paparan AC yang paling umum dirasakan banyak orang. Ini karena udara dingin yang mengendap di area kepala akan memperlambat jalannya oksigen ke otak sehingga kita merasa kepala kita “kosong” dan pusing.

Tak hanya pusing, terlalu berlebihan terkena AC juga bisa menyebabkan migrain atau sakit kepala sebelah. Meski begitu, tidak berarti semua orang yang menggunakan AC pasti akan sakit kepala. Efek samping dari penggunaan AC terlalu sering ini cenderung lebih mudah menyerang lansia di atas 50 tahun dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Untuk mengindari permasalahan ini, hindari berdiam langsung di depan atau di bawah mesin AC, dan kamu juga bisa menyiasatinya dengan menutup area kepala menggunakan topi atau kupluk agar kepala tetap hangat.

2. Dehidrasi

Siapa nih yang meskipun duduk diruangan ber-AC yang sejuk, tapi kerongkongan selalu terasa kering dan bawaannya haus terus? Nah ini dia salah satu efek samping dari terkena paparan AC setiap hari. Pasalnya AC bisa menghisap kelembaban dari suatu ruangan dalam jumlah yang banyak, apalagi ketika berada di dalam ruangan dingin, tubuh manusia bisa lebih cepat menguapkan air sehingga kita lebih cepat merasa haus dan mengantuk.

Dan hal ini bisa menjadi penyebab seseorang yang berada diruangan ber-AC menjadi dehidrasi. Selain itu, dehidrasi juga dapat membuat kita susah fokus dan mudah kehilangan konsentrasi saat melakukan aktivitas sehari-hari.

3. Mata Kering

Efek samping dari terlalu sering berada diruangan ber-AC selanjutnya adalah dapat menyebabkan mata kering. Gejala mata kering ini bisa dirasakan seperti terasa gatal di area mata, sakit dan mata menjadi mudah iritasi.

Mata yang kering ini lama kelamaan dapat berkembang menjadi masalah lain yang lebih serius seperti konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata dan blepharitis yang lebih dikenal sebagai peradangan pada kelopak mata.

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya peradangan yang serius, kamu bisa menggunakan cairan tetes mata untuk tetap menjaga kelembaban mata ketika kamu harus berada di ruangan ber-AC dalam jangka waktu yang lama.

4. Kulit Kering

Selain mata kering, terlalu lama berada di ruangan ber-AC juga bisa membuat kulit menjadi kering karena kehilangan kelembapan. Tak hanya kering, kulit juga jadi lebih kasar ketika berada di ruang ber-AC. Berada terlalu sering di ruangan ber-AC juga dapat mempercepat proses penuaan pada tubuh, terutama pada wajah dan leher. Untuk meminimalisir efek buruk penggunaan AC terlalu sering ini, kamu bisa menggunakan pelembab untuk menjaga kulit tetap sehat.

5. Masalah Pernapasan

Efek samping dari terlalu sering terkena paparan AC berikutnya adalah dapat menyebabkan masalah pernapasan. AC diketahui dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan manusia, atau disebut legionairre (infeksi saluran pernapasan akut), dan juga sebagai penyakit menular yang berpotensi fatal menghasilkan demam tinggi dan radang paru-paru.

Penting juga untuk diketahui bahwa AC memiliki kandungan zat kimia seperti p-dichlorobenzene dan formaldehida. Kandungan kimia tersebut dapat memicu penyakit pernapasan seperti rasa sesak di dada atau asma.

Selain itu, jika terlalu sering berada di ruangan ber-AC, selaput lendir yang ada pada hidung juga bisa mengering sehingga menurunkan kemampuan hidung dalam menyaring bakteri yang masuk ke tubuh. Apalagi sirkulasi udara dalam ruangan ber-AC cenderung tidak lancar sehingga kuman ataupun bakteri akan terperangkap di udara dan bisa masuk ke tubuh melalui pernapasan. Jadi jangan heran jika kamu berada dalam satu ruangan ber-AC dengan teman yang sedang flu, maka kamu bisa juga ketularan penyakitnya.

6. Sinusitis

Terlalu sering menggunakan AC setiap harinya juga bisa memicu munculnya sinusitis. Sinusitis ini adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinus menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan bakteri atau partikel lain dalam udara yang dihirup. Selain itu, sinus juga berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru.

Namun udara dingin yang dikeluarkan AC dapat menyebabkan pengerasan kelenjar lendir, sehingga sinus tidak dapat berfungsi dengan baik dan akhirnya bisa memicu infeksi sinus atau sinusitis.

7. Memicu Rhinitis

Bayangkan jika AC di tempatmu bekerja ataupun AC di rumahmu tidak pernah dibersihkan dan tidak dirawat dengan benar. Maka AC kamu akan menjadi sarang debu dan polutan. Belum lagi virus dan bakteri akan terperangkap di ruangan tersebut karena sirkulasi udara yang tidak sehat. Ini tentu akan membuka peluang besar kalian terkena Rhinitis.

Rhinitis sendiri merupakan radang dan iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung. Penyakit rhinitis dapat terbagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis non-alergi. Rhinitis alergi disebabkan oleh alergi dari debu, kelupasan kulit hewan tertentu dan terkena serbuk sari. Sedangkan rhinitis nonalergi, disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

8. Infeksi virus

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berada diruangan ber-AC yang terutup selama berjam-jam, dapat mengakibatkan seseorang terkena infeksi virus. Ini karena ruangan ber-AC yang tertutup tidak memiliki sirkulasi udara segar sehingga bisa memudahkan pertukaran virus. Virus yang paling sering menular dari ruangan ber-AC adalah virus influenza. Jika ada teman kamu yang flu, bisa jadi kamu akan tertular juga. Namun tergantung juga dari imun tubuh yang kamu miliki.

9. Alergi

Terlalu lama berada di ruangan ber-AC juga bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Ini bisa terjadi ketika AC kamu tidak dibersihkan secara rutin dan tidak dirawat dengan benar sehingga memiliki banyak debu dan tumbuh jamur. Sirkulasi udara melalui saluran yang tidak higienis ini bisa memicu reaksi alergi.

10. Legionnaires

Meski jarang terjadi, namun Legionnaires bisa menjadi salah satu efek samping yang muncul ketika kamu terlalu sering berada di ruangan ber-AC. Penyakit legionnaires adalah penyakit seperti pneumonia dalam tingkat yang lebih parah. Penderita legionnaires akan mengalami peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri legionella. Bakteri legionella masuk ke dalam paru-paru bersama udara yang ikut terhirup ketika bernapas melalui hidung atau mulut.

Kuman penyebab penyakit ini disebut bisa berada pada filter atau bagian AC. Filter AC dan sistem pendingin yang tidak pernah dibersihkan dapat menyebabkan udara yang beredar di dalam ruangan menjadi kotor, penuh iritan, dan alergen termasuk bakteri legionella.

11. Tortikolis

Efek samping akibat terlalu sering terkena hawa dingin dari AC lainnya adalah tortikolis. Tortikolis sendiri adalah gangguan pada otot leher yang menyebabkan kepala menjadi miring. Jika berlangsung dalam jangka panjang, tortikolis dapat menimbulkan nyeri dan menyulitkan penderitanya melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit ini diyakini bisa muncul karena hawa dingin dari AC diyakini bisa terus-menerus menyerang saraf, sehingga terjadi pembengkakan.

12. Bell’s Palsy (kelumpuhan wajah sebelah)

Menderita Bell’s Palsy atau kelumpuhan wajah sebelah juga merupakan salah satu efek negatif yang cukup sering terjadi pada banyak orang karena keseringan terpapar hawa dingin AC. Bell’s palsy sendiri merupakan kelumpuhan atau kelemahan parah pada otot-otot di satu sisi wajah. Biasanya, hal ini akan ditandai dengan satu sisi wajah yang tidak bisa digerakkan ketika bangun di pagi hari.

Penyebab bell’s palsy karena AC ini biasanya terjadi pada orang-orang yang kehidupan sehari-hari tak lepas dari mesin pendingin ruangan, baik AC maupun kipas angin. Perubahan tiba-tiba dari suhu yang sangat hangat di luar ruangan ke suhu dingin di dalam ruangan merupakan alasan utama terjadinya bell’s palsy. Selain perubahan suhu akibat penggunaan AC, tidur di suhu yang sangat dingin ketika rambut masih basah juga bisa menyebabkan fluktuasi secara tiba-tiba.

13. Tak Tahan Dengan Suhu Panas

Kalau kalian sudah terbiasa dengan suhu dingin diruangan ber-AC, maka kalian akan sulit untuk beradaptasi dengan suhu yang panas. Kalian akan merasa sangat sulit berada di ruangan tanpa AC. Hal ini dinamakan stress pada tubuh yang secara drastis menghadapi perubahan suhu secara ekstrim. Tak jarang bila sedang ada diluar ruangan atau sedang berada di ruangan yang tidak ber-AC, kamu akan berkeringat lebih banyak dan kulit cepat merah karena tidak tahan panas.

14. Kelelahan

Cepat merasa lelah juga menjadi salah satu efek samping dari terlalu sering terpapar udara dingin AC. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bekerja di lingkungan dan udara yang cenderung menggunakan AC setiap hari tanpa henti lebih rentan mengalami sakit kepala yang hebat serta mudah lelah. Ini karena saat kita berada di ruangan ber-AC kita kurang menghirup udara segar alami.

15. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Efek samping dari terlalu sering terkena hawa dingin dari AC selanjutnya adalah dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang terbiasa menghabiskan lebih banyak waktu di ruangan ber-AC memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Ini karena tubuh akan kekurangan oksigen sehingga sel-sel darah putih tidak bisa bekerja maksimal dalam memerangi bakteri dan virus. Sehingga tubuh pun akan menjadi lebih mudah sakit.

16. Kesemutan dan Nyeri pada Tangan (Carpal Tunnel Syndrome)

Dampak buruk dari penggunaan AC secara berlebih bagi kesehatan selanjutnya adalah dapat memicu menculnya Carpal Tunnel Syndrome. Carpal Tunnel Syndrome sendiri adalah gejala kesemutan pada tangan yang biasanya berakhir dengan kelumpuhan indra peraba secara temporer. Ini disebabkan karena serangan udara dingin yang terus menerus pada bagian saraf yang terletak di terowongan-terowongan pada pergelangan tangan yang kemudian menyebabkan kesemutan dan nyeri di bagian tangan terutama pada bagian ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Rasa sakit ini akan sangat terasa ketika malam hari apalagi saat terkena AC. Karena itu penderita penyakit ini harus mengurangi pemakaian AC.

17. Frozen Shoulder (Bahu Beku)

Frozen Shoulder juga bisa menjadi salah satu dampak negatif dari terlalu sering terpapar udara AC. Frozen Shoulder atau bahu beku biasanya timbul saat kita terbangun dari tidur di pagi hari. Penderita akan mengalami rasa nyeri di bagian bahu sampai lengan. Lengan akan terasa susah digerakkan sehingga membatasi ruang gerak kamu.

Frozen Shoulder bisa terjadi karena udara dingin dari AC yang terus menerus mengenai tubuh bagian atas sehingga menyebabkan gangguan pada saraf. Jika gejala ini kamu rasakan, maka segeralah melakukan pengobatan. Karena jika dibiarkan begitu saja dan menjadi penyakit menahun maka untuk menyembuhkannya harus dilakukan operasi.

18. Memicu Ketidakseimbangan Hormon

Satu lagi bahaya terlalu sering terpapar udara dingin AC adalah dapat memicu ketidakseimbangan hormon. AC diketahui dapat memproduksi bahan kimia phthalates yang membuat hormon-hormon dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Jika bahan kimia ini berinteraksi dengan tubuh terlalu lama maka akan menyebabkan masalah pada sistem reproduksi kita. Alhasil, orang yag sering terpapar udara AC cenderung beresiko lebih tinggi mengalami gangguan reproduksi. Ibu hamil juga sangat tidak dianjurkan untuk terlalu sering berada di ruangan ber-AC karena dapat meningkatkan resiko gangguan kehamilan.

Nah itu dia beberapa efek samping dari terlalu sering terpapar udara dingin AC setiap harinya. Meskipun menggunakan AC menimbulkan banyak ancaman bahaya kesehata, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan AC. Ada beberapa solusi yang bisa kamu coba untuk meminimalisir efek buruk dari penggunaan AC terlalu sering. Berikut ulasannya!

Solusi Untuk Meminimalisir Efek Buruk Akibat Sering Terpapar AC Setiap Hari

Efek Sering Terkena AC Setiap Hari Dan Solusinya

photo via urbancompany.com

Untuk meminimalisir dampak buruk akibat terlalu lama di terpapar udara AC, cara paling mudah adalah dengan mengurangi intensitas kamu terkena paparan AC secara langsung. Pastikan juga untuk mengkonsumsi banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Namun selain itu, ada beberapa cara lainnya yang bisa membantu kamu untuk meminimalisir efek buruk penggunaan AC terlalu sering.

1. Menggunakan AC seperlunya

Seperti yang di bahas sebelumnya, cara termudah untuk meminimalisir efek buruk dari AC adalah dengan menggunakan AC seperlunya saja. Jika sulit menghindari AC di kantor, cobalah untuk tidak menggunakannya di rumah. Mulailah menggunakan AC hanya disaat diperlukan saja, contohnya ketika musim panas atau suhu sedang benar-benar terik.

2. Arahkan AC ke tempat yang tidak langsung mengenai tubuh kamu

Selanjutnya jangan mengarahkan AC langsung ke arah tubuh kamu. Kamu bisa menaikkan atau menurunkan arah semburan AC, asalkan tidak mengenai tubuh kamu secara langsung. Jika semburan udara dingin dari AC langsung mengenai tubuh, bisa berefek buruk pada kesehatan, seperti sakit kepala atau bahkan Bell’s Palsy.

3. Atur suhu AC secukupnya

Cara mengatasi efek buruk dari terlalu sering menggunakan AC selanjutnya adalah dengan mengatur suhu AC secukupnya. Sangat disarankan agar tidak mengatur suhu AC di bawah 22 derajat celcius. Selain untuk menghemat listrik, pengaturan suhu ini juga bermanfaat agar tubuh kita tidak terpapar udara yang terlalu dingin.

4. Meletakkan tanaman di ruangan ber-AC

Tips meminimalisir bahaya penggunaan AC terlalu sering berikutnya adalah dengan meletakkan tanaman indoor di ruangan ber-AC. Dengan meletakkan tanaman di ruangan yang ber-AC, maka akan dapat membantu mengurangi polusi yang disebabkan oleh pendingin ruangan.

5. Membuka ventilasi udara

Solusi terbaik untuk meminimalisir efek buruk penggunaan AC terlalu sering adalah dengan membuka ventilasi udara sekali-kali disaat kamu sedang tidak menggunakan AC. Dengan membukan ventilasi udara, maka sirkulasi udara didalam ruangan akan berjalan lancar dan diharapkan udara di ruangan kembali sehat. Selain itu, cahaya juga akan masuk ke dalam ruangan kamu.

6. Luangkan waktu untuk keluar ruangandan menjauh dari ruangan ber-AC

Ketika kamu bekerja di perkantoran yang full AC, maka saat jam istirahat, ada baiknya kamu meluangkan waktu untuk berjalan-jalan keluar ruangan agar pikiran terasa lebih rileks dan juga untuk menghangatkan tubuh.

7. Tetap mengkonsumsi makanan yang sehat

Salah satu bahaya dari penggunaan AC teralu sering adalah dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, kamu bisa menyiasatinya dengan selalu mengonsumsi makanan-makanan sehat seperti perbanyak makanan berserat dan bernutrisi. Contohnya seperti buah-buahan dan sayur-sayuran hijau.

8. Minum air putih

Terpapar udara dingin dari AC dapat menyebabkan dehidrasi, maka dari itu, pastikan asupan air putih kalian tercukupi. Usahakan meminum air putih setiap beberapa jam agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Sebaiknya jangan tunggu sampai rasa haus datang.

9. Gunakan pakaian tebal atau selimut

Ketika bekerja di ruangan yang full AC selama 24 jam, maka pastikan kamu menggunakan pakaian yang cukup tebal yang mampu menghangatkan tubuh kamu. Pakaian yang tebal dapat melindungi kulit dari paparan udara dingin AC. Dan ketika dirumah, meskipun suhu AC sudah di atur, namun ada baiknya kamu tetap menggunakan selimut ketika tidur untuk mencegah paparan udara yang keluar dari dalam AC langsung mengenai tubuh kamu.

10. Pastikan selalu memiliki cairan tetes mata

Terlalu sering berada diruangan ber-AC juga dapat menyebabkan mata kering. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan cairan tetes mata untuk tetap menjaga kelembaban mata ketika kamu harus berada di ruangan ber-AC dalam jangka waktu yang lama.

11. Menggunakan pelembab

Untuk mencegah kulit kering karena berada di ruangan yang ber-AC, kamu wajib menggunakan pelembab, baik di wajah maupun di tubuh kamu. Pelembab akan memberikan kelembaban secara intensif meskipun udara dingin AC berusaha untuk menyerap kelembaban kulit kamu.

Selain pelembab, kamu juga bisa menggunakan sabun yang memiliki kandungan pelembab dan mineral yang lebih banyak, mengingat kulit menjadi rentan rusak dan cepat keriput kalau sering terkena papara udara AC.

Jika sedang berada di ruangan ber-AC, selain pelembab, kamu juga wajib menggunakan lotion, atau krim yang melembabkan dan menutrisi kulit kamu. Gunakan di area seperti wajah, leher, tangan, siku dan lutut. Pilih lotion dan pelembab berbasis air untuk menambah kelembaban kulit kamu. Namun penting juga untuk memilih jenis pelembab yang sesuai dan menguntungkan untuk kulit kamu.

12. Gunakan masker

Jika kamu berada di ruangan ber-AC, maka kamu sangat rentan tertular virus. Maka pastikan kamu menggunakan masker ketika kamu berada di ruangan tertutup dan menggunakan AC, terlebih jika disekeliling kamu terdapat orang yang sedang flu. Penggunaan masker akan meminimalisir masuknya virus kedalam tubuh kamu. Begitupun jika kita yang terserang flu, ada baiknya kita juga menggunakan masker agar tidak menulari orang lain.

13. Gunakan humidifier

Solusi lain untuk meminimalisir efek buruk penggunaan AC terlalu sering adalah dengan mennggunakan humidifier. Humidifier sendiri merupakan alat pelembap udara yang bekerja dengan cara menyemprotkan uap air ke udara. Penggunaan humidifier tidak hanya membuat kelembapan udara terjaga, tapi juga dapat membantu mengatasi iritasi yang dipicu oleh udara kering akibat penggunaan AC.

14. Gunakan AC bebas CFC atau Freon

Nah jika kamu tidak bisa lepas dengan AC, maka kamu bisa meminimalisir bahayanya dengan menggunakan AC yang bebas AFC atau Freon.

CFC alias Chlorofluorocarbon ini merupakan senyawa organik yang mengandung karbon, klorin, dan fluorin, diproduksi sebagai turunan volatile metana, etana, dan propana.

Pada dasarnya bentuk zat CFC adalah zat gas yang biasa kita sebut dengan gas Freon. CFC atau Freon ini digunakan pada pendingin udara sebagai bahan yang aktif dalam instalasi AC. Namun CFC ini memiliki efek negatif karena dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon dalam waktu yang lama.

15. Jaga kebersihan ruangan

Ketika kamu menggunakan AC baik di kantor maupun dirumah, maka pastikan kamu membersihkan ruangan secara rutin dari debu dan kotoran. Hindari merokok di ruangan ber-AC dan pastikan ruangan selalu dalam keadaan bersih dari debu dan kotoran. Jika memiliki vacuum cleaner, akan lebih baik apabila kamu selalu membersihkan lantai, karpet, dan perabotan seperti kursi dan sofa dari debu.

16. Bersihkan dan lakukan perawatan pada AC secara rutin

Yang paling penting dalam meminimalisir efek buruk dari penggunaan AC adalah dengan cara membersihkan AC dan melakukan perawatan pada AC secara rutin. Perawatan atau membersihkan AC bisa dilakukan 2 bulan sekali tergantung dari intensitas penggunaan, lingkungan, pilihan filter, dll.

Kamu bisa mengganti filter secara teratur. Pasalnya filter memiliki fungsi utama untuk mencegah debu maupun kotoran agar tidak masuk ke evaporator dan tersebar di ruangan. Apabila filter sudah kotor dan penuh debu, sebaiknya segera diganti agar kinerjanya tetap maksimal dalam menyaring debu maupun partikel-partikel halus yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Selain mengganti filter secara berkala, kamu juga harus membersihkan AC secara keseluruhan dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat membantu membunuh virus dan bakteri serta dapat menyingkirkan jamur.

17. Olahraga teratur

Olahraga secara teratur sangat dianjurkan bagi kamu yang sering beraktifitas di ruang ber-AC. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin baik dilakukan agar tubuh lebih sehat dan kuat serta mampu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

18. Tempatkan semangkuk air di ruangan

Cara lain untuk meminimalisir efek buruk dari penggunaan AC terlalu sering adalah dengan menempatkan semangkuk air di ruangan. Seperti yang kita tahu, cara kerja AC adalah dengan menarik kelembaban dari ruangan. Dengan menempatkan semangkuk air di dalam ruangan maka kita bisa mengurangi efek kulit kering saat di ruangan ber-AC.

Nah itu dia beberapa solusi yang bisa dicoba untuk meminimalisir efek negatif penggunaan AC terlalu sering setiap harinya agar terhindar dari gangguan kesehatan. Meski munculnya penyakit akibat AC ini bisa dikatakan jarang, namun ada baiknya kita tetap bijak dalam menggunakan AC dan selalu menerapkan tips meminimalisir efek negatif penggunaan AC diatas. Semoga membantu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *