Film “Lima” Mengajarkan Nilai-Nilai Pancasila. Wajib Ditonton!


    Film & Musik


Semakin berkembangnya teknologi khususnya didunia hiburan baik televisi ataupun layar lebar, tak menjamin konten yang disajikan dapat memberikan manfaat yang positif bagi penikmat hiburan yakni masyarakat. Seperti yang kita tahu, hiburan di televisi memang semakin ramai dan beragam, tak tak ada yang benar-benar memberikan pesan moral yang berarti. Acara hiburan saat ini dipenuhi dengan lelucon yang bermakna membully ataupun menghina sesama. Maka dari itu dunia hiburan Indonesia butuh acara tv yang mampu memberikan pesan moral yang positif dan memperkuat budi pekerti bagi siapapun yang menontonnya.

Untuk itu kita perlu bersyukur, karena tak lama lagi kita dapat menyaksikan suatu program hiburan berupa film layar lebar yang berjudul “Lima” dimana di film ini akan bertemakan soal nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila di Pancasila.

Film “Lima” ini dibuat oleh 5 sutradara yakni Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah yang akan bergabung untuk membuat film omnibus berjudul “Lima”.

photo via : http://www.femindonesia.com

Lola Amaria mengatakan kalau film “Lima” akan memiliki lima cerita berbeda dari tiap para sutradara dan akan mewakili masing-masing sila dalam Pancasila, namun semuanya akan berkaitan dalam satu plot besar cerita.

Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah yang tergabung dalam proyek “Lima” ini memiliki alasan yang kuat untuk Menggarap film “Lima”. Mereka ingin mencoba menumbuhkan dan mendekatkan nilai-nilai dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

photo via : www.instagram.com/lola.amaria

Film ini berkisah tentang Ketuhanan Yang Maha Esa digarap oleh sutradara Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti kebagian sila kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab). Adapun Lola Amaria sendiri menggarap sila ketiga (Persatuan Indonesia), Harvan Agustriansyah bertugas menggarap sila keempat (Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan) dan sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) disutradarai oleh Adriyanto Dewo.

photo via : www.instagram.com/lola.amaria

Lola selaku salah satu sutradara, mengatakan jika Pancasila itu bukan untuk dihapalkan, namun bagaimana cara kita untuk menggunakan Pancasila sehari-hari, dimana kita harus bisa menerima keberagaman, toleransi dan kemusyawarahan.

Film “Lima” sendiri akan mengambil cerita tentang sebuah keluarga yang berjuang menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana menjadi keluarga Pancasilais. Masing-masing anggota keluarganya akan memiliki masalahnya tersendiri. Masalah-masalah mereka memiliki ‘kedekatan’ dengan kita dalam kehidupan sehari-hari.

photo via : photo via : www.instagram.com/lola.amaria

Mereka bergelut dengan permasalahannya, dan pada akhirnya semua kembali ke lima hal mendasar yang menjadi akar kehidupan mereka dan kita, yaitu Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan. Film itu pun bukan film dengan visualisasi Pancasila yang penuh adegan heroik.

Film ‘Lima’ akan dibintangi Prisia Nasution, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, Yoga Pratama, dan masih banyak lainnya. Film tersebut mulai tayang 31 Mei 2018. Namun kalian yang belum genap berumur 17 tahun, jangan dulu nonton film ini ya, sebab film “Lima” mendapat rating dewasa alias hanya bisa ditonton 17 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

Recent search terms:

similar posts

+ VIDEO PILIHAN MORE >