Flying-V, Pesawat Masa Depan Berbentuk Huruf V Yang Lebih Efisien

1 minggu lalu

Selama ini kita hanya melihat pesawat dengan penerbangan komersial dengan bentuk burung besi berwarna putih dengan dua sayap melintang di sisi kiri dan kanannya. Tapi guys, baru-baru ini, melalui sebuah kemitraan yang baru saja terjalin antara Universitas Teknologi Delft dan KLM Royal Dutch Airlines diumumkan akan ada pesawat dengan bentuk lain yang siap dikembangkan menjadi pesawat komersial.

Dikutip dari Big Think, Universitas Teknologi Delft (TU Delft) telah mengumumkan bahwa mereka bermitra dengan KLM Dutch Royal Airlines pada desain pesawat jenis baru yang dijuluki “Flying-V.” Pesawat ini sebenarnya merupakan gagasan dari seorang mahasiswa Berlin Technical University yang bernama Justus Benad.
Gagasan Flying-V ini sebenarnya ia kembangkan saat mengerjakan tesisnya. Lalu gagasan tersebut dikembangkan Delft Technical University di Belanda, uang kemudian bekerja sama dengan KLM.

Pesawat tersebut dinamai dengan nama Flying-V, sebab berbentuk huruf V. Pesawat ini hanya terdiri dari 2 sayap tanpa adanya badan pesawat. Dari kabin penumpang, ruang kargo dan tangki bahan bakar semuanya berada dikedua sayap Flying-V ini sehingga menghemat ruang dalam pesawat. Lebar sayap pesawat Flying-V juga akan sama dengan Airbus 350, meskipun panjangnya sekitar 20 meter lebih pendek. Sehingga memungkinkan bandara yang ada untuk menerima kedatangan pesawat tanpa perlu mengubah gate, landas pacu, maupun hangar.

photo via : www.tudelft.nl

Meskipun akan lebih pendek, namun Flying-V akan mampu mengakomodasi jumlah penumpang yang sama yakni sekitar 314 penumpang dan memiliki kapasitas bahan bakar minyak sekitar 160m 3. Dengan jumlah bahan bakar seperti itu, pesawat ini akan mampu terbang lebih jauh. Sebab ukuran keseluruhan pesawat yang lebih kecil akan mengurangi resistensi aerodinamis. Intinya Flying-V dinilai sebagai armada pesawat hemat bahan bakar jika dibandingkan dengan pesawat pada umumnya, namun dengan kapasitas penumpang yang hampir sama.

Sebab pesawat ini diklaim menggunakan bahan bakar 20 persen lebih sedikit dari pada Airbus A350-900 dan bisa menampung 314 penumpang. Sementara Airbus A350 memiliki kapasitas muatan sebanyak 300-350 penumpang.

Dikutip dari Kumparan, Pemimpin proyek TU Delft, Roelof Vos mengatakan bahwa inovasi ini sangat dibutuhkan, terutama untuk mencapai efisiensi yang lebih besar sementara para peneliti mengembangkan teknologi untuk pesawat listrik skala besar. Sebab, pesawat dengan bahan bakar yang lebih sedikit tentunya juga akan menghasilkan polusi yang lebih sedikit pula.

Para peneliti berharap mereka mampu menerbangkan Flying-V dalam September tahun ini. Sementara tiruan dari desain kabin baru akan dibuka untuk umum di Bandara Schipol Amsterdam pada Oktober 2019 sebagai perayaan ulang tahun KLM yang ke-100.

photo via : futurism.com

Sementara untuk penggunaan komersial bagi traveler, Flying-V diharapkan dapat dioperasikan pada tahun 2040 dan 2050 mendatang. Vos juga mengungkapkan bahwa desain Flying-V masih membutuhkan pengujian ketat. Pasalnya dengan bentuknya yang V semua penumpang akan ditempatkan di kedua sayapnya.

Hal ini akan membuat para penumpang semakin merasakan pergerakannya dibanding saat penumpang ditempatkan di badan pesawat yang ada ditengah. Contohnya seperti saat kamu menaiki wahana kora-kora. Kamu yang berada paling depan dan belakang pastinya lebih merasakan ayunan yang ekstrim daripada mereka yang duduk di tengah. Begitupula jika kamu menaiki Flying-V ini.

Saat Flying-V berbelok tentunya salah satu sayap akan condong kebawah dan sayap lainnya akan condong ke atas. Dan hal itu akan sangat dirasakan oleh penumpang karena penumpang berada di sayap tersebut. Maka dari itu, pesawat Flying-V masih dalam tahap pengembangan dan harus diuji ketat sebelum dioperasikan untuk umum.

Wah bagaimana menurut kalian guys? Tertarik untuk menjadi penumpang pesawat ini?

Facebook Comments

Baca Juga