Kunjungi 7 Wisata Tapak Tilas Perjuangan 1945 Ini

    History, Pengetahuan, Story

Selama datang di Bulan Agustus, bulan ini bulan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Selama bulan ini, kamu akan menemukan warna merah putih menghiasi sepanjang jalan. Bulan ini juga bakalan banyak event meriah seperti lomba balap karung, makan kerupuk, panjang pinang dan masih banyak lainnya. Ada pula upacara bendera di Istana Negara dan berbagai instansi, sekolah serta perusahaan. Bulan Agustus memang identik dengan bulan perjuangan Indonesia. Bulan yang menjadi sejarah penting kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berikut ini wisata tapak tilas perjuangan 1945 :

1. Monumen Nasional


Monumen Tugu Nasional atau biasa dikenal dengan Monas merupakan tugu ikonik setinggi 132 meter. Monas dibangun untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia berjuang melawan kolonial Hindia Belanda. Dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975, kamu bisa melihat relief sejarah Indonesia. Di bagian dalam monumen, terdapat Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater. Ruangan ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

2. Museum Kebangkitan Nasional


Sama halnya seperti Gedung Joang 45, tempat ini pun dulunya sebuah sekolah. School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten mulai beroperasi sejak Maret 1902. STOVIA adalah sekolah kedokteran untuk pelajar pribumi. Namun, 5 tahun kemudian, gedung ini digunakan untuk MULO (setara SMP),AMS (setara SMA),dan Sekolah Asisten Apoteker. Museum ini menyimpan lebih dari 2.000 koleksi bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta/maket/sketsa, dan miniatur.

 

3. Gedung Joang 45


Masih di Daerah Menteng, museum Gedung Joang 45 diresmikan pada 1974 oleh Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi. Awalnya gedung ini dibangun untuk program pendidikan politik yang dimulai pada 1942. Program tersebut untuk mendidik pemuda Indonesia dan dibiayai pemerintah Jepang sepenuhnya. Di museum ini, kamu bisa melihat koleksi foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945 hingga 1950-an.

 

4. Museum Perumusan Naskah Proklamasi


Untuk mengenang sejarah proses naskah proklamasi, dibangunlah museum ini. Terletak di Menteng, Jakarta Pusat, tempat ini dulunya merupakan kediaman Laksamana Maeda. Terdapat 4 ruangan yang berisi benda-benda sejarah yang dikenakan para tokoh dalam perumusan naskah proklamasi. Di bagian belakang museum, kamu bisa melihat bunker rahasia seukuran 5 x 3 x 1,5 meter yang menjadi tempat Laksamana Maeda menyimpan barang-barang berharganya, semasa beliau menjabat sebagai kepala penghubung Angkatan Laut dan Darat Jepang.

 

5. Rumah Rengasdengklok


Rumah inilah yang digunakan salah seorang anggota PETA, dan golongan muda yang membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta. Peristiwa yang dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok itu terjadi pada 16 Agustus 1945. Kondisi Rumah Rengasdengklok masih dipertahankan apa adanya, persis seperti dahulu. Kamu bisa melihat replika tempat tidur Bung Karno. Tempat tidur yang asli ada di museum tentara di Bandung.

 

6. Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok


Sebelum adanya kesepakatan kemerdekaan Indonesia, kamu pasti tahu bahwa ada perdebatan antara golongan tua dan muda. Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok merupakan sebuah tugu, berisi teks proklamasi pada dinding depannya yang menyangga sebuah bola bertulisan 17 Agustus 1945, dengan sebuah tangan yang mengepal. Di belakang tugu terdapat dinding beton dengan relief yang menggambarkan peristiwa di sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, erat kaitannya dengan Peristiwa Rengasdengklok.

 

7. Tugu Proklamasi


Sebelum menjadi tugu Proklmasi, dulunya tempat ini lebih dikenal sebagai rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Bertepatan pada Jumat, 17 Agustus 1945, inilah momen penting pembacaan naskah kemerdekaan oleh sang proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta. Momen bersejarah ini juga dihadiri tokoh penting lainnya seperti Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.

 

Baca Juga :
5 Fakta unik tentang hari kemerdekaan 17 Agustus yang pastinya belum kamu tahu

Facebook Comment

similar posts