Macam-macam Diet Untuk Kesehatan Yang Perlu Kalian Coba

2 tahun lalu, by blogunik

Mendengar kata diet, mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan, atau mengganti na si dengan buah-buahan atau sayur-sayuran. Padahal, diet tak selalu sesimpel itu. Beragam jenis diet yang tersedia memiliki metode tersendiri yang dianggap paling efektif mencapai tubuh yang sehat, termasuk berat badan ideal. Yuk simak macam-macam diet yang bisa dicoba!

1. Diet Atkins

 

Atkins Nutritional Approach yang lebih sering disebut sebagai diet Atkins berupaya untuk mengontrol tingkat insulin dalam tubuh. Insulin adalah hormon yang mengubah glukosa menjadi energi. Ketika mengkonsumsi karbohidrat rafinasi seperti gula, roti dan kue, maka tingkat insulin akan naik dengan cepat, kemudian turun dengan cepat.

Meningkatnya produksi insulin mendorong tubuh kita untuk menyimpan energi dari makanan sebanyak-banyaknya, serta mengurangi kemungkinan pembakaran lemak tubuh sebagai alternatif sumber energi. Diet Atkins menganjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak protein dibanding pola makan pada umumnya.

 

2. Vegetarianisme

 

 

Mungkin ini adalah salah satu jenis diet yang tertua dan terpopuler di dunia. Pada dasarnya, seorang vegetarian hanya akan mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan, dan pantang mengkonsumsi daging hewan, meskipun diperbolehkan mengkonsumsi produk hasil hewani seperti susu, telur dan madu.

Tak hanya alasan kesehatan, vegetarianisme juga didorong oleh faktor lain seperti rasa sayang atau kasihan pada hewan-hewan sembelihan. Dipercaya bahwa pola konsumsi daging turut mendukung eksploitasi dan perlakuan buruk kepada hewan, misalnya ayam ternak yang dipelihara dalam kandang sempit dan disuntik hormon agar menghasilkan daging yang banyak.

Vegetarianisme tergolong lebih mudah diterapkan, dan kamu masih mendapat asupan protein hewani lewat susu atau telur. Berbagai studi merujuk pada kesimpulan bahwa para vegetarian cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah, lebih terhindar dari penyakit, serta memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibanding non-vegetarian.

 

3. Diet Mediterrania

Terinspirasi dari pola makan penduduk wilayah Mediterrania seperti Yunani, diet Mediterrania bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, serta mengurangi resiko kanker, Parkinson, dan Alzheimer.

Manfaat ini dicapai lewat konsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti sayur, buah, kacang-kacangan dan gandum utuh dibarengi dengan lemak sehat yang terdapat dalam minyak zaitun. Dibanding daging merah, diet Mediterrania lebih menganjurkan konsumsi daging putih seperti ayam dan ikan. Tingginya konsumsi serat, protein serta lemak sehat dibanding gula dan karbohidrat dibarengi dengan olahraga teratur, mendukung tercapainya bentuk tubuh ideal.

 

4. Diet Bentuk Tubuh

Sesuai namanya, diet ini memiliki pola makan yang disesuaikan dengan bentuk tubuh seseorang. Pasalnya, bentuk tubuh yang berbeda membutuhkan pola makan dan solusi yang berbeda-beda. Misalnya, bentuk tubuh pear cenderung menyimpan lemak di bagian pinggul dan paha, sementara bentuk tubuh hourglass cenderung menyimpan lemak di bagian pinggul dan pundak. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kita dapat menentukan apa yang sebaiknya dikonsumsi maupun dijadikan pantangan ketika berdiet.

Artikel Terkait