NASA mengembangkan senjata penghancur asteroid

    Teknologi
Iklan

Planet Bumi kita memiliki sebuah ancaman dari luar angkasa yaitu asteroid. Seperti salah satu teori punahnya zaman dinosaurus, yakni adanya asteroid dengan ukuran super besar yang jatuh ke bumi, hal itu pun bisa nyata terjadi. Apalagi dengan memang adanya beberapa keping asteroid yang melintasi Bumi.

Untuk itu, baru-baru ini badan luar angkasa milik Amerika Serikat yakni NASA, mengumumkan sedang mengantisipasi masalah luar angkasa yang dianggap serius tersebut. Adapun langkah yang diambil oleh NASA yakni dengan menciptakan sebuah senjata khusus untuk menghancurkan objek luar angkasa.

Dikutip dari Mirror, senjata ini berbentuk sebuah pesawat antariksa kecil dengan dilengkapi senjata api untuk menghancurkan asteroid hingga berkeping-keping. Senjata yang bernama DART (Double Asteroid Redirection Test) miliknya itu akan rampung dan siap diterbangkan ke luar angkasa pada Oktober 2022.

Tugas DART nanti akan melayang pada trayek yang sudah diatur NASA untuk menemukan dua asteroid biner yang akan dihancurkan, yakni Didymos A dan Didymos B.

Mereka kerap disebut dengan julukan asteroid kembar, dan ditengarai merupakan objek yang juga berisiko bisa menghantam Bumi. “Didymos B ada di orbit dekat Didymos A. Karena itu, sangatlah mudah untuk mencari keduanya. Eksperimen ini tak akan mengubah jarak mereka mendekati Bumi,”.

DART akan menggunakan sistem target on-board, di mana ia akan mendekati Didymos B dan menembakkan senjata api untuk menghancurkannya dalam kecepatan 3,7 mil per detik. Setelah itu, DART baru akan mengincar Didymos A.

Selain didymos, terdapat asteroid lainnya yang juga akan menjadi target DART. Tak cuma membangun DART, NASA sebelumnya juga membangun fasilitas pertahanan khusus untuk memantau gerak-gerik asteroid. NASA menyebut bangunan ini sebagai ‘kantor’ barunya, yang juga menjadi bagian dari NASA Planetary Science Division.

Fasilitas bernama Planetary Defense Coordination Office itu memiliki wewenang untuk mengumumkan peringatan benda asing yang berada di dekat Bumi. Hal tersebut sejalan dengan misi NASA yang sudah dicanangkan sebelumnya, untuk bertugas untuk mendeteksi Near Earth Object (NEO) seperti asteroid dan puing objek sampah luar angkasa.

Untuk memantau gerak-gerik benda luar angkasa, NASA menugaskan divisi Jet Propulsion Laboratory Near Object Program melihat seberapa besar ancaman potensi asteroid ke Bumi berdasarkan sistem monitoring sentry. Diungkap lebih lanjut, jaringan radio teleskop di seluruh Amerika Serikat dan inframerah teleskop luar angkasa NEOWISE juga turut serta membantu pelacakan dan pengamatan benda asing tersebut.

“Pembentukan fasilitas ini sesuai dengan komitmen NASA untuk menjunjung kepemimpinan nasional dan internasional dalam upaya mendeteksi dampak bahaya alam,” tutur Lindley Johnson, Planetary Defense Officer NASA.

Jika benar ada ancaman benda asing yang berada di dekat Bumi, Planetary Defense Coordination Office akan melaporkan ke Federal Emergency Management Agency untuk melakukan tindakan darurat. Setelah asteroid atau benda lain selesai dideteksi NASA, Badan Antariksa tersebut akan memperkirakan presisi orbit objek itu untuk segera ditangani.

Baca Juga :
Dengan Tato ini kamu bisa mengendalikan smartphone-mu
Cukup dengan memindai wajahmu, penyakit langka ini bisa langsung diketahui
Mobil-mobil ini Bak Jet Darat Yang Siap Merobek Aspal Jalanan

Facebook Comment

similar posts

+ VIDEO PILIHAN MORE >