Kamu Harus Tahu! Ini Lho Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

Dibuat oleh blogunik

Pernah mendengar tentang suku Baduy? Kalau kalian orang Banten, pastinya sudah nggak asing dengan suku yang ada di Indonesia satu ini. Suku Baduy sendiri merupakan salah satu suku dengan etnis Sunda yang hidup di alam pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Suku satu ini masih memegang dan menjaga penuh kemurnian adat istiadat, tradisi, serta kearifan lokalnya. Suku ini hidup berdampingan dan bergantung pada alam sekitar. Hidup di pedalaman, suku satu ini jauh dari yang namanya listrik maupun teknologi. Suku yang ada di Lebak Banten ini bahkan tak mengenal baca tulis karena masih menjunjung tinggi yang namanya adat istiadat.

Bahasa yang digunakan dari Suku Baduy adalah bahasa Sunda dialek Banten. Namun untuk berkomunikasi dengan penduduk luar, mereka lancar menggunakan bahasa Indonesia walapun tidak mendapatkan pengetahuan dari bangku pendidikan.

Umumnya, mata pencaharian dari suku ini adalah bertani dan berladang. Kopi, padi-padian dan umbi-umbian adalah komoditas yang paling sering ditanam oleh masyarakat Baduy. Untuk menjaga kelestarian alam, masyarakat suku Baduy juga membangun segala kebutuhan seperti rumah, jembatan, dan sebagainya dengan bantuan alam, memanfaatkan alam, dan untuk alam, serta memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papannya sendiri dengan menenun atau bercocok tanam.

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via tangerangonline.id

Suku Baduy sendiri terbagi menjadi dua golongan, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Keduanya mempunyai ciri yang berbeda-beda namun masih dalam lingkup yang sama. Hal paling mendasar yang membedakan dua golongan suku Baduy ini adalah kebiasaan mereka dalam menjalankan aturan adat saat pelaksanaannya.

Nah untuk menambah ilmu dan wawasan kita, berikut perbedaan antara suku Baduy Dalam dan Baduy Luar yang harus kamu ketahui!

Adat Istiadat

Perbedaan mendasar dari Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar terletak pada tata cara mereka dalam menjalankan aturan adat atau yang dikenal Pikukuh. Baduy Dalam dikenal masih memegang teguh aturan adat dan menjalankan dengan baik. Sedangkan Suku Baduy Luar sudah terpengaruh pola hidup masyarakat Modern jaman sekarang. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar jika dilihat dari adat istiadat mereka.

Suku Baduy Dalam tidak tersentuh teknologi dan transportasi

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via travel.kompas.com

Suku Baduy Dalam masih menjalankan aturan adat istiadat dengan kukuh. Ini bisa dilihat dari keseharian mereka yang kemana-mana selalu berjalan kaki dan tanpa menggunakan alas kaki. Mereka bahkan berjalan kaki tanpa alas kaki hingga ratusan kilometer dari kediamannya menuju tempat lokasi Seba Baduy. Seba Baduy sendiri merupakan sebuah perayaan adat yang dilaksanakan sekali dalam setiap tahun dan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Baduy atas hasil panen yang telah mereka tuai dan keinginan untuk berbagi dengan sesama.

Selain tidak mengenal transportasi, Suku Baduy Dalam juga tidak mengenal teknologi. Mereka hidup tanpa listrik dan tidak menggunakan alat komunikasi seperti handphone. Masyarakat Suku Baduy Dalam juga tidak merokok. Untuk kebutuhan makan, Suku Baduy Dalam hanya memanfaatkan hasil tani dan perkebunan saja.

Suku Baduy Luar sudah mengenal teknologi dan transportasi

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via travelerien.com

Berbeda dengan Suku Baduy Dalam yang masih sangat tradisional dan memegang teguh adat istiadat, Suku Baduy Luar sedikit banyaknya telah terpengaruh oleh budaya luar yang modern. Mereka merokok dan sudah mengenal sabun untuk kelengkapan mandi. Mereka juga diperkenankan untuk menggunakan alat komunikasi seperti HP dan alat elektronik lainnya oleh ketua adat yang disebut Jaro untuk menopang aktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Walaupun sama-sama tidak memakai alas kaki, namun Suku Baduy Luar sudah mengenal alat transportasi. Untuk pergi ke perayaan Seba Baduy, Baduy Luar mengguna transportasi yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda), yaitu sebuah bus.

Selain itu, Baduy Luar juga menerima tamu yang berasal dari luar Indonesia, mereka diperbolehkan mengunjungi hingga menginap di salah satu rumah warga Baduy Luar. Suku Baduy Luar juga sangat lancar dalam menggunakan Bahasa Indonesia dan tidak ragu berkomunikasi dengan pengunjung.

Meski hidup lebih modern, namun Suku Baduy Luar dengan pikukuh yang masih teguh melarang menggunakan Handphone dan elektronik lainnya.

Cara Berpakaian

Cara membedakan Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar selanjutnya adalah dengan melihat penampilan mereka. Secara penampilan, Suku Baduy Dalam memakai baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan, Suku Baduy Luar memakai pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini!

Suku Baduy Dalam Menggunakan Pakaian Serba Putih

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via twitter.com/abouttng

Secara penampilan, Suku Baduy Dalam menggunakan baju dan ikat kepala serba putih dan bawahan berwarna biru dongker atau biru kehitaman.

Masyarakat Suku Baduy Dalam memiliki ciri khas yakni menggunakan pakaian lengan panjang berwarna putih polos. Pakaian ini biasa disebut dengan “jamang sangsang” karena cara memakainya hanya disangsangkan atau diletakkan di badan saja.

Pakaian khas Suku Baduy Dalam ini memiliki potongan yang sederhana seperti kerah V-neck, tanpa kancing dan juga tidak memiliki kantong.

Uniknya, pakaian “jamang sangsang” ini hanya boleh dijahit dengan tangan dan tidak boleh menggunakan bantuan mesin jahit. Bahan dasarnya sendiri harus terbuat dari benang kapas asli yang ditenun.

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via jagawana.com

Untuk bawahan, orang-orang Suku Baduy Dalam, menggunakan kain berwarna biru dongker atau biru kehitaman. Cara menggunakan kain ini, hanya dililitkan pada bagian pinggang saja seperti menggunakan sarung. Agar tidak melorot, orang-orang Suku Baduy Dalam biasanya mengikat sarung mereka dengan seutas tali yang terbuat dari kain berwarna putih.

Dan yang paling penting untuk mengenali identitas para Suku Baduy Dalam adalah penggunaan ikat kepala berwarna putih untuk para lelaki. Ikat kepala ini berfungsi sebagai penutup rambut mereka yang panjang. Masyarakat Baduy Dalam meyakini bahwa dengan menggunakan pakaian yang serba putih polos dapat mengandung makna suci bersih.

Mereka juga kerap membawa tas dengan kain putih yang berfungsi untuk membawa segala kebutuhan yang mungkin mereka perlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Suku Baduy Luar Menggunakan Pakaian Serba Hitam

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via travel.wego.com

Berbeda dengan Suku Baduy Dalam, pakaian Suku Baduy Luar justru berwarna serba hitam atau biru dongker. Busana yang mereka pakai ini dikenal dengan sebutan “Baju Kampret”. Dinamai demikian lantaran baju yang didominasi warna hitam, mirip dengan kulit kampret atau kelelawar yang juga memiliki warna kulit gelap.

Meski sama-sama terbuat dari benang kapas murni, namun ada banyak perbedaan antara pakaian Baduay Dalam dan Baduy Luar. Tak hanya berbeda dari segi warna, desain pakaian Suku Baduy Luar juga berbeda dengan Suku Baduy Dalam. Pakaian Suku Baduy Luar terlihat lebih modern dengan kancing tengah dan memiliki kantong, bahkan tak sedikit yang mulai menggunakan corak pada baju mereka. Mereka juga memiliki identitas sendiri dengan menggunakan ikat kepala berwarna hitam atau biru dongker. Busana Baduy Luar menunjukkan bahwa kehidupan mereka sudah terpengaruh oleh budaya modern.

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via cnnindonesia.com

Aturan menggunakan busana ini sangat penting bagi para lelaki baik Suku Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Busana ini wajib mereka gunakan apabila hendak beraktivitas. Tidak hanya itu, mereka pun diwajibkan untuk selalu membawa senjata berupa golok yang diselipkan di balik pinggang, serta dilengkapi dengan tas kain atau yang biasa disebut dengan tas koja.

Jumlah Penduduk

Perbedaan Antara Suku Baduy Dalam Dan Baduy Luar

photo via khatulistiwa.info

Dilihat dari jumlah penduduknya, Suku Baduy Dalam yang bermukim di pedalaman hutan, hanya berpenduduk ratusan jiwa serta tersebar di tiga daerah, yaitu kampong Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Sementara, masyarakat Suku Baduy Luar memiliki kelompok yang lebih besar berjumlah ribuan orang dan menempati puluhan kampung di bagian utara Kanekes seperti daerah Kaduketuk, Cikaju, Gajeboh, Kadukolot, Cisagu, dan lain-lain.

Nah itu dia perbedaan antara Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Buat kamu yang ingin mengenal lebih jauh tentang Suku Baduy, kamu bisa mengunjungi kampung wisata suku Baduy yang terletak di Desa Cibeo, Kabupaten Lebak. Di sana kamu akan dapat menikmati alam pegunungan yang masih asri serta mengenal lebih jauh budaya suku Baduy yang terlihat masih sangat tradisional.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *