Berita Buruk! Akibat Sengketa Dagang Cina – AS, Google Hentikan Kerjasama Dan Huawei Terancam Tanpa Android

4 bulan lalu

Ketegangan pasar dagang antara Amerika Serikat dan China tak kunjung meredam. Bahkan diperparah dengan adanya nama-nama perusahaan asal China yang masuk dalam daftar hitam Departemen Perdagangan AS. Daftar hitam yang dikeluarkan Departemen Perdagangan Amerika Serikat ini berisi berbagai nama perusahaan yang tidak lagi bisa membeli teknologi dari perusahaan Amerika Serikat tanpa persetujuan pemerintah.

Salah satu perusahan tersebut adalah Huawei. Seperti yang kita tahu Huawei adalah salah satu vendor smartphone yang produknya cukup digemari oleh publik termasuk di Indonesia. Huawei ini belakangan ini dituduh menjadi mata-mata dari pemerintah China, maka dari Itu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memblacklist Huawei sebagai brand yang terlarang dalam urusan perdagangan.

Setelah kabar masuknya Huawei dalam daftar hitamnya Pemerintah Amerika Serikat, Google lantas mengambil tindakan dengan mencabut lisensi kerjasama Android dengan Huawei. Dengan langkah yang diambil Google tersebut, ponsel Huawei bisa kehilangan akses untuk update software dan keamanan yang dirilis langsung oleh Google untuk Android di masa depan. Hal tersebut merupakan sebuah kerugian besar, mengingat Huawei masih menggunakan sistem operasi Android yang disandingkan dengan antarmuka EMUI miliknya.

photo via : www.investing.com

Meskipun terdapat pemutusan lisensi, tapi buat kamu yang menggunakan smartphone Huawei masih sedikit bisa tenang karena smartphone Huawei yang telah kalian miliki masih dapat kalian gunakan. Smartphone Huawei masih dapat menggunakan Android berbasis open source Android Open Source Project (AOSP) yang tersedia secara gratis dan dapat dipakai oleh siapapun. Hanya saja beberapa perangkat yang sebelumnya telah terdaftar sebagai ponsel yang mengikuti program Android Q kemungkinan tidak akan mendapatkan pembaruan terbarunya.

Namun untuk smartphone Huawei keluaran berikutnya tidak akan bisa mengakses dukungan teknis seperti pembaruan Android ke versi terbarunya. Selain itu Smartphone Huawei terbaru juga akan kehilangan akses ke aplikasi Google seperti YouTube, Gmail dan Play Store.

Untuk Huawei, dampak dari hal ini mungkin tidak akan terlalu dirasakan di pasar China karena aplikasi milik Google memang diblokir di negeri Tirai Bambu tersebut. Tapi hal itu berpotensi memberi imbas besar buat pengguna smartphone Huawei di negara-negara Asia lainnya dan juga Eropa.

photo via : youtube.com (Joe Ritter)

Mengikuti jejak Google, sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat lainnya juga akan membatasi sejumlah layanannya ke Huawei. Nama-nama perusahaan yang mengikuti jejak Google tersebut yakni Intel, Qualcomm, dan Broadcom.

Berdasarkan keterangan dari sebuah sumber yang dikutip dari detikINET, para karyawan di sejumlah produsen chip asal Negeri Paman Sam telah diinformasikan bahwa perusahaan mereka akan membekukan kesepakatan pasokan mereka ke Huawei.

Ini tentu menjadi pukulan telak bagi Huawei. Pasalnya, peran para produsen chip itu sangat krusial bagi vendor asal China tersebut. Intel misalnya. Mereka merupakan pemasok chip untuk server serta prosesor bagi laptop Huawei. Qualcomm juga sama pentingnya. Mereka adalah pemasok modem dan prosesor untuk sejumlah ponsel Huawei.

photo via : asia.nikkei.com

Meskipun demikian, untungnya Huawei sudah memproduksi prosesor dan modemnya sendiri. Soal prosesor, melalui anak perusahaannya HiSilicon, Huawei sudah memiliki Kirin, dengan versi terbarunya adalah Kirin 980 seperti yang dipakai oleh P30 Pro. Sedangkan pada modem, mereka telah mempunyai Balong 5000 yang sudah mendukung teknologi 5G.

Sementara itu, Ren Zhengfei selaku pendiri Huawei mengaku tindakan Amerika Serikat hanya berdampak kecil pada bisnis perusahaannya. Nah bagaimana menurut kalian guys?

Baca Juga