Tips Dan Trik Ampuh Melamar Pekerjaan Agar Diterima

5 bulan lalu

Dijaman sekarang ini, mendapat pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Jika bisa dibilang, mendapat pekerjaan yang baik dan cocok kriteria kamu bagaikan mencari pacar, susah-susah gampang. Namun untuk menyiasatinya, ada berbagai tips yang bisa kamu gunakan untuk mempermudah kamu mencari pekerjaan dan juga bisa diterima dengan mudah. Nah apa saja tips dan trik ampuhnya? berikut ulasannya.

1. Lakukan riset tentang perusahaan yang kamu lamar

Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam melamar pekerjaan adalah tempat atau perusahaan dimana kamu ingin melamar pekerjaan. Jangan asal kirim lamaran sebelum kamu mengetahui perusahaan tersebut sesuai dengan minat dan kemampuan kamu atau tidak. Lakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan tersebut. Setidaknya kamu mengetahui apa yang dikerjakan kantor tersebut dan latar belakangnya. Hal ini sangat penting dilakukan, sebab menurut penelitian, 47% manajer akan mengeliminasi pelamar yang tidak punya banyak pengetahuan mengenai perusahaannya.

2. Persiapkan Pertanyaan

Berilah kesan yang baik saat wawancara dengan persiapkan diri dengan matang, salah satunya adalah menyiapkan beberapa pertanyaan. Tidak perlu pertanyaan yang sulit, namun jangan juga pertanyaan yang terlalu dasar. Sebagai contohnya, kamu bisa mengajukan pertanyaan mengennai ekspektasi manajer terhadap kamu, jika diterima di perusahaan tersebut. Selain itu, selalu perhatikan tata bahasa agar selalu sopan. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

3. Perbarui Resume

Sebagai generasi milenial, tunjukan kalau kamu gak ketinggalan jaman walaupun dalam pembuatan Resume. Usahakan melamar pekerjaan dengan resume yang sangat menarik dan perbarui resume lama kamu dengan yang baru dan yang lebih menarik. Sebelum mengirim lamaran, kamu bisa mencari terlebih dahulu refrensi surat lamaran dan CV yang sedang disukai oleh perekrut saat ini, dan kemudian cobalah kamu tiru. Kemudian pastikan jika dokumen tersebut singkat, informatif, namun berkesan. Berdasarkan riset, CV yang tidak bagus hanya mendapat 25% kesempatan untuk dipanggil interview.

4. Perhatikan bahasa tubuh dan perilaku

Saat ada panggilan wawancara, hal yang harus kamu perhatikan adalah menjaga bahasa tubuh dan perilaku yang baik dan sopan. Karena kesan pertama, akan dinilai perekrut atau manajer dari penampilan dan gerak-gerik. Agar cepat diterima kerja, pastikan kalau kamu tidak terlihat minder dan juga kurang kompeten. Jangan juga terlihat terlalu kaku. Kamu harus memerhatikan segala tingkah lakumu saat wawancara, sekecil apa pun tindakannya, seperti berbicara di telepon dengan perekrut, bagaimana saat kamu pertama kali datang menginjakkan kaki di kantor yang kamu lamar, hingga cara berjabat tangan dengan pewawancara. Hal-hal sederhana yang kelihatan tidak terlalu penting ternyata sangat penting dan bisa menambah atau mengurangi poinmu di hadapan pewawancara. Hindari pula menyilangkan tangan atau membungkuk dan perbanyaklah senyum, agak memajukan tubuh ke arah pewawancara, dan mengangguklah tiga kali.

photo via : www.independent.co.uk

5. Berbusana Baik

Selain tingkah laku, busana dan riasan yang kamu pakai untuk interview juga harus diperhatikan. Sebab penampilan merupakan komunikasi pertama yang kamu sampaikan sebelum kamu berbicara. Untuk itu, pastikan busana atau outfit kamu tetap sopan. Salah kostum atau tidak rapi akan menjatuhkan nilaimu di mata pewawancara hanya dalam beberapa detik saja. Pakailah busana yang pada umumnya digunakan untuk melamar pekerjaan, yaitu atasan berkerah dengan warna putih dan bawahan berwarna hitam. Karena kedua warna itu sangat netral dan cocok untuk melamar pekerjaan di perusahaan apapun. Untuk wanita, penting untuk mengaplikasikan makeup namun hindari yang terlalu berlebihan.

6. Belajar Negosiasi Gaji

Nah biasanya saat wawancara, perekrut akan menanyai mengenai kisaran gaji yang kamu inginkan. Karenanya, penting untuk kamu mengetahui harga kemampuan kamu sebenarnya. Sesuaikan dengan kemampuan, pengalaman kerja serta pendidikan kamu. Dan yang paling penting adalah sesuaikan dengan standar UMR di kota perusahaan kamu. Kemudian taruh gaji yang diinginkan di awal jangkauan penghasilan yang diinginkan. Misalnya jika kamu ingin gaji Rp. 3 juta, lontarkan jika kamu ingin gaji Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

photo via : http://www.escuelamanagement.eu

7. Tetap Berusaha dan Banyak Berdoa

Dalam melamar pekerjaan, berbagai kemungkinan  bisa saja terjadi. Bisa dengan mudah diterima, dan bisa saja ditolak, dan bisa juga surat lamaran kamu tak ditanggapi. Untuk itu, kamu harus selalu berdoa untuk hasil yang terbaik. Dan juga jangan mudah menyerah. Jika lamaran kamu di perusahaan A ditolak, kamu bisa melamar ke perusahaan B. Pokoknya tetap berusaha dan jangan mudah menyerah. Dan pastikan kamu selalu berdoa pada Tuhan untuk kemungkinan yang terbaik.


Cara membuat CV yang baik dan Menarik

Nah selain poin-poin penting diatas, ada beberapa hal lain yang juga harus kamu perhatikan seperti membuat Curriculum Vitae atau CV yang menarik. Namun, perlu diingatkan bahwa perusahaan lebih mempertimbangkan isi CV yang bagus dan menarik dibanding dengan yang lainnya. Buatlah CV dengan tampilan yang professional. Berikut poin-poin yang perlu diperhatikan dalam membuat cv agar diterima kerja dengan mudah.

1. Biodata

Isi biodata kamu dengan benar. Mulai dari nama, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap tempat tinggal, nomor telepon dan email, hingga status kewarganegaraan dan pribadi.

2. Pendidikan

Jangan hanya mencantumkan pendidikan formal dari SD hingga kuliah saja, tapi cantumkan juga pendidikan non-formal yang pernah kamu ikuti. Misal ekstrakulikuler, organisasi, seminar atau pelatihan lainnya.

3. Prestasi

Kebanyakan orang akan mengisi bagian ini dengan semua prestasi yang pernah diraih, seperti lomba mewarnai, menyanyi atau sebagainya. Sebaiknya cantumkan prestasi yang relevan atau yang berhubungan dengan bidang kamu pada saat kuliah. Tentunya hal itu akan menjadi nilai tambah kamu saat melamar pekerjaan.

4. Pengalaman

Walau belum memiliki pengalaman kerja, kamu tak perlu khawatir. Kamu bisa mencantumkan pengalaman saat magang. Berikan deskripsi singkat dalam bentuk paragraf yang menjelaskan peran kamu saat magang, seperti kegiatan apa saja yang dilakukan, atau tugas-tugas yang kamu kerjakan.

5. Keahlian

Isilah keahlian yang kamu miliki tentunya yang sangat menunjang bakat dan minat kamu. Misal, jika bakat kamu adalah fotografi maka keahlian yang utama adalah dapat mengoperasikan kamera, edit foto via software A, B dan C. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

6. Lampiran

Siapkan beberapa dokumen penting yang sudah di foto kopi untuk menunjang kelengkapan CV, seperti KTP, ijazah, transkip nilai, sertifikat atau piagam penghargaan, hingga portofolio yang berhubungan antara bidang kamu dengan posisi yang dilamar. Misalnya, kalau kamu lulusan jurnalistik, maka portofolio yang bisa kamu lampirkan adalah sebuah artikel atau berita yang pernah ditulis. Selain itu, jangan lupa untuk lampirkan pas foto terbaru kamu dengan ukuran yang sudah ditentukan.


Melamar pekerjaan melalui email yang baik dan benar

Selain itu, ada juga perusahaan yang memanfaatkan email untuk menyeleksi para pelamar pekerjaan. Penggunakan email memang lebih memudahkan kedua belah pihak. Namun ada juga beberapa poin yang harus kamu perhatikan saat mengirim lamaran melalui email. Nah berikut beberapa poin yang harus kamu perhatikan.

1. Alamat email yang profesional

Pastikan alamat email kamu tidak alay atau tidak profesional seperti [email protected] dan sebagainya. Sebab jika alamat email kamu alay seperti itu, jangan harap kalau pesan kamu akan dibuka oleh perusahaan. Buatlah e-mail baru yang professional dengan menggunakan nama asli kamu dan gunakan penyedia email yang umum digunakan.

2. Penulisan Subjek yang Benar

Biasanya perusahaan akan menentukan format subjek sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. Namun, kalau tidak ada ketentuan subjek, kamu hanya perlu tulis dengan jelas dan benar, seperti posisi yang dilamar dan nama lengkap. Misalnya, Graphic Designer – Andre Taulani.

3. Isi Cover Letter dengan Baik

Isilah body e-mail dengan cover letter yang baik dan benar. Tujuannya untuk memberikan kesan pertama kepada perusahaan dengan perkenalan diri serta menjelaskasn mengenai prestasi atau pengalaman kita.

4. Lampiran File pada E-mail

Jangan bosen untuk mengecek kembali nama pada file yang kamu lampirkan. Sebaiknya gunakan nama file yang bagus dan sesuai. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

Baca Juga