Viral! Seorang Remaja Dijual Saat Bayi, Ditolak Orang Tua Kandung Hingga Berakhir Bunuh Diri

Dibuat oleh blogunik

BlogUnik.com – Tak bisa terbayangkan bagaimana rasa sakit seorang anak yang ditolak oleh orang tua kandungnya sendiri. Meski sebagian anak mampu tumbuh dengan baik dan melupakan kelakukan buruk orang tua kandung mereka, namun tak jarang dari mereka justru terperangkap dalam kesedihan hingga memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Seperti yang dialami oleh seorang pemuda asal China bernama Liu Xuezhou ini. Namanya belakangan menjadi perbincangan hangat masyarakat dan media China lantaran ditemukan meninggal karena bunuh diri pada Senin pagi 24 Januari 2022.

Alasan yang membuat Liu memilih untuk bunuh diripun mengundang simpati publik. Dikutip dari BBC.com, pemuda 17 tahun tersebut diduga bunuh diri karena tidak tahan dengan hate comment yang diterimanya di media sosial, terkait dengan masalah yang melibatkannya dengan orang tua kandungnya. Banyak warganet China yang menuduh Liu hanya memeras harta orang tuanya saja dan menjadikan kisahnya untuk meraih simpati masyarakat.

Padahal yang terjadi tidaklah seperti itu. Masih dikutip dari BBC.com, sebelum Liu Xuezhou ditemukan meninggal karena bunuh diri, nama pemuda 17 tahun ini memang sempat viral lantaran mengunggah video meminta bantuan untuk menemukan keluarga kandungnya.

Menurut informasi dari beberapa media massa, Liu saat  kecil telah dijual orang tua kandungnya pada tahun 2005 dan sejak saat itu dia harus tinggal bersama keluarga angkatnya.

Namun sayangnya, orang tua angkat yang selama ini membesarkannya, meninggal dalam kecelakaan. Hal tersebut membuat Liu menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan kakek-nenek dan kerabat lainnya dari orang tua angkatnya.

Suatu ketika, Liu meminta bantuan kepada warganet untuk menemukan keluarga kandungnya. Dan tak berapa lama, Liu pun akhirnya berhasil melacak keberadaan orang tua kandungnya pada Desember 2021 lalu.

Photo via nypost.com

Namun ia menemukan fakta bahwa kedua orang tuanya telah bercerai dan masing-masing dari mereka sudah menikah lagi. Meski begitu, pada postingan media sosialnya, Liu mengaku bahwa pertemuan pertamanya dengan orang tua kandungnya berjalan dengan baik. Semua merasa bahagia, namun kebahagiaan tersebut seketika berubah saat Liu meminta bantuan keuangan pada kedua orang tua kandungnya.

Liu mengaku sempat bertanya kepada orang tuanya apakah dirinya bisa tinggal bersama mereka, atau bersedia membelikan atau menyewakan rumah untuknya. Pasalnya, diusianya yang baru menginjak 17 tahun, Liu belum mampu menghasilkan uang yang cukup untuk sekedar menyewa atau bahkan membeli rumah sendiri.

Photo via nypost.com

Namun bukannya mendapat respon yang baik dari kedua orang tuanya, Liu justru mengaku kalau kedua orang tuanya memutuskan hubungan dengannya. Bahkan ibu kandungnya malah memblokir kontaknya di platform pesan singkat WeChat.

Namun di lain pihak, kedua orang tua kandungnya, justru membantah apa yang dituduhkan Liu kepada mereka. Ibu Liu justru balik menuduh Liu dengan mengatakan bahwa  Liu memaksanya untuk membelikannya rumah, yang tidak mampu dia beli.

Lebih lanjut, Liu sempat berniat menggugat orang tua kandungnya karena telah menelantarkannya. Dalam unggahan di Weibo pribadinya, Liu berkata ingin melihat orang tua kandungnya di pengadilan.

Kisah remaja 17 tahun itupun viral dan menjadi perhatian nasional. Sayangnya sejak saat itu, Liu  kerap menerima cyberbullying. Beberapa warganet menuduhnya hanya menginginkan rumah dari orang tuanya dan hanya berusaha menarik simpati masyarakat.

Di hari kematiannya, Liu sempat mengunggah esai panjang di Weibo yang berisi tentang kisah hidupnya yang telah dua kali ditinggalkan oleh orang tua kandungnya hingga dirinya berakhir menjadi korban cyberbullying.

“Saya berusaha bertahan setelah disebut dengan banyak nama,” tulisnya dalam unggahan terakhirnya.

Tak hanya itu, di baris terakhir tulisannya, Liu juga mengatakan kalau dirinya ingin mengakhiri kehidupannya.

Sontak saja unggahan tersebut memicu kepanikan warganet. Banyak yang menuliskan komentar agar Liu tidak gegabah dan memilih untuk bunuh diri. Para warganet juga meminta orang-orang di sekitar Liu untuk segera menemukannya.

Namun tragisnya, tak berselang lama setelah tulisan tersebut diunggah, Liu justru telah ditemukan meninggal akibat bunuh diri. Hal tersebut dikonfirmasi oleh bibinya melalui media lokal. Bibi Liu mengatakan jika Liu ditemukan beberapa jam setelah catatan itu diunggah.

Meski nasi sudah menjadi bubur, namun akun Weibo, milik Liu sejak saat itu dibanjiri komentar bernada simpati. Banyak yang mengecam orang-orang yang merundungnya di media sosial. Ada juga warganet yang berharap Liu akan menemukan keluarga yang baik di kehidupan selanjutnya.

“Penindasan dunia maya yang dia alami terlalu berat untuk ditanggung orang dewasa, apalagi anak-anak,” komentar seorang warganet

“Saya harap di kehidupanmu selanjutnya, kamu menemukan orang tua yang melindungi, saudara-saudara yang mencintaimu dan menjalani hidup tanpa kekhawatiran,” sambung warganet lainnya.

Wah bagaimana menurut kalian guys? Dari kisah hidup Liu Xuezhou ini kita bisa memetik pelajaran bahwa apa yang kita ketik di media sosial itu sangat berpengaruh pada mental seseorang. Jadi bijaklah dalam berkomentar. Jika tidak ada hal baik yang ingin kalian katakan lebih baik diam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.