Apa Itu Virtual Relationship, Resikonya Serta Perbedaan Dengan LDR

Dibuat oleh blogunik

BlogUnik.com – Buat anak-anak muda zaman sekarang, Virtual Relationship mungkin sudah nggak asing di telinga kalian. Istilah Virtual Relationship alias hubungan virtual ini ngetrend semenjak pandemi Covid-19 melanda.

Seperti yang kita tahu, semenjak pandemi Covid-19 melanda, banyak hal yang kita lakukan secara virtual atau secara online. Mulai dari bekerja, belajar, meeting, bahkan menjalin hubunganpun kini bisa dilakukan secara online. Menjalin hubungan secara online inilah yang disebut dengan Virtual Relationship.

Dengan memulai Virtual Relationship tentu kita tidak perlu repot kemana-mana, dan membahayakan diri untuk keluar rumah. Karena dengan teknologi yang ada, kita bisa menggunakan beragam aplikasi sebagai media untuk melakukan Virtual Relationship. Mulai dari WhatsApp, Line, Instagram, Facebook, TikTok, Tinder dll.

Nggak heran jika banyak anak-anak muda yang memilih untuk melakukan Virtual Relationship untuk mengisi waktu luang mereka dan mencari hiburan di masa pandemi seperti sekarang ini, yang mana kondisi pandemi membuat kita lebih baik berada di rumah daripada keluar rumah dan bertemu dengan banyak orang.

Lantas apa sih sebenarnya Virtual Relationship tersebut? Apakah Virtual Relationship itu aman dilakukan secara terus menerus dan adakah perbedaan antara Virtual Relationship dengan LDR? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasan mengenai Virtual Relationship berikut ini!

Apa Itu Virtual Relationship?

Apa Itu Virtual Relationship?

photo via livecub.com

Buat kamu yang masih bingung, Virtual Relationship alias hubungan virtual ini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan yang terjalin di antara ke dua belah pihak atau lebih melalui media komunikasi internet alias secara online tanpa pernah bertemu secara langsung sekalipun. Entah itu, jalinan kekasih, teman, sahabat, rekan kerja dll.

Meski begitu, belakangan ini istilah hubungan virtual lebih banyak diartikan sebagai hubungan pacaran via media maya atau hubungan antara pria dan wanita yang terjalin secara virtual (online) tanpa adanya pertemuan sebelumnya.

Dalam hubungan virtual ini, kita bertemu, berkenalan dan berbincang hanya melalui platform digital seperti WhatsApp, Twitter, Instagram, Facebook bahkan aplikasi dating. Berkomunikasipun hanya dengan telpon, chat, dan video call. Tidak ada gandengan tangan, pelukan, tatapan mata secara langsung dan aktivitas lain yang umumnya dilakukan oleh pasangan kekasih didunia nyata.

Resiko Menjalani Virtual Relationship

Resiko Menjalani Virtual Relationship

photo via pexels.com

Virtual Relationship memang mampu menghapus jarak pada mereka yang ingin menjalin sebuah hubungan meski hidup di beda negara. Namun, disisi lain banyak kontra tentang hubungan via online satu ini. Seperti yang kita tahu, Virtual Relationship ini merupakan hubungan yang terjalin tanpa pernah bertemu secara langsung sekalipun. Semua percakapan dan aktivitas dilakukan secara online. Tentu ada banyak resiko yang mengancam mereka yang melakukan hubungan virtual ini.

Untuk itu, penting untuk dipahami, berikut beberapa resiko menjalani Virtual Relationship!

1. Rentan penipuan

Akibat tidak pernah bertemu dan hanya melakukan perkenalan hingga menjalin hubungan romantis secara virtual saja, resiko terbesarnya apalagi kalau bukan rentan terkena penipuan.

Bahkan penipuan karena secara online ini sudah sangat sering terjadi pada orang-orang yang menggunakan media sosial hingga datting app sebagai tempat menjalin hubungan romantis mereka.

Ada yang menjadi korban penipuan secara materi, bahkan ada juga penipuan yang berujung maut, dimana semuanya diawali dengan pertemuan secara online.

Memang tidak semua orang yang kita kenal melalui media sosial ataupun dating app adalah penipu dan orang jahat, tapi bagaimana bisa kamu mengetahui kalau mereka orang baik atau jahat jika kamu tidak pernah bertemu dengan dia sebelumnya? Bahkan kamu tidak tahu apakah dia menggunakan identitas aslinya atau menggunakan identitas orang lain saat menjalin hubungan denganmu.

Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan menjalin hubungan secara serius dengan orang yang kamu temui di dunia maya, lebih baik ajak ia bertemu dulu agar kamu bisa mengenalnya lebih jauh.

2. Sulit memperoleh hubungan serius

Menjalin hubungan serius dengan orang yang nyata-nyata ada disisi kamu saja sulit apalagi menjalin hubungan serius dengan orang yang hanya kamu temui di dunia maya? Tentu kemungkinannya sangat kecil.

Meskipun ada banyak orang yang benar-benar menemukan jodoh mereka secara online melalui datting app ataupun media sosial, namun ketahuilah bahwa hubungan serius mereka pasti diawali dengan pertemuan secara langsung terlebih dahulu dan diikuti dengan perkenalan yang lebih mendalam.

Tapi, kalau kamu hanya menjalin hubungan secara virtual tanpa adanya pertemuan, alih-alih menikah, hubungan yang kalian jalin justru terasa abu-abu. Tidak ada kejelasan sama sekali, apalagi orang yang kamu ajak menjalani Virtual Relationship tidak terlihat serius dengan hubungan kalian. Sampai akhirnya kamu akan merasa kalau menjalin hubungan virtual hanya akan membuang-buang waktumu saja dan menutup peluang untuk bisa bertemu dengan jodoh yang serius.

3. Mudah di ghosting

Salah satu resiko menjalani hubungan virtual yang harus kalian waspadai adalah di ghosting. Seperti yang kita tahu ghosting sendiri adalah sebuah tindakan yang mengacu pada pihak yang meninggalkan pasangan atau teman dekatnya secara tiba-tiba tanpa ada penjelasan.

Didunia nyata saja ghosting sangat sering dan mudah dilakukan apalagi didunia virtual. Tentu akan sangat mudah bagi orang-orang menghilang dari sebuah hubungan virtual apalagi dia menggunakan identitas samaran selama berhubungan via online dengan kamu.

4. Sulit membedakan mana kehidupan nyata dan mana kehidupan virtual

Nah ini nih yang menjadi salah satu resiko terburuk dari menjalani virtual relationship. Dimana kamu lama kelamaan akan sulit membedakan mana kehidupan nyata dan mana kehidupan virtual. Sadar atau tidak, kamu akan mendoktrin diri sendiri untuk menjadikan pacar virtualmu ini seolah seperti pacar di dunia nyata. Kamupun bertingkah seolah pacar virtual kamu berada didunia nyata yang bisa kamu genggam tanggannya dan peluk tubuhnya.

Bahkan parahnya, ketika ada seseorang dari dunia nyata ingin mendekatimu dengan lebih serius, kamu justru menolaknya demi pacar virtual yang keberadaannyapun belum jelas dimana.

Tanpa kamu sadari, kamu telah terperangkap kedalam bahaya virtual relationship dan menciptakan tembok pemisah antara realitas dan dunia maya. Hal ini membuat kamu menjadi susah berpikir dengan akal sehat karena telah menganggap sesuatu yang terjadi di dunia maya sama dengan didunia nyata.

5. Resiko untuk diselingkuhi sangat tinggi

Mereka yang menjalani hubungan asmara didunia nyatapun sering mengalami konflik karena adanya perselingkungan. Apalagi kalian yang berpacaran hanya via online? Justru peluang untuk berselingkuh dan diselingkuhi selama menjalahi hubungan virtual lebih tinggi dibanding kalian yang menjalani hubungan didunia nyata.

Ini karena kamu yang menjalani hubungan virtual ini tak hanya dipisahkan oleh jarak, namun kalian juga tidak pernah bertemu secara langsung. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kamu tidak mengetahui identitas asli pacar virtual kamu, siapa nama aslinya, dimana rumahnya, siapa orang tua dan saudaranya. Sehingga nggak heran jika resiko diselingkuhi sangat besar ketika menjalani hubungan virtual.

6. Hubungan yang terjalin didasarkan dengan imajinasi kita sendiri

Hati-hati buat kamu yang menjalani virtual relationship dengan seseorang. Pasalnya, besar kemungkinan kamu hanya mencintai imajinasi yang kamu buat untuk menggambarkan sosok pacar virtual kamu.

Seperti yang kita tahu, menjalani virtual relationship membuat kamu dan orang tersebut tidak pernah bertemu secara nyata. Semuanya kalian lakukan secara online. Sehingga kamu jadi tidak mengetahui bagaimana penampilan, sikap dan perilakunya yang sebenarnya.

Ini membuat kamu membayangkan bentuk fisiknya seperti keinginan kamu. Meski kamu dan dia pernah saling bertukar foto, ataupun melakukan video call, tapi kamu tidak tahu berapa tinggi badan pacar kamu, berapa berat badannya, bagaimana wangi tubuhnya, bahkan bagaimana wajah aslinya ketika dilihat secara nyata.

Semua yang kamu lihat ada di balik kamera, bahkan kamu tidak tahu apakah dia menggunakan filter ataupun sedang bersandiwara dihadapan kamu. Ini membuat segala sesuatu mengenai pasangan kamu adalah hasil imajinasi dan khayalan kamu sendiri. Kamu jatuh cinta pada bayangan orang tersebut yang notabenenya adalah hasil imajinasi kamu sendiri.

Nggak heran jika kebanyakan orang yang menjalani virtual relationship merasa kalau pasangan virtualnya sangat sempurna. Karena khayalan yang dibuat oleh diri sendiri, semuanya terasa lebih manis, lebih nyaman, lebih indah, lebih romantis, lebih seru, dll, dibandingkan dari kenyataan.

Secara garis besar, kamu tidak sedang jatuh cinta pada orang yang ada dibalik layar tersebut, tapi kamu jatuh cinta pada khayalan terbaik tentang orang tersebut ataupun pada kesan yang dibuat oleh orang tersebut.

Perlu diingat bahwa, apa yang kamu bayangkan tentang sosok virtual tersebut, terkadang sangat berbeda jauh dari yang kita bayangkan dan harapkan. Jadi sebelum dikecewakan dengan kenyataan lebih baik merencanakan pertemuan secara nyata terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalani hubungan lebih serius.

7. Membuat ketergantungan teknologi

Resiko menjalani virtual relationship berikutnya adalah membuat kita jadi ketergantungan teknologi. Bagi sepasang kekasih yang melakukan segala jenis percakapan dan kegiatan secara online, teknologi adalah hal yang paling penting. Tanpa adanya HP, laptop/PC, jaringan internet, platform media sosial dll, hubungan virtual ini tidak akan pernah terjalin.

Bahka tak hanya mereka yang melakukan virtual relationship, mereka yang LDR pun hubungannya bisa kandas jika tidak memiliki teknologi yang memadai. Nggak heran jika mereka yang menjalankan hubungan virtual ini menganggap kalau teknologi adalah segalanya.

8. Lupa waktu

Sama halnya dengan LDR, mereka yang menjalani hubungan virtual juga dipisahkan oleh jarak dan waktu. Apalagi mereka berada di negara yang berbeda dengan perbedaan waktu yang cukup jauh. Nggak heran jika mereka yang menjalani hubungan ini sering lupa dengan waktu.

Mereka juga kesulitan dalam mengatur waktu karena perbedaan waktu yang cukup jauh. Misalnya saja kamu yang di Indonesia menjalani hubungan virtual dengan orang yang berada di Inggris. Perbedaan waktu 7 jam tentu akan menyulitkan kalian dalam berkomunikasi.

Dilain sisi komunikasi sangatlah penting dalam hubungan jarak jauh, alhasil kalian jadi melupakan waktu ketika sedang berkomunikasi. Bahkan ada juga yang melakukan percakapan hingga subuh demi menyesuaikan waktunya dengan pasangan virtualnya tersebut.

Perbedaan Virtual Relationship dengan LDR

Apa Itu Virtual Relationship?

photo via sociomix.com

Virtual relationship sama-sama digunakan untuk menyebut hubungan jarak jauh. Lantas apa perbedaan Virtual Relationship dengan Long Distance Relationship (LDR)? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Virtual Relationship

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Virtual Relationship ini merupakan sebuah hubungan yang terjadi karena adanya internet dan media sosial. Hubungan virtual ini mustahil terjadi jika tidak ada teknologi tersebut.

Mereka yang menjalani virtual relationshio ini belum pernah bertemu secara langsung. Semua hal mulai pertemuan, perkenalan, PDKT hingga aktivitas pacara semua dilakukan lewat aplikasi pesan dan sosial media

Long Distance Relationship (LDR)

Sedangkan LDR bisa dibilang istilah yang muncul terlebih dahulu sebelum virtual relationship. Pasangan LDR adalah pasangan yang sebelumnya sudah pernah bertemu secara langsung, namun keadaan memaksa mereka untuk berpisah jarak.

Pasangan ini awalnya bertemu secara langsung, melakukan PDKT secara nyata dan mengawali masa pacaran mereka dengan nyata. Namun keadaan yang memaksa mereka untuk menjalani hubungan dalam jarak jauh. Mungkin karena salah satu dari mereka harus pindah kerja ke luar negari atau harus melanjutkan sekolah ke luar kota atau negeri.

Jika orang-orang dulu menjalani LDR dengan saling bertukar kabar dengan surat yang dikirim lewat pos. Maka di zaman sekarang, menjalani LDR sudah semakin mudah dengan adanya teknologi seperti internet, smartphone hingga pltaform media sosial.

Nah tingkat keseriusan pasangan LDR juga dianggap lebih tinggi daripada pasangan virtual. Pasalnya mereka sudah saling bertemu dan mengenal secara nyata sebelum akhirnya dipisahkan jarak. Oleh karenanya LDR merupakan hubungan jarak jauh yang mempunyai level lebih tinggi dari virtual relationship. Ini karena pasangan virtual sendiri dianggap tidak lebih serius dan memiliki level yang lebih rendah dibandingkan dengan pasangan LDR, sebab seringkali putus di tengah jalan sebelum sempat untuk bertemu.

Nah itu dia beberapa fakta mengenai virtual relationship yang wajib kamu ketahui. Menjalin hubungan dengan seseorang melalui virtual, memang tak ada salahnya, hanya saja kita perlu berhati-hati karena tidak semua orang yang kita temui di dunia maya sesuai dengan apa yang kita bayangkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.