Wow…Kerennya Museum Digital di Jepang

1 tahun lalu

Siapa sih yang gak tau tentang kecanggihan teknologi yang dimiliki Jepang? Jepang memang negara dengan pemikiran yang canggih dan juga kreatif, sukses dengan berbagai jenis robot yang dapat membantu kehidupan sehari-hari, kini Jepang kembali membuat sebuah terobosan baru yang membuat kita tak henti-hentinya berdecak kagum.

Hal pertama yang ada di benak kalian jika mendengar kata museum, pastilah tempat yang penuh sejarah. Barang-barang peninggalan sejarah, ataupun temuan purbakala yang mungkin banyak dari kalian yang menganggapnya tempat membosankan. Namun baru-baru ini Jepang membuat sebuah museum yang dapat dipastikan kalau kalian akan betah berada di dalamnya.

photo via : http://travel.grivy.com

Museum tersebut diberi nama Mori Building Digital Art Museum: Epson teamLab Borderless. Museum ini di bangun diatas lahan dengan luara 10.000 meter persegi dan memiliki total 50 karya seni digital nan interaktif dan imersif. Museum tersebut merupakan museum digital pertama didunia dan digarap oleh teamLab dan bekerjasama dengan Mori sebagai penyedia tempat. teamLab sendiri sebelumnya pernah membuat instalasi digital untuk National Gallery of Victoria, National Gallery Singapore, dan Plaza Indonesia.

Semua karya seni yang ada di Mori Building Digital Art Museum ini dirancang dan dihubungkan oleh jaringan kompleks yang terdiri dari 520 komputer serta 470 proyektor berteknologi tinggi.

photo via : www.gotokyo.org

Memasuki ruang museum, kamu akan dibuat takjub dengan adegan demi adegan berbalut cahaya manis di Mori Digital Art Museum ini. Teknologi yang digunakan juga bukan sembarangan. Sehingga tercipta sebuah proyeksi digital yang dapat bergerak bebas di dinding dan bagian lainnya dari gedung museum sehingga menciptakan seperti ilusi kehidupan.

Diawalnya kamu akan disambut oleh Universe of Water Particles on a Rock where People Gather, yang menampilkan air terjun digital yang besar, serta diramaikan dengan suara air mengalir dan burung-burung berkicau sambil berlalu-lalang. Bunga-bunga akan bermekaran sesuai dengan musimnya.

photo via : http://www.tiewyeepoon.com

Selanjutnya diruangan lain, kalian akan disambut dengan Memory of Topography yang akan menghipnotis pengunjung dengan ilusi suasana pedesaan Jepang. Cermin-cermin saling berhadapan menghasilkan proyeksi teratai hijau, dandelion, dan kunang-kunang yang tidak terbatas. Semuanya ditampilkan dalam presisi tinggi.

Di lantai atas, juga disediakan area yang akan memacu saraf motorik pengunjung, seperti arena Athletic Forest, area interaktif yang menggabungkan permainan dan efek-efek visual digital. Berloncat-loncatan di atas trampoline sembari meraih galaksi atau malah berloncatan di antara gugusan bintang. Area ini mendorong partisipasi para pengunjung. Selain itu, Athletic Forest sangat dianjurkan untuk anak-anak karena memang dirancang untuk mendorong perkembangan hippocampus otak dan kapasitas neurologis anak.

photo via : http://yiker.trueart.com

Bukan hanya dapat dilihat dan dinikmati saja, karya seni digital di museum inipun membutuhkan partisipasi dari pengunjung. Entah itu sekedar sentuhan atau gerakan melompat. Gerakan-gerakan tersebut akan mempengaruhi penampakan visual ataupun suara digital. Seni digital tidak semata-mata menampilkan estetika visual yang imersif, namun juga partisipasi pengunjung untuk mengeksplorasi dan mencipta karya seni itu sendiri.

teamLab selaku perancang Mori Building Digital Art Museum ini mengatakan jika museumnya ini mengusung “ultra-teknologi” sebagai medium berekspresi. Melalui seni digital, teamLab berusaha untuk memperluas domain seni, menciptakan eksistensi kesenian yang lebih bebas, dan mengaburkan batas-batas realita. Penasaran seperti apa kerennya Mori Building Digital Art Museum ini? langsung intip video dibawah ini yuk!

 

Baca Juga