15 Fakta Tentang Antartica Yang Belum Kamu Ketahui

    Unik
Iklan

Semua orang tahu bahwa Antartika sangatlah dingin. Walaupun begitu banyak hal yang menarik terkait dengan benua paling selatan di planet ini. Antartika sangatlah unik, karena letaknya terpencil dan pada dasarnya adalah blok es yang sangat besar dan menjaga suhu bumi tetap terkendali dan sekaligus menyimpan sebagian besar air segar di bumi ini. Tak hanya itu saja, di Antartika terdapat beberapa fakta yang mungkin belum kamu ketahui, berikut ini beberapa fakta tentang antartika

1. Iklim Yang Extrim

Photo Via : deathbycosmos.com

Tidak usah heran jika suhu di Antartika ini sangat dingin. Bahkan pada saat musim panas di bulan Oktober suhu rata-ratanya mencapai -60 derajat Fahrenheit dan bisa mencapai sekitar -16 pada bulan Desember. Pada bulan Juli merupakan bulan terdingin di Antartika, suhunya mencapai -76 derajat dan -81 derajat. Selain itu Antartika pernah tercatat memiliki suhu terdingin yang pernah tercatat di Bumi yaitu -128,56 derajat Fahrenheit atau setara dengan -89,2 derajat Celsius. Wow…bisa dibayangkan kan betapa dinginnya benua ini. Freezer di kulkas aja kalah.

2. Tempat Terkering di Bumi

Photo via :  YouTube

Walaupun Antartika tertutup es, suhu yang dingin menjadikannya salah satu tempat terkering di Bumi. Di benua ini, terdapat lembah yang disebut Lembah Kering McMurdo. Lembah-lembah ini bebas dari salju karena pegunungan yang mengelilinginya dan lembah ini merupakan gurun pasir paling keras di dunia. Lembah ini memiliki kelembaban yang rendah, bahkan tidak ada organisme yang hidup disini. Namun terlepas dari itu, penelitian menemukan bahwa bakteri tertentu hidup di bagian dalam batuan dasar. Lembah kering McMurdo merupakan danau garam yang disebut dengan Danau Vida dan sungai antartika yang terbesar, Onyx.

3. Es dengan masa terbesar di dunia

photo via : 4.bp.blogspot.com

Lapisan es mencakup sekitar 98% dari benua Antartika. Hal ini mencakup sekitar 14 juta kilometer persegi, tapi bukan hanya permukaannya yang tipis, lapisan es disini rata-rata memiliki ketebalan hingga 1 mil. Jika bukan karena semua es yang ada disini, sepertinya Antartika tidak akan menjadi benua sama sekali, namun berkat ukuran semua air beku ini, Antartika menjadi benua terbesar kelima di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, lapisan es ini mulai surut karena suhu bumi yang semakin hangat, momen-momen saat lapisan es yang terpisah dari daratan ini sungguh luar biasa. Bangunan blok es runtuh dan jatuh ke laut, mencair di air asin. Ilmuwan meyakini jika hal ini bukanlah suatu pertanda baik bagi masa depan planet kita karena pelelehan es yang terus menerus akan membuat permukaan laut semakin tinggi dan bukan tidak mungkin jika daratan banyak yang tenggelam nantinya

4. Lebih dari 70% air segar di dunia terdapat di Antartica

photo via : www.naturalworldsafaris.com

90% es di dunia terdapat di benua antartika. Daerah yang sangat luas ini dan dipenuhi oleh es, membuat benua ini menyimpan 70% air segar di bumi. Salah satu sumber daya alam yang paling berharga yang ada di dunia. Dengan banyaknya air yang tersimpan di dunia ini, membuat apabila lapisan es yang ada di antartika meleleh, samudera akan naik sekitar 200 kaki. Presipitasi di benua ini sangat rendah, namun, dan di daerah “es biru” tertentu, curah hujan lebih rendah daripada ‘massa yang hilang’. Hal ini sangat penting untuk menjaga lapisan es karena semuanya merupakan hal yang fundamental dalam menjaga keseimbangan semua ekosistem di seluruh dunia. Baru-baru ini,  Es di Antartika bagian barat telah mengkhawatirkan para ilmuwan, karena mereka yakin walaupun kemungkinan  masih kecil namun nyata bahwa lapisan es tersebut dapat runtuh. Jika itu hal itu terjadi, permukaan laut akan naik beberapa kaki dalam waktu yang relatif singkat.

5. Deretan Gunung yang terkubur rapi dalam es

photo via : upload.wikimedia.org

Dalam beberapa filmi fiksi ilmiah mungkin bisa dilihat orang-orang yang membekukan diri mereka agar bisa hidup kembali di masa depan saat teknologi lebih maju, namun sepertinya hal tersebut sudah dilakukan oleh deretan  gunung-gunung ini, dan mereka melakukannya dengan jauh lebih baik, dan dalam skala yang jauh lebih besar. Meskipun tidak ada yang memperhatikan deretan gunung ini, Antartika memiliki Pegunungan Gamburtsev yang tersimpan dengan rapi dan kokoh dalam lapisan esnya.

Ini adalah salah satu rahasia terbaik yang ada di planet ini. Deretan gunung-gunung ini kira-kira seukuran Pegunungan Alpen Eropa namun mampu mempertahankan keadaan awet muda karena terlindungi dari erosi, berkat es yang mengelilinginya. Menurut penelitian terbaru, gunung-gunung 100 juta tahun ini sangat kasar, mereka menyerupai Pegunungan Rocky. Gunung ini memiliki ketinggian 8.850 kaki di atas permukaan laut dan akan menjadi pegunungan tertinggi di Antartika jika es yang menutupi gunung ini meleleh. Jadi mengapa tidak ada yang bisa mencari Pegunungan ini? Nah, para peneliti mengatakan bahwa pegunungan ini ditutupi oleh es setebal 10.000 kaki dan tersembunyi di bawah tempat yang disebut Dome A, yang merupakan salah satu tempat terdingin di Bumi ini.

6. Rumah dari gunung berapi yang masih aktif, Erebus

photo via : georgesteinmetz.com

Antartika memang mengagumkan, dengan merupakan penyiman 70% air segar dunia, adanya deretan pegunungan yang tersimpan rapi dalam balutan es, benua ini juga memiliki gunung berapi yang masih aktif yang bernama Erebus. Erebus merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Antartika selain Gunung Sidley yang sedang tidur.

Gunung Erebus terletak di sebuah tempat bernama Pulau Ross, berbagi hamparan tanah dengan tiga gunung berapi lainnya, Gunung Teror, Gunung Burung, dan Gunung Terra Nova juga ada disana. Meskipun pulau tersebut tidak cukup aman untuk dikunjungi, namun beberapa pendaki gunung pemberani telah berhasil mendaki gunung Erebus dan sukses pertamanya terjadi pada tahun 1908.

7. Selain peneliti, tidak ada manusia yang tinggal disana

photo via : www.news.gatech.edu

Kehidupan di Antartika sangatlah keras, hanya untuk bisa sampai ke tempat aman dimana anda bisa mendapatkan tempat berlindung dari angin dingin dan suhu yang hampir membuatmu membeku saja sulit. Apalagi untuk bisa tinggal dan menghabiskan waktu sekian lama disana. Karena hal itulah jadi tidak ada orang yang tinggal di benua tersebut. Tidak seperti tempat-tempat lainnya di belahan bumi ini, di benua tersebut tidak ada penduduk asli yang mendiami daerah tersebut.

Manusia yang tinggal disana hanyalah para peneliti yang datang untuk meneliti bagian dari benua tersebut. Meskipun beberapa peneliti dan ilmuwan menghabiskan banyak waktu mengumpulkan informasi di sana, bahkan bertahun-tahun. Selama musim panas, hanya sebanyak 4000 peneliti yang menetap di Antartika, dan di bulan-bulan musim dingin, sekitar 1000 peneliti pemberani yang tinggal disana menghabiskan waktu di benua terdingin pada musim yang paling dingin ada disana.

Beberapa orang juga menganggap Antartika sebagai sebuah tempat di mana mereka bisa membuktikan dirinya, dengan mengklaim berbagai judul eksplorasi di benua paling selatan tersebut. Pada tahun 1911, penjelajah Norwegia Roald Amundsen adalah orang pertama yang sampai ke Kutub Selatan. Pada tahun 2011, ahli meteorologi Inggris Felicity Aston adalah orang pertama yang bermain ski melintasi benua tersebut hanya dengan menggunakan kekuatan otot manusia. Baru-baru ini, pada tahun 2017, penjelajah Mike Horn menjadi orang pertama yang pernah melakukan perjalanan di Antartika sendirian.

8. Anak pertama yang lahir di benua dingin tersebut lahir pada tahun 1978

photo via : www.healthline.com

Sebagai orang pertama yang lahir di benua dingin tersebut pasti sesuatu hal yang sungguh luar biasa mengingat kondisi ekstrim yang ada di sana. Nah, hal itulah yang terjadi pada tahun 1978 di pangkalan peneliti argentina Ezperanza di Antartika. Seorang bayi mungil yang bernama Emilio Marcos Palma lahir keduni di saat itu. Ayahnya merupakan kepala tentara Argentina yang bertugas disana. Hal tersebut terjadi saat Ibu Emilio hamil tujuh bulan, ia diterbangkan ke pangkalan Esperanza untuk proses persalinan.

Sebenarnya terdapat banyak sekali pertentangan ataupun perdebatan mengenai kewarganegaraan emilio yang lahir di Antartika. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Argentina langsung memberikan kewarganegaraan saat Emilio dilahirkan. Meskipun ada 10 orang lagi yang lahir setelah Emilio, dalam catatan Guiness Book of World Records, ia tetap menjadi orang pertama yang tercatat dalam sejarah sebagai orang yang lahir di benua antartika.

9. Benar-benar gelap saat musim dingin tiba

photo via : upload.wikimedia.org

Merupakan sesuatu hal yang umum dan wajar bagi kita tentunya untuk bisa melihat matahari setiap harinya. Kita bisa bermain keluar rumah di siang hari dan pulang saat malam hari tiba. Namun hal tersebut tidak terjadi di Antartika. Karena benua antartika amatlah jauh dari garis khatulistiwa, pada musim dingin matahari benar-benar lenyap dari benua tersebut karena kemiringan bumi.

Saat musim dingin, bisa dikatakan malam hari berlangsung amat lama yakni hampir lebih dari 24 jam. Malam seperti itu dikenal dengan sebutan malam kutub. Berdasarkan para peneliti, setiap tahunnya ada sekitar 50 hari malam kutub yang terjadi.

10. Saat musim panas, siang hari terus berlangsung

photo via : www.naturalworldsafaris.com

Matahari ditengah malam bukanlah hal yang mustahil dan hal ini memang benar terjadi di daerah kutub. Pada bulan-bulan musim panas di Antartika, matahari terlihat sepanjang hari, bahkan saat jam berbunyi di tengah malam. Hal yang sama juga terjadi di belahan bumi utara, dan hal ini merupakan pemandangan yang indah. Karena Antartika tidak memiliki populasi manusia yang resmi, negara-negara yang diketahui mengalami matahari tengah malam semuanya berada di wilayah Arktik. Negara-negara seperti Kanada, Finlandia, Greenland, Islandia, Norwegia, Rusia, Swedia, dan bahkan wilayah Amerika Serikat di Alaska.

Karena negara-negara ini belum berada di wilayah kutub, kebanyakan dari mereka menyaksikan matahari terbenam permanen selama satu atau dua hari, hal ini memberikanmu sebuah kesempatan bagus untuk memotret gambar yang sempurna. Luar biasa bahwa di kutub, matahari terbit dan terbenam hanya setahun sekali. Selama enam bulan di musim panas, matahari mengelilingi terus 360 derajat.

11. Jutaan koloni Penguins hidup di Antartika

photo via : upload.wikimedia.org

Meskipun iklim di Antartika amatlah ekstrim, namun disana merupakan tempat bagi banyak sekali spesies penguin tanpa adanya predator disana, bagaikan surga bagi kehidupan penguin-penguin ini. Penguin telah mampu menyesuaikan diri dengan adanya es dan tinggal dalam sebuah koloni besar yang bisa menyaingi jumlah penduduk kota.

Ada 7 jenis penguin yang hidup di Antartika dan daerah sub Antartika, termasuk pulau Zavodovski, rumah dari satu koloni penguin terbesar di dunia. Para penguin ini berkembang biak untuk dapat bertahan hidup dan juga  perjuangan yang terus menerus membawa sejumlah makanan setiap saat. Untuk itulah mereka memiliki badan khusus yang mampu membantu mereka untuk menghemat energi saat melakukan perjalanan dan berburu di tempat yang paling terpencil di Bumi.

12. Habitat paling langka yang ada di Bumi

photo via : nemablog.files.wordpress.com

Karena tingkat kekeringan yang tinggi dan suhu rendah yang ada di antartika, dengan kondisi yang ekstrem seperti itu, maka tak mengherankan jika tidak banyak spesies tumbuhan maupun hewan yang bisa tinggal disana. Antartika merupakan tempat bagi extremophiles yang suka tinggal di pinggir.

Di Antartika, Anda bisa menemukan banyak sekali spesies anjing laut, penguin, dan hewan lainnya yang lebih banyak terkonsentrasi di daerah pantai. Lebih dari setengah populasi anjing laut dunia dikatakan hidup di atas es. Namun, hewan-hewan ini bukanlah hewan yang paling banyak di benua ini. Hewan paling banyak yang ada di daerah ini adalah cacing nematoda. Selain dari mereka, ada juga banyak paus yang tinggal di sekitar benua ini, kebanyakan dari mereka bermigrasi, dan pergi saat bulan-bulan musim dingin tiba.

Tidak ada pohon di seluruh benua, sebagian besar keanekaragaman tanaman yang ada dapat ditemukan di ujung barat Semenanjung, yang terdiri dari lichen dan lumut. Beberapa aktivitas manusia telah mengenalkan spesies baru, dan beberapa di antaranya telah menemukan kesuksesan di habitat baru mereka.

13. Segel Leopard, salah satu predator teratas di Antartika

photo via : i.ytimg.com

Tidak seperti segel lucu lainnya, segel macan tutul terlihat garang, dan mereka bisa tumbuh menjadi cukup besar. Ukuran betina lebih besar dari kebanyakan laki-laki, dengan rata-rata antara 7,9 dan 11,5 kaki, menjadikannya spesies segel terbesar kedua. Segel jenis ini tinggal di perairan yang mengelilingi Antartika, namun beberapa mengunjungi pulau-pulau sub-Antartika dan belahan dunia selatan lainnya saat mereka masih muda, dan kebanyakan dilakukan selama musim dingin.

Segel Macan tutul ini merupakan yang terganas yang ada. Mereka dikenal sebagai musuh terburuk dari penguin karena penguin merupakan makanan utama dari segel macan tutul dewasa. Beberapa segel macan tutul memiliki sifat yang kanibal juga namun tidak sering.

14. Paus pembunuh yang terus berenang di sekitar garis pantai

photo via : swfsc.noaa.gov

Segel macan tutul mungkin merupakan salah satu predator bawah laut yang ditakuti. Namun tidak ada yang mampu mengalahkan Orca, predator paling puncak dalam rantai makanan di lautan. Paus pembunuh hidup secara berkelompok bersama keluarga mereka. Dengan kemampuan membunuhnya yang berbeda tergantung dari habitatnya.

Paus pembunuh menggunakan bahasa, strategi dan perilaku yang berbeda tergantung habitatnya tinggal. Di perairan Antartika, para orka ini menggunakan strategi yang berbeda untuk berburu anjing laut dan penguin. beberapa orka biayasanya mengisolasi pergerakan segel di diatas tutup es dan membuat mereka jatuh kea air nantinya. Mereka mengkoordinasikan serangan-serangan yang mereka lakukan memalui panggilan dan sonar terus menerus. Meskipan paus pembunuh berada di puncak rantai makanan ekosistem lautan, namun hingga saat ini belum pernah ada dilaporkan paus yang satu ini menyerang manusia.

15. Seluruh bagian dari benua Antartika mulai meleleh dan mengecil

photo via : www.koreatimesus.com

Sebagian besar gletser di Antartika tampak mulai meleleh dan mengecil. Pada tahun 2000, gunung es terbesar yang pernah tercatat memisahkan diri dari Ross Ice Shelf. Pada tahun 2016, gletser tercepat meleleh yang pernah tercatat berada di Antartika Barat. Saat balok-balok es ini mulai meleleh dan menghilang di air sekitarnya. Gletser memiliki tingkat leleh yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mungkin bisa membahayakan banyak ekosistem di seluruh dunia.

Banyak peneliti pergi ke Antartika sehingga mereka dapat mempelajari efek yang kita lakukan pada benua ini. Contoh lainnya adalah hilangnya sebagian besar Larsen Ice Shelf. Sejak tahun 1957, Antartika telah mengalami kenaikan suhu sekitar 0,5 derajat celcius setiap dekadenya, hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang ada di seluruh dunia. Inilah alasan utama mengapa es ini meleleh dan terus terjadi hingga hari ini.

Facebook Comment

similar posts