Nilai-Nilai Adat Ketimuran Indonesia Yang Mulai Punah

3 bulan lalu

Dari dulu hingga saat ini, Indonesia diklaim sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Letaknya yang berada di bagian Timur dunia, tepatnya secara geografis terletak diantara benua Asia dan Australia yang merupakan bagian timur dunia. Hal ini menjadikan budaya dan corak ketimuran menjadi identitas jiwa masyarakat Indonesia.

Di Indonesia adat ketimuran itu ditandai dengan hospitality atau keramah tamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bangsa Timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka. Salah satu contohnya adalah berkaitan dengan nilai kesopanan. Kepribadian bangsa timur juga kental dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian.

Cara berpakaian orang timur cenderung tertutup dan tidak minim seperti para turis-turis yang kita lihat selama ini. Sifat tidak individualis, saling menghargai dan tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih menjadi sifat yang dijunjung bangsa timur. Kebiasaan untuk menjaga tali silaturahmi antar sesama, pekerja keras, tingkat keagamaan atau religiusitas yang tinggi, menjadi suatu hal yang lumrah di masyarakat timur karena merupakan warisan yang diturunkan para leluhur untuk diteruskan kegenerasi berikutnya.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, adat ketimuran ini mulai dilupakan oleh masyarakat bangsa Timur, salah satunya ya penduduk Indonesia ini. Hampir seluruh penduduk Indonesia telah terkontaminasi budaya Barat. Masyarakat kita khususnya para remaja lebih condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asli kita sendiri.

Contoh yang paling sering kita lihat adalah cara menggunakan pakaian. Dulunya saat adat ketimuran masih kental di Indonesia, masyarakat Indonesia itu selalu identik dengan pakaian yang sopan dan tertutup. Namun setelah budaya luar masuk, cara menggunakan pakaian tidak lagi memperhatikan kesopanan. Salah satu contohnya seperti menggunakan pakaian yang minim. Ya walaupun cara berpakaian sekarang ini dipengaruhi dengan trend fashion yang selalu berkembang.

Bukannya mengatakan budaya Barat itu buruk dan negatif, namun ada beberapa budaya Barat yang bertentangan dengan prinsip budaya Timur. Sehingga dengan masuk dan berkembangnya budaya Barat di Indonesia, perlahan-lahan adat ketimuran di Indonesia mulai dilupakan dan bisa saja akan punah jika tidak dipertahankan. Nah kira-kira apa saja ya nilai-nilai adat ketimuran yang mulai punah dan tergerus budaya luar? Berikut ulasannya!

1. Gaya berpakaian

Seperti yang dibahas tadi guys! Adat ketimuran di Indonesia itu dulunya identik dengan pakaian yang tertutup. Walaupun bukan hijab, namun kebanyakan masyarakat Indonesia dulu menggunakan pakaian yang sopan seperti kebaya, rok panjang, daster dll. Namun saat ini, walaupun trend hijab telah populer, namun sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya remaja putri lebih suka menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, seperti rok mini, tanktop, croptop, baju tanpa lengan dll, yang ditiru dari cara berpakaian budaya Barat. Bahkan semakin berkembangnya dunia fashion, kini orang-orang dapat bebas menentukan gaya berpakaian mereka sendiri sesuai kesenangan masing-masing.

2. Cara berpacaran

 

Guys, jaman dulu saat adat ketimuran masih sangat kental di Indonesia, orang-orang itu kebanyakan dijodohkan oleh orang tua mereka lho! Layaknya seperti Siti Nurbaya gitu. Tapi sekarang, para ramaja bebas menentukan pilihan mereka sendiri guys! Selain itu, cara berpacaran adat ketimuran yang sebenarnya itu juga jauh dari yang namanya skinship. Orang pacaran jaman dulu itu, pegangan tangan sama lawan jenis aja merupakan hal yang haram, belum muhrim kalau kata orang dulu. Namun setelah budaya luar masuk dan mendarah daging di Indonesia, cara berpacaran masyarakat Indonesiapun mulai berubah, dimana pelukan dan ciuman sudah menjadi hal wajib saat berpacaran.

Ayo jujur guys! Khususnya buat kalian yang udah pacaran, pasti kalian udah sering kan pelukan ataupun ciuman? Nah budaya yang satu ini nih, yang dikhawatirkan akan merusak generasi penerus bangsa. Sebab budaya yang tidak sesuai dengan adat ketimuran itu membuat ramaja Indonesia hanyut dalam arus pergaulan bebas.

3. Sopan santun

Bukan hanya di Indonesia, namun semua bangsa Timur, sangat menjunjung tinggi nilai sopan santun guys. Namun sayang sekali, nilai adat ketimuran yang satu ini mulai terkikis dan terlupakan oleh penduduk Indonesia. Walaupun tak semua, namun kebanyakan sikap ramah tamah masyarakat Indonesia mulai tergantikan dengan sikap cuek dan jutek. Selain itu banyak anak-anak maupun remaja yang tak menaruh hormat pada orang yang lebih tua pada mereka. Contoh yang sering terjadi adalah jarang ada anak muda yang jalan menunduk di depan orang tua. Bahkan lebih parahnya banyak anak yang membentak dan memerintah orang tua untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan.

4. Gotong royong

Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, gotong royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia namun saat ini, nilai gotong royongpun semakin memudar dan digantikan dengan nilai individualisme. Jika dulu anak-anak sekolah lebih suka mengerjakan tugas sekolah secara berkelompok, kini mereka lebih suka mengerjakannya sendiri dengan ditemani alat canggih seperti komputer dan internet. Dengan alasan agar adil. Ya kalian tau sendiri kan kalau kerja kelompok sekarang ini tak beda dengan kerja sendiri. Yang mengerjakan tugas hanya satu orang, yang lain asyik ngerumpi.

Contoh lainnya, jika dulu masyarakat senang bergotong royong membersihkan jalan dan selokan, kini telah digantikan dengan petugas kebersihan. Hal ini membuat hubungan masyarakat perlahan-lahan merenggang karena kurangnya aktifitas yang mendekatkan mereka. Dan secara tidak disadari, nilai individualisme mulai tumbuh di hati para masyarakat dan melupakan indahnya kebersamaan.

5. Cara makan

Indonesia memiliki banyak sekali makanan khas yang super lezat dan enak. Banyak juga rumah makan atau restaurant yang menyediakan makanan khas Indonesia. Namun sekarang ini tak bisa dipungkiri jika jumlah restauran cepat saji dari luar negeri, hingga restaurant yang menyediakan makanan luar hampir sama banyaknya dengan restauran yang menjual makanan lokal. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih makanan luar daripada makanan khasnya sendiri. Mungkin saja karena penasaran dengan rasa makanan luar atau agar terlihat keren dan kekinian atau bisa juga karena gengsi? Namun itulah yang terjadi saat ini.

Selain itu, cara makan masyarakat Indonesia juga mulai berubah guys! Jika dulunya orang Indonesia lebih suka menggunakan tangan kosong untuk menyuap makanan, kini sudah menggunakan sendok, garpu, lengkap dengan pisau bahkan sumpit. Dulu orang Indonesia pantang memulai makan sebelum orang yang dituakan makan terlebih dahulu ataupun sebelum berdoa, namun sekarang pantang makan sebelum makananya di foto dan diunggah ke medsos. Dulu pun saat adat ketimuran masih kental di Indonesia, saat makan kita tidak boleh bersuara guys, tapi kini, makanpun kita sambil ngerumpi kan?

6. Musyawarah

 

Masyarakat terdahulu itu, selalu melakukan musyawarah sebelum memutuskan sesuatu guys! Tak heran kalau Indonesia dijuluki sebagai negara musyawarah. Namun seiring masuknya budaya barat, musyawarah untuk memutuskan cara penyelesaian masalah sudah sangat jarang terlihat guys! Salah satu contoh kecilnya saat pacar kamu memutuskan hubungan secara sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa meminta pendapat dari kamu.

7. Sikap dan Tutur Kata

Budaya timur terkenal dengan sikap lemah lembut dan tutur katanya yang halus, namun hal tersebut cenderung memudar. Hal ini ditandai dengan perilaku kasar dan kata-kata yang kasar, sering mengumpat bahkan berkelahi, berbicara dengan nada tinggi dll. Selain itu bahasa asing juga sudah mulai menggantikan kosa kata bahasa Indonesia. Bahkan tak jarang ada anak-anak Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia sedangkan bahasa asingnya sangat lancar. Bahkan bahasa asing dijadikan bahasa sehari-hari mereka.

8. Salim tangan orang tua sebelum berpergian

photo via : ruangmuslimah.co

 

Dalam budaya Indonesia, bukan hanya masyarakat Muslim namun dalam budaya agama lain, budaya cium tangan juga dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua umurnya untuk menghormati yang lebih tua. Budaya salim tangan atau cium tangan ini biasanya dilakukan saat seorang anak baru pulang atau akan pergi keluar rumah, maka wajib hukumnya ia mencium tangan orang tua sebagai salam dan minta restu agar dilancarkan saat beraktifitas diluar rumah. Salim juga dilakukan oleh murid ke guru mereka, pokoknya salim atau cium tangan ke orang yang lebih tua dan dihormati itu wajib.

Namun budaya satu ini sudah mulai jarang terlihat. Salim atau cium tangan kini digantikan dengan lambaian tangan sambil mengucapkan “daa~daa” ataupun “bye-bye”. Bahkan tak jarang juga jika salim kepada orang tua digantikan dengan cium pipi kanan dan pipi kiri.

Memang budaya salim tangan ini masih ada di Indonesia, namun jika diperhatikan ada yang bergeser dalam budaya salim ini. Dulu, oleh orang tua atau di sekolah, diajarkannya salim itu “cium tangan”, meraih tangan orang tua dan diletakkan di bibir sambil membungkuk. Tetapi sekarang, mayoritas tidak lagi salim dengan mencium tangan, tetapi menempelkan tangan ke hidung, pipi, atau bahkan mayoritas menempelkannya ke dahi atau jidat mereka.

9. Toleransi dan saling menghargai

photo via : burungmerpatiku.wordpress.com

Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah salah satu adat ketimuran yang paling melekat dalam diri masyarakat Indonesia, tapi itu dulu guys! Kalau sekarang ini, mungkin kalian sudah pada tau kalau Indonesia sedang krisis dengan yang namanya toleransi dan sifat saling mengahargai. Buktinya, banyak orang-orang yang saling menghina satu sama lain. Baik itu menghina penampilan, menghina keyakinan satu sama lain dan menolak berbagai bentuk perbedaan yang tidak sesuai dengan keinginanan mereka.

10. Gaya hidup

Gaya hidup masyarakat ketimuran dulu itu masih sangat sederhana dan bersahaja. Bahkan remaja dulu cenderung aktif, kreatif, ulet dan mau berusaha sedangkan remaja sekarang ini sudah dimanjakan dengan peralatan serba canggih dan makanan instan, dan kebanyakan tidak mau berusaha dengan keras. Jaman yang semakin canggih sedikit demi sedikit menggeser budaya ketimuran yang awalnya pekerja keras menjadi pemalas dan lamban dalam berfikir serta bertindak.

Nah itulah beberapa nilai adat ketimuran di Indonesia yang mulai tergerus jaman menurut penglihatan Blog Unik guys! Semoga bermanfaat buat kalian..

Baca Juga