Aneh dan seram bener, 6 Hal ini dilakukan oleh orang – orang di abad pertengahan

3 tahun lalu, by blogunik

0

Peradaban modern seperti sekarang berbeda dengan dahulu bahkan saat ini pun ilmu pengetahuan dan kebudayaan manusia terus berkembang. Banyak hal yang menjadi kebiasaan ataupun kebudayaan masa lampau khususnya pada abad pertengahan merupakan hal biasa maupun keseharian yang ada pada jaman tersebut. Namun apabila dilihat dari tolak ukur jamn sekarang ini, hal – hal yang terjadi di masa lampau khusunya pada abad pertengahan sungguh aneh, bahakan beberapa cenderung seram dan sadis. Berikut kami sajikan 6 fakta aneh dan menyeramkan kebiasaan orang-orang yang dilakukan pada abad pertengahan.

1. Membawa mayat di persidangan

Pada Abad Pertengahan, dikenal konsep Cruentation. Konsep itu dipahami sebagai fenomena mayat korban pembunuhan yang mengalami pendarahan jika dihadapkan langsung di depan pelakunya.

Pencetus konsep itu adalah Raja James I dari Inggris yang ia tulis dalam buku Daemonologie. Dan pada Abad Pertengahan, konsep itu memiliki validitas hukum pada sebuah persidangan.

Konsep itu digunakan sebagai metode penegak hukum untuk melakukan pembuktian dalam persidangan kasus pembunuhan misterius. Atau ketika korban pembunuhan dibunuh oleh pelaku yang diduga sebagai ahli nujum.

 

2. Pernikahan dibatalkan karena impoten

Kebanyakan negara Eropa pada Abad Pertengahan memiliki hukum yang memandang persenggamaan sebagai bagian integral dari upacara pernikahan.

Dengan demikian, jika ada pihak yang tidak mampu atau tidak mau melakukan prokreasi, pasangannya dapat mengajukan pembatalan.

Ketidakmampuan menjalankan kewajiban pernikahan dapat dibawa ke pengadilan dan seorang pria harus membuktikan bahwa secara jasmani ia mampu melakukan seks.

Ada beberapa catatan pengadilan kasus impotensi pada masa itu. Salah satu yang paling terkenal berlangsung pada 1198 antara Raja Philip II dari Prancis dan istri ke duanya, Ingeborg, putri dari Raja Valdemar I dari Denmark.

Karena alasan tertentu, Philip benci kepada Ingeborg dan tidak mau wanita itu menjadi permaisuri Prancis. Ia bahkan berpura-pura tidak ada persenggamaan dalam pernikahan itu dan menyebutkan adanya “impotensi sementara.”

 

3. Penyiksaan & Hukuman mati menggunakan Coffin

Coffin adalah teknik penyiksaan yang paling di takuti pada abad pertengahan dan sering terlihat di film-film tentang penggambaran penyiksaan ini. Korban akan ditempatkan di sebuah kandang besi berbentuk badan manusia. Korban akan dimasukan kekandang besi tersebut yang kemudian digantung pada sebuah pohon besar atau di tiang gantungan dibawah teriknya sinar matahari yang memungkinkan burung atau binatang lainnya untuk memakan daging korban. Kadang-kadang penonton melempari batu untuk lebih menekankan rasa sakit bagi korban.  Kejahatan seperti ajaran sesat atau menghujat yang akan dihukum dengan cara ini.

 

4. Kuburan merupakan Pusat Aktivitas Sosial

Pada Abad Pertengahan, kuburan adalah tempat yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan masa kini. Alih-alih digunakan khusus untuk pembuangan orang mati, pada masa itu, kuburan justru marak digunakan sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat.

Sejumlah peristiwa sosial di kuburan pada Abad Pertengahan meliputi; pemilihan umum, persidangan, khotbah, dan drama teater. Aktivitas prostitusi juga dilakukan di tempat itu.

Seperti yang dilaporkan oleh seorang ahli sejarah Philippe Aries, kuburan juga merupakan tempat perdagangan yang dikuasai milik gereja, bebas dari perpajakan, dan menjadi lokasi yang paling dicari bagi mereka para pemilik usaha kecil.

 

5. Praktik Berpakaian seperti Lawan Jenis (Cross-Dressing) adalah hal yang tabu

Praktik berpakaian lawan jenis (cross-dressing) baru diterima belakangan ini dan masih dianggap janggal di berbagai bagian dunia. Tentu saja, hal itu juga tabu di Inggris pada Abad Pertengahan walaupun tetap ada yang melakukannya.

Suatu penelitian Oxford University mengulas kasus ketika 13 orang wanita didakwa berpakaian seperti lawan jenis di Inggris pada abad ke-15. Sejumlah catatan yang ada menungkapkan bahwa hal itu lebih lazim dilakukan kaum pria.

Pihak penguasa pada masa itu bersusah payah untuk membasmi merebaknya praktik demikian dan menyebutkan hal tersebut sebagai ‘pencemaran yang berasal dari budaya bawaan orang-orang asing’.

Baca Juga 7 peraturan – peraturan sekolah unik & aneh yang bisa kamu jumpai di luar negeri

Baca Juga Cara Unik Dunia Sambut Lebaran

Baca Juga Tempat-tempat Wisata Unik dan Aneh di Dunia

6. Osuarium, Gudang Penyimpanan Tulang-Belulang Manusia

Fenomena pekuburan yang mengalami kepadatan merupakan masalah yang kerap terjadi pada Abad Pertengahan. Maka, untuk memberikan sejumlah ruang untuk pekuburan, masyarakat Abad Pertengahan membuat sebuah Osuarium.

Osuarium dimaknai sebagai sebuah gudang atau ruangan bawah yang digunakan untuk menyimpan tulang-belulang jenazah manusia yang sebelumnya telah mengalami proses pembusukan di pekuburan. Hal ini dilakukan agar lahan bekas pekuburan mayat yang telah mengalami dekomposisi itu dapat diisi oleh jenazah baru.

Banyak tempat semacam itu memiliki nilai artistik, karena tulang disusun untuk menghasilkan pola dan ornamen yang estetis. Bahkan, osuarium juga memiliki pesan religius, yakni untuk menyampaikan pesan kepada orang yang masih hidup untuk percaya terhadap kematian.

Salah satu osuarium yang terkenal adalah Catacombs of Paris, di Prancis. Osuarium bawah tanah itu menampung sekitar 6 juta jenazah manusia yang telah menjadi tulang-belulang. Selain di Paris, catacombs juga terletak di Alexandria, Naples, Roma, dll.

Save

Save

0
Artikel Terkait