Apa Itu NFT? Cari Tahu Jawabannya Disini!

Dibuat oleh blogunik

BlogUnik.com – Belakangan nama Ghozali Everyday ramai diperbincangkan masyarakat luas karena berhasil menjadi milyarder usai menjual foto selfie nya sebagai produk NFT di salah satu marketplace bernama OpenSea.

Pemuda 22 tahun ini telah menjual foto selfie dirinya sejak 4 tahun belakangan dan dikabarkan sudah meraup miliaran rupiah dari berjualan NFT.

Foto selfie yang diunggah Ghozali dihargai 3 dolar AS atau sekitar 42 ribu rupiah. Bahkan akun NFT miliknya dapat mencapai 1 Ether atau setara dengan Rp 46 juta pada setiap fluktuasi puncaknya. Lalu untuk floor price-nya atau produk NFT termurahnya seharga 0,329 Ether atau Rp 15 juta.

Dengan total 933 koleksi foto selfie, maka bisnis NFT milik Ghozali bernilai hampir Rp 12,6 miliar. Foto selfie itupun dijualnya melalui platform OpenSea dan dapat dibeli dengan mata uang kripto Ethereum (ETH).

Kesuksesan Ghozali ini diperoleh seiring dengan berkembangnya dunia jual-beli NFT dan mata uang kripto. Pasar NFT belakangan ini sangat berkembang pesat dengan aset-aset yang mencapai nilai jutaan dolar AS.

Melihat kesuksesan Ghozali ini, banyak masyarakat yang mulai penasaran dengan NFT dan bagaimana cara kerjanya. Untuk itu, kali ini kita akan bersama-sama membahas mengenaik apa itu NFT, bagaimana cara kerjanya, dan hal-hal seputar NFT yang wajib kita tahu. So langsung saja simak ulasannya dibawah ini!

1. Apa itu NFT?

Apa Itu NFT?

photo via newsroompost.com

NFT adalah singkatan Non-Fungible Token. Non-fungible ini artinya sesuatu yang tidak dapat dipertukarkan, sebuah karya yang hanya dimiliki oleh kamu sendiri.

NFT sendiri merupakan aset digital yang berbentuk karya seni maupun barang koleksi diri sendiri yang bisa dipergunakan untuk membeli sesuatu secara virtual. Barang seni dan koleksi bisa berupa foto, gambar, lagu, rekaman suara, video, game, dan sebagainya.

NFT ini menggunakan teknologi kripto sejenis sertifikat digital yang menyatakan pihak kepemilikan untuk foto, video, atau bentuk virtual lainnya yang kamu jual sebagai produk NFT.

Sehingga dalam jual beli NFT, memungkinkan pembeli memiliki barang asli tanpa ada yang bisa menirunya karena NFT menyertakan bukti kepemilikan dalam bentuk sertifikasi.

Menariknya lagi, sertifikat kepemilikian digital tersebut akan tercatat dalam blockchain yang mendukung mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Jadi, ketika sudah tercatat dalam blockchain maka, NFT milik kamu sudah tidak mungkin lagi bisa diduplikasi.

Perlu diketahui bahwa detail yang tercatat untuk mengidentifikasi bahwa NFT tersebut milik kamu adalah dengan nomor kode dan metadata. Nomor kode tersebut terdiri dari penerbit token, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk karya yang bersifat dikoleksi.

Jadi sederhananya, yang dijual belikan dari NFT ini sebenarnya bukanlah dalam bentuk karya seperti foto, video, gif, ataupun lagu, melainkan berkas digital yang memuat sertifikat keaslian atau kepemilikan karya tersebut.

Selain itu, karena NFT ini sifatnya tidak bisa diduplikasi, maka bisa dibilang kalau produk NFT ini merupakan aset yang sangat berharga di dunia maya, layaknya hak cipta sebuah lagu ataupun bukti kepemilikan berhektar-hektar tanah.

2. Apa yang bisa dijadikan NFT?

Cara menjual NFT

photo via coindesk.com

Apapun yang bersifat digital bisa kamu juga sebagai NFT. Selain foto selfie seperti yang dijual oleh Ghozali, kamupun bisa menjual berbagai karya digital dan karya seni lainnya. Mulai dari foto pemandangan, foto lukisan, beragam jenis video, gif, rekaman suara, lagu dan masih banyak lagi.

Meskipun sudah dibeli, karya-karya yang kamu jual di platform NFT tetap bisa beredar bebas dan diduplikasi oleh pengguna internet. Namun kamu tidak usah khawatir, sebab sertifikat asli kepemilikan produk NFT tidak bisa dipalsukan.

Pasalnya, seperti yang kita tahu, yang berharga dan bernilai dari NFT ini adalah berkas orisinalitasnya atau sertifikat kepemilikannya, dan bukanlah karya yang kamu upload.

3. Kenapa NFT bisa dihargai mahal?

Seperti yang kita tahu, pasar NFT mulai mengalami perkembangan yang pesat dari akhir Januari 2021. Dan yang menjadi salah satu faktor kenaikan volume perdagangan NFT adalah peluncuran NBA Top Shot buatan Dapper Labs, pencipta CryptoKitties. Sejak saat itu, kekuatan NFT sebagai medium koleksi digital dan produk menjadi populer secara tiba-tiba.

Selain itu, dengan NFT, karya yang dipublikasikan secara online akan lebih aman karena konten tidak akan dengan mudah tersebar bebas dan diklaim dengan mudah oleh orang lain. Hal ini tentu meminimalisir kerugian dari para senimannya. Pasalnya, dengan NFT, ada jaminan bagi para seniman atas kepemilikan karyanya dan ini akan melawan pencurian kreatif hingga plagiarisme.

NFT juga memungkinkan kreator, seniman, atau musisi mendapat keuntungan langsung dari karyanya karena tak ada potongan pihak ketiga. Sehingga mulai banyak seniman yang menggunakan perdagangan NFT untuk menjual karya seni mereka.

Perlu diketahui bahwa rekor aset NFT termahal saat ini dipegang oleh The Merge yang dibuat oleh Pak. Aset ini terjual dengan mata uang Ethereum yang jika dikonversikan nilainya mencapai USD 91,8 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Kenapa NFT bisa semahal itu? Salah satu alasannya karena pengaruh dari karya seni digital yang diperjual belikan. Semakin unik dan langka karya seni yang dijual, maka bukti kepemilikan akan semakin diburu orang. Alasan orang rela membayar mahal demi berkas NFT pun bermacam. Ada yang berharap harga berkas kepemilikan yang ia beli semakin meningkat setelah dimiliki olehnya, ada juga karena apresiasi.

Selain itu, aspek ketokohan juga kadang berpengaruh dalam penjualan aset NFT. Semakin terkenal seniman atau tokoh yang menjual aset NFT, maka lebih besar kemungkinan aset NFT dapat terjual dengan harga yang lebih mahal. Contohnya saja sepert Jack Dorsey dan Edward Snowden pernah merilis NFT yang laku jutaan dolar AS.

4. Cara kerja NFT

Apa Itu NFT?

photo via netzwelt.de

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, NFT sendiri merupakan bagian dari teknologi blockchain yang serupa dengan mata uang kripto. Perlu diketahui, blockchain merupakan sistem penyimpanan data digital yang memungkinkan pengguna bisa saling transfer data secara rahasia melalui skema enkripsi dalam kriptografi.

Skema enkripsi tersebut akan mengkonversi data dalam bentuk informasi menjadi kode rahasia sebelum dikirim sehingga data tidak bisa dilacak dan dimiliki oleh pengguna lain yang tidak memiliki datanya.

Penting juga untuk diketahui bahwa data dalam blockchain itu bermacam-macam, salah satunya adalah mata uang kripto seperti Ethereum, Bitcoin, dan sebagainya. Ada juga data blockchain yang kini tengah popular, yakni sertifikat digital dalam NFT.

Seperti yang kita tahu, sertifikat digital pada NFT ini biasanya mewakilkan sebuah karya digital seperti gambar, foto, video, atau karya-karya seni digital lainnya.

Karya seni digital yang diubah menjadi NFT, artinya karya seni tersebut telah dienkripsi dalam data blockchain. Sehingga karya seni digital itu tidak dapat diduplikasi oleh orang yang bukan pemilik aslinya.

Menariknya lagi, pasar NFT memungkinkan 10 % atau lebih royalti penjualan sekunder untuk pencipta untuk selama-lamanya, yang berarti seniman terus mendapat untung seiring dengan peningkatan nilai karya mereka.

5. Resiko jual beli NFT

Setiap pasar kripto tentu tak lepas dari yang namanya resiko, begitupun dengan NFT. Orang-orang yang telah berkecimpung di dunia NFT dengan menjual belikan kepemiliki karya seni memang bisa berspekulasi kalau harga itemnya akan terus naik dan ia akan mendapatkan keuntungan.

Namun hal tersebut rentan membuat bisnis NFT sebatas menjadi gelembung ekonomi. Gelembung ekonomi yang dimaksud disini adalah perdagangan aset dalam volume besar dengan nilai yang lebih tinggi dibanding nilai fundamentalnya.

Sayangnya, gelembung ekonomi ini bisa tiba-tiba pecah saat barang yang diperdagangkan sudah tidak diminati lagi. Hal ini membuat harga sebuah NFT akan anjlok drastis dan membuat pembeli terakhir menjadi rugi.

6. Cara bergabung di NFT

Cara menjual NFT

photo via nationalworld.com

Bagi kamu yang berminat, bukan hal yang sulit untuk bergabung sebagai bagian dari komunitas NFT. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan agar bisa mulai menjual atau membeli data kepemilikikan sebuah karya seni di NFT.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa platform yang digunakan untuk bergabung di NFT seperti Nifty Gateway dan MakersPlace yang memudahkan konsumen untuk membeli dan menjual NFT menggunakan kartu kredit dan metode pembayaran tradisional lainnya.

Selain itu ada juga platform seperti SuperRare yang merupakan Foundation dan pasar sekunder terbesar di dunia. Dan ada juga OpenSea, platform jual beli NFT yang tengah populer yang memungkinkan pengguna untuk menawar dan membeli hanya menggunakan cryptocurrency.

7. Cara menjual NFT

Tertarik untuk mulai menjual karya seni digital kamu sebagai NFT? Tenang, karena berikut ini adalah cara menjual NFT yang bisa kamu pelajari.

  • Pilih pasar dan buat NFT

    Langkah yang pertama tentu saja memilih pasar NFT yang tepat. Ada lusinan pasar, dan banyak di antaranya berspesialisasi dalam jenis aset digital tertentu.

    Untuk kamu yang memilih NFT, maka salah satu platform yang direkomendasikan adalah OpenSea. OpenSea saat ini menawarkan pasar NFT terbesar dan paling beragam.

    Setelah memilih pasar yang ingin kamu gunakan, tautkan dompet cryptocurrency yang didanai, pilih opsi “Mint an NFT”, dan unggah dokumen digital kamu. Proses setiap pasar akan sedikit berbeda, tetapi sebagian besar memungkinkan kamu untuk mencetak NFT hanya dengan beberapa klik.

    Perhatikan juga bahwa jika kamu tertarik untuk secara pasif memonetisasi karya kamu dari waktu ke waktu melalui royalti, kamu bisa akan menetapkan jumlah royalti tersebut selama proses pencetakan. Royalti sendiri adalah persentase dari setiap penjualan NFT kamu berikutnya di pasar sekunder yang dibayarkan kepada kamu.

  • Input NFT yang akan dijual

    Setelah mencetak NFT kamu akan diberikan pilihan untuk mendaftarkan NFT untuk dijual di pasar. Kamu bisa memilih tombol “Jual” lalu ikuti petunjuk lainnya sesuai pasar yang kamu pilih masing-masing. Kamu bisa memberikan informasi detail mengenai transaksi seperti harga, batas waktu lelang dan mata uang kripto yang bisa digunakan untuk membayar.

    Nantinya, pasar juga akan menghitung biaya gas atau gas fees yang merupakan biaya jaringan blockchain Ethereum untuk mencatat transaksi pada proses ini. Pasar juga akan mencantumkan biaya penanganan. Biaya tersebut jumlahnya bervariasi tergantung berapa sibuk jaringan blockchain saat itu.

    Penting untuk diingat bahwa, meskipun kamu bisa mentransfer dan menjual NFT kamu di pasar lain, mungkin kamu akan akan dikenakan biaya tambahan.

  • Kelola dan Promosikan NFT kamu

    Nah setelah selesai mengurus semua informasi pendaftaran NFT yang akan kamu jual, maka aset digital kamu akan tersedia untuk dibeli di pasar.

    Namun layaknya berjualan didunia nyata, kamu juga memerlukan promosi agar barang dagangan kamu dikenal oleh calon pelanggan. Begitupun dengan menjual aset NFT. Kamu perlu melakukan promosi penjualan kepada pelanggan potensial melalui situs web atau bisa juga melalui media sosial pribadi agar aset NFT kamu bisa dikenal banyak calon pembeli.

    Perlu diketahui bahwa, kamu bisa membuat perubahan cantuman informasi mengenai aset NFT. Hanya saja, bagi kamu yang sudah melakukan perubahan atau penghapusan cantuman tersebut dapat dikenakan biaya tambahan lainnya dan biaya gas yang sudah dibayar tidak bisa dikembalikan lagi.

Nah itu dia beberapa hal yang harus kamu ketahui mengenai NFT. Bagaimana menurut kalian guys? Tertarik bergabung dalam komunitas NFT?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *