Bikin Miris Dan Malu, Turis Asal Inggris Ungkap Penuhnya Sampah Platik Di Lautan Nusa Penida Bali

2 tahun lalu, by blogunik

Selain korupsi dan transportasi, salah satu masalah besar yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah sampah yang tak kunjung selesai, bahkan mungkin semakin menjadi-jadi. Baru-baru ini sebuah video membuat geger para warganet lantaran menunjukkan sisi gelap suasana laut di Nusa Penida Bali.

Ialah seorang turis asal Inggris bernama Rich Hormer yang berhasil mengabadikan ngerinya pemandangan bawah laut Nusa Penida yang dipenuhi dengan ribuan sampah plastik. Laut yang diarunginya tersebut dikenal dengan sebutan Manta Point lantaran banyak ikan pari manta yang berkumpul di tempat tersebut. Melalui akun facebooknya Hormer mengunggah video rekaman tersebut pada hari Sabtu, 3 Maret 2018 lalu dan sontak menjadi viral dan ditonton sebanyak lebih dari 1 juta kali. Tak hanya di facebook dirinya juga mengunggah video hasil rekamannya di akun youtubenya.

photo via : wow.tribunnews.com

Di dalam videonya terlihat Hormer sedang menyelam dengan pemandangan sekitarnya didominasi sampah plastik. Meski terlihat beberapa ikan kecil yang berenang di sekitarnya, tapi jumlah sampah jauh lebih banyak. Bahkan, Horner sampai harus menyibak sampah yang terbawa arus air ke arahnya.

“Ada beberapa plastik. Tas plastik, botol plastik, gelas plastik, lembaran plastik, keranjang plastik, kemasan plastik, sedotan plastik, dan masih banyak plastik lainnya!” tulis Hormer dalam unggahannya di facebook.

photo via : travel.tribunnews.com

Hormer mengaku belum pernah melihat kumpulan plastik dalam jumlah sebanyak ini terombang ambing bebas di dalam laut. Turis yang sudah tinggal di Bali selama 5 tahun ini mengaku sudah lama melakukan menggeluti dunia selam, dan selama pengalamannya menyelam, menurutnya laut Nusa Pendia merupakan tempat yang menakjubkan dan lebih tenang.

Manta Point sempat menjadi destinasi wisata karena munculnya ikan pari manta sepanjang tahun. Tempat tersebut terkenal strategis bagi para ikan pari karena banyaknya jumlah plankton atau sumber makanan mereka. Tak jarang, Manta Point menjadi wisata yang tepat untuk menyelam dan melihat ikan pari lebih dekat.

photo via : makassar.terkini.id

Namun apa yang ia lihat di Manta Point merupakan hal paling buruk. Dengan munculnya sampah, Horner sempat merasa ragu dengan dampak yang akan ditimbulkan kepada ikan pari. Apalagi mikroplastik bisa dianggap berbahaya apabila dimakan oleh ikan. Oleh karena itu, kampanye tentang membuang sampah harus semakin digencarkan untuk mengatasi plastik di laut kita.

photo via : citizen6.liputan6.com

Menanggapi hal tersebut, Dr. Widodo Pranowo, Peneliti Oseanografi Pusat Riset dan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengungkapkan jika dilihat dari pola arus, pada akhir Februari hingga awal Maret, arus yang memasuki Selat Lombok itu berasal dari Selat Makassar dan Laut Jawa. Sehingga bisa diduga bahwa sampah diangkut dari kedua lokasi tersebut. Tetapi jika melihat intensitas atau kekuatan arusnya maka dugaan angkutan dari Selat Makassar lebih kuat ketimbang berasal dari Laut Jawa.

photo via : www.suratkabar.id

Sementara itu mungkin kita semua tahu bahwa sampah plastik bukan hanya dapat merusak lingkungan, namun bisa juga mengganggu kesehatan. Sampah plastik akan sangat berbahaya jika tertelan atau menempel dibadan makhluk laut. Dan kalian bisa bayangkan bagaimana jika ikan-ikan dilaut memakan mikroplastik, kemudian ikan-ikan tersebut ditangkap nelayan, dan dihidangkan untuk makanan. Bukannya sehat, melainkan berbahaya untuk kesehatan orang yang memakannya, termasuk kita.

Adanya kejadian ini memang telah mempermalukan Indonesia terutama Bali sebagai tempat pariwisata populer di Indonesia di mata dunia. Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga lingkungan Indonesia agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi. Kalian harus ingat tentang kutipan”Apa yang kamu tanam, itu yang kamu dapat”. Apa kalian mau menanam sampah ke laut, dan memanen ikan dengan kandungan sampah?. Well tak ada yang mau kan?

 

Artikel Terkait