Penting! Cara Ampuh Menangkal Hoax



Akhir-akhir ini di dunia maya banyak sekali bermunculan informasi dan berita palsu atau “Hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Media sosial seharusnya digunakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan kontent yang positif. Namun sayangnya, ada beberapa pihak yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita yang mengandung konten negatif. Dikhawatirkan jika hal seperti ini dibiarkan, maka akan membahayakan generasi muda. Selain itu jika tidak hati-hati, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan akan ikut menyebarkan informasi palsu tersebut. Hal ini juga akan sangat merugikan pihak korban fitnah. Nah untuk menangkal hoax, berikut ini ada beberapa cara agar kita tidak ikutan menyebarkan hoax dan mengetahui mana berita hoax dan mana berita asli

 

1. Hati-hati Dengan Judul Provokatif

Berita hoax biasanya sering menggunakan judul yang sensasional yang provokatif seperti dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Dan isinya bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja isinya diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang diinginkan oleh si pembuat hoax. Nah, jika kamu menemukan berita dengan judul yang provokatif, sebaiknya kamu mencari refrensi berita dari situs resmi dan membandingkan isinya, apakah sama atau berbeda.

 

2. Cermati Alamat Situs

Untuk informasi yang di dapatkan dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs itu. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi seperti menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Nah, artinya setidaknya ada puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti kamu waspadai.

 

3. Periksa Fakta

Perhatikan dari mana berita tersebut berasal dan siapa sumbernya, apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri ? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik atau pengamat. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subjektif.

*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

 

4. Cek Keaslian Foto

Di era teknologi digital saat ini, tidak hanya konten yang berupa teks saja yang bisa dimanipulasi, namun foto atau video pun bisa di manipulasi. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Adapun cara untuk mengecek keaslian foto yaitu dengan memanfaatkan mesin pencari Google yaitu dengan cara melakukan drag and drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

 

5. Ikut Serta Grup Diskusi Anti-Hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti-hoax misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesia Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, warganet bisa ikut bertanya, apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

Baca Juga

+ VIDEO PILIHAN MORE >