Inspiratif! Daftar Pengusaha Muda Sukses Indonesia Yang Memulai Bisnis Dari Nol

2 bulan lalu

Siapa sih yang nggak pengen sukses diusia muda? Pastinya setiap orang didunia ini ingin menjadi sukses dan mandiri diusia muda. Pasalnya kehidupan yang sukses biasanya akan dibarengi dengan kesuksesan finansial. Selama inipun kita selalu menganggap kalau kesuksesan hanya akan didapat oleh orang-orang yang berada di rentan usia antara 40 hingga 50 tahun lebih. Sehingga tampa kita sadari kalau dunia telah berubah dan berkembang.

Yup guys, di era milenial seperti sekarang ini, kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja, termasuk kamu, asalkan mau berusaha, kerja keras dan memiliki sikap pantang menyerah maka apapun yang kamu lakukan akan meraih kesuksesan. Tak hanya mereka yang berusia 40an keatas, namun direntan usia 20 hingga 30 juga sudah banyak yang meraih kesuksesan dalam bidangnya masing-masing guys!

Perlu kamu ketahui, kebanyakan orang saat ini lebih melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan. Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri mendorong orang untuk memilih memulai usaha mereka sendiri. Namun dalam dunia bisnis, ada dua tipe pengusaha. Pertama, mereka yang melanjutkan bisnis keluarga dan dimodali orang tua. Kedua, mereka yang memulai usaha dari nol.

Dua jenis pengusaha tersebut memang sama-sama berpotensi dalam meraih kesuksesan, namun memulai usaha dari nol pastinya lebih menantang dan mencerminkan seorang pengusaha sukses. Sudah banyak pengusaha muda yang telah membuktikan bahwa mereka bisa membangun bisnis sukses dengan merintisnya dari bawah alias dari nol. Kebanyakan dari merekapun adalah para pengusaha sukses yang berani menantang diri sendiri untuk mendapatkan keberhasilan di usia yang terbilang masih muda. Kira-kira siapa saja mereka? Untuk itu, berikut daftar pengusaha muda sukses Indonesia yang memulai bisnis dari nol! Check this out guys!

1. Nadiem Makarim

photo via moneysmart.id

Jika kalian pelanggan setia Go-Jek, pastinya kaliam sudah nggak asing lagi dengan nama Nadiem Makarim. Nadiem Makarim adalah seorang pengusaha Indonesia. Dia merupakan pendiri serta CEO Go-Jek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang sering kalian gunakan jasanya.

Nah Nadiem Makarim ini merupakan salah satu pengusaha muda yang sukses guys. Pria kelahiran 1984 ini memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.

Merasa ingin lebih sukses, pada tahun 2015, Nadiem kemudian mendirikan PT GoJek Indonesia yang merupakan penyedia jasa transportasi ojek berbasis online. Pendirian usaha ini awalnya karena Nadiem melihat permasalahan utama para penyedia jasa ojek di Indonesia yang kurang produktif karena kesulitan mendapatkan penumpang.

Meski sempat dianggap remeh karena ide usahanya tidak masuk akal dan mendapat cibiran banyak pihak, tapi Nadiem tetap gigih mempertahankannya sehingga dirinya bisa meraih kesuksesan sekarang. Bahkan Go-Jek yang dirintisnya dari nol ini, kini telah berkembang menjadi startup decacorn asal Indonesia pertama, sebab, nilai valuasi Go-Jek telah mencapai kisaran lebih dari 10 miliar US Dollar.

2. Ahmad Zaky

photo via instagram.com/achmadzaky

Pengusaha muda sukses yang memulai bisnis dari nol berikutnya adalah Ahmad Zaky. Bagi kalian yang gemar berbelanja online pasti sudah hafal betul dengan situs belanja online BukaLapak. BukaLapak merupakan salah satu situs jual-beli online terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Ahmad Zaky.

Situs belanja BukaLapak yang sering kamu gunakan ini ternyata dulu awalnya hanya sebuah divisi agensi digital bernama Suitmedia yang kemudian berubah status menjadi PT (Perseroan Terbatas). Berkat ketertarikan Ahmad Zaky pada dunia informatika sejak duduk di bangku SD, kegigihannya kini membuahkan hasil yang mengantarnya menjadi wirausahawan sukses.

Meski sudah didirikan pada tahun 2010, tapi perjalanan BukaLapak tidak semulus yang kamu bayangkan. Di awal kemunculannya, masyarakat masih awam tentang jual-beli online sehingga tingkat kepercayaan masyarakat minim. Lambat laun, berkat ketekunan sang pemilik yang lahir di tanggal 24 Agustus 1986 (33 tahun), BukaLapak.com mulai dikenal dan menerima banyak investasi dari dalam negeri maupun luar negeri.

3. William Tanuwija

photo via dakonan.com

Selain Bukalapak, Tokopedia juga merupakan salah satu situs jual beli online yang cukup populer di Indonesia. Tapi tahukah kamu siapa pendiri Tokopedia? Mungkin namanya tak sepopuler Nadiem Makarim dan Ahmad Zaky namun, jangan salah guys! Pasalnya pendiri Tokopedia yang bernama William Tanuwija juga termasuk ke dalam salah satu pengusaha muda sukses yang memulai bisnis dari nol.

William Tanuwija merupakan seorang pria kelahiran 11 November 1981 (37 tahun) ini adalah seorang anak daerah yang merantau ke ibukota setelah lulus SMA dan meneruskan pendidikan sarjananya di Jakarta. Untuk meraih kesuksesannya, usaha yang dilakukan William tidaklah mudah, dirinya bahkan pernah menjadi penjaga warnet untuk mendapat uang tambahan. Namun dari menjaga warnet inilah, dirinya mengenal dunia internet secara lebih dalam.

Setelah menyelesaikan kuliah pada tahun 2003, William ingin mengikuti kecintaannya pada dunia digital dengan bekerja di perusahaan internet seperti Google dan Facebook. Ketiadaan kantor dua perusahaan internet raksasa tersebut kemudian membuatnya bekerja di beberapa perusahaan pengembang piranti lunak di beberapa perusahaan seperti TelkomSigma dan Sqiva Sistem setelah sebelumnya bekerja sebagai pengembang Game di Bolehnet. Kemudian di 2006 bekerja sebagai IT & Business Development Manager di Indocom Mediatama. Dari sini kemudian timbul idenya untuk mempunyai perusahaan internet sendiri. Dari berbagai macam pengalamannya inilah, ia kemudian merintis Tokopedia.com pada tahun 2009.

Terinspirasi dari perusahaan internet dunia, William memberanikan diri untuk mulai mencari pemodal. Usaha ini terbilang sulit karena ia harus menerima penolakan dari banyak pihak. Dua tahun mencoba meyakinkan banyak orang, William harus menerima kenyataan bahwa perusahaan internet belum memiliki kepercayaan saat itu. Apalagi, saat itu ayahnya divonis penyakit kanker kronis. William pun dituntut menjadi tulang punggung keluarga.

William tidak putus asa. Ia terus berusaha meyakinkan orang-orang tentang potensi sebuah perusahaan internet. Maka pada tahun 2009, Tokopedia akhirnya dapat dijalankan setelah mendapat kepercayaan dari salah seorang pemodal. Ia mengumpulkan talenta-talenta terbaik negeri untuk bergabung di Tokopedia, meyakinkan para mahasiswa di berbagai universitas terkemuka.

Pada tahun 2016, William terpilih mewakili Indonesia sebagai Young Global Leader, World Economic Forum. Tokopedia kembali mengumumkan babak investasi baru pada 17 Agustus 2017. Pendanaan senilai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp14,7 triliun ini berasal dari Alibaba Group, yang sekaligus menjadikan perusahaan asal Tiongkok tersebut sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

Kini, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah e-commerce unicorn terkemuka di tanah air dengan valuasi diatas US$ 1 miliar. Memiliki 4 juta penjual dan dikunjungi oleh lebih dari 73 juta pengunjung. Saat ini William juga merupakan salah satu pendiri Asosiasi eCommerce Indonesia, (idEA) dan menempati posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas.

4. Ferry Unardi

photo via moneysmart.id

Siapa sih yang nggak tahu Traveloka? Situs online mesin pencari tiket pesawat, kereta, dan hotel untuk bepergian ini memang sangat populer dilakangan masyarakat Indonesia karena sangat membantu dan memudahkan orang dalam berpergian. Nah situs Traveloka ini didirikan oleh Ferry Unardi, seorang pria kelahiran 16 Januari 1988. Ide ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.

Pada awal konsepnya Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lainnya. Pada pertengahan tahun 2013 Traveloka kemudian berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs resminya. Pada bulan Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa Traveloka akan segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel. Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka.

Ferry cukup berani memulai debutnya di industri e-ticketing pada usia 23 tahun atau pada 2012 silam. Background dirinya bersama rekan sebagai engineer, membuat sangat pas untuk mengembangkan sistemnya, mulai dari analisis e-commerce-nya, sistem enterprisenya, coding dan sebagainya.

Pada awal launching, Ferry mengaku sama sekali tidak ada maskapai yang bekerja sama dengannya. Namun, seiring dengan kemajuan traffic website-nya, maskapai-maskapai tersebut mulai melirik, dan bekerja sama di mana setiap transaksi diberikan share profit sebesar 5 persen. Sejak didirikan pada tahun 2012, Traveloka tetap menjadi situs pencari tiket pesawat terfavorit.

5. Reza Nurhilman

photo via irnandaerdi.blogspot.com

Nama Reza Nurhilman mungkin masih asing ditelinga kalian tapi keripik pedas yang bernama Maicih mungkin sudah sangat akrab ditelinga kalian. Yup guys, Reza Nurhilman memang merupakan pria dibalik kesuksesan keripik pedas tersebut. Pria yang lahir pada tanggal 29 September 1987 ini, memulai bisnis keripik pedasnya pada tahun 2010, yakni saat usianya masih 23 tahun.

Awalnya, ia hanya memasarkan keripik lokal Bandung di sosial media Twitter, namun kemudian dirinya mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.

Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun yang lalu ini mengaku kunci kesuksesannya terletak pada cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual sehingga membuat produknya eksklusif. Melalui Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan.

Meski bisnisnya sudah lama berdiri, tapi nama Maicih masih menjadi keripik pedas kesukaan masyarakat banyak. Kini Maicih adalah perusahaan keripik singkong pedas terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Bandung, Jawa Barat.

6. Ali Muharam

photo via oomph.co.id

Selain keripik pedas Maicih, Makaroni Ngehe juga merupakan cemilan unik yang populer di Indonesia. Makaroni Ngehe merupakan usaha kuliner yang didirikan oleh Ali Muharam. Pada tahun 2013, Ali memberanikan diri membuka usaha kuliner Makaroni Ngehe dengan bermodalkan pinjaman dari kawannya sebesar Rp 20 juta. Dengan modal tersebut Ali menyewa dan menghias toko kecil berukuran 2×3,5 meter yang akan dijadikan outlet pertama Makaroni Ngehe di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ali bekerja multitasking. Dia harus masak, melayani konsumen, hingga menata tokonya sendiri. Karena menjalankan aktivitas bisnis sendirian, Ali mulai mengalami hambatan, salah satunya disaat bahan baku habis dan harus melakukan pemesanan ke Tasikmalaya untuk makaroni, sehingga outlet harus tutup sementara. Selain itu, Ali juga harus merasakan tidur di toko kecil berukuran 2×3,5 meter tersebut untuk meminimalisir biaya yang keluar, sebab, Ali harus mengembalikan pinjaman modal sebesar Rp 20 juta yang harus dicicil per bulan.

Berkat gaya hidupnya yang sederhana, dia bisa nabung hingga akhirnya membesarkan usahanya. Kini Makaroni Ngehe sudah merambah di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta dan mampu menghabiskan makaroni 30 ton per bulan. Bahkan omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp 3 miliar per bulannya.

7. Hamzah Izzulhaq

photo via instagram.com/hamasacorp

Pengusaha muda sukses Indonesia yang memulai bisnis dari nol berikutnya adalah Hamzah Izzulhaq. Pemuda kelahiran 1993 ini sudah membuktikan diri sebagai pengusaha muda yang sukses. Ia tercatat sebagai Direktur Utama PT Hamasa Indonesia, perusahaan beromzet ratusan juta per bulan. Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan sofa bed. Sejak kecil, ia sudah terlihat memiliki bakat berbisnis, yakni dengan berjualan kelereng, petasan, hingga koran. Ia juga pernah menjadi tukang parkir dan ojek payung.

Dia memulai membangun perusahaan lewat bisnis waralaba bimbingan belajar (bimbel) Bintang Solusi Mandiri di tahun 2011. Dengan bermodal uang Rp 5 juta dan pinjaman Rp70 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang yang kebetulan ditawarkan untuk diambil alih seharga Rp175 juta. Sisanya yang sebesar Rp100 juta dibayar dengan dicicil dari keuntungan setiap semester. Dari satu tempat, kini bimbel tersebut telah memiliki lima cabang dengan omzet mencapai Rp360 juta per semester.

Tak berhenti sampai di sana, dia juga sukses mengembangkan usaha kerajinan sofa bed bermerek Pikanto. Lalu, di akhir tahun 2015, Hamzah semakin melebarkan sayap dengan mengembangkan bisnis properti di sejumlah kota-kota kecil di Jawa Barat.

8. Yasa Singgih

photo via instagram.com/yasasinggih

Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, anak kelahiran 1995 ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis sejak sangat belia. Sejak berusia 15 tahun, setelah ayahnya terkena serangan jantung dan harus dioperasi, ia mulai mencari uang sendiri dengan menjadi pembawa acara di berbagai acara ulang tahun dan musik. Selain itu, masih di usia yang sama, ia mulai berbisnis online dengan menjual lampu hias, namun tidak bertahan lama karena persoalan pemasok. Setahun kemudian, di usia 16 tahun, Yasa beralih ke bisnis mode. Jenis bisnis yang dirintisnya sejak di bangku sekolah ini adalah fashion khusus pria dengan merek Men’s Republic.

Pada awalnya, Yasa hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat brand yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini, Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket, dan juga sandal untuk pria.

Kini, produk Men’s Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Dari usaha tersebut ia mampu mendapatkan laba bersih 40%. Saat ini pelanggan merek Men’s Republic sudah ada di seluruh kota besar Indonesia dan juga luar negeri, seperti Hong Kong, Makau, Taiwan, Malaysia, Filipina, hingga Nigeria, dengan omzet berkisar Rp200 juta setiap bulannya.

9. Valentina Meiliyana

photo via instagram.com/valentinameiliyana

Nama Valentina Meiliyana mungkin sudah tak asing lagi dikalangan para pebisnis, apalagi para pecinta dunia fashion, khusunya sepatu. Valentina pernah menjadi salah satu perancang sepatu koleksi Eunika Joso di Jakarta Fashion Week 2011. Dia juga mendapatkan pesanan sepatu khusus dari girl band, Cherry Belle.

Awalnya Valentina Meiliyana memang suka menggambar, menggambar berbagai macam sepatu. Dari situlah ia mulai berpikir untuk menciptakan sepatu yang dibuat dengan desainnya sendiri. Ternyata kecintaannya terhadap dunia desain, khususnya sepatu membawanya pada kesuksesan yang ia raih saat ini. Brand sepatunya Valentina Meiliyana Shoes yang dijual secara online sukses menarik perhatian banyak orang.

Pengusaha muda Indonesia kelahiran 1995 ini dulunya hanya pedagang online yang menjual extension rambut warna-warni, sandal gabus, dan tas di Kaskus. Tapi siapa sangka, akhirnya dia membuka usaha sepatu custom yang sanggup menghasilkan omzet puluhan juta Rupiah per bulan. Dalam membangkitkan usahanya, Valentina juga pernah merasakan jatuh bangun. Di umur 18 tahun, Valentina mengalami kerugian bisa mencapai 100 juta. Dan hal itu pun membuatnya mengalami stres. Namun dengan kegigihannya Valentina Meiliyana mampu bangkit kembali dan menjadi pengusaha muda sukses dengan omzet ratusan juta. Bahkan kini Valentina Meiliyana juga mendirikan manajemen artis yang bernama Valen Relation.

10. Hendy Setiono

photo via instagram.com/hendysetiono

Buat para pencinta kuliner, pastinya udah nggak asing lagi dengan kebab turki Baba Rafi milik Hendy Setiono, seorang pengusaha muda sukses asal Indonesia ini. Yup kebab turki Baba Rafi memang cukup populer bahkan telah memiliki beberapa gerai yang tersebar di Indonesia.

Bisnis yang ia geluti terinspirasi dari perjalanannnya ke negara Qatar, tempat di mana ayahnya bekerja pada perusahaan minyak di sana. Ia menemui banyak penjual kebab dan ia menuju penjual kebab yang sangat ramai pengunjungnya. Setelah memakan kebab tersebut, ia terbesit pikiran untuk membuka usaha kebab tersebut di Indonesia. Dengan modal Rp4.000.000,- pinjaman dari adik perempuannya, ia berjualan kebab dengan seorang karyawan.

Hendy Setiono mengalawi bisnis kebab turkinya dengan gerobak kecil. konsumennya dulu mengira dirinya menjual martabak. Karena berjejer dengan penjual martabak di sekitarnyam apalagi saat itu belum banyak yang mengenal kebab.

Ingin lebih penuh dalam menjalankan bisnis, ia harus berhenti kuliah pada semester 4. Kedua orang tuanya tidak setuju jika anak sulungnya keluar dari bangku kuliah untuk melakukan bisnis dan menganggap proyeknya hanya sebatas iseng. Namun, dalam hati ia membuktikan kelak ia akan berhasil.

Pada tahun 2005, usaha kebabnya sudah diwaralabakan dan pendirian PT. Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi. Saat ini, gerai miliknya sudah mencapai lebih dari 1000 di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Nah itu dia daftar pengusaha muda sukses Indonesia yang mengawali karir mereka dari nol. Bagaimana menurut kalian guys? Tertarik mengikuti jejak mereka?

Baca Juga