Dengan ini cuma butuh sehari buat ke Mars

    Teknologi
Iklan

Mars merupakan planet ke-4 setelah Bumi dalam komplek tata surya kita dan merupakan planet terdekat dengan Bumi selain Venus. Walaupun dibilang dekat, tapi jarak antara Bumi dan Mars dapat berubah ubah. Hal tersbut dikarenakan Bumi dan Mars melakukan Revolusi mengelilingi matahari.

Dalam teorinya, jarak yang paling dekat antara Bumi dan Mars satu sama lain adalah ketika Mars berada pada titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) dan Bumi berada pada titik terjauh (aphelion). Pada saat tersebut, akan menempatkan kedua planet pada jarak 54.6 juta kilometer satu sama lain.

Namun, posisi terdekat antara Bumi dan Mars di atas tadi belum pernah terjadi dalam sejarah. Pendekatan yang paling dekat antara kedua planet terjadi pada tahun 2003, ketika mereka berjarak 56 juta kilometer satu sama lain.

Dikutip dari liputan6.com, Walaupun dengan jarak antara Mars dan Bumi yang begitu jauh, Lembaga antariksa Amerika Serikat NASA tengah mengembangkan sebuah pesawat luar angkasa yang diklaim mampu mengantarkan manusia ke Mars hanya dalam waktu 1 hari.

Sebagaimana dikutip dari CNN Tech, Senin (28/8/2017), pesawat luar angkasa itu dinamai Orion. Kontraktor NASA untuk proyek Orion, Lockheed Martin menyebut, versi baru dari pesawat ini dinyalakan untuk pertama kalinya.

“Ini akan menjadi otak dan hati dari pesawat ruang angkasa,” kata juru bicara Lockheed Gary Napier. Ia mengatakan, uji coba tersebut berjalan dengan sangat baik.

Napier juga menyebut, dalam waktu dua bulan ke depan, NASA akan menambah sistem komputer dan melanjutkan pengujian hardware dan software Orion.

Pengujian itu dianggap sebagai capaian penting bagi Orion yang sudah digarap NASA sejak program Space Shuttle dihentikan pada 2011.

NASA berharap, suatu hari pesawat luar angkasa ini bisa diluncurkan di Space Launch System (SLS). SLS merupakan sebuah roket raksasa yang kini juga sedang dikembangkan oleh NASA dengan bantuan kontraktor swasta.

Saat sudah siap, SLS bisa menjadi sebuah roket paling kuat yang dikembangkan. Saat ini, rekor roket NASA terhebat dicatat oleh Saturn V.

Roket ini telah digunakan pada misi Apollo, termasuk pada 1969 saat manusia mendarat pertama kalinya di Bulan. Kini, Saturn V juga sudah lama dipensiunkan.

Pengembangan pesawat luar angkasa Orion dan roket peluncur SLS dianggap sebagai langkah besar dalam bidang antariksa.

Orion diharapkan bakal terbang tanpa awak di atas roket SLS pada 2019, yakni dalam rangka percobaan terbang mengelilingi Bulan.

“Meski pun astronaut tak akan berada di atas kapsul saat penerbangan perdana, sebagian rancangannya adalah desain yang sama yang digunakan astronot saat Orion mengelilingi Tata Surya nantinya,” demikian pernyataan Lockheed.

Saat ini masih belum bisa dipastikan, kapan manusia bisa terbang ke luar angkasa dengan Orion. Namun, NASA berharap misi pertama bisa dilakukan pada 2021.

Program Manager Orion di Lockheed Mike Hawes mengatakan, sejak awal, Orion dirancang untuk membawa manusia berpetualang ke antariksa, melebihi pencapaian yang selama ini diraih.

“Semua anggota tim memahami pentingnya proyek uji coba ini. Terpenting, apa arti pesawat dan misi ini bagi negara dan penerbangan antariksa di masa depan,” kata dia.

Selain NASA, proyek serupa juga dikerjakan oleh beberapa perusahaan swasta. Misalnya saja SpaceX milik Elon Musk yang berambisi membawa manusia ke Mars serta proyek Blue Origin milik Jeff Bezos yang juga dalam proses menggarap pesawat luar angkasa.

Facebook Comment

similar posts