Wow…Inilah Fakta Seputar Bali Yang Bisa Belum Banyak Diketahui

7 bulan lalu

Fakta seputar Bali

Pulau Bali merupakan sebuah primadona pariwisata tanah air. Baik dari sisi alamnya yang indah, kebudayaannya yang menawan, ataupun orang-orangnya yang ramah. Tentu saja dengan berbagai kelebihan yang dimilki oleh pulau Bali, membuat pulau ini memiliki ciri tersendiri yang unik dan membuat orang-orang ingin terus datang ke pulau yang satu ini. Meskipun sudah banyak oran gyang mengenal pulau Bali dan juga penduduk yang ada di dalamnya, mungkin belum semua orang mengetahui beberapa fakta menengangkan yang dimiliki oleh salah satu provinsi di Indonesia ini. Berikut ini adalah ebberapa fakta mencengangkan tentang Bali yang pastinya belum kalian ketahui.

1. Bali Bukanlah Pulau Seribu Pura

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Bali bukan pulau seribu Pura

photo via : www.tripsavvy.com

Hal pertama yang kalian kenal dari Bali mungkin adalah julukan dari pulau ini sendiri yang dijuluki sebagai pulau seribu pura. Hal itu memang wajar saja, karena tidak seperti daerah lainnya di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, untuk di Bali sendiri mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu. Dan pura sendiri merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu yanga ada di Bali. Tapi benarkah di Bali ada seribu pura? Ternyata pura di Bali jumlahnya bukanlah seribu namun lebih dari seribu pura. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 1979 silam, di Bali tercatat terdapat setidaknya 5.259 buah Pura. Sementara untuk saat ini diperkirakan telah ada lebih dari 10.000 Pura di Bali yang terdiri dari 9 buah Kahyangan Jagat Bali, 714 buah Dang Kahyangan, 4.368 buah Kahyangan Tiga, dan beberapa pura lainnya. Dan Pura Besakih merupakan pusat serta pura yang terbesar di Bali.

2. Makanan Khas Yang Menggunakan Darah

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Makanan kas menggunakan darah

photo via : kissfmmedan.com

Selain nasi Babi Guling, makanan khas yang ada di pulau Bali adalah Lawar. Sejatinya lawar yang sebenarnya dibuat dengan berbagai campuran bahan makanan dan juga bumbu-bumbu dengan pewarna merah yang berasal dari darah. Sebagian besar lawar yang dibuat di Bali menggunakan daging Babi sebagai daging utamanya dan darah Babi sebagai pewarna merahnya. Darah yang digunakanpun adalah darah segar. Namun karena banyaknya para wisatawan yang ingin mencoba makanan ini dan tidak suka alias takut dengan darah, maka biasanya lawar yang disajikan untuk para tamu ataupun dijual di restauran tidak menggunakan darah mentah sebagai pencampurnya. Sekalipun menggunakan darah, darah tersebut sudah dimasak terlebih dahulu sebelumnya.

3. Memiliki Hampir Semua Jenis Wisata (pantai, gunung, budaya dan lainnya)

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Memiliki semua tipe jenis wisata (pantai, gunung, dan lainnya )

Pulau Bali merupakan sebuah daerah destinasi wisata yang sudah terkenal ke pelosok dunia. Jika dibandingkan dengan destinasi-destinasi wisata yang lainnya Bali sebagai destinasi wisata memiliki tipe wisata yang terbilang cukup lengkap. Mulai dari alam, budaya hingga atraksi arena wisata yang dimilikinya. Dengan keasriannya yang masih terjaga, hampir setiap jengkal pulau Bali telah menjadi sebuah destinasi wisata. Sebagai sebuah pulau kecil, Bali memiliki banyak pantai dan beberapa pantai di Bali telah menjadi sebuah daya tarik objek wisata baik lokal maupun mancanegara seperti Pantai Kuta, Sanur, Dreamland, Balangan, Virgin Beach dan masih banyak lainnya. Selain pantai, wisata alam lainnya yang dimiliki oleh pulau Bali adalah daerah pegunungan, air terjun, areal persawahan serta berbagai pemandangan alam indah yang dimilikinya. Dan yang paling menarik dari Bali adalah adat istiadat serta budayanya yang telah dikenal hingga mancanegara.

4. Diperkirakan Keturunan Majapahit Dari Tanah Jawa

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Diperkirakan keturunan majapahit dari tanah jawa

photo via : www.bizlawnews.id

Jika dilihat dari sejarahnya, suku penduduk yang ada di Bali hanya terdiri dari dua saja. Yang pertama suku Bali Aga(suku asli) dan Suku Bali Majapahit. Suku Bali Aga merupakan penduduk asli pulau Bali yang hingga saat inipun masih ada. Namun, suku Bali asli biasanya masih tinggal di daerah pedalaman seperti di Kintamani ataupun di dekat danau Batur. Sedangkan suku Majapahit, sesuai dengan namanya, merupakan orang-orang Hindu Jawa Majapahit yang lari ke tanah Bali karena masih berpegang teguh pada ajaran agama Hindu dan menolak Islamisasi saat Majapahit runtuh. Meskipun begitu, sebenarnya sebelum Majapahit runtuhpun, sudah ada suku Majapahit yang ada di tanah Bali. Hal itu dimulai saat Majapahit berhasil menaklukan kerajaan Bali Mula dan menempatkan Dalem dan juga Arya Majapahit beserta abdi mereka untuk mengisi kekosongan pemerintahan yang ada di tanah Bali. Untuk raja Bali pertama setelah dikuasai Majapahit sendiri bernama Dalem Ketut atau yang lebih dikenal dengan gelar Sri Kresna Kepakisan.

5. Mahluk Halus di Bali Berbeda Dengan Mahluk Halus di Indonesia Pada Umumnya

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Mahluk halus di bali berbeda dengan mahluk halus di Indonesia lainnya

photo via : balinesemystics.blogspot.com

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri jika dibandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Tidak terkecuali dalam hal keunikan dunia maya, mahluk halus ataupun sejenis lainnya. Di Bali pun juga terdapat cerita-cerita seram baik itu hantu maupun mahluk halus yang ada. Salah satu mahluk halus yang paling terkenal yang ada di Bali adalah adanya Leak, Rangda dan juga celuluk yang memiliki bentuk amat berbeda dari hantu-hantu ataupun mahluk halus lainnya yang ada di Indonesia. Walaupun untuk kebenarannya sendiri belum dapat dibuktikan secara langsung.

6. Bali Memiliki Jumlah Hari Libur Yang Banyak

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Bali artinya banyak libur dengan jumlah libur dalam setahun terbanyak

photo via : www.mahamerubali.com

Selain libur yang diakusi secara nasional, di sejumlah daerah di Indonesia juga ada istilah libur daerah dan jika dilihat di kalender, untuk libur daerah biasanya ditandai dengan lingkaran merah pada tanggal tersebut. Untuk di Bali sendiri terdapat banyak libur daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Libur daerah di Bali sendiri sebagian besar merupakan hari libur karena merupakan hari upacara untuk agama Hindu yang merupakan agama mayoritas di tanah Bali. Karena banyak hari libur di Bali, membuat kata Bali sering dipelesetkan dengan singkatan “banyak libur”. Total jumlah libur berdasarkan kalender lokal Bali adalah sebanyak 21 hari. Jumlah tersebut belum termasuk hari libur nasional serta cuti bersama yang ditetapan oleh pemerintah pusat. Jadi bisa kebayangkan jumlah libur yang ada di Bali?

7. Tidak Ada Gedung Bertingkat di Bali

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Mengapa tidak ada gedung bertingkat di bali

photo via : catdays.net

Banyak yang mencari tahu dan mungkin sedikit kebingungan akan kenapa sulit ditemukan gedung tinggi dan bertingkat di Bali. Gedung-gedung yang ada di Bali kebanyakan paling tinggi hanyalah setinggi 4 lantai saja atau maksimal memiliki ketinggian 15 meter. Meskipun ada satu bangunnan yakni Hotel Bali Beach yang memiliki tinggi sebesar 12 lantai. orang-orang mungkin lebih mengenal akan adanya larangan untuk membuat sebuah bangunan yang memiliki tinggi melebih pohon kelapa untuk menjaga keseimbangan alam dan juga tata ruang yang ada di Bali. Namun sebenarnya aturan tata ruang tersebut telah diatur dalam sebuah perda Bali tahun 1971 silam yang menyatakan jika tinggi bangunan yang ada di Bali tidak boleh lebih dari 15 meter tingginya atau maksimal mungkin bisa dibilang 4 lantai saja. Lalu bagaumana dengan Hotel Bali Beach? Hotel Bali Beach telah dibangun pada tahun 1966 silam dimana saat itu masih belum ada aturan tata ruang mengenai tinggi maksimum bangunan ataupun gedung yang ada di Bali.

8. Tidak Boleh Menjemur Pakaian Dalam Atau Kotor Melebihi Kepala

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Tidak boleh menjemur pakaian dalam atau kotor dipaling atas melebihi kepala

photo via : wartakota.tribunnews.com

Bagi sebagian orang luar mungkin hal ini merupakan hal yang konyol. Namun hal ini merupakan sebuah bagian dari tatanan hidup, tradisi dan juga kebudayaan yang ada di Bali. Di Bali terdapat sebuah istilah ataupun konsep Nista, Madya Utama yang kurang lebih memiliki pengertian tentang tata urutan dari atas ke bawah mulai dari yang paling suci hinga yang biasa atau buruk di paling bawah. Kaitannya dengan menjemur pakaianpun juga sama, lantaran pakaiaan dalam merupakan jenis pakaian yang biasa kita gunakan di bagian bawah kita hendaknya dijemur di jemuran bagian bawah dan tidak paling atas. Bahkan secara akal sehat pun hal tersebut merupakan sesuatu hal yang wajar. Mana ada orang yang ingin saat ia melintas diatas kepalanya ada banyak pakaian dalam ataupun pakaian kotor diatas kepalanya. orang-orang pasti akan merasa kesal dan juga risih karenanya. Setidaknya hal tersebut yang berlaku dan dihormati oleh masyarakat Bali pada umumnya. Untuk sebagian kecil orang yang mungkin seperti itu, kalau admin sendiri kurang begitu paham kenapa alasan ataupun akal sehatnya seperti apa.

9. Wanita Datang Bulan Atau Warga Yang Memiliki Saudara Yang Meninggal Tidak Boleh Mengunjungi Pura

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Wanita datang bulan atau sanak saudara yang meninggal tidak boleh pergi ke Pura

photo via : www.flickr.com

Bagi masyarakat Hindu Bali, Pura merupakan sebuah tempat suci dan merupakan tempat ibadah umat Hindu dan tentu saja sesuatu hal yang dianggap kotor tidak diperkenanan untuk masuk areal Pura. Adapun beberapa hal atau keadaan seseorang yang dianggap kotor dan dilarang untuk masuk ke Areal Pura adalah wanita yang sedang menstruasi dan juga orang-orang yang memiliki kerabat yang meninggal dan belum tuntas diupacarai hingga sebel/cuntaka (istilah suatu keadaan dimana seseorang dianggap masih kotor) belum berakhir. Aturan ini pun bukan hanya diperuntukkan untuk warga Bali atau umat Hindu semata. Orang-orang ataupun para wisatawan kususnya wanita yang sedang datang bulan pun dilarang untuk masuk ke areal Pura. Mungkin ada yang bertanya memang apa akibatnya buat orang yang melanggar. Untuk jawaban yang satu ini mungkin bisa dibilang percaya atau tidak percaya diserahkan kembali ke masing-masing orang (non Hindu). Hal yang akan dialami oleh orang-orang yang melakukan pantangan ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang itu saja. Namun dari berbagai kasus yang ada, wanita-wanita kususnya wisatawan yang mengindahkan hal tersebut biasanya mengalami kerasukan, sakit secara mendadak, merasa selalu dibuntuti, dan perasaan tidak tenang ataupun was-was lainnya yang terus dialami dan berlangsung pada diri orang tersebut.

10. Perayaan Nyepi

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Perayaan Nyepi

photo via : balebengong.id

Nyepi merupakan sebuah hari raya umat Hindu guna menyambut pergantian tahun Saka / tahun umat Hindu. Perayaan Nyepi sendiri sebenarnya berbeda-beda antara masing-masing daerah maupun negara. Khusus untuk di Bali, Nyepi dirayakan dengan jalan hari Kosong. Semua aktifitas yang biasanya dilakukan oleh masyarakat dihentikan. Bandara, akses lalu lintas lainnya juga ditutup selama satu hari tersebut. Hal yang mungkin masih beroperasi hanyalah rumah sakit saja. Orang-orang di Pulau Bali pun tidak diperkenankan untuk keluar rumah, menyalakan api/cahaya, bermain-main dan berisik. Pada hari ini, suasana di Pulau Bali amat tenang dan sunyi. Tidak ada cahaya di malam hari, semuanya gelap dan hanya ada cahaya rembulan. Tentu saja karena tidak ada aktifitas pada hari itu, alam terasa bekerja lebih baik dan tidak ada polusi dari kendaraan bermotor. Perayaan Nyepi di Bali ini sendiri tidak hanya diikuti oleh umah Hindu, umat agama lainpun diminta untuk mengikuti dan menghormati tradisi ini Hingga akhirnya terciptalah sebuah keunikan yang kita tau sekarang dan dikagumi oleh semua orang dimancanegara yakni Hari Raya Nyepi / Silence Day. Hari Nyepini juga menjadi sumber munculnya World Silent Day.

11. Kebo Iwa Dipercaya Sebagai Satu-satu nya Tokoh Yang Mampu Mengalahkan Mahapatih Gajah Mada Pada Masanya

Fakta Seputar Bali yang Bias Membuat Kalian Tercengang Kebo Iwa satu-satu nya tokoh yang mampu mengalahkan mahapatih pada masanya?

photo via : iyakan.com

Sebelum Majapahit menduduki Pulau Bali, di Bali telah ada sebuah kerajaan yang kuat bernama Bali Aga dengan patihnya yang terkenal Patih Kebo Iwa. Kebo Iwa terkenal sebagai seseorang yang amat sakti mandraguna. Kehebatan dan juga kesaktian yang dimilikinya pun dikatakan sebanding bahkan melebihi Maha Patih Gajah Mada. Dalam usaha Invasi Gajah Mada ke Pulau Bali guna menyatukan Nusantara, ia terhadang oleh patih sakti yang satu ini. Oleh karenanya, Gajah Mada melakukan tipu muslihat untuk bisa menghabisi nyawa patih Kebo Iwa. Adapun caranya adalah meminta Kebo Iwa untuk pergi ke Majapahit guna membahas kerja sama sekaligus menghadiahi Kebo Iwa seorang istri yang merupakan putri dari kerajaan Majapahit. Kebo Iwa pun menyanggupi dan datang ke Majapahit. Namun saat disana, Kebo Iwa diminta untuk menggali sumur dengan usahanya sendiri guna menunjukkan kemampuan dan juga kesaktian miliknya. Kebo Iwa pun menyanggupi hal tersebut. Setelah lama menggali sumur, ternyata dirinya justru dikubur oleh pasukan Majapahit. Merasa dihianati, Kebo Iwa pun melawan dan bahkan para pasukan Majapahit tetap tidak mampu mengalahkan sang patih ini. Hingga akhirnya Kebo Iwa merasa sepertinya kematiannya memang diperlukan untuk bisa menyatukan Nusantara. Untuk itu Kebo Iwa pun mengalah dan memberitahukan kelemahannya kepada Gajah Mada sehingga ia mampu dikalahkan hingga akhirnya gugur.

Baca Juga