Vape Berbahaya! Inilah Deretan Kisah Nyata Penggunaan Vape Yang Berujung di Rumah Sakit Bahkan Hingga Koma

5 bulan lalu, by blogunik

0

Dewasa ini, banyak orang yang mengganti rokok konvensional mereka dengan vape atau rokok elektrik. Alasannya vape dianggap tidak berbahaya dibanding rokok tembakau biasa. Pasalnya asap yang dikelurakan dianggap tidak berbahaya jika dihirup bahkan memiliki wangi yang harum. Selain itu, menggunakan vape juga dirasa lebih praktis bahkan ada berbagai rasa liquid yang bisa dipilih sesuai selera. Para pengguna vape bisa mengatur tinggi rendahnya temperatur yang disukai. Mereka juga bisa bereksperimen untuk gonta-ganti mod, atomizer, ataupun rasa liquid yang disukai.

Pemakaian vape sendiri bertujuan untuk mengurangi penggunaan rokok tembakau, atau bahkan untuk membuat perokok berhenti merokok. Beberapa orang mengatakan bahwa penggunaan vape lebih aman daripada rokok tembakau. Akibatnya, sekarang ini banyak orang yang beralih ke rokok elektrik karena percaya dapat menghindarinya dari risiko penyakit jantung dan kanker yang biasa didapat dari penggunaan rokok tembakau biasa.

Definisi Vape

Dikutip dari Hello Sehat, Vape sendiri merupakan salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau untuk mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.

Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Bahaya Vape

Jadi apakah benar vape lebih baik dari pada rokok tembakau biasa?

Perlu kalian tahu guys, para ahli telah melakukan beberapa penelitian terhadap vape tersebut. Dikutip dari Hello Sehat, penelitian yang dilakukan University of Southern California, Amerika Serikat, membuktikkan kalau vape tidak lebih aman dari pada rokok tembakau biasa. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa :

1. Rokok elektrik ini diklaim mengandung zat berbahaya seperti Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG) dan karbon monoksida.

2. Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang bisa meningkatkan kadar plasma nikotin secara signifikan setelah lima menit penggunaannya.

3. Rokok ini juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara signifikan yang dapat mengganggu kesehatan.

4. Memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau, yaitu kadar nitrit oksida udara ekshalasi menurun secara signifikan dan tahanan jalan napas meningkat signifikan.

5. Dilansir dari sciencenews.org, sebuah penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia di dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk melindungi paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Beberapa kejadian nyata akibat penggunaan vape

Bahaya vape inipun tidak hanya isapan jempol guys, pasalnya telah banyak korban berjatuhan akibat penggunaan vape. Vape dikaitkan dengan hampir 400 kasus penyakit paru-paru misterius dan bahkan menyebabkan kematian di Amerika Serikat. Bukan hanya itu, bahkan ada korban yang terbakar akibat menggunakan rokok elektrik satu ini. Nah dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa kejadian nyata yang diakibatkan dari penggunaan vape yang mungkin akan membuat kalian berpikir ribuan kali untuk menggunakan vape!

1. Sejumlah remaja di 14 Negara bagian Amerika alami sakit paru-paru misterius

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via nytimes.com

Dikutip dari KOMPAS.com, sejumlah remaja di 14 negara bagian di Amerika termasuk di antara banyaknya korban penyakit paru-paru misterius yang tampaknya berkaitan dengan penggunaan vape. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit – Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, banyak dari mereka yang terserang cedera paru-paru akut akibat vaping. Parahnya, beberapa pasien ini dirawat di ruang intensif dan menggunakan ventilator untuk membantu mereka bernapas dan tetap hidup. Otoritas medis mengatakan, belum jelas apakah pasien bisa pulih sepenuhnya.

2. Seorang pria terbakar akibat vape

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via metro.co.uk

Bukan hanya di Amerika, namun korban jatuh akibat vape juga terjadi di Inggris. Dikutip dari Liputan6.com, Seorang pria di Inggris bernama Will Hawksworth, mengaku beruntung masih hidup setelah terbakar hebat akibat vape miliknya meledak saat ia mengemudi. Ledakan itu membakar tubuhnya dan mobil yang dikendarainya. Ia juga mengalami luka bakar serius tingkat 3.

Will Hawksworth merupakan seorang pemain golf profesional yang namanya terdaftar di PGA, ia mengatakan bahwa dirinya saat itu sedang mengemudi, namun tiba-tiba percikan api mulai muncul dari saku jaket tempat ia mengantungi vape. Dirinya juga mendengar suara yang mirip seperti suara kembang api dan seketika dirinya dilalap api.

Bukan hanya hampir merenggut nyawa Hawksworth, namun ledakan yang terjadi akibat vape tersebut juga membakar hebat mobilnya. Sementara itu, Hawksworth kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Utara di Sheffield, Inggris, untuk mengobati serangkaian luka bakar di badannya. Hawksworth menderita luka bakar tingkat dua dan tingkat tiga di dada dan perutnya akibat ledakan vape. Usai kejadian itu, Will Hawksworth mengaku kapok menggunakan vape lagi.

3. Gadis 18 tahun tak bisa bernafas tanpa bantuan alat medis

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via instagram.com/simahherman

Jangan terpengaruh dengan iklan yang mengatakan kalau Vape adalah alternatif sehat untuk merokok, sebab hal tersebut adalah salah besar guys! Hal ini telah dibuktikan oleh seorang gadis berumur 18 tahun yang malangnya harus menerima kenyataan bahwa paru-parunya rusak total akibat vape.

Dia adalah Simah Herman, remaja cantik yang kini selama hidupnya tidak lagi bisa menghirup udara dengan bebas. Ia harus menghabiskan waktu di ranjang rumah sakit karena tidak lagi bisa bernapas tanpa alat medis. Ya, kini sepanjang hidupnya ia hanya bisa bernapas dengan bantuan ventilator.

Melalui akun instagramnya, ia menceritakan kalau dirinya mulai mengalami gangguan kesehatan sejak 2 tahun belakangan. Ia mengalami masalah mual yang hebat, setelah itu berkembang menjadi tidak bisa makan, tidur dan puncaknya dirinya menjadi kesulitan bernapas.

Simah juga mengatakan jika saat itu dokter berpikir jika dirinya tidak akan berhasil melewatinya atau dengan kata lain, tak ada harapan bagi Simah untuk bertahan hidup. Namun dirinya bersyukur karena dengan doa dari keluarga dan teman-teman membuatnya kuat dan berhasil melewati seminggu setelah memakai ventilator.

Simah juga menyarankan agar orang-orang mulai berhenti menggunakan vape. Memang tidak mudah berhenti dari nikotin karena ia barang yang membuat kita ketergantungan, tapi semakin sering kamu memakai vaping, semakin besar kemungkinan kamu berakhir seperti Simah.

4. Paru-paru berubah seperti paru-paru orang yang berusia 70 tahun

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via thesun.co.uk

Penggunaan vape juga membuat organ tubuhmu menjadi tua lho guys! Seperti yang dialami oleh Adam Hergenreder, remaja 18 tahun yang nyaris terbunuh karena mengalami kerusakan pada paru-parunya dan paru-parunnya berubah menua seperti paru-paru orang berusia 70 tahun. Kerusakan paru-paru ini terjadi karena Hergenreder kecanduan mengisap rokok elektrik atau vape.

Remaja asal Illinois, Amerika Serikat ini dilarikan ke rumah sakit karena rokok elektrik yang sudah diisapnya lebih dari satu setengah tahun. Dan dokter menyebut paru-parunya sama seperti paru-paru orang yang berusia 70 tahun. Dokter juga menyebut jika Hergenreder tak mendapatkan pengobatan segera dia bisa kehilangan nyawanya. Hergenreder kini hanya bisa pasrah pada kondisi paru-parunya. Dia tak yakin paru-parunya bisa kembali seperti semula.

Awalnya, Hergenreder mencoba mengisap rokok elektrik karena teman-temannya banyak melakukan hal itu. Seiring berjalannya waktu, Hergenreder mulai sering menggigil dan muntah. Dia mengira hanya bermasalah dengan perut.

Namun, saat sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, ternyata ditemukan masalah pada paru-paru Hergenreder. Dokter yang menangani Hergenreder mengatakan bahwa penyakit paru-paru Hergenreder sudah parah terutama untuk orang yang masih berusia muda. Hergenreder merupakan satu dari ratusan orang yang dilarikan ke rumah sakit di Negeri Paman Sam karena penyakit paru-paru misterius yang berhubungan dengan rokok elektrik. Hingga saat ini, pemerintah AS masih berusaha mengidentifikasi kasus yang berhubungan dengan vape itu.

5. Paru-paru berlubang akibat menggunakan vape

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via instagram.com/chanceammirata

Bukti berikutnya yang menunjukkan kalau vape tersebut sama berbahayanya dengan rokok tembakau adalah vape dapat membuat paru-parumu berlubang bahkan hanya dalam 1,5 tahun penggunaan vape. Hal ini terjadi pada Chance Ammirata, seorang remaja 18 tahun yang harus menjalani operasi mendadak karena terdapat lubang pada pada paru-parunya.

Dilansir dari GridHealth.id, Chance Ammirata selalu mengkonsumsi satu vape “Juul Pod” setiap beberapa hari untuk mengganti 10 batang rokok tembakai yang biasa ia hisap perharinya.Sebelum kejadian mengerikan tersebut terjadi, Awalnya Chance mengaku sempat merasa kesulitan tidur karena rasa sakit di sisi kiri tubuhnya.

Dia menduga bahwa itu hanya disebabkan karena ototnya telah tertarik. Namun keesokan harinya saat pergi bermain bowling bersama seorang teman, Chance justru merasakan kesakitan hingga hanya bisa duduk di kursi saja.

Mengetahui hal itu, Teman Chance pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, dokterpun langsung melarikannya keruang operasi. Hal yang mengejutkan terjadi dimana dokter yang mengoperasi Chance mengatakan bahwa apa pun yang telah dihisapnya telah meninggalkan titik hitam seperti lubang di paru-parunya.

Untungnya, ahli bedah tesebut dapat memperbaikinya tetapi ia juga memberitahukan bahwa titik-titik hitam itu kemungkinan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dan mungkin saja tidak hilang sama sekali.

Chance pun masih harus dirawat beberapa hari kemudian sebelum tabung udara yang ada di dadanya itu dilepaskan. Setelah kejadian itu, kini ia sadar dan mulai memperingatkan orang lain tentang bahaya vaping.

6. Vape meledak saat digunakan dan membuat rahang pengguna patah dan gigi terlepas

kejadian-mengerikan-yang-menjadi-alasan-kenapa-kamu-harus-berhenti-menggunakan-vape

photo via foxnews.com

Satu lagi guys, kejadian mengerikan yang terjadi akibat penggunaan vape. Kali ini korbanya adalah seorang remaja usia 17 tahu asal Nevada, Amerika Serikat. Remaja satu ini mengalami kerusakan wajah hebat akibat vape yang sedang ia gunakan meledak. Akibatnya ia harus menjalani berbagai tahap operasi untuk memperbaiki wajahnya.

Dikutip dari Suara.com, kasus nyata akibat vape ini diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada 2018, menyoroti bahaya rokok elektrik yang bisa meledak kapan saja dan menyebabkan luka bakar serta kerusakan wajah yang parah.

Ledakan ini cukup kuat hingga mampu mematahkan rahang bawah dan membuat beberapa gigi terlepas. Dokter yang menanganinya mengatakan jika dirinya harus memasukkan alat besi berukuaran 2 inci untuk menstabilkan fraktur tulangnya.

Karenanya, remaja 17 tahun ini harus menutup rahangnya selama 6 minggu. Dia hanya bisa makan makanan lunak selama enam minggu, sampai rahangnya membaik, dan dia harus dioperasi lagi untuk melepaskan alat-nya itu. Meskipun rahang remaja ini sudah pulih, masih ada tiga atau empat giginya yang hilang. Ini bukanlah kejadian aneh, masih ada setidaknya ratusan kasus yang sama akibat rokok elektrik.

Masih dilansir dari Suara.com, Pada Oktober 2016, dokter di University of Washington Medical Center di Seattle melaporkan telah merawat 15 pasien dengan luka-luka akibat ledakan e-rokok selama sembilan bulan, menurut surat yang mereka terbitkan dalam New England Journal of Medicine .

Luka-luka termasuk luka bakar, luka bakar kimiawi dan luka -luka ledakan pada wajah, tangan, paha atau pangkal paha, kata para dokter Seattle. Tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan ledakan e-rokok, menurut Food and Drug Administration AS (FDA). Bahkan remaja lelaki yang ditangani dokter Russell mengatakan dirinya tidak tahu mengapa rokok elektriknya meledak.

Dari beberapa kejadian nyata yang mengerikan akibat vape ini, apakah kalian masih memiliki alasan untuk tetap menggunakan vape? Apapun itu, vape atau rokok tembakau sama-sama punya bahaya yang tak bisa diabaikan. Akan jauh lebih baik jika kamu menjauhi vape dan rokok tembakau demi kesehatan yang lebih baik.

Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

0
Artikel Terkait