Hal-Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer, Salah Satunya Kurang Tidur

1 bulan, by blogunik

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

Menjadi seorang Freelancer atau pekerja lepas adalah salah satu profesi yang banyak di gandrungi oleh banyak orang terutama dari kalangan anak muda zaman sekarang. FYI, freelancer ini bukanlah kerja sambilan melainkan profesi utama yang dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Selain karena tidak perlu duduk berjam-jam mengikuti waktu kerja kantoran, pekerjaan ini juga relatif fleksibel dan dapat dilakukan di rumah, sangat cocok bagi kaum milenial yang berjiwa bebas dan modern. Urusan gajipun, dapat disesuaikan, bahkan beberapa freelancer profesional memiliki jumlah gaji yang tidak sedikit.

Hal ini mengakibatkan banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang freelancer yang bekerja penuh waktu di rumah itu sangat mengasyikkan. Padahal menjadi seorang freelancer itu memiliki tantangan dan dukanya sendiri yang tidak dipahami oleh orang lain. Bahkan bagi para Freelancer itu sendiri, tantangan dan duka tersebut kadang membuat mereka gregetan dan stres sendiri.

Nah berikut beberapa hal yang sering dirasakan para freelancer yang nggak dipahami oleh orang lain. Kamu yang seorang freelancer bakal relate banget deh. Kira-kira apa ya? Let’s check it out guys!

1. Merasa waktu berjalan terlalu cepat ketika deadline

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via propertyinsurancecoveragelaw.com

Hal yang sering dirasakan oleh para freelancer adalah waktu yang sangat cepat berjalan. Apalagi proyek yang sedang dikerjakan sudah menjelang deadline, maka waktu seminggupun terasa seperti 1 hari, bahkan waktu 8 jam terasa seperti 10 menit. Sebenarnya hal ini tidak dirasakan para freelancer saja, mereka yang bekerja dengan sistem deadline-pun kerap merasa kalau waktu berjalan sangat cepat. Namun karena para freelancer ini bekerja sendiri, maka pekerjaan akan terasa lebih berat saat menjelang deadline. Nah para freelancer pasti pernah deh merasakan saat-saat dimana kamu baru mengerjakan tahap awal proyekmu namun saat menoleh ke jendela, tiba-tiba hari sudah gelap, padahal kamu baru mulai bekerja pada pagi hari. Ayo ngaku siapa yang sering merasa begini?

2. Merasa iri dengan orang lain yang bisa tidur dengan nyenyak disaat kita lembur

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via freelance.levtech.jp

Tidur menjelang subuh sudah biasa bagi freelancer. Pekerjaan yang digarap seorang diri memang membuat para freelancer memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding mereka yang bekerja di kantoran dan memiliki tim. Maka, sudah menjadi hal umum freelancer disebut sebagai makhluk nocturnal, dimana mereka akan lebih aktif bekerja di malam hari. Meski aktif dimalam hari, bukan berarti mereka bersantai di siang hari, para freelancer biasanya memanfaatkan waktu siang hari untuk bertemu dengan klien dan membahas tentang proyek yang dikerjakan. Tak ada waktu yang berkualitas untuk para freelancer untuk tidur, jadi jangan heran kenapa para freelancer kerap iri dengan orang lain yang bisa tidur nyenyak disaat mereka bertempur dengan pekerjaan hingga larut malam.

3. Tidur tidak pernah tenang

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via blog.castbox.fm

Meskipun memiliki waktu untuk istirahat, bukan berarti para freelancer ini bisa menikmatinya dengan tenang. Para freelancer pasti mengakui kalau tidur mereka selalu tidak tenang karena kerap dikejar dengan deadline. Bahkan sebagian freelancer, kerap terbangun tengah malam untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.

4. Bagi freelancer waktu adalah uang

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via freelancewritinggigs.com

Pendapatan seorang freelancer itu tidak menentu. Beda dengan pekerja kantoran yang bekerja 8 jam sehari tapi selalu mendapat gaji tetap tiap bulannya. Meskipun pendapatan freelancer bisa lebih besar dibanding pekerja kantoran namun pendapatan mereka ditentukan dengan banyaknya proyek yang mereka garap. Lebih banyak proyek yang digarap maka penghasilan freelancer akan lebih besar. Hal ini membuat para freelancer tidak bisa membuang waktu mereka dengan kegiatan yang tidak berguna, selain untuk bekerja. Bagi freelancer, waktu adalah uang. Semakin cepat dia menyelesaikan pekerjaan, maka semakin cepat dia mendapat bayaran dan semakin cepat juga mendapat klien serta pekerjaan baru.

5. Revisi menjadi hal yang paling menyebalkan

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via pixabay.com

Ravisi adalah hal yang paling menyebalkan dan tidak disukai oleh para frelancer. Mungkin revisi masih bisa diterima karena ada kesalahan yang tidak kita sadari atau tidak sesuai dengan brief dari proyek tersebut. Sebenarnya revisi bertujuan baik karena membuat kita dapat belajar dari kesalahan sebelumnya dan bekerja dengan lebih hati-hati. Namun banyak freelancer yang jadi jengkel dengan adanya revisi karena menghadapi model klien yang selalu plin plan dalam menentukan pilihan. Tak hanya plin plan, namun ada juga model klien yang cerewet, sok pintar bahkan sengaja mencari-cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada, sehingga mereka bisa mengajukan harga yang lebih murah. Jadi jangan heran kenapa banyak freelancer yang kurang menyukai tahap revisi ini.

6. Memiliki tekad untuk berolah raga namun lebih sering tidak terwujud

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via newspostleader.co.uk

Hal yang sering dirasakan oleh para freelancer berikutnya adalah niatan untuk berolahraga dan menjaga kesehatan tubuh yang keseringan tidak pernah terwujud. Para freelancer hanya bisa berencana namun tidak pernah memiliki waktu untuk mewujudkannya. Hal ini karena pekerjaan mereka yang menumpuk. Untuk tidur saja mereka kekurangan apalagi untuk melakukan kegiatan lain seperti berolahraga. Namun jika kamu pandai mengatur waktu dan membuat manajemen yang baik, bukan hal yang tak mungkin para freelancer bisa memiliki waktu yang cukup untuk berolahraga dan relaksasi sejenak.

7. Kamar berantakan adalah hal yang biasa

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via www1.racgp.org.au

Bagi sebagian freelancer, kamar adalah tempat yang pas untuk bekerja. Di dalam kamar biasanya para freelancer lebih bisa berkonsentrasi daripada harus bekerja di ruangan lain di rumah mereka, ataupun di cafe dengan layanan free Wifi. Jadi jangan heran jika kamu melihat kamar sebagian freelancer yang berantakan dan penuh dengan berkas-berkas ataupun data-data proyek yang sedang mereka kerjakan. Apalagi jika kamu seorang freelancer di bidang desain, maka kamar berantakan yang penuh dengan kertas-kertas sketsa desain adalah pemandangan yang biasa di kamar mereka. Bahkan bisa jadi kamu akan menemukan bungkus dan remah-remahan makanan disekitar meja kerja mereka karena para freelancer kerap makan di depan PC ataupun laptop mereka.

8. Makan sekedarnya yang penting cepat dan kenyang

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via verywellfit.com

Kebanyakan para freelancer tidak memiliki waktu banyak untuk melakukan hal lain selain untuk bekerja dan mengumpulkan uang dari proyek-proyek yang mereka dapatkan. Bahkan para freelancer kerap tidak memiliki waktu yang cukup hanya untuk menikmati makan pagi, siang ataupun malam mereka dengan nyaman karena dikejar deadline. Para freelancer kerap makan sambil bekerja didepan PC ataupun laptop mereka. Bahkan bagi mereka yang tinggal sendiri atau ngekos, mereka tidak punya waktu untuk memasak makanan mereka sendiri, sehingga seringkali fast food menjadi pilihan mereka.

9. Tidak memiliki waktu untuk memikirkan hubungan cinta

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via medium.com

Saking sibuknya freelancer mencari pundi-pundi rupiah, membuat sebagian freelancer bahkan tidak memiliki waktu untuk memikirkan hubungan cinta. Kebanyakan diam di kamar dan berkutat dengan pekerjaan membuat sebagian freelancer menjadi anti sosial sehingga sulit berkenalan dengan orang baru. Tentu hal ini membuat freelancer menjadi susah menemukan jodoh mereka karena lingkup pergaulan hanya dengan klien, ataupun dengan data-data proyek saja. Namun hal ini hanya terjadi pada sebagian freelancer saja, karena pada kenyataannya, banyak freelancer yang telah memiliki pasangan, yah meskipun waktu untuk quality time dengan pasangan masih sering jadi permasalahan.

10. Selalu disangka memiliki waktu luang yang banyak

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via blog.bcbsnc.com

Kelebihan menjadi freelancer adalah pengerjaan proyek yang lebih fleksibel. Mau dikerjakan di malam ataupun siang hari terserah mereka saja. Yang penting kerjaan selesai hingga waktu yang disepakati tiba. Namun biasanya freelancer bekerja di waktu-waktu menjelang malam hari, alasannya adalah karena malam hari suasana lebih tenang dan khusuk untuk berkonsentrasi. Hal ini membuat secara otomatis siang hari dijadikan waktu untuk istirahat. Namun disinilah biasanya para freelancer disangka memiliki waktu luang yang banyak, karena bisa bangun siang hari ataupun punya waktu untuk tidur siang. Orang lain bahkan tidak tau kalau para freelancer ini bekerja keras dan sangat stres dimalam hari karena dikejar deadline.

11. Sering dikira pengangguran

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via pearlparksa.com

Yang paling sering terjadi pada banyak freelancer adalah mereka sering dikira pengangguran. Sehari-hari hanya berdiam diri di kamar dan keluar hanya untuk makan saja, selebihnya bermain di depan PC dan mengurung diri dikamar. Orang lain bahkan nggak ada yang tau kalau kantor para freelancer itu ya didalam kamar mereka. Meskipun sehari-harinya di kamar namun freelancer dapat menghasilkan uang lebih banyak dibanding pekerja kantoran.

Selain itu, karena jam kerja mereka yang fleksibel, para freelancer juga bisa saja memiliki waktu untuk berjalan-jalan ataupun melakukan hobi mereka. Disaat pekerja kantoran sedang bekerja, para freelancer bisa bersantai sejenak, namun momen ini membuat banyak orang menganggap mereka sebagai pengangguran karena selalu terlihat santai disaat yang lain bekerja.

12. Sering dibayar telat

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via policygenius.com

Klien yang bayar telat nggak sesuai dengan perjanjian juga sering dialami oleh para freelancer. Tentu ini merupakan salah satu kekurangan dari bekerja sebagai freelancer. Memang hal ini sangat tidak adil, dimana kita sudah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu namun giliran untuk menagih hak kita, para klien malah memiliki beribu alasan untuk menunda pembayaran.

13. Sering nemu klien yang nggak profesional

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via thezenfreelancer.com

Hal-hal yang sering dialami oleh para freelancer berikutnya adalah ketika bertemu dengan klien yang tidak profesional. Di saat kita sudah bersikap profesioal dengan berusaha mengerjakan proyek tepat waktu, bagaimanapun caranya. Bahkan sampai tidak tidur demi menyelesaikan pekerjaan. Namun begitu pekerjaan sudah 80% hampir selesai, si klien yang tidak profesional ini malah dengan entengnya membatalkan kerjaan. Bahkan ada juga yang berikap masa bodo dengan menagih kembali uang DP yang telah dibayarkan. Padahal proyek sudah dikerjakan dan klien itu sendiri yang membatalkan secara sepihak. So, rugi tenaga dan waktu adalah salah satu resiko si freelancer.

14. Dipandang sebelah mata sama camer

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via huffpost.com

Karena masih banyak yang mengira freelancer sebagai pengangguran, membuat para freelancer terutama pada freelancer pria kerap dipandang sebelah mata oleh calon mertua mereka. Mereka menganggap para freelancer tidak memiliki cukup bekal untuk membangun rumah tangga dengan fondasi yang kuat. Dimana menurut mereka untuk membina rumah tangga modalnya adalah harta. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para freelancer untuk meyakinkan calon mertua mereka kalau mereka bisa memberikan kehidupan yang layak bahkan lebih dari berkecukupan untuk putri dan cucunya kelak.

15. Kerap tergoda dengan kegiatan nyantai

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via medium.com

Hal yang satu ini sudah sangat lumrah terjadi bagi para freelancer baru yang belum memiliki manajemen waktu yang baik. Biasanya rasa malas masih sering melekat dan membuat tingkat produktivitas pun jadi menurun. Nggak hanya itu, para freelancer juga kerap tergoda dengan hiburan online lainnya, seperti membuka media sosial, menonton Youtube atau bahkan bermain game sampai lupa waktu untuk mengerjakan proyek yang deadlinenya sudah dekat.

16. Sulit mendapat proyek

Hal Yang Sering Dirasakan Para Freelancer

photo via idealmagazine.co.uk

Satu lagi hal yang sering dialami oleh para freelancer adalah sulitnya mendapat proyek. Sibuknya para freelancer ini tidak menentu. Kadang sebulan bisa punya kontrak kerja lebih dari 6 buah, bisa juga kadang-kadang sebulan cuma satu kontrak kerja. Jadi selain harus aktif mencari klien, para freelancer juga harus bersabar karena proyek nggak akan selalu menghampirimu.

Nah itulah beberapa hal yang sering dirasakan oleh para freelancer yang jarang dipahami oleh orang lain. Bagaimana menurut para freelancer nih? Relate banget kan?

Artikel Terkait