13 Kisah Haru Dan Menyedihkan Akibat Virus Corona

2 minggu lalu, by blogunik

1+

Virus Corona yang dengan cepat menyebar dibeberapa wilayah China dan beberapa negara lainnya memang mengundang ketakutan masyarakat global. Bagaimana tidak, pasalnya virus corona yang telah menyebar hampir ke 20 negara ini telah menginfeksi ribuan orang dan ratusan orang meninggal dunia. Bahkan virus corona telah ditetapkan sebagai situasi darurat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Kota Wuhan, China yang dideteksi sebagai sumber penyebaran virus corona sendiri kini telah diisolasi dan ditutup untuk membatasi penyebaran virus corona. Dalam sekejap, kota Wuhan yang dulunya ramai kini berubah menjadi kota mati. Ada banyak informasi terkini dari kota Wuhan yang beredar dari media sosial contohnya saja seperti video yang menunjukkan warga Wuhan yang berteriak saling menyemangati dari apartemen mereka masing-masing. Teriakan ‘Wuhan Jiayou’ yang berarti ‘Semangat Wuhan’ ini membuat siapa saja yang menontonnya dibuat merinding. Sangat terasa nuansa mencekam sekaligus menyedihkan dari kota Wuhan ditengah virus Corona yang merebak.

Selain teriakan ‘Wuhan Jiayou’ yang mampu membuat hati tersentuh, ada banyak kisah haru dan menyedihkan akibat virus corona yang dialami oleh masyarakat disana. Nah berikut berbagai kisah haru dan menyedihkan yang dialami oleh masyarakat Wuhan dan sekitarnya akibat merebaknya virus corona. Let’s check it out guys!

1. Seorang ibu tidak bisa memeluk putrinya

Dikutip dari situs web Wolipop Lifestyle, Liu Haiyan, seorang perawat di garda depan yang merawat pasien terkena virus corona dipaksa untuk memberikan pelukan jarak jauh kepada putrinya. Liu Haiyan dipanggil untuk bekerja di unit penyakit menular di Rumah Sakit Fugou County People, Henan China. Selama 10 hari ia tak berjumpa dengan putrinya, Cheng Shiwen.

Momen menyedihkan ini sempat diabadikan lewat video yang beredar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video tersebut memperlihatkan sang putri Cheng Shiwen yang berusia 9 tahun pergi mengunjungi Liu untuk memberikan sekotak makanan yang baru dimasak.

Liu yang seorang perawat mengenakan pakaian pelindung, masker wajah dan berdiri beberapa meter dari putrinya untuk mencegah putrinya tertular virus. Dalam video tersebut terlihat putrinya menangis dan mengatakan kalau dirinya sangat merindukan sang ibu. Namun sang ibu hanya mampu memberikan pelukan jarak jauh agar sang anak tidak tertular virus.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah Cheng Shiwen ingin ibunya cepat pulang kerumah namun sang ibu mengatakan kalau dia baru bisa pulang setelah virus corona bisa diatasi. Tentu momen tersebuut mengundang rasa simpati banyak orang. Bahkan tak sedikit warganet yang ikut bersedih melihat momen menyedihkan tersebut.

2. Momen haru seorang ibu pamit pada putrinya untuk bantu korban virus corona di Wuhan

Berbagai-Kisah-Haru-Dan-Menyedihkan-Akibat-Virus-Corona

photo via worldofbuzz.com

Dikutip dari situs web Wolipop Lifestyle, jumlah kasus yang terinfeksi dan kematian yang terus meningkat karena virus corona ini membuat para profesional medis di Wuhan kewalahan. Akibatnya ribuan tenaga medis dari berbagai daerah di China dikirim menjadi relawan ke Wuhan untuk membantu korban virus corona.

Salah satunya adalah Zhang Min, seorang wakil kepala perawat bedah saraf di Rumah Sakit First People di Kota Anqing yang harus meninggalkan anggota keluarganya selama liburan Tahun Baru Imlek untuk melakukan tugas demi menyelamatkan hidup banyak orang.

Momen pamit Zhang Min kepada putrinya yang mengharukanpun sempat terekam dan videonya viral di media sosial. Pada video tersebut, Zhang Min terlihat mengucapkan selamat tinggal kepada putrinya yang berusia 4 tahun. Sang putri tampak sedih dan tak rela jika ibunya pergi. Si kecil tampak memluk erat ibunya yang akan pergi ke Wuhan untuk membantu korban virus corona. Gadis kecil tersebut menolak untuk membiarkan sang ibu pergi dan bersikeras meminta ibunya untuk tidak pergi.

Namun sang ibu memberikan pengertian kepada sang putri bahwa ia akan langsung pulang setelah melawan monster. Perawat berusia 35 tahun ini juga memberi tahu putrinya untuk menjadi anak yang baik sebelum ia pergi. Momen haru ini pun membuat banyak netizen merasa tersentuh.

3. Seorang perawat rela buang baju demi bawa 5.800 masker di koper untuk dibagikan

Berbagai-Kisah-Haru-Dan-Menyedihkan-Akibat-Virus-Corona

photo via shanghai.ist

Virus corona yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dan ribuan orang terinfeksi memang menimbulkan ketakutan bagi masyarakat global. Tapi tidak hanya ketakutan, karena di saat seperti inilah kepedulian terhadap sesama dapat teruji.

Seperti yang dilakukan oleh seorang perawat yang menunjukkan kepeduliannya dengan membeli 5.800 masker. Ia bahkan rela untuk menghentikan liburannya dan membuang beberapa bajunya agar masker tersebut bisa masuk ke kopernya.

Dikutip dari laman situs Wolipop Lifestyle, perawat tersebut bernama Chen, ia merupakan seorang pekerja rumah sakit di Sichuan. Sebelum wabah virus vorona menyebar, ia sedang berlibur di Nepal. Saat virus corona mulai menyebar dengan cepat, rekan kerja Chen mulai memberitahunya bahwa mereka khawatir akan kekurangan masker.

Chen kemudian mengambil inisiatif untuk membantu dan memutuskan menghentikan liburannya. Ia pergi ke apotek lokal di dekat hotelnya dan membeli semua masker yang berjumlah 5.800 masker. Karena jumlah masker yang ia beli terlalu banyak, koper Chen tak dapat menampung semua barang bawaannya. Ia pun akhirnya memutuskan memberikan pakaian yang ia bawa kepada penduduk setempat agar semua masker yang dibelinya dapat tertampung dan dapat dibawa pulang. Tindakan dermawan perawat inipun mendapat banyak pujian dari netizen.

4. Seorang pria tak dikenal memberikan sepaket masker kepada polisi

Tak hanya Chen, kepedulian terhadap sesama juga ditunjukkan oleh seorang pria di Anhui, China. Dalam video yang beredar di media sosial, pria tersebut mengantar sebuah paket yang berisi 500 masker ke sebuah kantor polisi.

Pria yang terlihat menggunakan masker tersebut menaruh paket berisi masker di atas meja resepsionis sebelum akhirnya bergegas pergi. Dikutip dari laman situs Wolipop Lifestyle, pria tersebut sempat berterimaksih kepada polisi yang berjaga atas pengabdian mereka. Namun belum sempat polisi mengucapkan terima kasih, pria tersebut sudah keluar ruangan. Polisi terlihat berusaha mengejarnya sampai pintu keluar tapi gagal. Sebagai bentuk apresiasi, kedua polisi itu melakukan sikap pemberian hormat yang ditunjukkan kepada pria dermawan tersebut.

5. Momen haru saat suami mengantar kepergian sang istri untuk membantu korban virus corona

Mewabahnya virus corona memang berdampak besar kepada masyarakat dunia terutama masyarakat China. Bahkan sebuah keluarga dapat berpisah gara-gara virus corona satu ini. Seperti yang terjadi pada seorang pria Tiongkok bernama Xu Guoliang. Ia merupakan seorang ahli bedah urologi di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Henan. Xu Guoling menangis ketika istrinya, Wang Yuehua, seorang perawat di Rumah Sakit Huaihe akan pergi ke Wuhan untuk membantu para korban virus corona dan dia sangat khawatir.

Dalam sebuah video yang beredar memperlihatkan Xu Guoliang yang menangis secara emosional ketika mengantarkan istrinya untuk membantu korban virus corona. Istri pria tersebut rupanya salah satu rombongan staf medis yang ikut dalam bus untuk berangkat ke Wuhan dari Rumah Sakit Huaihe Universitas Henan.

Dalam video tersebut, Xu Guoliang terdengar meneriakkan kalimat cinta pada sang istri yang akan berangkat ke Wuhan. Orang-orang lain yang ada di sana menghibur pria tersebut, dan banyak dari mereka juga berlinang air mata ketika melihat pria itu menangis.

Dikutip dari Wolipop Lifestyle, sang istri mengaku kalau dia memang secara diam-diam mendaftarkan namanya sebagai salah satu relawan yang akan dikirim ke Wuhan tanpa sepengetahuan suaminya. Dia takut kalau suaminy akan melarangnya untuk menjadi salah satu bagian dari relawan pembantu korban virus corona. Xu Guoliang dan Wang Yuehua sendiri telah menikah selama 10 tahun dan memiliki seorang putra berusia 5 tahun.

6. Momen mengharukan masyarakat Wuhan saling meneriakan “Wuhan Jiayou” untuk saling menyemangati

Disebut sebagai sumber penyebaran virus, kota Wuhan terlihat seperti kota mati. Masyarakat setempatpun hanya bisa berdiam diri ditempat tinggal masing-masing. Untuk memberikan semangat satu sama lain, mereka meneriakkan kata-kata “Wuhan Jiayou” yang artinya “Wuhan semangat kamu bisa melakukannya”, seperti yang terlihat pada sebuah video yang beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan suasana kota Wuhan pada malam hari dimana para penghuni apartemen di Kota Wuhan yang masih ditutup oleh Pemerintah Tiongkok, ramai-ramai saling menyemangati dengan meneriakkan, “Wuhan Jiayou” dari jendela apartemen mereka. Di video itu orang-orang terdengar saling bersahutan di malam hari. Ketika ada yang menyerukan ‘Wuhan’ yang lain membalas dengan ‘Jiayou’. Baik orang dewasa maupun anak-anak sama-sama memberi semangat dengan berseru dari jendela apartemen masing-masing. Tentu hal tersebut membuat orang-orang yang menontonnya seketika merinding dan ikut merasakan momen emosional tersebut.

7. Momen mengharukan seorang ibu yang terinfeksi virus corona melahirkan, sang bayi langsung dijauhkan

Seorang wanita yang diketahui bernama Xiaoyan sedang hamil di usia 37 minggu, namun dirinya diduga sedang mengidap corona, pasalnya Xiaoyan mengalami demam dan batuk tanpa henti. Akhirnya dokter terpaksa melakukan cesar saat usia kandungannya 37 minggu.

Operasi yang berjalan selama satu jam ini, diungkapkan dokter mengalami kesulitan tersendiri lantaran dokter dan tim harus menggunakan pakaian pelindung yang menghambat dan mengganggu aktifitas selama operasi. Operasi berjalan lancar selama satu jam, bayi laki-laki seberat 3,1 kg bisa lahir dengan selamat. Namun yang membuat miris adalah sang bayi yang baru dilahirkan langsung dijauhkan dari jangkauan sang ibu untuk mencegah tertularnya virus corona.

8. Para perawat wanita di Wuhan memangkas habis rambutnya untuk menyingkat waktu pemakaian kostum anti virus

photo via kumparan.com

Bagi wanita, rambut adalah mahkota yang sangat berharga, jika kita memelihara rambut agar dapat sehat dan berkilau, sejumlah perawat di Wuhan justru memangkas habis rambut mereka. Bagi para staf medis yang berhadapan langsung dengan virus corona, mereka tak berpikir dua kali untuk merelakannya dipotong. Hal ini mereka lakukan agar mamudahkan dalam merawat pasien.

Alasan mereka melakukan ini adalah karena penelitian menunjukkan bahwa rambut pendek mengurangi risiko tertular virus dan juga menurunkan kemungkinan bakteri berkeringat dan berkembang biak. Para perawat tersebut mengungkapkan kalau mereka tidak memiliki waktu untuk mandi dan mencuci rambut setiap hari, jadi memotong habis rambutnya adalah pilihan yang terbaik

9. Seorang perawat menangis histeris karena merasa tertekan menghadapi virus corona

 

Banyaknya korban virus corona yang berjatuhan membuat para staff medis kewalahan menanganinya. Bahkan dokter dan perawat bekerja lebih keras dari biasanya dan kurang istirahat. Bahkan dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat seorang perawat sampai menangis histeris.

Perawat tersebut harus menghabiskan Tahun Baru Imlek di rumah sakit. Perawat yang tak diketahui namanya itu menangis lantaran terus-menerus merawat dan menyelamatkan pasien yang terinfeksi virus corona.

Rekan-rekannya pun mendatangi si perawat untuk menghibur saat ia menangis tersedu-sedu. Sementara itu, beberapa perawat lain terlihat menangis diam-diam sembari makan.

10. Momen haru seorang ayah hanya bisa melihat anaknya yang masih balita terinfeksi virus corona dari ambang jendela

Momen yang nggak kalah membuat menyedihkah datang dari seorang ayah asal Beijing yang sedih melihat putrinya yang baru berusia 9 bulan harus berjuang melawan virus corona. Dalam sebuah video yang beredar, seorang balita yang belum tahu apa-apa tampak sedih karena berada diruang karantina. Dilansir dari worldofbuzz.com, sang ayah hanya bisa memperhatikan anaknya dari ambang jendela, saat itulah sang balita berusaha meminta pelukan yang membuat sang ayah tak kuasa menahan tangis.

11. Seorang ibu menjauhkan diri dari anaknya karena merasa dirinya terjangkit virus corona

Seorang ibu di Wuhan, China tertangkap kamera menangis ketika dia meninggalkan barang belanjaan dan makanan di pintu rumah putranya. Sang ibu tidak bisa memasuki rumah karena statusnya yang dikarantina dan diduga terjangkit virus corona.

Dikutip dari Suar.id, ibu tersebut merupakan seorang dokter. Dia mengkarantina dirinya sendiri setelah dia curiga bahwa dia dan saudara perempuannya mungkin telah terjangkit virus corona. Ibu tersebut kemudian meninggalkan tas penuh makanan di luar pintu putranya sambil mengucapkan kata-kata agar sang putra menjaga dirinya dengan baik. Momen mengharukan ini lantas viral dimedia sosial dan membuat banyak orang ikut merasakan kesedihan.

Tapi beruntungnya, setelah melakukan pengecekkan, sang ibu ternyata negatif terinfeksi virus corona. Sang ibu telah mengambil langkah-langkah terbaik untuk memastikan keluarganya tetap aman dari virus.

12. Anak difabel meninggal dunia akibat ditinggal ayah dan adiknya yang dikarantina karena terjangkit virus corona

photo via kompas.com

Dikutip dari Minews.id, Kisah pilu juga hadir dari Yan Cheng seorang anak difabel. Yan Cheng yang ditemukan tewas di rumahnya setelah Ayah dan Adiknya dikarantina diduga terkena virus corona. Yan Cheng diketahui memiliki kelainan sehingga harus mendapat perawatan khusus. Namun sayangnya semenjak ayah dan adiknya dikarantina, tidak ada yang menjaga Yan Cheng.

Diketahui sang ayah telah mencoba membuat sebuah video di Weiboo untuk meminta tolong kepada siapapun agar mau menjaga anaknya yang berkebutuhan khusus selama ia dikarantina. Namun sayangnya sang anak harus meregang nyawa tanpa seorangpun disampingnya. Menurut berita yang beredar, Yan Cheng meninggal karena kelaparan dan tidak ada yang menjaganya.

13. Momen haru pasangan lansia korban virus corona terbaring kritis sambil berpegangan tangan

 

Baru-baru ini beredar sebuah video yang mengharukan dimana sepasang lansia yang diduga terjangkit virus corona harus menjalani perawatan sambil berpegangan tangan. Diketahui sepasang suami istri yang diyakini berusia 80-an ini berasal dari Wuhan dan positif terjangkit virus corona. Kedua pasangan lansia tersebut terlihat terbaring lemah dalam ranjang yang disatukan dengan alat-alat medis yang terpasang. Mereka terlihat saling bertatapan dan memegang tangan satu sama lain. Tampak sang kakek sedang berbicara sambil menatap istrinya. Sementara istrinya terlihat terbaring lemas sambil menatap suaminya. Kedua pasangan lansia tersebut terlihat saling memberi semangat satu sama lain sambil terus berpegangan tangan.

Nah itulah beberapa kisah haru dan menyedihkan akibat virus corona. Bagaimana menurut kalian guys?

1+
Artikel Terkait