Kontroversi Seputar Lagu “Lah Bodo Amat” Young Lex

2 bulan lalu, by blogunik

Siapa sih yang nggak tahu Young Lex? Pria yang identik dengan tatonya ini memang selalu menjadi bahan perbincangan karena aksi-aksinya yang kontroversi. Seperti single yang dirilisnya baru-baru ini yang menjadi kontroversi.

Rapper yang bernama lengkap Samuel Alexander Pieter atau akrab disapa Young Lex ini merilis single terbaru yang berjudul “Lah Bodo Amat”. Dalam single terbarunya tersebut Young Lex menggandeng rapper asuhannya Sexy Goath dan Italiani.

Masih dengan aransemen hip hop-RnB yang chill, Young Lex menyebut banyak sekali nama-nama Youtuber dan para selebriti lokal yang akhir-akhir ini meramaikan dunia infotainmen Tanah Air, mulai dari pernikahan Syahrini, Lucinta Luna, Raditya Dika, Atta Halilintar dan banyak lainnya.

Dalam liriknya, secara singkat Young Lex menceritakan kesuksesan dan ciri khas para artis tersebut. Dari single “Lah Bodo Amat” ini tampaknya Young Lex mencoba menyampaikan pesan kepada para haters didunia maya yang seakan berbunyi “walaupun kalian sering menghina, menghujat dan mencibiri kita di kolom komentar, tapi yang ada dipikiran kamu hanya “Lah Bodo Amat dan “Lah Bacot Amat.” Dan yang seperti kita tahu, kepopuleran Young Lex didunia hiburan, salah satunya adalah karena memiliki banyak haters. Jadi bisa dibilang lagu ini dibuat untuk membungkam mulut para haters yang sering mencibirnya ini dan itu.

Video musik “Lah Bodo Amat” sendiri dirilis dalam beberapa versi. Salah satunya adalah versi panjang yang berdurasi hampir genap 17 menit. Versi ini tak cuma berisi lagu penuhnya, namun disisipi beberapa gimmick lain, termasuk komentar Young Lex sendiri terhadap lagu itu.

Lagu yang dirilis pada 26 Juli 2019 itupun sempat menjadi trending tiga di YouTube, dan sampai saat ini, single “Lah Bodo Amat” telah ditonton lebih dari 4,5 juta kali tonton. Namun meskipun sempat menjadi trending, tapi single “Lah Bodo Amat” dari Young Lex ini tak luput dari yang namanya kontroversi guys.

Mulai dari disebut mencuri karya orang, lirik yang penuh pengaruh buruk hingga terseret ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Nah untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kontroversi yang mengiringi viralnya single “Lah Bodo Amat” dari Young Lex.

1. Lirik dari single “Lah Bodo Amat” disebut lirik curian

Meskipun identik sebagai rapper dan musisi yang sering menciptakan karya sendiri namun “Lah Bodo Amat” disebut mencuri dari karya orang. Hal tersebut lantaran lirik dalam single tersebut dianggap mencomot tanpa izin salah satu karya dari selebtwit bernama Firgiawan Ramaulana atau lebih dikenal dengan nama akun @seterahdeh.

photo via tribunnews.com

Kabar tersebut diketahui dari postingan Instastories di akun Instagram Firgiawan Ramaulana. Dalam Instastoriesnya Firgiawan mengatakan pada Young Lex bahwa dirinya membuat lagu tersebut hanya sekedar iseng dan tidak bermaksud untuk mengambil untung sepersen pun. Firgiawan hanya mempermasalahkan lirik lagunya yang dipasang Young Lex pada lagu “Lah Bodo Amat”

Menanggapi hal tersebut, Young Lex beranggapan bahwa dia tidak perlu memberikan credit kepada Firgiawan, karena lagu ‘Lah Bodo Amat’ bukan sepenuhnya buatannya. Lewat cuitan di akun Twitternya, Young Lex juga menjelaskan bahwa pengambilan karya tersebut merupakan bentuk pembalasan terhadap Firgiawan dan akun @spesdelune karena keduanya selalu berkata buruk tentang dirinya dalam tiga tahun terakhir.

2. “Lah Bodo Amat” dinilai memberi pengaruh buruk bagi anak-anak

Selain dituding menggunakan lirik curian, single “Lah Bodo Amat” yang dinyanyikan oleh Young Lex cs ini juga dianggap memberikan pengaruh buruk terhadap anak-anak. Semuanya berawal setelah seorang motivator dan psikolog Dedy Sutanto mengaku banyak anak-anak yang melawan orang tuanya dengan lirik dari sang rapper. Selain itu, Dedy Sutanto meminta agar Young Lex untuk menghapus video tersebut sebelum lebih banyak lagi anak-anak yang meniru, pasalnya kita semua memiliki tanggung jawab sosial tidak hanya asal berkarya.

photo via instagram.com/dedysusantopj

Menanggapi hal ini, Young Lex memberikan respons. Namun, ia tak lantas menuruti permintaan itu, melainkan mempertanyakan klaim Dedy bahwa lagu itu benar-benar membawa pengaruh buruk pada anak-anak. Young Lex meminta bukti data real dan bukan hanya dari asumsi dan kata orang. Young Lex juga meminta agar Dedy menyebutkan secara signifikan jumlah anak-anak yang terkena pengaruh buruk dari single tersebut dan tidak hanya menyebut dengan kata banyak.

Tak berhenti sampai disitu, Dedy Sutanto pun menerima tantangan dari Young Lex tersebut dan meminta bantuan warganet untuk mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan kepada Young Lex. Young Lex juga menanggapi dengan mengatakan kalau setiap angka yang terhitung harus ada bukti realnya berupa video apa bila ada 1000 anak berarti saya minta ada 1000 video anak yang berbeda.

photo via instagram.com/dedysusantopj

Menanggapi dialog antara keduanya, sebagian warganet beropini bahwa Young Lex pada dasarnya hanya mengelak saja untuk menurunkan video itu. Mereka pesimis ada yang bisa mengumpulkan video anak-anak yang mengucapkan “bodo amat, bacot amat” dalam jumlah besar. Menurut mereka, memblokir akun Young Lex adalah cara yang lebih efektif.

3. Tanggapan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas lagu “Lah Bodo Amat”

Kontroversi pada single “Lah Bodo Amat” sampai pada KPAI. Menanggapi hal tersebut, KPAI menyayangkan lagu “Lah Bodo Amat” yang dibawakan Young Lex. KPAI menilai lagu tersebut bukan untuk konsumsi anak-anak.

Dikutip dari Detik.com, KPAI menuturkan jika frasa “bacot amat” tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Dia mengatakan pendidikan karakter kepada anak harus menonjolkan rasa menghargai satu sama lain. KPAI juga mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi tontonan anak.

Terkait dengan Young Lex, KPAI bisa memanggil Young Lex jika menerima banyak laporan terkait lagu tersebut. Saat ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan tontonan yang ramah anak.

Nah itu dia beberapa kontroversi yang mengiringi viralnya lagu “Lah Bodo Amat” Young Lex, menurut pendapat kamu bagaimana guys? Apakah kamu setuju dengan psikolog Dedy Sutanto yang melihat dari sudut pandang orangtua yang mengusung nilai-nilai ideal? Atau kalian mendukung Young Lex dari sudut pandang rapper dan seniman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *