Viral! Kakek 50 Tahun Rela Tempuh 300 KM, Demi Kembalikan Dompet Tanpa Imbalan Sepeserpun

1 bulan lalu, by blogunik

Guys, apa yang akan kalian lakukan jika tiba-tiba menemukan dompet di jalan dan didalamnya berisi uang yang lumayan banyak? Biasanya sih ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika hal tersebut terjadi. Pertama adalah menghubungi pemilik dompet dari identitas yang ada didompetnya dan mengembalikannya. Kemudian yang kedua adalah mengambil uangnya dan membuang dompet tersebut. Tentu saja pilihan kedua nggak boleh kamu tiru ya guys!

Sebutuh apapun kamu dengan uang, namun mengambil milik orang lain bukanlah tindakan yang tepat, malah akan menambah dosa dan bebanmu. Untuk itu, mengembalikannya pada pemilik adalah tindakan yang tepat. Seperti yang dilakukan oleh seorang kakek berumur 50 tahun yang sedang viral karena kisahnya yang sangat menginspirasi.

Bayangkan saja guys, kakek yang diketahui bernama Afuk ini rela menempuh perjalanan sejauh 300 km dari Solo menuju Pasuruan dengan menaiki sepeda ontel hanya demi mengembalikan dompet yang hilang kepada pemiliknya. Dan yang lebih membuat tersentuh adalah, beliau ikhlas dan tidak mau menerima imbalan atas jasanya. Wow, jarang-jarang kan kita menemukan sosok seperti ini di jaman sekarang?

Dikutip dari msn.com, seorang pengguna Instagram bernama Diky Putra Setiawan @dickyedickoent seorang warga Manyar, Surabaya telah membagikan pengalamannya bertemu kakek baik hati yang rela mengayuh sepeda dari Solo ke Pasuruan tersebut.

Diky mengatakan jika dirinya tidak akan melupakan jasa kakek tersebut. Diky juga menceritakan kronologi kejadian dompet temannya bisa terjatuh. Peristiwa yang dialami Diky terjadi pada Senin 9 September 2019 lalu, saat itu, dia dan teman-temannya, dalam perjalanan pulang setelah mengikuti touring sepeda motor dari Pasuruan ke Wonosobo.

Dalam perjalanan, seorang teman Diky bernama Ahmad Milhanudin, mengalami apes, dompetnya terjatuh di jalan. Keesokan harinya, Diky mendapat telepon dari teman sesama biker yang berdomisili di Purbalingga. Ia kemudian ditanya, apakah ada yang kehilangan dompet.

photo via instagram.com/dickyedickoent

Menurut si penelepon, ada pria bernama Afuk, yang menemukan dompet teman Diky itu. Diky kemudian berusaha menelepon Afuk, tapi berkali-kali ia telepon, nomor itu tak aktif. Diky lantas mencoba menghubunginya kembali pada hari kamis dan ternyata bisa nyambung. Diky mengatakan saat ditelpon, Pak Afuk mengaku sedang dalam perjalanan mau kembalikan dompet dan telah sampai di Mojosari dengan sepeda ontelnya. Hal tersebut tentu membuat Diky terkejut.

Pria bernama Afuk itu pun, kemudian benar-benar datang ke teman Diky untuk mengembalikan dompet. Diky mengatakan jika dirinya merasa terharu karena Pak Afuk menolak uang sangu yang ia berikan. Tak hanya itu, Afuk bahkan menolak saat diminta istirahat sejenak, sebelum pulang ke Solo. Ia juga menolak tawaran untuk diantar pulang, lalu pamit untuk langsung pulang ke Solo, menggunakan sepeda yang sama.

Menurut Diky, ia dan teman-temannya tak tega melihat Afuk mengayuh sepeda dengan jarak sejauh itu. Diky sempat memotret KTP Afuk, nama lengkap pria ini adalah Tan Ie Hok. Menurut KTP, Afuk berusia 50 tahun, dan tinggal di kawasan Purwopuran, Jebres, Solo. Afuk tinggal di sebuah rumah yang kondisinya terlihat tak terawat, Pandji Jono (55), tetangga Afuk, mengatakan, Afuk memang dikenal sebagai pria misterius di kampung itu.

Sementara itu, dikutip dari Tribunnews, Afuk mengaku menemukan STNK dan KTP saat dirinya dalam perjalanan pulang dari Jogjakarta ke Solo. Setelah kertas itu dia pungut ternyata STNK, KTP, dan ada stiker dengan tulisan Bang Benk. Afuk mengamati alamat dari KTP tersebut ternyata ada di Jawa Timur.

Afuk mengaku sempat memasang penemuannya di media sosial tapi tidak ada respon. Merasa kasihan dengan sipemilik barang, ia lantas memutuskan berangkat ke Pasuruan menggunakan sepeda ontelnya.

photo via solo.tribunnews.com

Sebelum berangkat, Afuk menjual handphone miliknya seharga Rp 650 ribu untuk modal berangkat dan memperbaiki sepedanya. Setelah berangkat, Afuk mengaku lupa hari apa dia berangkat. Sampai di Pasuruan dia sempat menelpon nomor yang ada di stiker yang ditemukannya bersama STNK dan KTP yang jatuh tersebut. Setelah bertemu Afuk hanya mengembalikan barang yang dia temukan tersebut kemudian kembali ke Solo.

Afuk mengaku, jika dirinya melewati 8-9 kota untuk sampai Pasurian, memang melelahkan namun dirinya ikhlas sudah mengembalikan barang milik orang yang ia temukan. Afuk juga mengatakan jika pemilik barang yang ia temukan tersebut menawarinya sejumlah uang dan menawarkan untuk mengantarkannya pulang. Namun dia menolaknya lantaran niatnya ikhlas untuk mengembalikan barang yang dia temukan tersebut dan tidak ingin merepotkan orang.

Setelah itu, dirinya mengaku langsung pulang dan tidak ada mampir kemanapun lagi. Afuk menjelaskan, tidak ada hal lain yang dia inginkan, dia hanya ingin membantu orang yang kehilangan dompet tersebut. Tindakan mulia yang dilakukan Pak Afuk ini tentu membuktikan kalau didunia ini masih ada orang yang berhati jujur dan mulia. Wah bagaimana menurut kalian guys? Tentu kisah ini mengajarkan kita kalau hidup serba kekurangan tak akan membuat kita dipandang rendah jika kita memperkaya diri kita dengan kejujuran, dan hati yang mulia. Jadikan kebaikan hati Pak Afuk ini sebagai inspirasi kalian untuk menebar kebaikan dimanapun kamu berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *