Zero Waste Lifestyle, Gaya Hidup Kekinian Yang Bisa Kamu Tiru Untuk Menyelamatkan Bumi

1 bulan, by blogunik

Zero waste

Siapa nih yang setiap harinya selalu memiliki sampah plastik untuk dibuang? Ternyata, kantong plastik yang kita gunakan hanya sekejap, membutuhkan waktu hingga seribu tahun lamanya untuk terurasi lho!. Coba deh bayangkan, jika setiap rumah tangga membuang sampah plastik setiap harinya, tentu bumi ini akan sangat penuh sesak dengan sampah plastik. Belum lagi, seperti yang dikutip dari Kompas.com, pada 2019 yang lalu, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 190.000 ton setiap harinya. Jika masalah tersebut dibiarkan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan melebihi kapasitasnya dan tidak lagi bisa mengatasi sampah-sampah tersebut.

Lantas, apa nih solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah ini?

Nah dewasa ini, muncul istilah Zero Waste Lifestyle yang disebut dapat mengatasi permasalahan persampahan dunia dalam jangka panjang. Gaya hidup ini kian digandrungi di berbagai negara maju, khususnya mereka yang sudah mulai paham mengenai bahaya kerusakan lingkungan. Pasalnya gerakan zero waste ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya. Tak hanya itu, Zero Waste Lifestyle juga menjadi populer karena memiliki berbagai manfaat pada lingkup individu maupun masyarakat secara umum.

Nah buat kamu yang ingin menerapkan Zero Waste Lifestyle, berikut beberapa hal yang wajib kamu ketahui mengenai Zero Waste Lifestyle. Let’s check it out guys!

Apa itu zero waste?

Gaya Hidup Zero Waste

photo via recyclecoach.com

Zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup demi mendorong siklus hidup sumber daya sehingga produk-produk bisa digunakan kembali.

Gerakan zero waste, atau dalam bahasa Indonesianya disebut bebas sampah ini merupakan upaya konservasi sumber daya yang melibatkan produksi, konsumsi, penggunaan kembali, dan pemulihan produk hingga kemasannya.

Sederhananya, zero waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri.

Zero waste juga soal menjauhi single use plastic atau plastik yang hanya digunakan sekali. Tujuannya adalah agar sampah tidak dikirim ke landfill. Jadi zero waste itu tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang. Ini miskonsepsi yang umumnya terjadi. Padahal sebenernya zero waste itu dimulai dari Refuse, Reduce, and Reuse. Saat benar-benar sudah tidak memungkinkan untuk 3 hal tadi, baru dilakukan Recycle dan Rot.

Alih-alih membuang sumber daya, penganut gaya hidup zero waste bertujuan untuk membuat sistem di mana semua sumber daya dapat dikembalikan sepenuhnya ke alam.

Seperti yang disebutkan tadi, gerakan ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya. Penerapan upaya bebas sampah ini diharapkan dapat mengeliminasi sampah yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, alam, hewan, maupun planet bumi itu sendiri.

Intinya zero waste menantang kita semua untuk mengevaluasi gaya hidup kita dan melihat bagaimana sesuatu yang kita konsumsi bisa berdampak negatif terhadap lingkungan.

Dikutip dari Zerowaste.id, Bea Johnson dari Zero Waste Home mempopulerkan 5 R ini: “Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot” atau di dalam bahasa indonesia “Menolak, Mengurangi, Menggunakan Kembali, Daur Ulang, Membusukkan.”. 5R ini menjadi pegangan untuk mengarah kepada gaya hidup tanpa limbah sehingga dapat menciptakan lebih sedikit limbah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

Apa Saja Manfaat Zero Waste Lifestyle?

1. Minim sampah

Gaya Hidup Zero Waste

photo via inertiawins.com

Karena tujuan utama zero waste adalah mengurangi dan mengeliminasi sampah, tentunya manfaat utama yang paling dirasakan adalah produksi sampah menjadi berkurang. Dilihat dari jangka panjangnya, besar kemungkinan, bumi ini akan terbebas dari penumpukan sampah. Bahkan bisa dipastikan, sungai dan lautan tak akan lagi tercemar dengan sampah-sampah plastik.

2. Menjadikan hidup lebih sehat

Gaya Hidup Zero Waste

photo via healthvalues.org

Menerapkan gaya hidup zero waste akan membuat kamu jadi lebih sehat. Kamu tidak lagi mengonsumsi makanan instant dalam kemasan dan beralih ke makanan non kemasan seperti sayuran dan buah. Kamu akan lebih memprioritaskan makanan yang kamu konsumsi dan tidak membeli jajanan makanan ringan dalam kemasan yang tidak perlu.

Pembakaran sampah juga dapat diminimalisir. Seperti yang kita tahu, pembakaran sampah dapat berakibat buruk bagi bumi dan kesehatan. Membakar sampah akan menghasilkan bahan-bahan kimia berbahaya. Apalagi jika jenis sampah yang dibakar adalah plastik atau bahan-bahan lainnya. Bahan kimia ini berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya bagi saluran pernapasan. Jadi dengan menerapkan gaya hidup zero waste, kita dapat mengurangi pembakaran sampah dan menjaga paru-paru kita tetap sehat.

3. Hemat

Gaya Hidup Zero Waste

photo via studying-in-germany.org

Manfaat menerapkan gaya hidup zero waste berikutnya adalah kita bisa menjadi lebih hemat. Gaya belanja kamu akan lebih banyak perhitungan karena sebisa mungkin kamu akan membeli makanan tanpa kemasan, yang lebih banyak didapatkan di pasar tradisional dengan harga yang murah. Selain itu, kamu juga bisa lebih berhemat dengan menggunakan tote bag atau keranjang belanja sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan tarif lebih untuk membeli kantong keresek.

4. Mendukung upaya mengatasi pemanasan global

Gaya Hidup Zero Waste

photo via unilever.com

Dengan menerapkan gaya hidup zero waste, kita turut membantu mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Tentu karena kita tidak banyak membeli makanan-makanan berproses atau cepat saji. Pasalnya menurut EPA, Badan Perlindungan Lingkungan dari Amerika Serikat, makanan cepat saji berkontribusi terhadap 42% dari total emisi gas rumah kaca di dunia.

Langkah Sederhana Memulai Gaya Hidup Zero Waste?

Di Indonesia kebijakan Zero Waste Lifestyle belum dicanangkan secara nasional, namun beberapa kota sudah memulainya dalam bentuk program Zero Waste Cities. Sebagai contoh, di Provinsi Jawa Barat ada 3 kota yang ditargetkan menjadi kota percontohan penerapan konsep Zero Waste Cities, yaitu Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Yang terakhir viral adalah kebijakan Provinsi Bali yang menyatakan bahwa mulai tahun 2019 Bali melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Walaupun demikian, kita bisa memulainya dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita. Dimulai dengan menerapkan prinsip-prinsip Zero Waste Lifestyle melalui gerakan 5R yang dipopulerkan oleh Bea Johnson, yang terdiri dari 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan sampah).

1. Refuse (Menolak)

Gaya Hidup Zero Waste

photo via istockphoto.com

Kita pasti selalu mencari atau membeli barang yang praktis dan kadang tergoda dengan keinginan impulsive kita. Akhirnya kita tidak berpikir panjang, apakah ini kebutuhan atau keinginan dan kemana perginya barang ini setelah dikonsumsi. Coba deh mulai menjadi smart consumer dengan hanya membeli barang yang kamu butuhkan saja dan menolak kantung plastik nonbiodegradable saat berbelanja. Tentu kita pun harus mempersiapkan kantung belanja sendiri dari rumah.

2. Reduce (Mengurangi)

Gaya Hidup Zero Waste

photo via goodhousekeeping.com

Kita dapat menghindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Selain itu, kita bisa menggunakan produk yang dapat diisi ulang. Contoh sederhananya, kamu bisa membawa wadah makanan sendiri saat kamu sedang makan di luar rumah untuk menampung makanan yang tersisa untuk kamu konsumsi lagi nanti, sehingga kamu tidak memerlukan kemasan yang ujung-ujungnya berakhir menjadi sampah. Kamu juga bisa mengurangi sampah plastik dengan membawa tote bag untuk membawa barang belanjaan.

3. Reuse (Menggunakan kembali)

Gaya Hidup Zero Waste

photo via en.wikipedia.org

Kita dapat menggunakan kembali wadah/kemasan dengan fungsi yang sama secara berulang-ulang. Contohnya menggunakan baterai recharge, menggunakan plastik bekas minyak goreng sebagai pengganti polybag. Menggunakan botol parfum yang dapat diisi ulang dll.

4. Recycle (Mendaur ulang)

Gaya Hidup Zero Waste

photo via inhabitat.com

Kita dapat menggunakan produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. Selain itu, kita juga dapat melakukan penanganan sampah organik menjadi pupuk kompos. Serta melakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat, contohnya seperti menggunakan sampah botol plastik sebagai pot tanaman, dan kerajinan tangan yang lebih bermanfaat. Kita juga bisa menyulap baju bekas menjadi tas belanja sendiri. Dengan begitu kamu tidak perlu menambah jumlah barang di rumah.

5. Rot (Membusukkan)

Gaya Hidup Zero Waste

photo via greenactioncentre.ca

Meskipun kita masih menghasilkan sampah, tapi setidaknya kita bisa membantu mengurangi dan mengolah sampah dengan memisahkan tempat sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa diuraikan seperti sayuran, sisa makanan, dan buah-buahan. Kita dapat membusukkan sampah organik menjadi pupuk kompos. Salah satunya dapat dilakukan dengan cara membuat lubang biopori. Hal ini tentu saja dapat mengurangi beban TPA secara signifikan.

Sedangkan sampah anorganik itu sampah kering seperti kertas, botol, kaca, atau bekas kemasan plastik sabun cuci, yang bisa didaur ulang. Setelah dikumpulkan, cari bank sampah di kotamu seperti waste4change, banksampah.id atau lainnya yang menerima sampah kering ataupun organik untuk diolah lagi.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai Zero Waste Lifestyle. Gaya hidup zero waste membantu kita untuk mengevaluasi gaya hidup dan melihat bagaimana sesuatu yang kita konsumsi bisa berdampak terhadap lingkungan. Jadi tertarik menerapkan gaya hidup Zero Waste dari sekarang?

0
Artikel Terkait