Bijaksanalah! Sosial Media Bukanlah Tempat Untuk Curhat, Berikut Alasan Dan Dampak Buruknya

6 bulan lalu, by blogunik

Dampak negatif curhat di sosial media

Jaman sekarang siapa sih yang gak mengenal media sosial? Mungkin bisa dikatakan hampir semua orang memiliki akun media sosial, bahkan bayi-bayi yang baru lahir saja sudah dibuatkan media sosial oleh orang tua mereka. Bukan hanya itu, tak jarang juga hewan-hewan seperti anjing, kucing, dan binatang peliharaan lainnya memiliki akun di media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter dll.

Hal tersebut memang tak lepas dari perkembangan internet yang sekarang sangat merajalela. Dengan adanya internet, media sosial juga sangat berkembang pesat. Media sosial seakan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Tua, muda, pria, wanita, dan semua kalangan hampir menggunakan media sosial dalam keseharian mereka. Dengan media sosial siapapun bisa berkomunikasi dengan sangat mudah tanpa perlu pulsa prabayar. Karena seperti yang kita tahu, dulu, sebelum internet dan media sosial berkembang, kebanyakan orang hanya menggunakan telepon atau sms untuk berkomunikasi yang mana harus menggunakan pulsa prabayar.

Namun lama-kelamaan, media sosial tidak hanya digunakan untuk media komunikasi yang mudah saja. Apalagi seperti yang kita tahu, media sosial menyediakan fitur status dan sebagainya, yang membuat media sosial beralih fungsi sebagai tempat pamer dan tempat curhat. Banyak orang yang tanpa malu memamerkan apapun yang dimilikinya lewat pesan status dimedia sosial. Selain itu, banyak juga orang yang justru memanfaatkan fitur status di media sosial sebagai tempat curhat alias melampiaskan keluh kesahnya. Bahkan parahnya lagi, keseringan media sosial digunakan untuk melakukan balas dendam lewat status-status di media sosial dengan menuliskan kalimat nyinyiran atau saling mengata-ngatai.

Bagi sebagian besar orang, melampiaskan segala keluhan  di media sosial mungkin dapat membuat seseorang merasa puas. Kalau belum update, rasanya belum lengkap dan ada sesuatu yang mengganjal. Dengan mencurahkan segala masalah yang sedang dihadapi di media sosial, mereka berharap mendapat perhatian dan simpati dari orang lain. Dan bahkan berharap dukungan dari orang lain.

Mencurahkan isi hati memang sangat penting untuk meringankan beban pikiran, namun haruskah curhatnya di media sosial? Jawabannya adalah “tidak” guys! Sebab, media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp dll bukanlah tempat curhat dan tempat melampiaskan emosi, melainkan tempat yang memungkinkan kamu untuk bersosialisasi dan menjaga silahturahmi dengan teman-teman yang tak terjangkau.

Lalu, kenapa curhat dimedia sosial hendaknya dihindari? dikutip dari berbagai sumber, berikut berbagai alasan dan dampak negatif jika menggunakan media sosial untuk tempat curhat! Check this out guys!

1. Curhat di media sosial dapat memperbesar masalah

Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing, mau itu masalah berat ataupun ringan, kedua-duanya sama-sama membutuhkan cara untuk menyelesaikannya, namun bukan dengan cara menulis permasalahanmu di status media sosial. Sebab dengan curhat di media sosial, kamu tidak akan mendapatkan solusi yang tepat akan masalahmu, akan tetapi, hal ini justru akan menjelma menjadi bumerang buatmu sendiri saat reaksi khalayak luas yang membaca status curhatanmu tidak seperti yang kamu harapkan.

Saat kolom komentarmu dipenuhi dengan hujatan atau kritikan, kamu akan menghadapi konflik internal yang semakin besar. Masalah pribadi yang ada belum terselesaikan, kamu harus siap menghadapi masalah baru yaitu penghakiman para followersmu, atau bahkan dari warganet. Bahkan kasus ini sering terjadi pada artis-artis tanah air.

photo via : dailymail.co.uk

2. Membuat semua orang tahu aibmu sendiri

Tak bisa dipungkiri, saat kamu curhat dengan seseorang, itu berarti kamu sedang membongkar aibmu sendiri kepada orang tersebut. Tapi setidaknya kamu memilih orang yang tepat dan kamu percaya untuk mendengar segala keluh kesahmu. Kamu juga bisa mendapat saran yang berguna dan dukungan darinya. Namun hal ini jadi berbeda saat kamu memilih curhat di media sosial. Memang curhatanmu kemungkinan akan mendapat banyak respon dari teman-temanmu di media sosial, namun curhat lewat status-status di media sosial hanya akan membuat aibmu semakin tersebar luas. Misalnya saja kamu memposting hal-hal seperti “Aku baru saja dipecat dari pekerjaan, adakah perusahaan yang mau memperkerjakan aku?”. Nah postingan-postingan seperti ini jika dipublish di media sosial tidaklah tepat. Ada baiknya jika kita tidak meluapkan curahan hati apalagi yang bersifat pribadi di media sosial yang bisa diakses siapapun. Cerdas dalam menggunakan media sosial adalah hal yang wajib diterapkan di era ini.

3. Dapat merusak image pribadi

Curhat di media sosial apalagi curhatan yang mengandung kemarahan dapat merusak image pribadi kamu dimata publik. Apalagi kamu menuliskan kata-kata kotor ataupun kata-kata kasar demi memuaskan perasaan kamu. Status kemarahanmu dengan kalimat kasar tersebut akan dibaca oleh semua orang, dan tentunya itu akan merusak image pribadi kamu dihadapan orang lain. Sekalipun kamu menghapus status kemarahanmu tersebut, teman-teman dimedia sosial pastinya telah mengingat status yang pernah kamu tulis dan menilai negatif dirimi. Jadi walaupun kamu sedang marah, janganlah luapkan emosi kamu ke media sosial, demi kebaikan kamu dan orang lain. Jangan bangga dengan banyak komentar yang menanyai masalahmu. Justru orang lain lama-lama bisa menjauhi kamu.

photo via : www.sbs.com.au

4. Masalah pribadimu tidak harus diketahui publik

Namanya saja masalah pribadi, kamu tidak harus membeberkannya di media sosial dengan ribuan pengikutmu. Jika ada masalah, maka yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikan masalah tersebut bukannya update status di media sosial. Jika kamu merasa perlu curhat karena masalah yang kamu hadapi maka cari tempat curhat, bisa ibu, saudara, sahabat ataupun pacar. Hindari curhat di media sosial karena masalah pribadimu tidak harus diketahui publik, selain itu, gak semua orang yang menjadi followermu ingin tahu masalah yang kamu hadapi.

5. Di cap lebay dan kekanak-kanakan

Galau dikit update status, marahan sama pacar update status, putus sama pacar update status, makan di restoran update status, pokoknya dikit-dikit update status di media sosial, jadi waktumu hanya habis untuk melapor ke media sosial padahal belum tentu para folowersmu tertarik dengan masalahmu yang bejibun tersebut. Yang ada justru banyak yang menganggap dirimu terlalu lebay dan bersikap kekanak-kanakan. Bukannya mendapat komentar dan like, justru mereka akan menilaimu sebagai sosok yang membosankan.

photo via : www.stocksy.com

6. Bukan cuma kamu yang punya masalah, jadi jangan drama merasa diri paling menderita

Alasan lain kenapa kamu harus bijaksana dalam menggunakan media sosial dengan tidak curhat di kolom status adalah karena bukan hanya dirimu yang sedang ada masalah. Setiap manusia yang masih hidup didunia ini pasti memiliki masalah. Bahkan bisa lebih berat daripada masalah yang sedang kamu hadapi saat ini. Jadi jangan mendramatisir keadaan dengan merasa dirimu paling menderita dan malah go publik dengan menulis curhatan sepanjang cerita bersambung di media sosial. Jika itu tetap kamu lakukan, mungkin curhatanmu akan ditertawakan oleh mereka yang memiliki masalah lebih berat darimu.

7. Dari ribuan followersmu mungkin hanya segelintir orang yang bersimpati pada masalahmu

Salah satu alasan kamu memilih curhat dimedia sosial mungkin adalah ingin mendapatkan simpati dari orang lain atau memang tidak ada tempat yang layak untuk untuk kamu mencurahkan isi hati. Namun sayang, jika kamu curhat dimedia sosial, mungkin awal-awal kamu akan mendapat simpati yang kamu inginkan. Namun lama-kelamaan pasti para followermu ataupun para temanmu akan merasa bosan dengan jenis statusmu yang itu-itu saja. Dan dijamin nggak akan ada lagi yang bersimpati padamu karena bukan hanya kamu yang punya masalah dan harus diperhatikan.

photo via : http://reductress.com

8. Dapat mengundang kejahatan

Banyak pengguna media sosial yang sering mengumumkan hal-hal seperti, “Bosan, setiap pulang sekolah selalu sendiri dirumah”, atau “Minggu nanti enaknya jalan-jalan ke Mall Kelapa Gading” atau “Gak ada yang anter, terpaksa besok ke banknya sendiri”. Nah cuitan-cuitan seperti ini hendaknya jangan kamu posting di media sosial, karena bukan hany tidak penting bagi para followermu namun postingan seperti itu juga dapat mengundang kejahatan.

9. Jarang posting ataupun curhat dimedia sosial dapat menambah wibawa

Guys, apa yang kamu pikirkan jika ditimeline media sosialmu penuh dengan curhatan-curhatan yang kamu tidak mengerti dari para temanmu di media sosial. Pastinya jengkelkan? Selain itu, kamu juga pasti menilai mereka lebay dan sok dramatis. Nah anggapan tersebut juga bisa dilontarkan padamu jika kamu melakukan hal yang sama.

Maka dari itu, cobalah contoh orang-orang yang jarang curhat dan posting di media sosial. Media sosialnya sepi dan tidak ada yang menarik meskipun kamu tahu mereka selalu online di media sosialnya. Hal itu menunjukkan kalau mereka adalah orang yang cerdas. Mereka tidak mau dinilai oleh orang lain yang tidak mengetahui dirinya. Mereka juga tidak mau dinilai oleh orang yang hanya membaca statusnya tanpa tahu keadaan yang sebenarnya.

Sikap mereka yang jarang posting di media sosial menunjukkan kalau mereka orang yang cerdas dan berwibawa. Justru mereka yang sering curhat di media sosial menunjukkan kalau mereka tidak punya pekerjaan lain selain bermain media sosial. Jadi jangan buat dirimu dinilai buruk oleh banyak orang yang tidak kamu kenal karena keseringan mengumbar privacy di media sosial.

photo via : http://www.kiwireport.com

10. Mengundang rasa iri dan dengki

Mengunggah status tentang perasaan bahagia mungkin masih terbilang normal. Sebagai manusia biasa kita memang selalu ingin berbagi berbagai macam hal kepada orang lain, termasuk dalam hal berbagi kebahagiaan. Hal ini masih sangat wajar karena kita berharap orang yang membaca postingan kita dapat terkena imbas kebahagiaan atau aura positif dari perasaan kita.

Tapi ingat guys! Janganlah terlalu berlebihan dalam berbagi rasa bahagiamu di media sosial. Sebab apapun yang berlebihan tetap tidak bagus. Mengungkapkan rasa bahagia secara berlebihan di media sosial sama halnya kamu pamer di media sosial, hal itu bisa menyebabkan orang lain menjadi iri dan dengki kepada kamu. Jadi jangan sampai kebahagiaan kamu menjadi kesedihan dan kedengkian bagi orang lain. Bijaklah dalam menggunakan media sosial.

11. Dapat menimbulkan permusuhan

Satu lagi, alasan kenapa curhat dimedia sosial harus dihindari adalah karena curhat di medsos dapat menimbulkan permusuhan apalagi pertikaian. Hal ini terjadi karena curhatan yang kamu publish di medsos berisi nada sindiran terhadap seseorang yang kamu tak suka. Status sindiran tersebut kamu gunakan untuk balas dendam kepadanya. Tentunya hal ini akan menimbulkan reaksi yang serupa dari orang tersebut dan terjadilah adu mulut di medsos. Saling nyinyir, saling julid yang tentunya akan merugikan diri kalian sendiri.

Jika kamu memang benar-benar memiliki masalah kepada orang lain, selesaikan langsung kepada orangnya, bukan dengan cara yang tidak langsung, karena itu justru akan memperpanjang masalah yang sedang kamu hadapi, atau bahkan semakin mempersulit masalah kamu dengan orang tersebut. Selain itu, menyindir orang di media sosial juga menunjukkan kalau kamu memiliki jiwa yang pengecut karena beraninya dari jauh.

photo via : http://www.kiwireport.com

Menyindir orang lain melalui sosial media agar nantinya sang target merasa tersindir itu tidak baik, dan terkesan tidak dewasa, melainkan terkesan kekanak-kanakan. Menyindir orang lain di sosial media sama halnya dengan membicarakan keburukan orang lain di tempat ramai. Ingat kalian bukan tukang gosip. Jadi Merenung dan introspeksi dirilah sembari menemukan jalan keluar untuk masalah. Dan jangan jadikan media sosial sebagai tempat pelampiasan.

Nah itu dia beberapa alasan serta dampak negatif jika kamu sembarang curhat di media sosial. Sebab, kamu perlu ingat, pemicu seseorang sampai mengumbar masalah pribadi di medsos biasanya hanya bersifat impulsif alias tindakan yang dilakukan tanpa berpikir panjang apa akibat dan dampak dari aktivitas tersebut.

Setiap status yang kamu update di media sosial tentunya akan mendapat komentar dari pengguna lainnya. Nggak semua teman ataupun follower kamu bisa membantu kamu menyelesaikan masalah, yang ada bukannya mendapat solusi, kamu malah mendapat kata-kata pedas yang membuat hati semakin sakit. Jadi berhentilah mengumbar masalah di media sosial. Cobalah cari keluarga atau orang terdekat yang dapat kamu percaya untuk sekedar mau mendengarkan keluh kesahmu karena hal itu lebih baik dibanding harus curhat-curhat di dunia maya. So guys, bijaksanalah dalam menggunakan media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait