Ciri-ciri dan Penularan Wabah Penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MTS) yang ditularkan melalui Daging Babi

2 tahun lalu

Baru-baru ini Bali digemparkan dengan terjadinya wabah penyakit yang terjadi akibat mengkonsumsi olahan daging babi. 20 Warga Desa Sibang Kaja di Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung diduga terjangkit bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MTS) usai menyantap lawar babi. Gejala yang mereka alami mirip gejala cikungunya.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung pun mengaku sudah melakukan penelitian terhadap puluhan warga yang terkena penyakit aneh tersebut. Dari hasil laboratorium menyatakan puluhan warga tersebut positif terkontaminasi bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MTS).

Meningitis streptococcus suis merupakan meningitis bakteri akut zoonosis yang penularannya dari babi ke manusia. Rute penularannya melalui makanan. Seperti produk babi yang mentah baik darah segar, usus, jeroan dan daging yang terinfeksi. Selain itu penularan juga bisa melalui luka lecet saat mengolah atau memasak daging babi yang terinfeksi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Jumat (10/3/2017), masa inkubasi bakteri tersebut beberapa jam -14 hari (biasanya 2-4 hari) setelah makan produk babi yang terinfeksi dan mentah. Misalnya lawar merah dan makanan lainnya mentah atau setengah matang, lihat juga 10 makanan lezat khas Bali Lainnya

Gejala klinis dari terinfeksi bakteri S. Suis sesuai dengan meningitis bakterial akut. Ciri-ciri penyakit ini menyerupai deman berdarah atau chikungunya. Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau selama beberapa hari.Ciri ciri meningitis meliputi:

  • Demam Tinggi secara mendadak.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala berat yang tampaknya berbeda dari biasanya.
  • Sakit kepala dengan mual atau muntah.
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  • Kejang.
  • Mengantuk atau kesulitan bangun.
  • Kepekaan terhadap cahaya.
  • Tidak nafsu makan atau haus.
  • Muncul ruam kulit (kadang-kadang).

Untuk mencegah penularan penyakit Meningitis streptococcus suis ini,  Masyarakat diharuskan mengolah daging babi agar benar-benar matang dan terjaga kebersihannya. Saat mengolah daging babi pastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik bila mengolah daging.

Bila di sekitar kita ada peternak babi yang memiliki babi yang sakit, mohon diinfokan jangan dijual ke pengepul daging babi untuk mencegah penularannya.

Selain ditemukan di Badung, penyakit Meningitis streptococcus suis ini juga merambah ke sejumlah daerah di Bali. Penyakit serupa juga ditemukan di beberapa kabupaten, seperti Denpasar, Tabanan, dan Singaraja.

 

Sumber :
https://www.balipost.com/news/2017/03/10/1821/bakteri-streptococcus-suis-ditularkan-lewat.html
http://www.nasional.in/2017/03/islamia-usai-makan-babi-20-warga-bali.html
http://ciricirimeningitispadaorangdewasa.blogspot.co.id/

Save

Facebook Comments

Baca Juga