Berbeda 180 Derajat! Cuaca Ekstrim Yang Melanda Amerika Dan Australia

5 bulan lalu

Cuaca ekstrim di Amerika dan Australia

Guys! Kalian harus bersyukur tinggal di Indonesia, yang bisa dibilang cuacanya tak pernah mengalami peningkatan ataupun penurunan suhu yang sangat ekstrim. Ya walaupun di Indonesia sering terjadi hujan dan banjir, namun setidaknya kalian tak pernah menemukan kasus kematian karena beku ataupun kematian karena kepanasan. Maka dari itu, kita harus benar-benar bersyukur tinggal di Indonesia, sebab tak semua negara memiliki cuaca yang cukup stabil seperti di Insonesia.

Seperti kasus cuaca ekstrim yang saat ini sedang melanda Amerika dan Australia. Kedua benua ini sama-sama mengalami cuaca yang sangat ekstrim namun sangat bertolak belakang. Jika di Amerika sedang menghadapi musim dingin yang sangat ekstrim, maka di Australia justru dilanda cuaca panas yang sangat ektrim hingga mampu membuat aspal jalan meleleh.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kedua benua tersebut? Dikutip dari Voaindonesia.com, Daratan Amerika sedang di landa cuaca dingin yang sangat ektrim. Para pakar meteorolgi menyebut cuaca dingin itu diakibatkan oleh polar vortex, udara dingin di atas Kutub Utara yang bergerak ke Selatan melintasi Amerika Utara karena dorongan panas gurun dari Afrika Utara.

photo via : sains.kompas.com

Cuaca dingin tersebut mencapai puncaknya pada hari Kamis, 31 Januari 2019 kemarin dan tercatat sebagai suhu terdingin yang pernah melanda Amerika Serikat dalam sejarah. Hal tersebut membuat ratusan juta warga Amerika Serikat mencari perlindungan ketempat yang sekiranya dapan melindungi mereka dari cuaca ektrim tersebut.

Selain itu, banyak sekolah, kantor pemerintah, perkantoran hingga kantor pos yang ditutup karena suhu rendah dan angin dingin yang kencang. Bahkan hampir semua kantor pos AS menangguhkan pengiriman surat untuk melindungi kurir mereka dari terjangan cuaca ektrim.

photo via : www.era.id

Para pejabat bahkan menyatakan jika 85 persen wilayah Amerika Serikat kecuali Alaska dan Hawaii sedang dilanda suhu dibawah titik beku. Salah satu kota di Amerika tepatnya di Grand Chute, Wisconsin, sepanci air mendidih yang dilempar ke udara langsung menjadi awan salju. Wah! Gak kebayang kan bagaimana dinginnya Amerika Serikat?

Cuaca dingin ini juga menyebabkan korban jiwa hingga belasan orang, baik akibat cuaca dingin maupun akibat kecelakaan saat badai salju. Sementara di Chicago, sekitar 80.000 orang tunawisma terancam menghadapi kondisi mengancam nyawa dilaporkan temperaturnya mencapai minus 22 derajat Fahrenheit. Sementara suhu di beberapa tempat Minnesota dilaporkan mencapai minus 40 derajat. Dikutip dari MSN.com, Badan Cuaca Nasoonal AS menyatakan, angin dingin bisa berbahaya karena dapat menyebabkan radang dingin pada kulit dalam waktu 5 menit.

photo via : www.medcom.id

Namun walaupun sedang mencapai puncaknya, cuaca dingin ektrim yang melanda Amerika ini diperkirakan hanya akan bertahan beberapa hari lagi. Menurut prakiraan cuaca, suhu di bagian tengah hingga pantai timur Amerika akan naik menjadi berkisar antara 4 hingga sekitar 10 derajat Celsius.

Nah jika di AS sedang menghadapi cuaca dingin yang sangat ekstrim, di Austrlia justru sedang menghadapi cuaca panas yang sangat ekstrim. Australia dilanda musim panas ekstrim, dengan suhu di beberapa tempat mencapai lebih 40°Celsius. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

Gelombang panas ini telah menyebabkan kebakaran hutan dan tak sedikit satwa liar mati. Beberapa hari yang lalu, daerah Adelaide merasakan cuaca panas 46,6 derajat Celcius, dan tercatat sebagai suhu tertinggi yang pernah dialami kota di Australia. Hal tersebut mengakibatkan sekitar 40 kuda mati karena dehidrasi dan kelaparan, sementara kuda yang selamat, tapi nyaris mati, dimusnahkan. Dikutip dari BBC.com, seorang warga mengatakan jika tempat dimana kuda-kuda tersebut ditemukan tewas biasanya penuh dengan air dan hewan-hewan tersebut beraktifitas di sekitar sana.

photo via : internasional.kompas.com

Namun karena cuaca yang panas membuat sumber air menjadi mengering sehingga membuat kuda-kuda tersebut dehidrasi. Sementara itu, beberapa spesies lain juga terancam, termasuk kelelawar, di New South Wales dan Cairns, yang ditemukan mati dalam jumlah besar. Selain itu, jutaan ikan juga mati pada daerah yang menderita kekeringan.

photo via : http://harnas.co

Para pejabat, telah mengingatkan kepada warga Australia untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas fisik. Selain itu, jika melakukan aktifitas diluar rumah juga sangat membahayakan sebab, gelombang panas yang melanda Australia juga mengakibatkan kondisi jalan seperti aspal meleleh, sehingga akan akan sangat berbahaya jika dilewati.

photo via : www.otosia.com

Laporan Channel News Asia menyebutkan, pesisir barat Australia menghadapi cuaca panas dan kering selama tiga bulan ke depan. Biro Meteorologi Australia (BOM) memprediksi hanya ada peluang 20 persen negara bagian Austrlia Barat akan ditimpa curah hujan sepanjang 1 Februari hingga 30 April 2019. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

Baca Juga