Kamu Wajib Tahu! Inilah Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan Yang Bikin Miris

2 minggu, by blogunik

Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan

Kerusakan hutan di Kalimantan menjadi salah satu masalah yang mencuri perhatian ditengah masa pandemi Corona seperti saat ini. Seperti yang kita tahu, hutan di Kalimantan merupakan paru-paru Indonesia yang amat penting keberadaannya. Sebagai tempat hidup ribuan marga dan satwa, hutan Kalimantan kini nampak rusak akibat kebakaran hutan, industri penebangan kayu dan industri perkebunan.

Bahkan sisa kebakaran hutan tahun 2019 lalu masih menyisakan pemandangan yang membuat hati miris. Hutan gundul dimana-mana, banyak hewan-hewan penghuni hutan kehilangan tempat tinggalnya, bahkan hasil dari sebuah penelitian terbaru menunjukkan lebih dari 30 persen dari hutan tropis Kalimantan telah hancur selama 40 tahun terakhir akibat kebakaran, industri penebangan kayu dan industri perkebunan.

Nah berikut beberapa fakta seputar kerusakan hutan Kalimantan yang pastinya bakal membuat kamu miris setelah melihatnya!

1. Lebih dari 15.000 Ha hutan di Kalimantan mengalami kerusakan dalam waktu yang singkat

Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan

photo via agiwoles.blogspot.com

Dikutip dari situs SiPongi Karhutla Monitoring Sistem, rekapitulasi luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Per Provinsi Di Indonesia Tahun 2015-2020 (Data s/d 30 September 2020) masih didominasi oleh hutan Kalimantan.

Dimana Kalimantan Barat mengalami kerusakan hutan seluas 6.131,00 Ha, Kalimantan Selatan sekitar 1.011,00 Ha, Kalimantan Tengah seluas 2.159,00 Ha hutan mengalami kerusakan,  Kalimantan Timur kurang lebih sekitar 4.319,00 Ha, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 1.571,00 Ha hutan mengalami kerusakan.

2. Laju deforestasi yang sangat tinggi

Dampak kerusakan hutan di Kalimantan

Photo via pushep.or.id

Pulau Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia karena luas hutannya, yaitu sekitar 40,8 juta hektar. Sayangnya laju deforestasi di Kalimantan demikian cepatnya. Luas hutan di seluruh provinsi yang ada di Kalimantan mencapai sekitar 40,8 juta hektare. Sementara itu menurut Greenpeace, hutan di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

Dikutip dari Profauna.net, data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar/tahun. Tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record menganugrahi Indonesia sebagai negara yang laju kerusakan hutannya tercepat di dunia. Namun itu bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

3. Hutan tropis menjadi hutan industri

Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan

photo via dayaktalino.blogspot.com

Eksploitasi hutan secara masif melalui illegal loging dan pembalakan liar, konversi lahan dari kawasan hutan alam menjadi kawasan hutan tanaman industri, perkebunan (khususnya sawit), dan pertambangan, dan penyalahgunaan hak penguasaan hutan (HPH), telah menyebabkan kerusakan hutan yang sangat dahsyat. Lebih dari 1 juta hektar hutan rusak setiap tahunnya. Sementara kemampuan pemulihan lahan yang telah rusak hanya sekitar 0,5 juta hektare per tahun.

Pengalihan fungsi (konversi) hutan untuk perkebunan kelapa sawit juga memberikan kontribusi besar terhadap semakin derasnya laju deforestasi. Konversi hutan menjadi area perkebunan sawit telah merusak lebih dari 7 juta hektar hutan sampai pada tahun 1997.

4. Satwa liar dan satwa langka penghuni hutan banyak ditemukan mati dan mengungsi ke pemukiman warga

Dampak kerusakan hutan di Kalimantan

photo via kumparan.com

Berkurangnya luasan dan kualitas hutan di Kalimantan menjadi ancaman serius bagi berbagai jenis satwa langka di Kalimantan, antara lain orangutan, bekantan, beruang madu dan berbagai jenis owa. Satwa langka itu kondisinya terjepit diantara menyempitnya hutan yang menjadi habitat mereka dan perburuan liar.

Bahkan akibat kebakaran hutan yang terjadi di Hutan Kalimantan di tahun 2019 lalu, membuat banyak hewan liar penghuni hutan ditemukan mati. Sejumlah orangutan harus rela keluar hutan untuk menyelamatkan diri. Bahkan beberapa orangutan harus digendong oleh petugas untuk keluar dari habitat mereka yang sudah menjadi arang. Tak sedikit juga yang mendatangi pemukiman warga untuk bertahan hidup.

5. Alasan tersembunyi dibalik kebakaran hutan Kalimantan 2019

Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan

photo via bbc.com

Menurut laporan Earth Observatory NASA, yang dikutip dari Brilio.net, NASA mendeteksi banyak api yang membakar daratan Kalimantan sejak Agustus 2019 lalu. Tapi jumlahnya api yang membakar hutan dan lahan semakin meningkat pada awal September 2019. NASA juga menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di Kalimantan dalam rentang September dan Oktober. Disebutkan jika itu terjadi karena petani sengaja membakar puing lahan pertanian dan penebangan untuk membersihkan jalan bagi tanaman dan juga ternak. Tujuannya yang sebenarnya adalah untuk mempersiapkan lahan untuk penanaman kelapa sawit dan pulp akasia. Fakta bahwa banyak perkebunan sawit di Kalimantan dibangun di atas hutan terbakar, memang menjadi pemicu perdebatan apakah sawit merupakan penyebab utama deforestasi di wilayah ini.

6. Potret kebakaran hutan dari satelit NASA yang bikin hati miris

Dampak kerusakan hutan di Kalimantan

photo via kumparan.com

Saat kebakaran hutan melanda Kalimantan 2019 lalu, NASA sempat mengabadikannya dalam sebuah foto satelit. Pemandangan tersebut tampak sangat miris. Foto-foto tersebut dipajang di situs resmi NASA Earth Obsevatory. Tampak pulau Kalimantan ditutupi kepulan asap putih. Tidak hanya itu, NASA juga menampilkan foto dari Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 8. Yang dengan jelas menampakkan kebakaran di kawasan perkebunan kelapa sawit.

7. Hutan hujan tropis yang berubah menjadi hamparan tanah tandus dan genangan beracun

Fakta Kerusakan Hutan Kalimantan

photo via villagerspost.com

Tak hanya kebakaran hutan, aktivitas penambangan batu bara juga membuat kerusakan hutan dan lahan yang begitu parah. Ribuan hektarare hutan hujan tropis kini menjadi lahan tandus tak bertuan akibat penambangan batu bara. Berhektar-hektar tanah mengandung logam yang berbahaya sehingga tidak dapat ditanam kembali. Tak hanya itu, terdapat juga ratusan genangan air beracun yang dapat membunuh makhluk hidup dalam sekejap.

Nah itulah beberapa fakta kerusakan hutan Kalimantan yang pastinya akan membuat kamu miris setelah melihatnya. Bagaimana menurut kalian guys?

0
Artikel Terkait