Fakta Seputar Pasukan Khusus Kerajaan Majapahit Bernama Bhayangkara

8 bulan lalu, by blogunik

Salah satu indikator yang menunjukkan kekuatan suatu negara adalah kemampuan militer yang dimiliki oleh negara tersebut. Dengan kekuatan militer yang mereka miliki, sebuah negara tentu saja bisa mampu mempertahankan kedaulatan negaranya terutama dari ancaman pihak asing. Salah satu hal yang menjadi tolak ukur kemampuan militer suatu negaa adalah adanya keberadaan pasukan kusus pada kemampuan militer yang mereka miliki.

Pastinya kalian sudah tahu dan pernah mendengan nama-nama pasukan militer kusus seperti SAS, Denjaka, Navy Seal dan masih banyak lagi yang lainnya. Para pasukan kusus yang satu ini merupakan orang-orang terpilih yang memiliki kemampuan diatas pasukan biasa. Meskipun saat ini ada banyak pasukan kusus dan pasukan elit di masing-masing negara, namun tahukah kalian kalau keberadaan dari pasukan kusus ini sebenarnya telah ada sejak dulu. Salah satu contoh yang paling dekat dari pasukan kusus masa lalu adalah pasukan Bhayangkara yang dimiliki oleh kerajaan Majapahit. Seperti apa sebenarnya pasukan majaphit yang satu ini? berikut ini adalah fakta-fakta seputar pasukan Bhayangkara yang merupakan pasukan kusus kerajaan Majapahit.

1. Kekuatan jauh diatas pasukan biasa

Pembentukan sebuah pasukan kusus tentu saja didapat dari orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan kusus. Nah, hal ini juga berlaku pada pasukan Bhayangkara ini. Jika dilihat dari kemampuan yang dimilikinya, tentu saja pasukan yang satu ini memiliki kemampuan diatas rata-rata dan bisa dibilang mereka adalah pasukan best of the best dari kerajaan majapahit. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing prajurit Bhayangkara ini, tak heran jika ada anggapan 1 orang prajurit Bhayangkara sama dengan 40 orang prajurit biasa.

2. Untuk menjadi anggota Bhayangkara amat susah

Untuk mendapatkan sebuah pasukan elit, tentu saja diperlukan dan dilakukan banyak tes untuk bisa memperoleh prajurit yang terbaik. Dengan berbagai kriteria berat yang harus dipenuhi serta tahap seleksi yang amat berat yang harus dijalani, tentu saja untu bisa menjadi anggota pasukan elit yang satu ini amatlah sulit. Beerbagai aspek menjadi sebuah penilaian untuk bisa masuk ke satuan pasukan yang satu ini.

photo via : nulis.babe.news

3. Jumlah yang sedikit

Karena susahnya seorang prajurit biasa untuk bisa masuk menjadi bagian dari pasukan elit yang satu ini, tentu saja tak banyak orang yang bisa masuk kedalmnya membuat jumlah dari pasukan Bhayangkara ini amatlah sedikit. pasukan Bhayangkara ini hanya terdiri dari beberapa pleton saja dan masing-masing pleton did alam pasukan ini hanya terdapat sekitar 40 orang saja. Tentu saja seperti yang sudah dijelaskan diatas, dengan kemamapuan hebat yang dimiliki oleh pasukan kusus ini, jumlah bukanlah sesuatu hal yang perlu dipermasalahkan

4. Cerdas & tidak berbuat dosa

Selain para pasukan Bhayangkara ini diwajibkan untuk memiliki kemampuan yang lebih hebat dari pasukan biasa lainnya, salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh pasukan ini adalah mereka haruslah orang yang cerdas dan tidak berbuat dosa. Kecerdasan diperlukan oleh pasukan ini saat mereka mendapatkan misi untuk menyusup, mengintai ataupun melakukan kegiatan yang mampu merusak kemampuan musuh dari dalam. Selain itu, pasukan yang satu ini juga diharpkan memiliki moral yang baik dimana mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk tidak berbuat dosa. *Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

5. Mendapat tugas mustahil dan istimewa

Dengan kemampuan yang mereka miliki, para prajurit Bhayangkara kerap kali diberikan tugas-tugas yang musatahil. Apalagi saat berperang, tentu saja hal yang paling mustahil terjadi adalah saat harus berperang melawan banyak orang dengan jumlah yang begitu sedikit. Selain hal yang mustahil, mereka juga diberikan tugas istimewa yang sulit dan hampir mustahil bisa didapatkan oleh prajurit biasa. Slah satu tugas istimewa mereka adalah sebagai bodyguard alias pelindung pribadi raja. Hal itu bisa dilihat dari berbagai buku yang menceritakan kisah bagaimana prabu Brawijaya yang pernah diselamatkan oleh pasukan Bhayangkara saat Majapahit diserbu oleh serdadu Raden Patah.

photo via : nulis.babe.news

6. Dibawah Maha Patih Gajah Mada

Pasukan Bhayangkara pertama kali mulai dikenal dan tenar ketika terjadinya pemberontakan Ra Kuti yang berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkara miliknya. Saat itu Gajah mada merupakan pemimpin pengawal kerajaan dan ia membantu Jayanegara untuk melarikan diri dari ibu kota dan menyembunyikannya dari kerajaan pemberontak. Setelahnya, Gajah Mada mulai melakukan operasi intelijen untuk menyelidiki kondisi ibukota Majapahit dan memetakan sikap para bangsawan terhadap posisi Jayanegara. Dengan bantuan para bangsawan, Gajah mada bersama pasukan Bhayangkaranya akhirnya berhasil memukul mundur pemberontak dan kembali mendudukkan Jayanegara sebagai seorang raja.

7. Tidak banyak perlengkapan

Berbeda dengan pasukan Majapahit pada umumnya yang menggunakan baju atau rompi zirah, dikarenakan fisik masing-masing pasukan Bhayangkara tersebut kuat-kuat, kebanyakan dari mereka mengenakan pakaian seadanya. Mereka lebih menggunakan pakaian yang lebih memfokuskan pada kelincahan pergerakan yang dilakukannya. Jadi, tidak banyak perlengkapan yang mereka bawa selama bertugas. Adapun senjata yang merekan gunakan sebatas menggunakan pedang, tombak, panah dan juga tameng. Untuk keris sendiri tidak termasuk didalam senjata perang, lantaran benda yang satu ini sudah masuk dalam kategori bagian dari pakaian.

8. Pamor Pasukan Bhayangkara meredup setelah blunder Gajah Mada

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pasukan Bhayangkara merupakan pasukan yang pertama kali diperkenalkan oleh Gajah Mada saat dirinya masih menjadi pemimpin pengawal kerajaan. Kemampuan Gajah Mada yang mampu mendudukkan Jayanegara kembali sebaga raja, pada masa pemerintahaan Tunggadewi akhirnya Gajah Mada diangkat menjadi seorang mahapatih di kerajaan Majapahit. Meskipun ia telah menjabat seorang Mahapatih, namun dirinya masih menjadi pimpinan tertinggi pasukan Bhayangkara. Keberanian, kekuatan dan keterampilan yang dimiliki oleh pasukan ini menjadi amat dikagumi oleh lawan dan sering dibawa kedalam perang-perang yang ada. Namun pamuor pasukan Bhayangkara ini mulai memudar setelah terjadinya perang Bubat yang dilakukan oleh Gajah Mada bersama dengan pasukan Bhayangkara miliknya.

photo via : historia.id

9. Mampu mengalahkan pasukan Mongol

Dijaman tersebut, salah satu kerajaan yang terkenal dengan amat hebat karena mampu menaklukkan banyak kerjaaan di Asia hingga Eropa adalah Kerajaan Mongol. Suatu ketika, dalam invasinya di Asia, para pasukan mongol telah bersiap dengan ribuan pasukannya dengan menggunakan peralatan perang lengkap seperti baju besi dan senjata perang untuk melawan dan menyerbu kerajaan majapahit. Karena hal tersebut, akhirnya Majapahit mengirimkan pasukan Bhayangkara miliknya dengan berbagai kapal besar yang ada dan terjadilah sebuah peperangan di tengah lautan. Dengan jumlah dan juga taktik tempur yang berbeda, Majapahit mampu mengalahkan pasukan Mongol tanpa tersisa satupun. Sedangkan pasukan Bhayangkara hanya kehilangan beberapa prajurit saja dari invasi tersebut.

10. Anggota awal hanya 15 orang

Pada masa awal pembentukannya, yakni pada masa dimana Gajah Mada yang mampu melarikan diri sembari menyembunyakan raja Jayanegara dari Ra Kuti, anggota dari pasukan kusus ini hanya 15 orang saja. Dan hingga akhirnya saat mereka hendak untuk mengambil alih Majapahit kembali dari Ra Kuti, hanya 15 orang prajurit ini saja yang bertempur dengan melakukan pertempuran secara gerilia hingga akhirnya mamapu menghancurkan para pemberontak dan mengembalikan Jayanegara sebaga raja.*Jika artikel ini muncul di website selain BlogUnik.com, maka dapat dipastikan bahwa web tersebut sudah mencuri dan menayangkan artikel ini tanpa persetujuan BlogUnik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *